Home >Government & Nonprofit >Emil Dardak, mengusung Urban Civic Movement

Emil Dardak, mengusung Urban Civic Movement

Date post:28-Nov-2014
Category:
View:186 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Description:
Saat ini menjabat Executive Vice President di BUMN Penjaminan Infrastruktur. Doktor ekonomi pembangunan termuda di Jepang (22 tahun)
Transcript:
  • 1. DEPOK SMART CITY Urban Civiv Movement
  • 2. Depok Smart City Sebuah gerakan masyarakat sipil kaum urban untuk terlibat aktif membentuk kota pintar (Smart City) yang berkarakter (indetity) & berbudaya (Culture) Urban civic movement Diharapkan agar Kota Depok dapat memfasilitasi komunitas dalam bereskpresi dan berkreasi supaya mereka bisa berdampak lebih luas bagi masyarakat dan alam. Konsep ini diusung oleh Emil Dardak, PhD. Doktor termuda Indonesia bidang Infrastruktur, yang merupakan salah satu warga terbaik Depok DEPOK SMART CITY Urban Civiv Movement
  • 3. Siapa Emil Dardak ?
  • 4. Emil E. Dardak, PhD Ekonom dengan karir lebih dari 1 dekade di infrastructure, regional development & public policy: Saat ini menjabat Executive Vice President di BUMN Penjaminan Infrastruktur Kementerian Keuangan 2011 - sekarang Tim Pakar 4th Asia Pacific Ministers Forum for Infrastructure (2003) Periode Kabinet Gotong Royong (Menko Dorodjatun & Menkimpraswil Soenarno) turut membidani kesuksesan Indonesia mempelopori Asia Pacific Ministers Joint Statement yang pertama kalinya 2003-2004 Infrastructure Economist Consultant di Bank Dunia yang sukses membangkitkan kembali investasi pertama kalinya sejak krisis 1998 di sektor panas bumi & PLTA - 2007-2009 Dirut Ad Interim(secondment dari Tusk Advisory Pte Ltd) Lembaga Pembiayaan Bentukan Pemerintah & Lembaga Keuangan Internasional (World Bank, ADB, DEG Germany) 2009-2010 Pendidikan: Doktor ekonomi pembangunan termuda di Jepang (22 tahun) 2007 Terpilih diantara 40 public & private sector senior executive & leaders se-dunia untuk Executive Degree in Major Programme Management University of Oxford, UK 2013-2015 Dosen Pangkat Lektor/Asisten Profesor Fakultas Ekonomi, Universitas Esa Unggul Jakarta Organisasi: Chair Lembaga Think Tank & Wasekjen Ikatan Ahli Perencana Kota/Planologi, 2013-2016 Wakil Ketua Komtap Transportasi, WKU Infrastruktur, KADIN Pusat, 2013-2015 Ketua Bidang Hub. Birokrasi, Komunitas Muda Nahdlatul Ulama Jepang, 2004 Ketua Senat Mahasiswa Program BA(Hons) University of Wales validated at UIEU Jakarta, 2002
  • 5. Pria yang masih berusia 29 Tahun ini sudah mengukir banyak prestasi.
  • 6. Peserta Termuda di Executive Education Programme di University of Oxford, United Kingdom Bersama para senior project managers setingkat Direktur dan Head/Senior VP yang terpilih dari seluruh dunia untuk mengembangkan disiplin ilmu Major Programme Management Doktor Termuda di Jepang (22 Tahun) Dari Ritsumeikan Asia Pacific University dengan konsentrasi riset di bidang infrastruktur dan pengembangan ekonomi wilayah. Beasiswa Raffles Institution di Singapura Juara I Pelajar Teladan se-DKI Jakarta tahun 1997
  • 7. Mengenal lebih dalam gagasan Depok Smart City Lingkungan dan Teknologi Green city, Smart City, Research Infrastruktur Tata kota, Transportasi, Commuter Birokrasi Anggaran, Penempatan Birokrat, Konektifitas Jabodetabek Urban Civic Movement & Kreatifitas Komunitas, Startup & UKM, Seniman Personaliti Keluarga, Kehangatan, Masa Depan
  • 8. Lingkungan dan Teknologi Setu, Smart City, Research Festival Setu Depok, 2014 Coba lihat bagaimana (Warga Depok) memperlakukan setu, sungai, rel kereta dan tempat terbuka lainnya. Semua bangun membelakangi area tersebut, bukan menjadikannya sebagai teras atau halaman (Overlooking the lake) . Padahal di seluruh kota maju dunia, gedung, perumahan, ruang publik menghadap ke arah setu, sungai dan rel kereta. Jika saja kita menjadikan setu, sungai dan rel kereta menjadi halaman depan, tentu kita akan menjaga dan tidak mengotori (Eco District) Kota yang pintar (Smart city) akan menggunakan teknologi sebagai daya dukung kemajuan kota, bukan hanya terkait pengelolaan namun juga melakukan pengembangan (research) untuk menjadi kota masa depan
  • 9. Kota yang Pintar adalah kota yang mampu menyelaraskan teknologi dan moderenisasi dengan kearifan lingkungan hijau.
  • 10. Infrastruktur Tata kota, Transportasi, Commuter Tata kota is MY PASSION Sebagian besar kota di Indonesia dibangun tanpa perencanaan yang matang, termasuk Depok. Hal pertama yang harus kita ubah adalah paradigma Margonda sebagai pintu utama dan pusat dari segalanya. Kondisi lambat laun dapat membuat masyarakat mencapai titik jenuh kemacetan Margonda, terlebih di akhir pekan. Untuk itu dibutuhkan pemerataan infrastruktur seperti jalan atau pun fasilitas umum di daerah Depok lainnya, sepeti Citayam, Sawangan, dan Bojonggede. Dengan demikian akan meningkatkan produktivitas warga dan pertumbuhan ekonomi secara merata, serta menghindari sentralisasi aktivitas di Margonda (Disentralisasi) Selain infrastruktur, juga dibutuhkan sistem transportasi yang mempermudah aksesibilitas dan mendukung gerakan kota hijau. Dengan kenyamanan tersebut, diharapakan bukan hanya warga Depok sebagai penikmat namun juga warga kota lain disekitar.
  • 11. Tata ruang kota, fasilitas umum dan sistem transportasi menjadi faktor penting kenyamanan kota.
  • 12. Birokrasi Anggaran, Penempatan Birokrat, Konektifitas Jabodetabek Jangan anggap hebat orang yang tidak korupsi, anehlah pada mereka yang korupsi Kemampuan mengatur anggaran yang baik dalah hal mutlak bagi setiap organisasi. Bukan hanya meningkatkan pemasukan tapi juga bagaimana pengelolaannya. Analogi sederhana, sebesar apapun pendapatan kita, akan selalu kurang jika kita mengadopsi gaya hidup yang tidak sesuai. Agar anggaran menjadi stimulus bagi kemajuan kota, maka tidak ada jalan selain menggunakan cara The right man, on the right place, at right time Mari lihat Depok dari kacamata Metropolis, dan kita akan terkejut dengan potensinya. Depok adalah kota penyanggah Ibu Kota, banyak sekali warga Depok, kaum urban yang bekerja di wilayah Jakarta. Secara geografis letak Depok juga sangat strategis dengan kota penyangga lainnya. Maka tidak ada cara lain, agar Depok lebih baik maka kita harus bersama-sama dengan Jakarta, Bogor, Tanggerang dan Bekasi menintregasikan strategi jangka panjang yang sejalan.
  • 13. Boris Johson Walikota London Fasilitas dan transportasi umum diperuntukan untuk semua kalangan masyarakat, tidak ada pengecualian. Dan semua berhak mendapatkan kenyamanannya.
  • 14. Urban Civic Movement & Kreatifitas Komunitas, Startup & UKM, Seniman The Power of Industri Kreatif Rumah Komunitas mencatat di 2013 ada 250 komunitas yang ada di Depok, ini baru yang terdata oleh mereka. Codemargonda juga merilis data (september 2014), dalam satu tahun (2013-2014) sudah ada 172 Komunitas yang terdaftar disana dengan 461 kegiatan, dan mampu menghadirkan hingga 11.525 kunjungan. Detak kota Depok dihidupkan dengan kegiatan masyarakat urban, bukan hanya menjadi event namun juga menjadi sebuah gerakan masal (movement) dari berbagai segmen dan kelas. Universitas Indonesia, Gunadarma, BSI dan banyak sekali SMK telah meciptakan para generasi kreatif. Banyak sekali Startup & UKM di kota ini yang berkreasi hingga kancah nasional bahkan Internasional. Inilah potensi yang sangat luar biasa. Depok jadi tempat tinggal banyak seniman terbaik negeri ini (Musisi, artis, penyair, seni rupa dan lain-lain), yang memainkan seni modern hingga seni budaya. Mereka membuka lapangan pekerjaan dan ekonomi yang tidak sedikit, inilah yang disebut Power of human creativity
  • 15. Depok kota dengan beribu potensi dan berjuta harapan
  • 16. Emil bukan hanya anak muda yang pandai dalam me-manage dirinya, Tapi bagaimana etika dan kearifannya yang luar biasa. - Ayah Arumi Bachsin -
  • 17.
Embed Size (px)
Recommended