Home >Documents >Extremity Trauma Edited

Extremity Trauma Edited

Date post:17-Dec-2015
Category:
View:24 times
Download:7 times
Share this document with a friend
Description:
trauma
Transcript:
  • HSC 2013 BLOK B.2 WEEK 4

    [WEEK 3 ] Ex t rem i ty T rauma d r . Lu t h f i H id aya t , S p .OT

    MATER I : TATA | ED ITOR : PHYAND

    A. INTRODUCTION Ati2 pembacokan ya temen2, itu salah satu penyebab

    extremity trauma.. Ati-ati juga kalo mainan mercon.. nanti tangannya bisa

    putus kaya gambar yang dibawah ini. Ati2 juga karena sekarang banyak truk masuk Jogja, jadi

    banyak korban kelindas truk.

    B. SEKILAS TENTANG EXTREMITY TRAUMA Common injury Jadi yang namanya extremity

    trauma itu merupakan cidera yang sangat umum dialami. Dari yang muda sampe yang tua, semuanya bisa kena trauma. Kalo trauma karena kecelakaan biasanya terjadi pada usia muda (waktu belajar naik motor atau waktu lagi suka ngebut).

    Vast array (simple to complicated) Traumanya ini bermacam2. Ada yang dia cuma simpel (ga banyak struktur yang rusak) misalnya kesleo abis lari2 mau ke RK gara2 dah telat sampe yang hampir semua struktur rusak (complicated) misalnya korban kekejaman mesin giling. Kalo yang gambar tangan dengan jari2 yang putus di atas itu kata dr. Luthfi ga begitu berat, terapinya tinggal dibersihkan dan dirapikan. Tapi ya udah ga mungkin nyambung lagi sama jari2nya yang putus..

    Lots of Structure Cidera ini biasanya melibatkan lebih dari 1 struktur, jarang yang cuma melibatkan 1 struktur. Misal ruptur tendo + nervusnya kepotong + cidera vaskuler. Contoh yang lain: open fracture + cidera otot & tendo. o Bone o Tendon o Muscle o Nerve o Vascular Kalo semuanya itu utuh tapi kulitnya hilang (kaya kalo kulitnya ketarik mesin giling) itu juga kemungkinan besar ga akan fungsional lagi dan akhirnya bisa diamputasi..

    Each has its own protocols masing2 jenis traumanya punya cara penanganan yang berbeda2 tergantung banyaknya struktur2 yang terkena tadi dan tingkat keparahannya: antara fraktur, ruptur tendon, ruptur

    muscle, cidera vaskuler smuanya beda penanganannya. Masing2 juga punya waktu kesembuhan yang beda2. Yang paling lama itu yang melibatkan vaskuler sama nerve. Kalo yang paling cepet itu muscle (2 minggu). Sedangkan bone butuh sekitar 3 bulan (ini juga tergantung keparahan ya), tendon 1 bulan. Yang ribet itu klo ada keterlibatan nerve sama vaskuler. Kenapa? Karena kalo nerve bisa tahunan baru sembuh, tapi klo dah bener2 putus dia ga bisa kembali seperti semula. Sedangkan klo vaskuler, dia cepet sembuhnya tapi sering bikin thrombus. Kalo cuma simple sprain, paling cuma diistirahatin 3-5 hari udah sembuh. Tapi trauma yang sederhana pun kadang terapinya juga luas, seperti sprain tadi tapi ligamennya putus terapinya pake operasi rekonstruksi. Nah seperti tadi yang sudah disebutin diatas kalo trauma itu jarang cuma kena 1 struktur, jadi tantangannya klo di ortopedi ini gimana bisa meracik treatment biar semua strukturnya jadi baik lagi, padahal masing2 punya protokol yang berbeda-beda.

    C. FRAKTUR

    DEFINISI Patah atau gangguan kontinuitas jaringan tulang

    PENYEBAB TERJADINYA FRAKTUR o Injury (trauma berlebihan) bikin tulang ja

    itu harus ada gayanya, walaupun gayanya kecil. Kalau ga ada apa2 terus patah itu ga mungkin.

    o repetitive stress o abnormal weakening of the bone (a pathological

    fracture).

    FRACTURE DUE TO INJURY Pada fraktur karena injury ini, tulangnya normal tapi

    gaya yang diberikan berlebihan (misalnya tabrakan mobil).

    Gaya yang bekerja pada tulangnya ini bisa direct maupun indirect. o Direct force: Gaya langsung diberikan pada tulang.

    Contohnya ketabrak mobil, terus tulang yang ketabrak itu fraktur. Di tipe ini, maka kerusakan tulangnya terjadi di tempat lesi (di tempat dia ketabrak). Biasanya daerah yang terkena gaya ini selain mengalami fraktur tulangnya juga akan rusak soft-tissue nya: minimal jadi lebam.

    o Indirect force: Gaya tidak langsung diberikan pada tulang yang patah (tulang yang patah jauh dari tempat terkena gayanya). Misal. patah humerus karena panco: gayanya ga langsung mengenai humerus (di tangan), tapi yang fraktur humerusnya. Pada tipe ini, soft tissue pada daerah tulang yang patah biasanya utuh.

    Bentuk patah pada tulang bisa memberitahu gaya yang menyebabkan fraktur. Pola2 gaya yang menyebabkan patah

    ` 1

  • NEUROMUSCULOSKELETAL

    o spiral pattern karena twisting

    o Short oblique pattern karena compression

    (misal. Jatuh dari ketinggian)

    o triangular butterfly fragment karena bending

    (ditekuk tulangnya). Pada pola ini, ada tensile side (yang bikin fraktur transverse) dan compressive side (yang bikin fraktur oblique). Hasilnya adalah triangular wedge of bone.

    o transverse pattern (tension) putusnya karena

    ditarik (avulsi). Pada pola ini, patahnya tegak lurus sama gayanya.

    FATIGUE OR STRESS FRACTURES Terjadi pada tulang normal yang mendapatkan gaya

    berat secara berulang. Jadi sebenernya gayanya ga terlalu besar (ga sebesar gaya yg menyebabkan fraktur krn injury), tapi berulang.

    Banyak terjadi pada athletes (terutama atlet baru), dancers, atau military personnel (katanya dokternya banyak anak lulus SMA masuk admil terus baris tiap hari padahal dulu ga pernah baris terus patah tulang)

    Mekanisme: high loads minute deformations remodelling repeated and prolonged resorption occurs faster than replacement liable to fracture

    PATHOLOGICAL FRACTURES Occur even with normal stresses if the bone has been

    weakened gayanya ga bikin patah, tapi tetep patah. Jadi yang salah tu tulangnya (tulang keropos). Keropos tulang bisa banyak sebab: o change in its structure (contoh: pada osteoporosis,

    osteogenesis imperfecta atau Pagets disease) o through a lytic lesion (contoh: a bone cyst or a

    metastasis)

    TYPE OF FRACTURE INCOMPLETE FRACTURES incompletely

    and the periosteum remains in continuity. Biasanya pada anak2 (karena anak2 punya periosteum yang lebih tebel dan kuat). Intinya, tulangnya tetep jadi satu, tapi strukturnya patah. o Greenstick hanya salah 1 korteks yang patah.

    Salah satu tulang akan fraktur sementara salah satunya bengkok. Di fraktur ini, tulangnya ga terpisah sehingga tulang menjadi mirip cabang pohon yang telah bengkok tapi tidak terpisah.

    COMPLETE FRACTURES Tulangnya terpisah jadi 2

    fragmen atau lebih.

    2

  • HSC 2013 BLOK B.2 WEEK 4

    DISPLACEMENT IN FRACTURE Displacement merupakan salah satu komponen yang

    harus diliat kalo baca hasil roentgen. Macamnya: o Translation (shift) geser aja o Angulation (tilt) bikin sudut o Rotation (twist) tetep 1 garis tapi fragmen

    distalnya muter o Length fragmen distal naik ke sebelahnya, jadi

    tumpang tindih. (istilahnya: bayonet apposition) Identifikasi displacement pada fraktur ini penting untuk

    menentukan jenis terapi. Misal klo ga ada translasi, angulasi, rotasi, dan lengthnya normal, maka ga perlu operasi. Tapi klo misal ada angulasi sampai 45 derajat, terus kontaknya ga ada (ada gap soft tissuenya) maka harus dioperasi karena ga akan nyambung. Kalaupun nyambung ntar jadi bengkok.

    HEALING OF FRACTURE Fase2nya:

    Ini buat detailnya ga usah dihafal banget gapapa... a) Tissue destruction and haematoma formation

    hematoma terbentuk karena ada vaskular yang rusak sehingga darah keluar dari pembuluh darah ke jaringan.

    b) Inflammation and cellular proliferation o Dalam waktu 8 jam, terdapat reaksi inflammasi akut

    dengan adanya migrasi dari sel2 inflammasi dan

    inisiasi dari proliferasi dan differensiasi dari mesenchymal stem cell dari periosteum, canalis medularis, dan otot disekelilingnya.

    o Disini ada keterlibatan dari mediator inflammasi (sitokin dan berbagai macam growth factor)

    o Pada fase ini, hematoma-nya lama2 terabsorbsi, dan tumbuh kapiler2 baru.

    c) Callus formation o Stem sel yang berdiferensiasi menyediakan populasi

    sel chondrogenik dan osteogenik yang akan mulai membentuk tulang dan kartilago.

    o Populasi sel pada tahap ini sudah termasuk osteoklas (mungkin berasal dari vasa darah baru). Osteoklas ini mulai membersihkan jaringan tulang yang mati.

    o Massa selluler yang tebal dengan pulau2 tulang immatur serta kartilago membentuk callus (splint) pada permukaan periosteal dan endosteal.

    o Ketika serat tulang immatur (woven bone) termineralisasi dan menjadi lebih padat, gerakan pada daerah fraktur berkurang secara profresif dan pada sekitar 4 minggu setelah injuri, frakturnya dah menyatu.

    d) Consolidation o Dengan aktivitas osteoklas dan osteoblas yang

    kontinu, woven bone bisa jadi lamellar bone. o Proses ini merupakan proses yang lambat dan

    terjadi selama beberapa bulan sebelum tulang bisa cukup kuat untuk menopang beban yang normal

    e) Remodelling o Daerah fraktur telah disatukan dengan tulang yang

    solid, tapi bentuknya belum bagus. o Selama beberapa bulan atau mungkin tahun,

    jembatan tulangnya yang masih jelek bentuknya ini dimulusin dengan proses resorpsi dan formasi tulang secara bergantian.

    o Lamella yang tebal diletakkan di tempat dimana tekanannya paling tinggi, lalu jaringan2 tulang yang keluar2 (yg bikin ga mulus) disingkirin, dan mulai dibentuk cavitas medullaris.

    Secara keseluruhan, kelima fase ini lamanya sekitar 2

    tahun. Jadi fraktur bisa bikin banyak komplikasi karena butuh waktu yang lama buat jadi seperti semula. Misal pas abis operasi diroentgen hasilnya bagus dari minggu pertama sampe 1 bulan, eeh pasiennya keburu pengen naik sepeda atau olah raga, sehingga di bulan ke 2 langsung bengkok. Kenapa bisa bgitu? Pada bulan ke 2 dan ke 3, pasien udah ga ngerasa nyeri dan ngerasa dah kuat tulangnya. Tapi, secara struktur belum ada tulangnya. Begitu dikasi force, dia bengkok. Biasanya kalo gitu pasiennya ga mau ngaku. Yang rawan banget buat bengkok itu kalo frakturnya di fem

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended