Home >Health & Medicine >Fisiologi cairan tubuh dan elektrolit serta keseimbangan asam

Fisiologi cairan tubuh dan elektrolit serta keseimbangan asam

Date post:22-Jun-2015
Category:
View:21,883 times
Download:6 times
Share this document with a friend
Description:
Fisiologi cairan tubuh dan elektrolit serta keseimbangan asam
Transcript:
  • 1. FISIOLOGI CAIRAN TUBUH & ELEKTROLIT SERTAKESEIMBANGAN ASAM-BASA

2. Cairan tubuh Air (H2O) merupakan komponen tubuhmanusia yang paling banyak, meliputi 60%dari BB. Komposisi: plasma (>90% H2O), Kulit-otot-organ internal (70%-80% H2O), tulang (22%H2O), lemak (10% H2O) 3. Cairan tubuh Persentase H2O tubuh dipengaruhi oleh: jeniskelamin & usia individu. memiliki kandungan H2O yang lebih rendahdibandingkan dengan pria terutama karena hormonseks yaitu estrogen meningkatkan deposit lemakdi payudara, bokong dan di tempat lain. Persentase H2O juga menurun drastis secaraprogresif seiring dengan pertambahan usia. 4. Klasifikasi cairan tubuhkompartemenVolume % Cairan% Berat cairan tubuh tubuh (Liter)Cairan tubuh42100%60%totalCIS28 67% 40%CES14 33%20 Plasma 2,8 6,64 C.interstisium11,226,4 16 Limfe Diabaikan Diabaikan Diabaikan C. lintas sel Diabaikan Diabaikan Diabaikan 5. Keseimbangan air harian Pemasukan airPengeluaran airJalanJumlahJalan Jumlah (ml/hr)(ml/hr)Asupan cairan 1.250Insesible loss900H2O (makanan) 1.000Keringat 100H2O (metabolis)350 Feses 100 Urin 1.500Input total 2.600Output total 2.600 6. Cairan tubuhCairan tubuh adalah: air beserta unsur- unsur di dalamnya yang diperlukan untuk kesehatan sel,dimana cairan tersebut berada di dalam sel & sebagian di luar selCairan tubuh tdd :3. Cairan intra seluler (CIS)4. Cairan ekstra seluler (CES)/Interstisill5. Plasma darah 7. Cairan intra seluler (CIS) Meliputi 50% dari berat tubuh Letaknya di dalam sel Mengandung elektrolit serta kalium dan fosfatserta bahan makanan seperti glukosa & asamamino Dalam proses kerjanya dibantu oleh enzimyang berfungsi memecahkan & membangunkembali sel untuk mempertahankankeseimbangan cairan. 8. Cairan ekstra seluler (CES) Disebut juga cairan interstisiil Membentuk 30% berat tubuh yaitu sekitar 12 liter Merupakan medium di tengah-tengah selhidup, dimana sel menerima garam,makanan, serta oksigen dan melepaskansemua hasil buangannya kedalam cairan itujuga. 9. Plasma darah Meliputi 5% dari berat tubuh, yaitu sekitar 3 liter. Merupakan sistem transpor yang melayanisemua sel melalui medium cairan ekstraseluler 10. Pertukaran cairan dalam jaringan Cairan dalam plasma berada di bawah tekananhidrostatik yang lebih besar dari tekanan interstisial,oleh karena itu cairan dalam plasma cenderung untukkeluar dari pembuluh kapiler. Akan tetapi didalam plasma terdapat protein,sedangkan cairan intertisial tidak mengandungprotein sehingga protein plasma ini mengeluarkantekanan osmotik yang berusaha menghisap cairanmasuk pembuluh kapiler. 11. Pertukaran cairan dalam jaringan Di ujung kapiler arteri, tekanan hidrostatiklebih besar dari pada tekanan onkotik. Makaimbangan kekuatan mendorong cairan masukjaringan, sedangkan pada ujung vena tekananhidrostatik kosong, tekanan osmotikmengatasinya dan menarik kembali cairan itumasuk kapiler. 12. Pertukaran cairan dalam jaringanPertukaran antara CES dan CIS juga bergantung pada tekanan osmotik, karena membran sel mempunyai permeabilitas selektif dan mengijinkan dilalui oleh beberapa bahan seperti oksigen, CO2 dan urea secara bebas, sehingga memompa bahan lain masuk atau keluar untuk mempertahankan perbedaan konsentrasi perbedaan konsentrasi dalam cairan intra & ekstraseluler.Mis : kalium dikonsentrasikan dalam CIS, sedangkan natrium dipompa keluar 13. Keseimbangan cairan & elektrolit Dalam keadaan normal jumlah cairan yangmasuk kedalam tubuh adalah samabanyaknya dengan yang dibuang. Air & elektrolit masuk ke tubuh adalah dalambentuk air minum, cairan & makananlainnya. Air dibuang oleh tubuh melalui beberapaorgan-organ penting 14. Pembuangan cairan & elektrolit dari dalam tubuhCairan/air dibuang oleh tubuh melalui :nGinjal : dalam bentuk air kencingnKulit : dalam bentuk keringatnSaluran pencernaan : bersama kotorannParu-paru : dalam bentuk uap air yang keluar bersama-sama dengan udara pernafasanElektrolit ikut terbuang melalui air kencing, keringat & kotoranKemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan & elektrolit dikendalikan oleh ginjal 15. Pengaturan keseimbangan cairan oleh ginjal Pada pemeliharan keseimbangan cairan, Ginjalberfungsi :n Mengontrol volume CES: denganmempertahankan keseimbangan garam, untukmembantu mempertahankan tekanan darah dalampengaturan jangka panjang volume CESn Mengontrol osmolaritas CES: denganmempertahankan keseimbangan air (H2O), hal iniharus diatur ketat untuk mencegahpembengkakan/penciutan sel-sel. 16. Keseimbangan garam harianPemasukan garamPengeluaran garamJalan Jumlah JalanJumlah(gr/hr)(gr/hr)Ingesti10,5Kehilangan0,5 obligatorik mel keringat & feses Ekskresi terkontrol 10,0 mel urinInput total 10,5 Output total 10,5 17. Pengaturan keseimbangan asam-basaoleh ginjal & paru Ginjal berperan dalam pemeliharaankeseimbangan asam-basa denganmenyesuaikan pengeluaran ion hidrogen(asam) & ion bikarbonat (basa) melalui urinsesuai keperluan. Paru-paru dapat menyesuaikan kecepatanekskresi Co2 penghasil ion hidrogen dansistem penyangga kimiawi di cairan tubuh 18. Difusi & OSMOSIS Difusi adalah proses dimana suatu gas/bahandalam larutan mengembang, karenapergerakan partikel-partikelnya untuk mengisisemua volume yang tersedia. Osmosis adalah proses difusi molekul pelarutke daerah dimana terdapat konsentrasi zatterlarut yang lebih tinggi dengan membrantidak permeabel terhadapnya 19. Filtrasi Adalah proses dimana cairan didorong melaluisuatu membran atau sawar lain karena adanyaperbedaan tekanan di kedua sisi Jumlah cairan yang difiltrasi dalam suatu intervaltertentu setara dengan perbedaan tekanan, luaspermukaan membran & permeabilitas membran. Mis: ddg kapiler yg memisahkan plasma dari cairaninterstisium berbeda dg membran sel yangmemisahkan cairan interstisium & cairan intrasel krnperbedaan tekanan di antara kedua sisi ddg tsbmenyebabkan filtrasi. 20. Keseimbangan asam-basa Keseimbangan asam-basa sebenarnyamengacu kepada pengaturan ketat konsentrasiion hidrogen (H+) bebas (tidak terikat) didalam cairan tubuh. 21. Asam Adalah sekelompok zat yg mengandung hidrogenyang mengalami disosiasi/terurai apabila beradadalam larutan untuk menghasilkan H+ bebas & anion(ion bermuatan negatif). Asam kuat memiliki kecenderungan yg lebih besaruntuk mengalami disosiasi di dalam larutan daripadaasam lemah, mis: asam klorida (HCL) yg teruraimenjadi H+ bebas & Cl- apabila dilarutkan dalamH2O 22. Basa Adalah bahan yag dapat berikatan dengan H+bebas dan dengan demikian menarik iontersebut dari larutan. Basa kuat lebih mudah berikatan dengan H+daripada basa lemah 23. Keseimbangan asam-basa Keseimbangan asam-basa mengacu kepadapengaturan [H+] di dalam cairan tubuh Untuk mempertahankan [H+] maka pemasukanH+ melalui pembentukan asam oleh reaksimetabolisme didalam tubuh harus secara terusmenerus diseimbangkan dengan pengeluaranmelalui urin & pengeluaran CO2 (penghasilH+) melalui sistem respirasi. 