Home >Business >Entrepreneur Role Model

Entrepreneur Role Model

Date post:13-Jul-2015
Category:
View:191 times
Download:5 times
Share this document with a friend
Transcript:

HOUSE the HOUSEBerbisnis dengan Passion

Diajukan untuk Memenuhi Syarat Kelulusan Mata Kuliah Entrepreneurship padaProgram S-1 Program Studi Manajemen Bisnis Telekomunikasi Dan Informatika

Oleh :Nur Indah Findiani 1201110260

Fakultas Ekonomi dan BisnisUniversitas TelkomBandung 2014

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.iBAB 1 PENDAHULUANProfil Usaha 1BAB II ISI dan Pembahasan2.1 Entrepreneur..42.2 Busniness..6BAB III Kesimpulan dan Saran3.1 Kesimpulan33.2 Saran.. 6

Daftra Pustaka ..9Lampiran 8

i

BAB 1Profil UsahaBandung terkenal dengan istilah kota kreatif. Bandung adalah salah satu kota yang cukup kondusif untuk mengembangkan industri kreatif. Masyarakat kota Bandung yang toleran terhadap ide-ide baru dan menghargai kebebasan individu menjadi modal utama Bandung dalam pengembangan industri kreatif. Selain itu, kota Bandung merupakan tempat yang sangat potensial untuk mensinergikan dan mengkolaborasikan perguruan tinggi, pelaku bisnis, masyarakat, pemerintah dan media dalam rangka menciptakan kultur ekonomi kreatif. Perkembangan ekonomi kreatif di kota Bandung menunjukan peningkatan yang cukup memuaskan. Menurut berita yang dikuti dari IRNEws.com, menyebutkan bahwa Kota Bandung memang pantas mendapat julukan "Paris van Java". Julukan itu masih melengkat hingga sekarang. Selain keindahaan, warga kota ini saat ini amat kreatif. Bahkan kota ini menjadi barometer pertumbuhan industri kreatif nasional. Kondisi yang demikian menciptakan banyak peluang usaha baru bagi para penduduk di kota Bandung utuk berwirausaha. Banyak dari pengusaha yang berasal dari kalangan muda. Menurut berita yang dikuti dari bisnis-jabar.com mengatakan bahwa Wirausaha muda asal Bandung dinilai cenderung memiliki keinginan sebagai trendsetter dibandingkan dengan wirausaha dari daerah lainnya di Indonesia. Salah satu wirausaha muda yang pernah memenangkan Shell LiveWIRE Business Start-Up Awards 2013' (BSA 2013) adalah Yanuar Pratama Firdaus. Yanuar Pratama Firdaus adalah CEO dari House the Hose, ia memulai bisnisnya dari tahun 2007. Kang Yanuar adalah panggilan akrab beliau dengan rekan rekannya. Kang Yanuar adalah mahasiswa Arsitektur dari Universitas Parahyangan Bandung. Kesenangannya didunia bisnis berawal dari bangku kuliah, pada tahun 2007 dia memulai usahanya dengan membuat Backstreet bags dan Orders Magazine. Walaupun dia tidak berasal dari