Home >Documents >Eliminasi Bowel

Eliminasi Bowel

Date post:06-Sep-2015
Category:
View:216 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Description:
bowel
Transcript:
  • Bowel EliminationBy : Rimawati, S.Kep., Ns

  • ELIMINASI BOWELANATOMI DAN FISIOLOGI saluran gastrointestinal bawah meliputi usus halus dan usus besarUsus halus terdiri dari duodenum, jejenum dan illium yang panjangnya kira-kira 6 meter dengan diameter 2,5 cmUsus besar terdiri dari colon dan rectum yang bermuara di anus

  • Panjang usus sebesar sekitar 1.5 cm dengan diameter 6 cmUsus menerima makanan yang sudah berbentuk Chyme dari lambungUsus mengabsorbsi air, nutrien dan elektrolitUsus mensekresi mucus, potasium, bicarbonat dan enzim.

  • Chyme bergerak karena adanya peristaltik usus dana akan berkumpul menjadi feses di usus besarDari makan sampai mencapai rektum normalnya diperlukan waktu 12 jam

  • Gerakan colon dibagi 3 bagian yaitu:Haustral shuffing: gerakan mencampur chyme untuk meabsorbsi airKontraksi Haustral : gerakan untuk mendorong materi air dan semi padat sepanjang colonGerakan peristaltik : gerakan maju ke anus berupa gelombang

  • Proses Defekasi2 macam reflek :1. Reflek defekasi instriksi : berlangsung mulai dari feces yang masuk ke rectum sehingga terjadi distensi rectum yang kemudian menyebabkan rangsangan pada plexus mesentericus dan terjadi gerakan peristaltik. Stelah feces sampai anus scr sistematis sphincter interna relaksasi sehingga tjd defekasi.

  • 2. Reflek defekasi parasimpatis : feces yang masuk ke rectum akan merangsang saraf rectum yg kemudian diteruskan ke spinal cord. Dari spinal cord kemudian dikembalikan ke colon descenden, sigmoid, dan rectum yang menyebabkan intensifnya peristaltik, relaksasi spincter internal maka terjadi defekasi.

  • Faktor2 yang mempengaruhi defekasiUsia : pd bayi kontrol defekasi blm berkembang, sedangkan pd manula menurunDiet : makanan yang berserat akan mempercepat produksi feces, dan banyaknya makanan yang masuk ke dalam tubuh jg mempengaruhi proses defekasi

  • Intake cairan : intake cairan yang kurang akan menyebabkan feces menjadi keras, karena absorbsi cairan yang meningkatAktivitas : tonus oto abdomen, pelvis, dan diafragma akan membantu proses defekasi. Gerakan peristaltik akan memudahkan bahan feces bergerak ke colon.

  • Fisiologis : keadaan cemas, takut, dan marah akan meningkatkan peristaltik sehingga menyebabkan diarePengobatan : beberapa jenis obat dapat menyebabkan diare dan konstipasiGaya hidup : kebiasaan untuk melatih BAB sejak kecil, fasilitas BAB, kebiasaan menahan BAB.

  • Prosedur diagnostik : klien yang akan dilakukan pemeriksaan diagnostik biasanya dipuasakan atau dilakukan enema terlebih dhl agar tidak BAB kecuali setelah makanPenyakit : beberapa penyakit pencernaan dapat menyebabkan diare dan konstipasiAnestesi dan pembedahan : anestesi dapat menghalangi impuls parasimpatis, shg menyebabkan konstipasi

  • Nyeri : pengalaman nyeri karena waktu BAB spt ada hemmorhoid, fraktus os pubis, epsiotomi akan mengurangi keinginan untuk BAB Kerusakan sensorik dan motorik : kerusakan spinal cord dan injury kepala akan menimbulkan penurunan stimulasi sensorik untuk defekasi

  • Masalah2 umum eliminasi bowelKonstipasi : g3 eliminasi yg diakibatkan feces yg kering dan keras melalui usus besarFecal inpaction : masa feces yang keras di lipatan rectum yang diakibatkan oleh retensi dan akumulasi material feces yg berkepanjangan

  • Diare : keluarnya feces cair dan meningkatnya frekuensi BAB akibat cepatnya Chyme melalui usus besarInkontinensia alvi : hilangnya kemampuan otot untuk mengontrol pengeluaran feces dan gas melalui spinkter ani akibat kerusakan fungsi spinkter atau persarafan di daerah anus

  • Kembung: flatus yang berlebihan di daerah intestinal sehingga menyebabkan distensi intestinal, dapat disebabkan karena konstipasi, penggunaan obat-obatan, mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung gas.

  • Hemmorhoid: Pelebaran vena di daerah anus sbg akibat penigkatan tekanan di daerah tsb. Penyebabnya adalah konstipasi kronis, peregangan maksimal saat defekasi, kehamilan dan obesitas

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended