Home >Documents >Food Truck Bisnis Kuliner - 222 .pdf · berdagang untuk kurun waktu tertentu bagi food truck. Para

Food Truck Bisnis Kuliner - 222 .pdf · berdagang untuk kurun waktu tertentu bagi food truck. Para

Date post:04-May-2019
Category:
View:220 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

ISSN

141

2-21

70

MITRAWACANAEdisi 222/ Tahun XVII / 2018

LAGANSA (Layanan Pelanggan Bogasari): 0807-1800-888, lagansa@bogasari.com, www.bogasari.com, @KreasiBogasari

Media Usaha Kecil Menengah Makanan Berbasis Terigu

Food Truck Bisnis Kuliner yang Lagi nge-Tren

e-kup

on

hany

a bisa

diinp

ut

melal

ui M

obile

Apps

JENDELA

Wacana Mitra * Edisi 222/Tahun XVII/2018

Bagi Anggota BMC (Bogasari Mitra Card): Daftarkan nomor HP anda dan Informasikan setiap perubahan nomor telepon/HP Anda ke 0807-1-800-888, karena setiap

informasi BMC akan disampaikan melalui SMS.

Sajian Utama ................................ 4-9 Profil ................................................. 10-11Inovasi ............................................ 12Pemasaran .................................... 13 Tips ................................................... 14Resep ............................................... 15Info UKM ...................................... 16Bakery Container ......................... 19Gelegar BMC ................................. 20

PEMBACA yang budiman, dunia kuliner saat ini mengalami perkem-bangan pesat, tidak hanya ragam dan variasi makanan, tetapi juga cara pe-nyajian dan prasarana untuk menjualnya. Di Indonesia alat untuk menjual dari tahun ke tahun juga mengikuti perkembangan, mulai dari digendong, dipikul, gerobak dorong, sepeda, motor, dan kini sudah mulai memakai kendaraan bermotor yang sangat mobile, yang sering disebut sebagai food truck.

Food truck yang mulai berkembang di Amerika Serikat, kini sudah mu-lai masuk ke Indonesia dan menyasar konsumen milenial. Penyajian yang unik, menggunakan mobil dengan aneka kreasi yang menarik dilengklapi dengan dapur dapat berkeliling menghampiri calon konsumen atau mang-kal di tempat-tempat keramain.

Keluwesan food truck inilah yang nampaknya perlu dilirik dan dikem-bangkan UKM khususnya makanan berbasis terigu, seperti mie ayam, roti, burger, atau aneka kue-kue yang butuh penyajian yang fresh.

Untuk itu pada sajian edisi ini, redaksi mencoba mengupas konsep food truck di Indonesia yang sangat prospektif utamanya bagi UKM yang ingin memperluas jangkauan pemasaran. Mudah-mudahan dapat menjadi inspi-rasi para pembaca dalam rangka perkembangan usahanya.

Pada bagian lain edisi ini juga mengangkat cara pembayaran praktis non tunai yang kini bisa dilakukan di warung-warung kecil. Semoga berman-faat dan Selamat Membaca, M

Wacana Mitra DigitalUntuk meningkatkan pelayanan dan mem-percepat proses pengiriman, Wacana Mi-tra akan terbit dalam format PDF (digital), sehingga secara bertahap edisi cetak akan dikurangi. Selanjutnya Wacana Mitra versi digital bisa diakses dan diunduh di Webiste Bogasari www.bogasari.com, Bogasari MobileApps, atau dikirim ke e-mail masing-masing UKM. Oleh karena itu jika UKM menginginkan Wacana Mitra dikirim via e-mail, silah-kan memberikan alamat e-mail kepada bmc@bogasariflour.com

Bogasari juga mengembangkan Bakery Container dengan konsep food truck

PENERBIT: PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, Divisi Bogasari Flour Mills. ISSN: 1412-2170 Penasihat: Franciscus Welirang, Herman Djuhar, Pembina: Anwar Agus, Hans R. Aditio, P. Soegiono D, Iwan Santosa, Budi Sugianto, Koko Santosa, Ivo Ariawan, Penanggungjawab: Rudianto Pangaribuan, Redaksi: M.R. Pamungkas, Nobert Dhika Aditama, M.Kareem Natakusumah Kontributor: Djunaedi Handojo ; Uluan DP. Manurung; Beatrix P. Soedibyo; Francesco Limawan; Ahmad Darullah; J .M. Qayyuum; Umi Wulandari, Julius Ronadi, Triana M, Bogasari Baking Center, Tim Customer RelationsDesain & Lay-out: melcky. Sekretaris Redaksi: Reni Dasmaniar Sekretariat, & Distribusi: PR & Communication BogasariAlamat Redaksi: PT. Indofood Sukses Makmur tbk. Divisi Bogasari Flour Mills, Jln. Raya Cilincing, Tanjung Priok, Jakarta - 14110, PO. Box 2000 JKU 14013. Telp : (021) 29263800, Fax : (021) 4392-0096, e-mail: wacana.mitra@bogasariflour.com; reni.dasmaniar@bogasariflour.com; http//www.bogasari.comDISTRIBUSI TERBATAS UNTUK KALANGAN SENDIRI, TIDAK DIPERJUALBELIKAN

SAJIAN UTAMA

Edisi 222/Tahun XVII/2018 * Wacana Mitra

Food truck adalah truk penjual makanan yang bisa berkeliling ke tempat-tempat keramaian. Truk keliling ini menjual beragam menu makanan menarik dan cara pengemasan yang unik. Konsep food truck sebenarnya bukan hal baru di In-donesia. Beberapa tahun lalu, masyarakat kita me-ngenal moko alias mobil toko. Sejatinya, ada kemi-ripan antara moko (mobil toko) dengan food truck. Keduanya merupakan istilah yang diberikan untuk kendaraan yang dimodifikasi menjadi sarana menja-jakan dagangan. Hal yang membedakan, food truck tidak cuma sekadar berjualan makanan. Di dalam truk makanan itu juga berlangsung proses produksi.

Sedangkan moko yang hanya menjadi etalase berja-lan sebuah produk, termasuk makanan. Food truck biasanya hadir di beberapa even seperti karnaval, acara olahraga, perkantoran, kampus, di taman atau lapangan. Lazimnya mereka menjual menu makanan ringan cepat saji.

Usaha food truck sebenarnya bukan konsep baru. Usaha menjajakan makanan di kendaraan itu sudah ada sejak 1800-an di Texas Amerika Serikat. Pada 1866, Charles Goodnight mulai memasak makan-an di sebuah wagon yang penuhi dengan peralatan dapur.

Food Truck, Konsep Jualan Kuliner yang Menjanjikan

Jagad kuliner saat ini sangat berkembang, mulai dari ragam makanan yang dijual sampai cara penyajiannya. Salah satu ragam kuliner yang lagi tren saat ini adalah food truck atau mobil penjaja makanan.

@bisniskuliner

SAJIAN UTAMA

Wacana Mitra * Edisi 222/Tahun XVII/2018

Di Amerika Serikat, food truck nyaris tak ada beda dengan pedagang kaki lima. Mereka mangkal di keramaian, biasanya di area yang banyak perkan-toran. Food truck, layaknya makanan di kaki lima, disukai karena harganya yang murah dan penyajian yang cepat. Pekerja yang terburu-buru bisa menyikat habis makanan hanya dalam waktu 2-3 menit sejak makanan disiapkan.

Tren ini akhirnya sampai di Indonesia. Setidaknya sejak akhir 2014, jalanan Jakarta mulai dibanjiri food truck yang menjual aneka jenis makanan. Mulai dari yang klasik ala Indonesia seperti nasi uduk dan sate, hingga penganan modern dan Instagramable macam burger hitam, martabak aneka rasa, dan hot dog.

Modifikasi MobilTertarik menggeluti usaha ini? Namanya juga food

truck, unsur utama dari usaha ini pastilah truk atau kendaraan bermotor. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih truk untuk usaha ini. Karena proses produksi juga dilakukan di dalam kendaraan, pilihlah kendaraan yang memiliki ruang yang cukup lapang. Meskipun disebut food truck bukan berarti kendaraan yang digunakan harus truk. Kalau pakai truk yang beroda enam ruang geraknya sangat terbatas, apalagi di Jakarta atau kota-kota be-sar lainnya tak boleh melalui jalan-jalan utama. Ke-banyakan pengusaha food truck menggunakan low

wheel bus atau kendaraan ukuran sedang yang cu-kup lapang dan mesin bagus.

Setelah pas dengan pemilihan kendaraan, lantas perhatikan modifikasi bagian belakang kendaraan yang akan dijadikan semacam dapur kecil tapi de-ngan konsep dapur restoran.

Kendaraan harus muat untuk setidaknya dua orang operator atau juru masak. Penempatan peralatan masak pun harus dipikirkan sehingga ruang gerak juru masak cukup dinamis ketika bekerja. Selain itu, jangan lupa membuat ventilasi untuk keamanan dan kenyamanan mereka yang bekerja di mobil.

Beda dengan restoranMeskipun menyuguhkan berbagai pilihan kuliner,

mengelola food truck tidak sama dengan restoran. Pola kerja memang sepintas mirip, tapi sedikit lebih rumit dengan pola kerja di restoran. Pasalnya, kenda-raan tidak menetap di satu tempat alias berpindah-pindah (nomaden).

Idealnya food truck memang nomaden karena itu yang membedakan usaha ini dengan restoran. Ba-nyak tempat bisa dijadikan tempat persinggahan food truck ini, mulai dari parkir di depan ruko, kantor, atau bahkan di pusat keramaian seperti dekat pusat per-belanjaan.

Untuk teknis pekerjaan karyawan food truck, di pagi hari, karyawan membeli bahan baku serta me-

@marketplus

SAJIAN UTAMA

Edisi 222/Tahun XVII/2018 * Wacana Mitra

nyiapkan makanan di dapur utama. Selanjutnya, makanan yang sudah setengah jadi itu yang dibawa dalam truk, kemudian berangkat menuju lokasi jualan hingga jam operasional berakhir.

Saat ini memang belum bisa dipetakan lokasi berdagang untuk kurun waktu tertentu bagi food truck. Para pengusaha food truck masih terkendala dengan perizinan, pasalnya pemerintah belum punya regulasri khusus untuk para pengusaha food truck. Saat ini mereka sebatas mengurus izin untuk kenda-raan dan membayar pajak reklame karena di badan food truck rata-rata digunakan untuk branding.

Lantaran belum ada regulasi yang jelas, rata-rata pengusaha food truck kesulitan mendapatkan tem-pat parkir yang ideal. Kendala lain yang dijumpai di lapangan adalah banyaknya pungutan dari beberapa oknum. Melihat tren food truck yang kian ramai, su-dah saatnya pemerintah mulai memikirkan kebijakan atau regulasi khusus untuk usaha food truck agar pengusaha aman dan nyaman dalam menjalankan bisnis ini.

Mendongkrak omzet dengan hadir di eventKonsep food truck memang punya kelebihan dan

kekurangannya. Walau susah mendapatkan tempat parkir, bukan berarti mobilitas mereka terganggu. Untuk menggenjot penghasilan, para pemilik food truck giat berpromosi melalui media sosial. Dari situ, masyarakat semakin aware terhadap keberadaan food truck di berbagai daerah.

Di sisi lain, food truck juga sering diundang untuk

Embed Size (px)
Recommended