mahasiswa yang berpendidikan dasar dalam berbisnis, tapi Dia sangat suka di dunia bisnis, terutama bisnis Festival Event dan Arsitektur. Mulai dari tahun 2007 sampai 2014, Kang Yanuar sudah mencoba lebih dar 5 bisnis. Bisnis yang dibuat pada masa kuliah iyalah dengan membproduksi tas kreatif dengan menggunakan label Backstreet Bags yang hanya beberapa bulan berjalan, kemudian Kang Yanuar memulai bisnis baru dengan orders Magazine, Orders Magazine adalah majalah konvensional yang diterbitkan oleh Kang YAnuar dan Kawan Kawan mahasiswa Arsitektur lainnya dengan menampilkan seluruh informasi terkini tentang Arsitektur, bisnis ini hanya berjalan tidak lebih dari 2 tahun dikarenakan media konvensional sudah mulai pudar dan kurang diminati, dan juga pada saat itu Kang Yanuar dan Kawan Kawan sudah mulai meninggalkan bangku perkuliahan. Pengalaman jatuh bangun didunia bisnis tidak membuat dia menyerah untuk terus mengembangkan skill bisninya, sebab dia percaya bahwa pebisnis adalah salah satu cara untuk memuliakan hiduonya dan orang orang yang terlibat didalamnya. House the house adalah salah satu binis yang sedang dijalankan saat ini, berbarengan dengan CV Kelana Semesta. Keduanya bergerak dibidang Jasa Event. House The House adalah seni dan desain kolektif berfokus dalam praktek regenerasi lingkungan. Tujuannya adalah menciptakan suatu festival atau produk jasa lainnya yang tidak hanya meledak pada satu waktu saja, akan tetapi sifatnya berkelanjutan dan dapat membantu lingkungan diman bisnis itu dijalnkan. Metodologi desain kami didasarkan penuh interaksi konseptual yang menjadi alat penting untuk meningkatkan nilai produk , tempat, waktu dan ruang. .Salah satu garapan festival Event oleh house the house ialah Braga Culinary Night (BCN) yang langsung diketuai oleh kang Yanuar. Konsep Braga Culinary Night muncul karena kekhawatiranWalikota BandungRidwan Kamilterhadap kondisiJalan Bragadi Bandung pada saat ini.Menurut Ridwan Kamil, Jalan Braga yang merupakan pusat historis di Kota Bandung mulai kehilangan pamor karena pengelolaan dan pengembangan yang tidak tepat. Dengan menerapkan tema Festival Urbanisme. Dimana festival ini tidak hanya memperdayakan sponsor sebagai bagian dari korporasi dan pemerintah kota sebagai bagian dari kepemerintahan. Konsep ini sangat melibatkan masyarakat yang bermukim di wilayah braga. Kerjasama dari ketiga kekuatan tersebut (Korporasi, pemerintah dan Masyarakat) membuat Event tersebut tidak hanya bisa dijalankan di Braga, akan tetapi bisa juga dijalankan di beberapa wilayah di kota Bandung. 1

Keberhasilannya menciptakan Festival Braga Culinary Night, membawa nama House the House sebagai penyelenggara event yang sempat ditawari oleh beberapa kota di pulau jawa untuk menyelenggarakan event serupa di wilayahnya masing masing. House the Hose tetap memegang prinsip menyelenggarakan event yang berfokus pada kegiatan yang tidak hanya bisa mengembangkan bisnisnya, akan tetapi juga bisa mengembangkan lingkungan tempat diadakannya bisnis tersebut.

2

BAB 2ISI & Pembahasan 2.1 Entrepreneur2.1.1 Latar Belakang dan KarakteristikYanuar Pratama Firdaus adalah mahasiwa Aristektur Universitas Parahyangan Bandung Angkatan 2005. Dengan latar belakang dan kemampuannya di bidang arsitektur, saat ini Kang Yanuar panggilana akrabnya sudah menjalani beberapa jenis bisnis yang berkaitan dengan bidang Arsitektur. Salah satu penghargaan yang bergengsi yang dai dapat adalah ketika dia maasuk 10 besaar young start-up entrepreneurs yang diadakan oleh Shell LiveWIRE Business Start-Up Awards (BSA) 2013 Kang Yanuar selalu tertarik dibidang bisnis dalam bentuk jasa, terutama Festival Urbanisme. Festival Urbanisme ialah sebuah bisnis yang berkesinambungan yang bekerjasama dengan korporasi, Pemerintah kota dan Masyarakat Daerah. Visi dalam bisnis Festival Urbanisme adala membuat suatu bisnis yang berkesinambungan yang tidak hanya menguntungkan bisnis itu sendiri, akan tetapi menguntugkan juga untuk korporasi, pemerintah kota dan Masyarakat.2.1.2 Four Competencea. Intrapersonalkemampuan Intrapersonal yang dimiliki oleh Kang Yanuar dalam menjalankan bisnisnya adalah terlihat ketika dia selalu menambah ilmu pengetahuannya dibidang festival urbanisme , dan selalu melihat pasar bisnisnya. Selalu bekerja keras dalam membangun bisnisnya adalah salah satu prinsip yang dipegang oleh kang Yanuar, untuk mencapai visinya menjadi orang yang sukses mulia. b. Interpersonal Interpersonal skill dalam berbisnis ialah ketika pebisnis itu sendiri mampu membangun hubungan yang baik dengan lingkungan bisnisnyadan mampu mengelola kesan yang baik terhadap dirinya. Saat menghandle Festival Braga Culinary night (BCN), Kang Yanuar sangat professional ketika terjadi perdebatan pro dan kontrak antara masyarakat sekitar braga dan paniti penyelenggara Festival BCN. Mencari jalan keluar yang terbaik tidaklah mudah, harus mengadakan pendekatan terhadap masyarakat dan telaten dalama memberikan pengertian positif kepda masyarakat hingga akhirnya terjadi suatu kerjasama yang baik yang hasilnya adalah Festival BCN yang sampai sekarang masih berjalan dengan baik bahkan bisa diselenggarakan dibeberapa daerah diwilayah Bandung. KEsan yang baik untuk para pebisnis sangatlah penting, sebab dengan mendapatkan kesan yang baik, maka bisnis yang dijalankanpun akan berkesan baik pula. Dengan berkecimpung didunia bisnis dan menggarap Festival Urbanisme kang Yanuar juga berhadapan dengan Pemerintah Kota, untuk mendapatkan perhatian dan kemudahan birokrasi sangatlah dipelukan kesan yang baik untuk ketua penyelenggara. Pemerintah adalah salah satu pihak yang memiliki birokrasi yang sangat sulit, dibutuhkan kemampuan interpersonal dan managing impression yang sangat baik untuk mendaptkan kemudahan dan persetujuan dari Pemerintah Kota. 3

c. Technicalkemampuan teknikal dalam berbisnis sangatlah penting, karena bisnis yang dijalankan tanpa berlandaskan pengetahuan, maka sama saja seperti menulis diatas air, yang terlihat gampang dan menang gampang dilakukan tapi mudah sekali hilang, begitulah menurut kang Yanuar. Kang Yanuar memiliki passion bisnis di bidang Festival Urbanisme, dengan berlandaskan latar pendidikan Sarjana arsitektur maka sangat erat sekali hubungannya dengan festival Urbanisme. Didalam Bisnisnya kang Yanuar masih selalu belajar tentang Festival Urbanisme, dan Beliau mengatakan bahwa Ilmu yang diajarkan saat kuliah tentang Design Urbanisme sangat bermanfaat dan beberapa dapat diimplementasikan di bisnis Festival Urbanisme yang ia jalankan sekarang di House the House. d. EntrepersonalSalah satu yang membuat kang yanuar terus bertahan di dunia bisnis adalah selalu mengambil dan memperhitungan kegagalan dalam berbisnis, setiap orang memiliki jatah gagalnya sendiri sendiri begitu kang yanuar bilang, dan gagal bukan berarti berhenti untuk berbisnis. Mencoba peluang baru dan selalu percaya akan keberuntungan. Semua keyakinananya itu yang membuat kang Yanuar tetap bertahan didunia bisnisnya.

2.2.3 10 D bygrave a. DreamSelalu bermimpi adalah salah satu sifat pengusaha, dengan berhenti bermimpi amak berhenti pulalah berinovasi dalam bisnisnya. Salah satu mimpi terbesar kang Ynauar dalam berbisnis adalah, Beliau bisa hidup muulia dan bisa memuliakan orang banyak. Kang Yanuar ingin tidak hanya diri pribadi saja yang meraih keuntungan dalam bisnisnya, akan tetapi masyarakat ataupun orang orang yang berkecimpung didalam bisnisnya bisa memperoleh keuntungan pula.b. Decisiveneskecepatan dan ketepatan dalam mengambil keputusan dalam berbisnis sangat diperlukan. Keti

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended