Home >Documents >ETIKA PROFESI (PCE 276)

ETIKA PROFESI (PCE 276)

Date post:14-Jan-2016
Category:
View:157 times
Download:6 times
Share this document with a friend
Description:
Jurusan Arsitektur FTSP Usakti. ETIKA PROFESI (PCE 276). Bobot : 2 sks Semester: 7 Dosen : - Ir. Hary Wahjono MT- Ars . IAI. http://blog.trisakti.ac.id/harywahjono/. MATA KULIAH: ETIKA PROFESI. DESKRIPSI MATA KULIAH: - PowerPoint PPT Presentation
Transcript:
  • ETIKA PROFESI(PCE 276)

    Bobot: 2 sksSemester: 7Dosen: - Ir. Hary Wahjono MT-Ars. IAI.http://blog.trisakti.ac.id/harywahjono/

    Jurusan Arsitektur FTSP Usakti

  • MATA KULIAH: ETIKA PROFESIDESKRIPSI MATA KULIAH:Mata kuliah keilmuan mengenai pentingnya pengetahuan dan pemahaman tentang Etika Profesi Arsitek meliputi kode etik dan kode tata laku profesi arsitek berikut standard praktek dan managemen proyeknya termasuk berbagai aspek yang berkaitan dengan keahlian, karir, serta hak, kewajiban (obligasi) etis dan tanggung jawab profesional dalam pelayanan jasanya, karena tanpa itu kinerja arsitek akan sulit terpenuhi sesuai etika dan norma keprofesian yang berlaku.

    KOMPETENSI KULIAH:Mengenal dan memahami etika serta tata laku yang membentuk karakter dan kepribadian seseorang dalam praktek arsitektur.Mengenal dan memahami keprofesian bidang arsitektur yang semakin berkembang dalam memenuhi kepentingan umum Menguasai kepekaan serta melatih kemampuan untuk mengembangkan potensi individu yang terkait dengan keilmuan dan keprofesian arsitektur sesuai etika dan norma-norma yang berlaku.

  • MATERI KULIAH ETIKA PROFESI (ARSITEK) :Pengetahuan ttg. kode etik dan tata laku profesi Arsitek berikut standard praktek & managemen proyek, termasuk aspek-aspek yang berkaitan dengan: keahlian, karir, hak & kewajiban etis, serta tanggung jawab profesional layanan jasa arsitek.Pokok Bahasan: Standard praktek profesional dan profesionalisme arsitek1Pengertian Etika dan Arsitektur, serta kondisi fundamental Etika Arsitektur2.Pengertian Profesi dan Arsitek, profesionalisme, serta kepentingam umum 3.Arsitek, arsitektur, dan praktek profesional arsitektur4Previlege (hak & tanggung jawab) Arsitek dalam praktek profesional arsitektur.5.Biro (Praktek) Arsitek6.Layanan profesional dan layanan arsitektur secara komprehensif 7.Standard praktek profesional dan profesionalisme arsitek 8.Isu-isu etis praktek arsitektur, meliputi:: bisnis, profesi, dan obligasi etis arsitek. 9.Managemen proyek Arsitektural10.Sumber Daya Layanan Arsitektural11.Hubungan: Desain dan Praktek, Arsitek dan Klien, Arsitek dan Kontraktor.12.Keahlian & karier Arsitek dlm. Assessing, Exploring, Decision making, Planning.13.Praktek dan kecenderungan dalam praktek arsitektur. Pada masa mendatang14.Masa depan profesi arsitek.

  • BUKU ACUAN KULIAH ETIKA PROFESI (ARSITEK):Badan Keprofesian Ikatan Arsitek Indonesia: Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dan Pemberi Tugas, Badan Sistem Informasi Arsitektur IAI, Jakarta - 2007.Class, Robert Allan AIA & Hon, Robert E Koehler AIA: Current Techniques in Architectural Practice, The American Institute of Architect and Mc Graw-Hill Publication, New York - 1976.Hunt, Dudley, William, Jr.. AIA: Comprehensive Architectural Services General Principle and Practice, Mc Graw-hill Book Comp. New York -1965.Pressman, Andy AIA: Proffesional Practice, John Wiley & Sons Inc, Canada 1997/Protowski, Andrze & Robin, Julia R.: The Discipline of Architecture, University of Minnecosta Press, London 2001.Siregar, Sandi A: Sarjana Arsitektur; Peluang dan Tantangan dalam Seminar Nasional Kompetensi Sarjana Arsitektur, Jakarta 2004.Waldrap, Lee W. PhD. AIA: Becoming an Architect, John Wiley & Sons Inc New Jersey - 2006.Wasserman, B, Sullivan, P, & Palermo, G.: Ethics, and Practice of Architecture, John Wiley & Sons Inc, Canada - 2000.

  • ARTI ETIKA DAN PROFESIETIKA (Websters New World College Dictionary):Sistem (kode) standard atau nilai moral seseorang / kelompok / profesi,Studi tentang Standar (sikap, perilaku, putusan, pertimbangan, pendapat) dan Filosofi Moral ETIKA (Wasserman, B. cs: Etics and the Practice of Architecture - 2000) Pembicaraan teoritis ttg. apa yang benar dan salah, serta bagaimana menjadi orang baik (melakukan sesuatu atau menyelesaikan pekerjanaan yang benar).Gambaran yang menjadi pangkal pemikiran (point of view) para ahli filsafat mengenai bagaimana cara seseorang bertindak serta menentukan nilai dan proses-proses yang sepatutnya dia lakukan sehingga orang lain senang.PROFESI (Websters Third New International Dictionary):Pekerjaan/Jabatan seseorang yang memerlukan pendidikan maju (tinggi) dan pelatihan khusus (mis.: hukum, arsitektur, kedokteran, dll.)PROFESI (The American Peoples Encyclopedia)Pekerjaan berbasis pelatihan intelektual spesial yg. memungkinkan pemberian pelayanan khusus, dan umumnya menunjukkan tingkat pemikiran kreatif yang tinggi (berbeda dengan pekejaan yang hanya memerlukan keahlian teknis)

  • DEFINISI & IKHTISAR TENTANG ETIKAETIKADefinisi Etika dari berbagai kamus bervariasi, biasanya sesuai esensi istilahnya:The American Heritage Dictionary: 1) Seperangkat prinsip tingkah laku yang benar / patut, 2) Studi tentang sifat umumya moral manusia, 3) Aturan perilaku seseorang atau anggota profesi.The Websters New World Dictionary: 1) Studi tentang standar perilaku dan keputusan moral, 2) Sistem atau kode moral dari para ahli filsafat, ahli agama, kelompok, profesi, dll.The venerable Oxford English Dictionary: 1) Ilmu pengetahuan tentang moral berkenaan dengan prinsip-prinsip tugas/kewajiban manusia, 2) Prinsip-prinsip moral dari pimpinan khusus, atau school of thought Ikhtisar tentang Etika:Studi tentang tingkah laku dan nilai-nilai moral manusiaDapat mengacu pada seperangkat sistem-sistem nilai atau moralMeliputi tugas/kewajiban dan standar perilaku seseorang, kelompok, & profesiTermasuk tulisan-tulisan dan uraian tentang etika Membicarakan / mendatangkan alasan kritis dengan menghargai pertimbangan moral

  • PENGERTIAN ETIKAETIKABersamaan waktu dengan pergantian abad, masyarakat global diwataki interaksi politik & ekonomi yang meningkatkan kepedulian terhadap perbedaan budaya dan identitas. Kemajuan iptek & komunikasi yang meningkatkan kualitas hidup, juga membuat instabilitas kepribadian. Dalam konteks ketidak-seimbangan antar bangsa / kawasan global selama 20 th yll. timbul kembali kepentingan terhadap etika yang menyediakan dasar pertimbangan nilai-nilai personal, profesional, dan komunal, berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan moral.Etika dipakai dalam kehidupan sehari-hari guna membantu mempertimbangkan dan mengambil keputusan dalam menghadapi pertanyaan moral seperti: perlindungan lingkungan, bantuan terhadap masyarakat yang tidak beruntung, kepedulian terhadap yang berusia lanjut, rekayasa keturunan (genetik), dsb.Etika umumnya berkepentingan terhadap cara bagaimana menjalani kehidupan, serta apa arti dari kesenangan hidup (life well), melakukan kebaikan di dunia, pantas/adil dan jujur/wajar dalam kehidupan personal / profesional seseorang.Seseorang tidak hanya harus perduli pada penanaman etika tapi juga mengem-bangkan kepedulian pada batas yang dapat digunakan mengenai isu-isu etika. Memikirkan benar/salah & keadilan /kejujuran dengan menghargai apa yang kita inginkan, berarti kita sedang mengajukan pertanyaan tentang etika.

  • PENGERTIAN PROFESIPROFESIProfesi adalah pekerjaan yang diakui di depan umum dan didukung oleh keahli-an, keilmuan, & kepakaran (expertise), Profesi ditawarkan sebagai jasa bagi kepentingan orang lain (Susilo, Suhartono: Berprofesi Arsitek dalam era kesejagatan - 1997.Pekerjaan profesional dijalankan karena panggilan hati nurani yang sering dikait-kan dengan bakat (talent), sehingga Profesi harus dijalankan dengan Etika atau tuntutan moral dalam pelaksanaan profesi. Keberpihakan pada kepentingan & kebaikan bagi masyarakat adalah ciri hakiki setiap profesi (Susilo, Suhartono 1997).Profesi-profesi dapat berbeda menurut sifatnya, yaitu: the helping professions (seperti: guru, dokter, ahli hukum, dsb) dan the facilitating professions (seperti: arsitek, ahli struktur/konstruksi, ahli mekanikal & elektrikal, dsb).Kriteria pekerjaan / keahlian agar dapat didefinisikan sebagai profesi, yaitu: = University education in a special area of knowledge, = Internship and superviced entry-level of performance = Knowledge & practices that require the unique exercise of learned judgment = Establishment of disciplinary identity & uniqueness of the professional group by establishment of professional organization, journals, education, & licencing standard = Autonomy earned by profession, recognized & granted licencing, in mastering knowledge & professional practice with regard to practical standards and ethical conduct = Having the knowledge & expertise necessary for the wellbeing of persons in society.

  • KONDISI FUNDAMENTAL ETIKA ARSITEKTURKONDISI FUNDAMENTAL ETIKA ARSITEKTURArsitek, Bangunan, & Proses Arsitektural, serta hubungan di antara dan dengan orang-orang yang dipekerjakan arsitek, punya dampak dan hasil etis (sebuah etika). Tiga kondisi fundamental yang secara khusus menimbulkan etika arsitektural, y.i.:ARSITEK, sebagai seorang profesional diharapkan tetap up-to date menguasai pengetahuan teoritis dan praktis serta ketrampilan dalam merencana dan me- rancang habitat (tempat tinggal) manusia.PROSES ARSITEKTUR utk/dgn. apa konstruksi lingkungan dihasilkan dari peren-canaan & desain konseptual hingga konstruksi & penggunaan (dlm. kerangka: hu-bungan antar manusia, pengambilan keputusan desain/konstruksi & aktivitas produksi), arsitek diharapkan berlatih menguasai disiplinnya melalui proses desain. Setiap keputusan dan tindakan menjadi alasan dalam praktek pembuatan arsitektur. BANGUNAN serta modifikasi & intervensi lansekap lainnya baik yang besar atau kecil, mempunyai etika yang melekat dan berkembang dari tujuan manusianya, motif & nilai-nilai seseorang/masyarakat yang merancang dan membangunnya, serta interpretasinya dari generasi ke generasi. Etika konstruksi yg.kita pikir dan adakan meluas ke pemakaian sumberdaya alam / buatan dal

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended