Home >Documents >EFEK ANTIHIPERGLIKEMIK MINUMAN SECANG Caesalpinia .minuman secang terhadap kadar glukosa darah dan

EFEK ANTIHIPERGLIKEMIK MINUMAN SECANG Caesalpinia .minuman secang terhadap kadar glukosa darah dan

Date post:11-Mar-2019
Category:
View:224 times
Download:2 times
Share this document with a friend
Transcript:

EFEK ANTIHIPERGLIKEMIK MINUMAN SECANG

(Caesalpinia sappan Linn.) PADA WANITA DEWASA DENGAN

PRADIABETES

MERTIEN SAPANG

SEKOLAH PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2015

PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER

INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA*

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis berjudul Efek

Antihiperglikemik Minuman Secang (Caesalpinia sappan Linn.) pada Wanita

Dewasa Dengan Pradiabetes adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi

pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi

mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan

maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan

dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir tesis ini.

Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada

Institut Pertanian Bogor.

Bogor, November 2015

Mertien Sapang

NIM I151120041

RINGKASAN

MERTIEN SAPANG. Efek Antihiperglikemik Minuman Secang (Caesalpinia

sappan Linn.) Pada Wanita Dewasa Dengan Pradiabetes. Dibimbing oleh

MUHAMMAD RIZAL MARTUA DAMANIK dan HADI RIYADI.

Saat ini diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang

paling sering ditemui secara global. Diabetes mellitus adalah penyebab utama

keempat atau kelima kematian di beberapa negara berpenghasilan tinggi dan juga

mulai menjadi penyakit epidemik di banyak negara berpenghasilan rendah dan

menengah. Prevalensi DM diperkirakan akan terus meningkat mengingat

prevalensi pradiabetes juga cukup tinggi dimana hasil studi Diabetes Prevention

Program (DPP) menunjukkan bahwa 10% penderita pradiabetes diperkirakan

akan menjadi penderita diabetes setiap tahunnya. Mengingat besarnya dampak

negatif yang disebabkan oleh prevalensi diabetes yang tinggi sehingga perlu

dilakukan strategi pencegahan progresivitas pradiabetes menjadi diabetes. Salah

satunya dengan pemanfaatan minuman fungsional (minuman secang).

Penelitian ini secara umum bertujuan menganalisis pengaruh intervensi

minuman secang terhadap kadar glukosa darah dan kadar insulin puasa pada

dewasa dengan pradiabetes. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah menganalisis

tingkat konsumsi, aktivitas fisik serta pengaruh intervensi minuman secang

terhadap kadar glukosa darah puasa (GDP), dan kadar insulin puasa pada dewasa

dengan pradiabetes. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental

one group pre and post-test dengan 11 orang subjek dengan kriteria inklusi antara

lain: wanita berusia 20-60 tahun; hasil skrining awal GDP 100-125 mg/dL; telah

mendapat penjelasan penelitian dan bersedia menandatangani informed consent..

Kriteria eksklusi antara lain: berpartisipasi dalam penelitian lain, mengonsumsi

suplemen secara rutin dan menjalani terapi pengobatan. Pada penelitian ini subjek

diberikan intervensi minuman secang. Pembuatan produk intervensi berupa

minuman secang dilakukan di IPB Dramaga, sedangkan pengambilan darah dan

analisis glukosa darah dilaksanakan di Klinik Muhammadiyah Bubulak, Kab.

Bogor dan analisis insulin puasa di Laboratorium Departemen Patologi Klinik RS

Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Seluruh kegiatan penelitian dilaksanakan sejak

bulan Maret 2014 hingga Januari 2015.

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi karakteristik yaitu

usia, pendidikan terakhir, status pernikahan dan besar keluarga, status gizi

berdasarkan indeks massa tubuh melalui pengukuran berat badan dan tinggi

badan, data konsumsi pangan food-recall 3x24jam selama intervensi, aktivitas

fisik, kadar glukosa darah puasa (GDP) dan insulin puasa subjek sebelum dan

setelah intervensi. Analisis statistik deskriptif dilakukan pada data karakteristik

responden meliputi usia, pendidikan terakhir, status pernikahan, besar keluarga,

indeks massa tubuh (IMT), data konsumsi pangan dan aktivitas fisik. Untuk

menganalisis perbedaan GDP dan insulin sebelum dan setelah intervensi minuman

menggunakan uji t berpasangan setelah uji normalitas Saphiro-Wilk.

Sebagian besar subjek memiliki status gizi overweight (63.64%),

kelompok usia dewasa lanjut (41-60 tahun) (63.6%), tingkat pendidikan rendah

(81.8%), status pernikahan menikah (90.9%), dan ukuran keluarga kecil ( 4

anggota keluarga) (63.6%). Untuk tingkat kecukupan zat gizi sebagian besar

subjek memiliki tingkat kecukupan energi defisit tingkat ringan dan sedang

(masing-masing 36.4%), tingkat kecukupan protein defisit tingkat ringan,sedang

dan berat (masing-masing 27.3%), tingkat kecukupan lemak defisit tingkat berat

(45,5%), dan tingkat kecukupan karbohidrat cukup (72.7%). Terjadi penurunan

rata-rata kadar glukosa darah puasa subjek setelah intervensi secara signifikan

(p0.05).

Melalui penelitian ini terlihat bahwa minuman secang dapat menurunkan

kadar glukosa darah puasa pada dewasa dengan pradiabetes, namun tidak

mempengaruhi kadar insulin. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui

interaksi antar komponen aktif dengan zat gizi dan obat.

Kata kunci: minuman secang, pradiabetes, kadar glukosa darah, kadar insulin

puasa

SUMMARY

MERTIEN SAPANG. Antihyperglycemic Effect of Sappanwood (Caesalpinia

sappan Linn.) Drinks in Prediabetic Women. Supervised by MUHAMMAD

RIZAL MARTUA DAMANIK dan HADI RIYADI.

Diabetes mellitus is one of the most common non-communicable diseases,

globally. Diabetes mellitus is the fourth or fifth leading cause of death in the high-

income countries and also began to become an epidemic disease in many low and

middle income countries. The prevalence of diabetes is estimated to increase

given the prevalence of prediabetes is also high enough. Study from Diabetes

Prevention Program (DPP) showed that 10% of people with prediabetes were

expected to become diabetics annually. Given the magnitude of the negative

impact caused by the high prevalence of diabetes, prevention strategies for

progression of prediabetes becomes diabetes need to be conducted. One of them is

utilization of functional drinks (sappanwood drinks).

The main objective of this study was to determine the antihyperglycemyc

effect of sappanwood drinks in prediabetic women. There were four specific aims

of the present study: to determine consumption, level of nutritional adequacy, and

physical activity of subjects during the intervention; to analyze the effect of

sappanwood drinks compared pre and post intervention on fasting blood glucose

(FBG) of subject and; to analyze effect of sappanwood drinks compared pre and

post intervention on fasting insulin level of subject. This study used quasi

experimental one group pre and post-test design with 11 subjects with inclusion

criteria: female, age 20-60 year, FBG 100-125 mg/dL. The exclusion criteria

were participating in other research, taking supplements and/or drugs. In this

study, subjects asked to drink 3x200 ml of sappanwood drinks/day for 28 days.

Manufacture products was conducted in Bogor Agricultural University (IPB)

Dramaga; sappanwood drinks intervention to blood sampling was conducted in

Balai Pengobatan Muhammadiyah, Bubulak, Bogor; whereas blood analysis was

conducted in the Laboratory of Muhammadiyah, Bogor and Department of

Clinical Pathology Laboratoty Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta. The entire

research activities were conducted from March 2014 to January 2015.

Data collected from study participants included subject characteristics;

nutritional status; food recall 3x24 hours; physical activity; fasting blood glucose;

and fasting insulin level. Data analysis was performed using descriptive and

inferential. Descriptive analysis performed for subject characteristics, nutritional

status, food consumption and physical activity. To analyzed the differences

between fasting blood glucose and fasting insulin level before and after the

intervention tested by paired t-test. Before analysis, the normality test beforehand

on all variables used Shapiro Wilk test.

Most subjects had overweight nutritional status (63.64%), older adult

group (41-60) (63.6%) , low education level (81.8%), married (90.9%), and small

family ( 4 family members) (63.6%). For adequacy of nutrient level, most

subjects had mild and moderate deficit of energy intake (each 36.4%); mild,

moderate, and severe deficit of protein intake (each 27.3%); severe deficit of fat

intake (45.5%); and sufficient of carbohydrate intake (72.7%). Mean FBG

subjects significantly decreased after intervention of sappanwood drinks (p

0.05).

The result of this research suggested that the sappanwood drinks might

decrease fasting blood glucose in adult with prediabetes. Further study is required

in randomized control trial and the interaction between bioactive compound and

drugs.

Keywords: fasting blood glucose, fasting insulin level, prediabetes,

sappanwood drinks,

Hak Cipta Milik IPB, Tahun 2015

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

Dilarang meng

Embed Size (px)
Recommended