24. Konsentrasi ion hidrogen dinyatakan dalampHpH normal plasma adalah 7,4 sedikit lebihalkalis dibandingkan dengan H2O netral(pH=7,0) pH yang lebih rendah dari normalmengindikasikan adanya asidosis,sedangkan jika lebih tinggi dari normal disebutalkalosis 25. Kontrol keseimbangan asam-basa Tantangan utamanya adalah pemeliharaanalkanitas plasma normal menghadapi penambahanterus menerus H+ ke plasma dari aktivitasmetabolisme yang berlangsung kontinyu Adapun 3 lini pertahanan yang menahanperubahan [H+] adalah :n Sistem penyangga kimiawin Kontrol pH oleh sistem respirasin Kontrol pH oleh ginjal 26. Sistem penyangga kimiawi sebagai pengontrol keseimbangan asam-basa Merupakan lini pertahanan pertama yangmasing-masing terdiri dari sepasang zat kimiayang terlibat dalam suatu reaksi reversibelyang salah satunya dapat membebaskan H+sedangkan yang lain dapat mengikat H+ 27. Sistem respirasi sebagai pengontrol keseimbangan asam-basa Merupakan lini pertahanan yang kedua Secara normal mengeliminasi Co2 hasilmetabolisme, sehingga tidak terjadi penimbunanH2CO3 di dalam cairan tubuh Sistem ini akan mengubah kecepatan pengeluaranCo2 nya, karena peningkatan H+ yg berasal dariasam-asam non-karbonat merangsang pernafasan,sehingga lebih banyak Co2 (penghasil H2CO3) yangdihembuskan keluar untuk mengkompensasi asidosisdg mengurangi produksi H+ dari H2CO3. 28. Ginjal sebagai pengontrol keseimbangan asam-basa Merupakan lini pertahanan yang paling kuat. Kemampuannya adalah mengeliminasijumlah normal H+ yang dihasilkan olehsumber-sumber non-H2CO3 & dapatmengubah kecepatan pengeluaran H+sebagai respon terhadap perubahan baikasam H2CO3 maupun non H2CO3 29. EdemaAdalah pembengkakan jaringan akibat kelebihan cairan interstisium, dan ini terjadi karena terdapat salah satu gaya fisik yang bekerja pada dinding kapiler menjadi abnormal karena suatu sebab.Penyebab edema :1. Penurunan konsentrasi protein plasma2. Peningkatan permeabilitas ddg kapiler3. Peningkatan tekanan vena4. Penyumbatan pembuluh limfe 30. Penurunan konsentrasi protein plasma Menyebabkan penurunan tekanan osmotik koloidplasma kearah dlm, shg terjadi filtrasi cairanberlebihan keluar dari pembuluh sementara jumlahcairan yg direabsorpsi < dari normal, dg demikianterdapat cairan tambahan yang tertinggal di ruang ruang interstisium Dapat terjadi mis: pd keadaan pengeluaran berlebihanprotein plasma di urin akibat penyakit ginjal,pe sintesis protein plasma akibat penyakit hati,makanan< mengandung protein,pengeluaran protein krn lukabakar 31. Peningkatan permeabilitas dinding kapiler Menyebabkan lebih banyak pengeluaranprotein plasma dari kapiler ke cairaninterstisium Mis: pelebaran pori-pori kapiler yg dicetuskanoleh histamin pd cedera jaringan atau rx alergi,dimana terjadi kelebihan protein di cairaninterstisium shg terjadi peningkatkan tekanankearah luar 32. Peningkatan tekanan vena Mis; ketika darah terbendung di vena maka akandisertai peningkatan tekanan darah kapiler, karenakapil

Embed Size (px)
Recommended