Home >Documents >G A R M E N T

G A R M E N T

Date post:12-Jan-2017
Category:
View:220 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 2013

    MARKET BRIEF

    ITPC OSAKA

    G A R M E N T

  • P a g e | 1

    DAFTAR ISI

    Kata Pengantar 3 Peta Jepang 4 I. Pendahuluan 5

    1. Pemilihan Negara 5 2. Pemilihan Produk 5 3. Profil Jepang 6

    II. Potensi Pasar Jepang 9 1. Ekspor Impor Garment Jepang - Dunia 11 2. Potensi Pasar Garment di Jepang 20 3. Kebijakan Impor Garment di Jepang 25 4. Saluran Distribusi Garment di Jepang 26 5. Hambatan Lainnya 27

    III. Peluang dan Strategi 28 1. Peluang 28 2. Strategi 28

    IV. Informasi Penting 29

    1. TPO dan/atau Kedutaan Negara Jepang di Indonesia 29

    2. Kamar Dagang Jepang 29

    3. Asosiasi Garment di Jepang 30

    4. Daftar Pameran Garment/Fashion di Jepang 31

    5. Perwakilan Indonesia di Jepang 32 Referensi 33

  • P a g e | 2

    DAFTAR TABEL dan GAMBAR

    Tabel 1.1. Pengeluaran Rumah Tangga Jepang periode 2004-2011 9 Tabel 1.2. Skala Konsumsi Rumah Tangga untuk Produk Garment 9 Tabel 2. Ekspor Impor Produk Garmen di Jepang tahun 2004-2011 11 Tabel 3. 15 Negara Pengimpor Garmen Terbesar ke Jepang tahun 2011 12 Tabel 4. Pakaian Import Dunia berdasarkan Bahan Rajutan dan Tenun yang Masuk ke

    Jepang 12

    Tabel 5. Negara pengimpor pakaian ke Jepang 15 Tabel 6. Negara pengimpor pakaian rajutan ke Jepang 16 Tabel 7. Negara pengimpor pakaian tenunan ke Jepang 17 Tabel 8. Pergerakan jumlah harga produk impor pakaian ke Jepang dari 5 negara

    pengekspor terbesar 18

    Tabel 9. Pergerakan jumlah produk impor yang diminati oleh Jepang dilihat dari 5 negara teratas untuk barang impor pakaian ke Jepang

    19

    Tabel 10. Pergerakan jumlah produksi impor dan ekspor pakaian di Jepang 19 Tabel 11. Ukuran rata-rata orang Jepang (tinggi/berat) dalam satuan cm dan kg 20 Tabel 12. Ukuran masyarakan Jepang 21 Tabel 13. Perbandingan ukuran pada masyarakat Jepang dibandingkan dengan negara

    lain di dunia 21

    Tabel 14. Skala Rata-rata pengeluaran untuk pakaian periode 2006-2011 21 Tabel 15. Tariff Impor untuk produk pakaian 25 Tabel 16. Indication Marking untuk Impor Produk Garmen ke Jepang 26 Tabel 17. Penjualan produk Garmen di Departemen Store dan Supermarket 27 Gambar 1. Peta Jepang 4 Gambar 2. Populasi di Jepang berdasarkan usia dan jenis kelamin pada tahun 2012 6 Gambar 3. Populasi di Jepang berdasarkan kota-kota di Jepang (data per 31 Maret

    2012) 7

    Gambar 4. Beberapa contoh Street Style anak-anak muda di Jepang 10 Gambar 5. Impor pakaian luar ke Jepang berdasarkan jenis pakaian tahun 2003-2011 13 Gambar 6. Impor pakaian dalam ke Jepang berdasarkan jenis pakaian tahun 2003-

    2011 13

    Gambar 7. Grafik jumlah pakaian impor ke Jepang berdasarkan jenis bahan dilihat dari segi kuantitas

    14

    Gambar 8. Grafik Jumlah Pakaian Impor Dunia ke Jepang dari Segi Harga 14 Gambar 9. Rasio Penetrasi Impor dan Volume Impor dari Garmen di Jepang 20 Gambar 10. Grafik Penetrasi Penduduk Jepang berdasarkan Usia dan Ukuran Tubuh 21 Gambar 11. Rata-rata Pengeluaran untuk Pakaian periode 2006-2011 (data pie chart) 22 Gambar 12. Acara Tahunan dan Cuaca yang ada di Jepang dan kaitannya dengan

    Pakaian yang dikenakan oleh Masyarakat Jepang bagian 1.23 23

    Gambar 13. Acara Tahunan dan Cuaca yang ada di Jepang dan kaitannya dengan Pakaian yang dikenakan oleh Masyarakat Jepang bagian 2.24

    24

    Gambar 14. Saluran Distribusi Pakaian Impor di Jepang 26 Gambar 15. Penjualan Produk Garmen di Major Retailer Outlet 27

  • P a g e | 3

    ITPC Osaka mengucapkan puji syukur pada hadirat Tuhan yang Maha Esa karena telah dapat

    menyelesaikan Market Brief: HS 61 Garment untuk Edisi pada bulan Maret 2013 ini. Market brief

    (MB) merupakan kajian singkat yang memberikan gambaran kondisi dan potensi pasar komoditi

    Garment di Jepang. Adapun isi dari MB ini dibuat berdasarkan acuan Outline Market Intelligence dan

    Market Brief yang disampaikan kepada seluruh Perwakilan Luar Negeri Kementerian Perdagangan

    tanggal 8 Maret 2011 di Hotel Borobudur, Jakarta.

    Selain merupakan bagian dari tugas dan fungsi perwakilan luar negeri, MB disusun untuk

    memberikan informasi terkini mengenai pasar suatu komoditi, peraturan impor di negara akreditasi

    setempat, potensi pasar, negara pesaing, strategi penetrasi pasar dan informasi penting lainnya.

    Sehingga diharapkan secara tidak langsung MB ini dapat menjadi informasi pendukung dalam

    meningkatkan keunggulan komoditi Garment Indonesia yang bersaing di pasar Jepang.

    Akhir kata ITPC Osaka mengharapkan kiranya informasi dalam MB ini dapat bermanfaat bagi

    pemerintah selaku pembuat kebijakan dan para pelaku usaha dalam menentukan strategi eskpor ke

    negara Jepang.

    Osaka, Maret 2013

    KATA PENGANTAR

  • P a g e | 4

    Luas daratan Jepang 378.000 km2, yaitu 1/25 dari luas Amerika Serikat (bandingkan dengan luas daratan Indonesia 2.027.087 km2).

    Jepang berbatasan dengan Rusia di sebelah barat, Korea Utara dan Korea Selatan di bagian selatan dan China di bagian barat daya.

    Empat pulau utama adalah Hokkaido, Honshu, Shikoku, dan Kyushu.

    PETA JEPANG

  • P a g e | 5

    1. Pemilihan Negara

    Jepang adalah negara mitra dagang yang strategis bagi Indonesia, dikarenakan Jepang

    menduduki peringkat pertama sebagai tujuan ekspor non migas Indonesia dan urutan kedua

    sebagai negara asal impor non migas setelah China. Pada periode Januari-November 2011,

    menurut data dari Kementerian Perdagangan RI, bahwa selama periode Januari-November 2011

    neraca perdagangan Jepang dengan Indonesia surplus bagi Indonesia sebesar US$ 15,02 miliar,

    meningkat 14,25% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar US$ 13,15 miliar.

    Total perdagangan periode Januari-November 2011 tercatat sebesar US$ 46,94 miliar, atau

    meningkat 11,83% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar US$ 41,98 miliar.

    Total perdagangan tersebut terdiri dari ekspor Jepang ke Indonesia sebesar US$ 15,96 miliar,

    atau meningkat 10,72% dibanding periode yang sama tahun 2010, yaitu sebesar US$ 14,41

    miliar, dan impor Jepang dari Indonesia sebesar US$ 30,98 miliar, atau meningkat sebesar

    12,40% dibanding periode yang sama tahun 2010, sebesar US$ 27,56 miliar.

    Produk ekspor non migas utama Indonesia ke Jepang adalah (1) biji tembaga dan

    konsentratnya; (2) batubara, briket dan bahan bakar padat lainnya yang dibuat dari batubara;

    (3) nikel; (4) karet; (5) tembaga murni dan paduan tembaga; (6) kayu lapis; (7) kertas dan karton;

    (8) kawat, kabel dan konduktor listrik lainnya; (9) krustacea, dalam bentuk hidup, segar, dingin,

    beku dan (10) aluminium yang belum ditempa (Kementerian Perdagangan).

    Sedangkan untuk produk dari Jepang, Indonesia mengimpor beberapa produk yaitu (1)

    incompletely knocked down motor vehicles; (2) spare part dan aksesoris dari kendaraan

    bermotor; (3) self-propelled bulldozers, angledozers; (4) spareparts mesin kendaraan bermotor;

    (5) kendaraan bermotor untuk transportasi barang; (6) transmission shafts and cranks; bearing

    housings; (7) flat-rolled products of iron on non-alloy steel; (8) tembaga murni and paduan

    tembaga; (9) tabung, pipa dan profil berongga, besi halus (10) spareparts mesin lainnya

    (Kementerian Perdagangan).

    2. Pemilihan Produk

    Alasan pemilihan industri garmen adalah dikarenakan Jepang saat ini telah menjadi

    pusat fashion dunia selain Italia dan Perancis, yang saat ini banyak diminati oleh kawula muda,

    tidak hanya di Jepang itu sendiri namun juga di dunia. Kondisi ini menjadikan Jepang sebagai

    pangsa pasar yang potensial dari segi industri garmen. Meskipun demikian Indonesia masih jauh

    ketinggalan sharenya dibandingkan negara lain dalam hal ekspor impor ke negara Jepang untuk

    produk garmen. Ini merupakan peluang pasar yang bisa dimanfaatkan banyak industri garmen di

    tanah air.

    BAB I. PENDAHULUAN

  • P a g e | 6

    3. Profil Jepang

    a. Geografi

    Berdasarkan kondisi geografis Jepang, Jepang terdiri dari 47 prefektur yang

    dikelompokkan menjadi 9 kawasan yaitu Hokkaido, Tohoku, Kanto, Chubu, Kinki,

    Chugoku, Shikoku, Kyushu dan Okinawa. Sedangkan kota utama Jepang yaitu Tokyo,

    Osaka, Kobe, Kyoto, Sapporo, Sendai, Nagoya, Hiroshima dan Fukuoka.

    b. Pemerintahan

    Jepang merupakan negara constitutional monarchy dimana kekuasaan Kaisar sangat

    terbatas. Disini Kaisar hanya sebagai simbol negara dan persatuan bagi rakyat Jepang.

    Kekuasaan tertinggi pemerintahan terletak pada Perdana Menteri . Sedangkan untuk

    badan legislatif di Jepang adalah adalah National Diet yang terdiri dari House of

    Representatives dan House of Councillors.

    c. Demografi

    Populasi penduduk Jepang per Juli 2012 mencapai 127.368.088 jiwa. Data ini menurun

    bila dibandingkan data per 1 Oktober 2012 yang 128.957.352 jiwa. Berdasarkan kategori

    jenis kelamin, populasi penduduk pria berjumlah 61.875.892 (48.6% dari total populasi)

    dan penduduk wanita berjumlah 65.492.196 (51.4%).

    Presentase penduduk yang berusia 0-14 tahun adalah 14% dari total populasi,

    sedangkan penduduk yang berusia 15-24 tahun sebesar 10% dari total dan 25-54 tahun

    dan 55-64 tahun masing-masing sebesar 38% dan 14% dari total populasi. Jumlah

    penduduk yang berusia 65 tahun keatas sebesar 30.410.873 jiwa (24%). Persentasi

    penduduk yang berusia 65 tahun keatas di Jepang merupakan tertinggi di dunia.

    Gambar 2: Populasi yang didasarkan pada usia dan jenis kelamin di Jepang tahun 2012

    8,927,803

    6,385,033

    24,299,387

    9

Embed Size (px)
Recommended