Home >Documents >endokrin metabolic

endokrin metabolic

Date post:21-Dec-2015
Category:
View:224 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Description:
hormon hormon
Transcript:

ANAMNESIS1. Penyakit saat ini/keluhan utama.2. Riwayat masa lalu

Riwayat kelahiran

Data ini terutama penting saat terjadi masalah neurologis dan perkembangan

Prenatal: kesehatan maternal (pengobatan; merokok, obat-obatan dan penggunaan alcohol; perdarahan vagina; pertambahan berat badan; durasi kehamilan)

Natal: sifat persalinan dan kelahiran, berat badan lahir, skor apgar pada 1 dan 5 menit pertama.

Neonatal: usaha resusitasi, sianosis, ikterus, infeksi, perlekatan.

Riwayat makan

Menyusui air susu ibu (ASI) :frekuensi dan durasi menyusui, kesulitan, waktu dan metode penyapihan

Pemberian susu botol: jenis, jumlah, ada muntah/kolik/diare, suplemen vitamin/zat besi/flourida, pengenalan pada makanan padat Kebiasaan makan: tipe dan jumlah makanan yang dimakan, sikap orang tua dan respon terhadap masalah makan.

Riwayat pertumbuhan dan perkembangan

Data ini penting keika terjadi keterlambatan pertumbuhan, retardasi psikomotor dan intelektual serta gangguan perilaku.

Pertumbuhan fisik: Berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala saat lahir dan sebelum berusia 2 tahun (periode pertumbuhan cepat atau lambat)

Tahap perkembangan yang penting: usia ketika anak dapat mengangkat kepala, berguling, duduk,berdiri,berjalan dan berbicara.

Perkembangan wicara

Perkembangan social

3. Status kesehatan sekarang

Alergi

Imunisasi

Uji skrinning

4. Riwayat keluarga

5. Riwayat social dan tempat tinggal.PEMERIKSAAN FISIK

1. Survey umumPertumbuhan yang menunjukkan peningkatan pada tinggi dan berat badan dalam batas yang diperkirakan adalah indicator kesehatan yang terbaik pada masa bayi dan kanak-kanak. Penyimpangan dari normal mengkin merupakan indikasi dini masalah yang mendasari. Untuk mengkaji pertumbuhan maka penting untuk membandingkan parameter anak yang mendahulukan pengkajian terhadap nilai normal sesuai dengan usia dan jenis kelamin serta hasil sebelumnya untuk mengkaji kecenderungan adanya kelainan. Tinggi badan

Berat badan

Lingkar kepala

Indeks massa tubuh sesuai dengan usia

2. Tanda vital

Tekanan darah

Denyut nadi

Frekuensi pernapasan

3. Kulit

Tekstur dan penampilan

Rambut

Ikterus

Turgor

4. Kepala & wajah

Periksa sutura dan fontanela

Kesimetrisan wajah

5. System saraf

6. System musculoskeletal

PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. Laboratorium Pengukuran kadar TSH dan kadar T4 yang bebas dalam darah.

Pengukuran kadar protein globulin pengikat tiroksin, karena kadar protein yang abnormal bisa menimbulkan kesalahpahaman dalam menilai kadar hormon tiroid total. Penderita penyakit ginjal, beberapa penyakit keturunan atau pemakaian steroid anabolik memiliki kadar globulin pengikat tiroksin yang rendah. Sebaliknya, wanita hamil, pemakai pil KB atau estrogen lainnya, penderita hepatitis stadium awal dan beberapa penyakit lainnya, memiliki kadar globulin pengikat tiroksin yang tinggi.

Jika masih belum yakin apakah kelainannya terletak pada kelenjar tiroid atau kelenjar hipofisa, maka dilakukan pemeriksaan perangsangan fungsional. Pada salah satu dari pemeriksaan ini dilakukan penyuntikan thyrotropin-releasing hormone intravena dan pemeriksaan darah untuk mengukur respon dari kelenjar hipofisa.

2. Radiologi

Jika diduga terdapat pertumbuhan di dalam kelenjar tiroid, dilakukan pemeriksaan USG, untuk menentukan apakah pertumbuhan ini berupa cairan atau padat.

Scanning kelenjar tiroid dengan yodium radioaktif atau teknetium, bisa menunjukkan kelainan fisik pada kelenjar tiroid. Scanning tiroid juga bisa membantu menentukan apakah fungsi dari suatu daerah tiroid bersifat normal, terlalu aktif atau kurang aktif.

DIAGNOSIS KERJA

HIPOTIROID KONGENITAL

Hipotiroidisme kongenital disebabkan oleh kekurangan iodium dan hormon tiroid yang terjadi sebelum atau segera sesudah penderita dilahirkan. Hipotiroidisme kongenital atau kretinisme ini mungkin sudah timbul sejak lahir atau menjadi nyata dalam beberapa bulan pertama kehidupan3. Hipotiroidisme ini mempunyai gejala-gejala yang sangat kompleks dan bermacam-macam manifestasinya.

KELENJAR TIROID

Anatomi kelenjar tiroid

Kelenjar tiroid terletak di leher, antara fasia koli media dan fasia prevertebralis. Di dalam ruang yang sama terletak trakea, esofagus, pembuluh darah besar, dan saraf. Kelenjar tiroid melekat pada trakea sambil melingkarinya dua pertiga sampai tiga perempat lingkaran. Arteri karotis komunis, arteri jugularis interna, dan nervus vagus terletak bersama di dalam sarung tertutup do laterodorsal tiroid. Nervus rekurens terletak di dorsal tiroid sebelum masuk laring. Nervus frenikus dan trunkus simpatikus tidak masuk ke dalam ruang antara fasia media dan prevertebralis.Fisiologi kelenjar tiroidKelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid utama yaitu tiroksin. Bentuk aktif hormon ini adalah triiodotironin yang sebagian besar berasal dari konversi hormon tiroksin di perifer, dan sebagian kecil langsung dibentuk oleh kelenjar tiroid. Sekresi hormon tiroid dikendalikan oleh kadar hormon perangsang tiroid (Thyroid Stimulating Hormon) yang dihasilkan oleh lobus anterior kelenjar hipofisis. Kelenjar ini secara langsung dipengaruhi dan diatur aktivitasnya oleh kadar hormon tiroid dalam sirkulasi, yang bertindak sebagai umpan balik negatif terhadap lobus anterior hipofisis dan terhadap sekresi hormon pelepas tirotropin dari hipothalamus. Hormon tiroid mempunyai pangaruh yang bermacam-macam terhadap jaringan tubuh yang berhubungan dengan metabolisme sel.Kelenjar tiroid juga mengeluarkan kalsitonin dari sel parafolikuler. Kalsitonin adalah polipeptida yang menurunkan kadar kalsium serum, mungkin melalui pengaruhnya terhadap tulang.Hormon tiroid memang suatu hormon yang dibutuhkan oleh hampir semua proses tubuh termasuk proses metabolisme, sehingga perubahan hiper atau hipotiroidisme berpengaruh atas berbagai peristiwa. Efek metaboliknya antara lain adalah:

Termoregulasi

Metabolisme protein

Metabolisme karbohidrat

Metabolisme lemak

Metabolisme vitamin A.Status tiroid seseorang ditentukan oleh kecukupan sel atas hormon tiroid dan bukan kadar normal hormon tiroid dalam darah. Ada beberapa prinsip faal dasar yang perlu diingat kembali. Pertama bahwa hormon yang aktif adalah free-hormon. Kedua bahwa metabolisme sel didasarkan adanya free T3 bukan free T4. ketiga bahwa distribusi enzim deyodinasi I, II, dan III (DI, DII, DIII) di berbagai organ tubuh berbeda, dimana DI banyak ditemukan di hepar, ginjal, dan tiroid. DII utamanya di otak, hipofisis dan DIII hampir seluruhnya di jaringan fetal (otak, plasenta). Hanya DI yang direm oleh PTU.PEMBAHASAN TENTANG HIPOTIROIDISMEDefinisiMenurut Kamus Kedokteran Dorland, hipotiroidisme adalah defisiensi aktivitas tiroid. Pada bayi, hipotiroidisme hebat menimbulkan kretinisme. Pada remaja, manifestasinya merupakan peralihan dengan retardasi perkembangan dan mental yang relatif kurang hebat dan hanya gejala ringan bentuk dewasa. Berdasarkan Buku Patologi, disebutkan defisiensi ataupun resistensi perifer terhadap hormon tiroid menimbulkan keadaan hipermetabolik terhadap hipotiroidisme. Apabila kekurangan hormon timbul pada anak-anak dapat menimbulkan kretinisme. Pada anak yang sudah agak besar atau pada umur dewasa dapat menimbulkan miksedema, disebut demikian karena adanya edematus, penebalan merata dari kulit yang timbul akibat penimbunan mukopolisakarida hidrofilik pada jaringan ikat di seluruh tubuh.Pada Buku Ilmu Kesehatan Anak, kretinisme atau hipotiroidisme kongenital dipakai kalau kelainan kelenjar tiroidea sudah ada pada waktu lahir atau sebelumnya. Kalau kelainan tersebut timbul pada anak yang sebelumnya normal, maka lebih baik dipakai istilah hipotiroidisme juvenilis atau didapat. Sedangkan pada Buku Ilmu Penyakit Dalam disebutkan definisi lama bahwa hipotiroidisme disebabkan oleh faal tiroid berkurang sudah tidak tepat lagi. Kini dianut keadaan dimana efek hormon tiroid di jaringan kurang, misalnya pada defisiensi yodium tiroid justru bekerja secara keras.Klasifikasi dan PenyebabSecara klinis dikenal 3 hipotiroidisme, yaitu : Hipotiroidisme sentral, karena kerusakan hipofisis atau hypothalamus Hipotiroidisme primer apabila yang rusak kelenjar tiroid

Karena sebab lain, seperti farmakologis, defisiensi yodium, kelebihan yodium, dan resistensi perifer.Yang paling banyak ditemukan adalah hipotiroidisme primer. Oleh karena itu, umumnya diagnosis ditegakkan berdasar atas TSH meningkat dan fT4 turun. Manifestasi klinis hipotiroidisme tidak tergantung pada sebabnya.Patofisiologi hipotiroidisme didasarkan atas masing-masing penyebab yang dapat menyebabkan hipotiroidisme, yaitu: Hipotiroidisme sentral (HS)Apabila gangguan faal tiroid terjadi karena adanya kegagalan hipofisis, maka disebut hipotiroidisme sekunder, sedangkan apabila kegagalan terletak di hipothalamus disebut hipotiroidisme tertier. 50% HS terjadi karena tumor hipofisis. Keluhan klinis tidak hanya karena desakan tumor, gangguan visus, sakit kepala, tetapi juga karena produksi hormon yang berlebih (ACTH penyakit Cushing, hormon pertumbuhan akromegali, prolaktin galaktorea pada wanita dan impotensi pada pria). Urutan kegagalan hormon akibat desakan tumor hipofisis lobus anterior adalah gonadotropin, ACTH, hormon hipofisis lain, dan TSH. Hipotiroidisme Primer (HP)Hipogenesis atau agenesis kelenjar tiroid. Hormon berkurang akibat anatomi kelenjar. Jarang ditemukan, tetapi merupakan etiologi terbanyak dari hipotiroidisme kongenital di negara barat. Umumnya ditemukan pada program skrining massal. Kerusakan tiroid dapat terjadi karena:

Operasi/Pascaoperasi

Strumektomi dapat parsial (hemistrumektomi atau lebih kec

Embed Size (px)
Recommended