Home >Documents >Edisi September 2010 | Suluh Indonesia

Edisi September 2010 | Suluh Indonesia

Date post:28-Mar-2016
Category:
View:277 times
Download:9 times
Share this document with a friend
Description:
Headline : Penyerangan Polsek Terkait Terorisme
Transcript:
  • Pengemban Pengamal Pancasila

    Redaksi/Sirkulasi/Iklan:GEDUNG PERS PANCASILA

    Jl. Gelora VII No. 32Palmerah Selatan Jakarta Pusat.

    Tlp: 021-5356272, 5357602Fax: 021-53670771

    No. 177 tahun IVKamis, 23 September 2010

    www.suluhindonesia.com

    Mahfudz Siddiq

    IHSG Kembali Melemah IPO Garuda Ditunda

    PENAWARAN saham perdana(IPO) maskapai penerbangannasional, PT Garuda Indonesia,yang sebelumnya direncanakanpada November tahun ini akhirnyaditunda hingga Februari 2011.Kira-kira listingnya awal ...hal. 3

    Parpol akan Manfaatkan OJK

    PENGAMAT politik Fachry Alimengatakan parpol-parpol akanmemanfaatkan pembentukanlembaga Otoritas Jasa Keuangan(OJK) untuk kepentinganpolitiknya dengan menaruh ataumemilih orang-orang atau ...hal. 1

    INDEKS Harga Saham Gabungan(IHSG) Bursa Efek Indonesia,Rabu, kembali ditutup melemah21,694 poin melanjutkan aksiambil untung (profit taking)sebelumnya pada perdagangansesi I yang ditutup naik ...hal. 2

    Suluh Indonesia/antPERKETAT - Sejumlah anggota kepolisian melakukan penjagaan di Mapoltabes Medan, Sumut, kemarin.Polda Sumut memberlakukan status waspada tingkat tinggi terhadap keamanan di Medan dan sekitarnya.

    JAKARTA - Kapolri Jender-al Polisi Bambang HendarsoDanuri memastikan penye-rangan kelompok bersenjata keMarkas Polsek Hamparan Per-ak, Kabupaten Deli Serdang,Sumut terkait dengan peram-pokan Bank CIMB Niaga diMedan yang merupakan bagi-an dari jaringan terorisme.Penyerangan ini diduga terkaitdengan penggerebekan Den-sus 88 bersama Polda Sumutyang menewaskan tiga peram-pok dari kelompok mereka.Jadi kegiatan mereka tidak ter-putus dari rangkaian kegiatanpelatihan, kemudian Bandung,Sumut menyiapkan anggaranpembelian senjata, melakukanaktifitas tertentu dengan per-siapan kegiatan berikutnya,kata Kapolri di Kantor Presiden

    Jakarta, kemarin.Tiga polisi yang sedang

    berjaga di Polsek HamparanPerak yang akhirnya menjadisasarannya. Ketiga korbanyaitu Bripka Riswandi, AipdaDeto Sutejo, dan Aiptu B Sinu-linggga tewas setelah diberon-dong tembakan gerombolanpenyerang yang meng-gunakan sepeda motor danmobil. Sebagaimana yangsaya sampaikan di Sumut, inijaringan yang ada kaitannyadengan pelatihan di Aceh,kata Kapolri.

    Dalam perkara ini, Kapolrimengatakan sesuai denganstruktur organisasi Polri, untukkasus-kasus kriminalitas mur-ni masyarakat umum, Polri te-lah menugaskan Bareskrim danDireskrim Polri. Tetapi, karena

    JAKARTA - Menko Polhukam Djoko Suyan-to menegaskan, negara tidak boleh kalah danmenyerah dengan aksi-aksi bersenjata yang di-lakukan kelompok teroris.

    Usai melepas keberangkatan Wapres Boedi-ono ke AS di Jakarta, kemarin, Djoko mengata-kan, terkait penyerangan Mapolsek HamparanPerak, Deli Serdang, Sumut, ia menginstruksi-kan Polri agar segera mencari dan memburu ser-ta menangkap dan meminta pertanggungjawa-ban para pelaku.

    Djoko menambahkan, Polri harus bekerjasama dengan aparat lain, seperti TNI, BadanIntelijen Negara (BIN), dan komponenmasyarakat lainnya, untuk segera menangkapdan memberikan ketenangan kepadamasyarakat.

    Pemerintah belum bisa pastikan motif dan danpelaku penyerangan itu. Kita masih belum tahumotifnya apa karena belum ditangkap orangnya.Belum dicari apa yang menjadi motifnya. Kitatunggu saja sampai pelaku-pelakunya di-tangkap, tutur Djoko.

    Menko Polhukam telah memerintahkanKapolri dan seluruh jajaran Tentara Nasional In-donesia (TNI) untuk bersama-sama menanggu-langi tindakan teroris. Negara, pemerintah, kitasemua tidak boleh kalah terhadap tindaka teror-is seperti ini, ujarnya.

    Menko Polhukam pun meminta semua lapisanmasyarakat untuk membantu kerja aparatkeamanan dan pemerintah daerah guna menge-jar pelaku-pelaku terorisme. Informasi apa pun,sekecil apa pun, sangat diperlukan untukmengejar pelaku teror. Jadi bantulah Polri, ban-tulah aparat keamanan, bantulah TNI, Polisi,Pamong Praja, bantulah Pemda, untuk meng-hadapi tindakanseperti ini, kata Djoko.

    Djoko mengatakan, saat ini aparat keamananmeningkatkan kewaspadaan di seluruh Polsekdan Polres karena tidak boleh menganggap kecilkejadian penyerangan seperti itu.

    Untuk menyelidiki kejadian penyerangan diMapolsek Hamparan Perak yang menewaskantiga anggota Polri itu, semua tim telah berjalanuntuk melakukan penyelidikan. (har/son)

    Negara Tidak Boleh Kalah

    Penyerangan Polsek

    Terkait Terorisme

    Apa Kabar Tim Pengawas Bank Century ?

    PPATK PeriksaRekening Calon Kapolri

    JAKARTA - Ketua PPATK Yunus Hussein menyatakan,pihaknya telah selesai meneliti rekening milik tiga calon Kapolriyang dimintakan oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompol-nas). Ditemui usai bertemu dengan Presiden Susilo BambangYudhoyono di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin, Yunusmengatakan, PPATK telah melaporkan hasil penelitian reke-ning tersebut kepada Kompolnas sebelum Lebaran.

    Yunus tidak mau menyebutkan nama tiga calon Kapolri yangditeliti rekeningnya tersebut. Ia hanya mengatakan hasil pene-litian rekening tersebut tidak dijamin bersih, namun secaranormatif tidak pernah dilaporkan kepada penegak hukum.Saya tidak jamin bersih. Tapi secara normatif, di databasekami tidak ada laporan tentang mereka-mereka, dan kami tidakpernah laporkan mereka ke penegak hukum karena menyim-pang, jelas Yunus.

    Menurut dia, PPATK sampai saat ini pun tidak pernah menda-patkan laporan rekening mencurigakan milik tiga calon Kapolriyang telah diteliti tersebut. Pokoknya terkait laporan kamiyang diterima database kami. Hasilnya yang saya teruskan kepenegak hukum tidak ada, ujarnya. (ant)

    Mahkamah KonstitusiPecat Jaksa Agung

    JAKARTA - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) MahfudMD menegaskan, jabatan Jaksa Agung Hendarman Supandjisejak keputusan MK atas uji materi UU Kejaksaan sudah be-rakhir. Sejak putusan ini dibacakan, Jaksa Agung (Hendar-man Supandji) harus berhenti, karena dia tidak berhenti padamasa jabatan presiden. Seluruh tindakan Hendarman harusberakhir sejak putusan ini dibacakan, katanya usai sidang diGedung MK Jakarta, kemarin.

    Menurut Mahfud, harus segera diambil langkah atas kepu-tusan MK ini. Ia juga menegaskan bahwa jabatan Jaksa Agunguntuk sementara bisa dijabat Wakil Jaksa Agung Dharmonomenurut UU. Sedangkan mengenai tugas dan fungsi Kejak-saan Agung, kata Mahfud, masih tetap berjalan. Masalahpenyidikan terhadap Yusril (Ihza Mahendra) tidak ada kaitan-nya dengan putusan ini, jelasnya.

    Mahfud juga mengatakan bahwa Hendarman bisa diangkatkembali oleh Presiden Susilo Bambang uYdhoyono setelahkeputusan MK. Bisa diangkat kembali atau dijadikan Pjs (pe-jabat sementara) atau demisioner. Hukum tidak akan memper-sulit tapi memberikan jalan, ungkapnya.

    Ketua MK juga menyatakan bahwa putusan MK meng-hentikan kontroversi yang saat ini berjalan. Ia menegaskanbahwa UU Kejaksaan sebelumnya tidak memiliki kelamin danMK memberikan kelamin (kejelasan). Tindakan Presiden tidaksalah karena dalam UU Kejaksaan tidak diatur, maka MK mem-berikan batasan apak mengikuti jabatan presiden atau sepertiUU MK yang merupakan gabungan umur dan masa jabatan,jelas Mahfud.

    Tetap Dianggap SahSementara itu, Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Den-

    ny Indrayana mengatakan Jaksa Agung Hendarman Supandjitetap dianggap sah karena putusan MK tidak menyiratkankata-kata ilegalitas jaksa agung. Putusan MK tegas tak adamasalah legalitas jabatan jaksa agung, jabatan tetap sah apayang dilakukan jaksa agung tetap sah, terutama dalam pertim-bangan hukumnya, kata Denny.

    Menurut Denny, MK tak ada satu kalimat pun menjadi ile-gal. Putusan MK, tak ada satupun tidak ada satu titik pun,dimana ilegalnya, jelasnya.

    Denny mengatakan keputusan MK tetap dihormati sebagaisalah satu kejelasan. Anggaplah sebagai perubahan Undang-undang, satu atau dua frase, tidak otomatis jaksa agung yangmenjabat tidak boleh menjabat lagi, katanya. (son/har)

    ANGGOTA Tim Pengawas Rekomendasi KasusBank Century DPR RI, Mahfudz Siddiq memintaTim Pengawas Bank Century proaktif melakukanpengawasan langsung untuk menghindari terham-

    batnya kinerja tim tersebut.

    Mafia PajakPR Kapolri Baru

    JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Didi Irawadi Syam-suddin mengungkapkan, penyelesaian kasus mafia pajak meru-pakan pekerjaan rumah yang cukup berat bagi Kapolri barupengganti Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Ini PR beratbagi Kapolri baru. Kita harap bisa tuntaskan masalah ini tanpapandang bulu karena rakyat bisa kecewa, katanya disela-selarapat Tim Pengawas Rekomendasi Kasus Century di GedungMPR/DPR Jakarta, kemarin.

    Menurut Didi, pekerjaan Kapolri akan dinilai kurang sem-purna bila tidak mampu menyelesaikan kasus mafia pajak,meskipun berhasil dalam memberantas terorisme. Apalagi, se-lama ini dinilai terjadi diksriminasi dalam kasus pajak yangsangat jelas dan gamblang. Sekarang, kalau ada yang terimasuap, pasti ada pemberi. Gayus dan Arafat hanya pion. Tapiharus diungkap siapa pemberi suap dan apakah ada perusa-haan besar di belakang itu, ujarnya.

    Ketua Komisi III DPR Benny Kabur Harman berharap calonKapolri tidak ada keterkaitan dengan kasus rekening gendutjenderal. Siapa pun Kapolri harus mengusut tuntas sejumlahjenderal yang memiliki rekening gendut itu, katanya. (har)

    Menurut dia, pola kerja tim-was perlu dimodifikasi, karenaselama ini fungsi pengawasandengan mengundang mitra ker-ja untuk hadir di DPR sering adakendala, seperti mitra kerjayang tidak bisa hadir.Sekarang dibalik. Lakukanpengawasan langsung saja.Butuh ketemu KPK, datangi

    kantor KPK. Kapolri ya dida-tangi, mumpung belum ada per-gantian, ujarnya dalam rapattimwas di Gedung DPR Jakar-ta, kemarin.

    Dalam rapat yang dipimpinWakil Ketua DPR Taufik Kur-niawan, Mahfudz menegaskan,pola kerja seperti itu akan lebihefektif sehingga tim pengawas

    tidak terpaku penjadwalan ra-pat. Tetapkan saja jam pe-

    ngawasan di lapangan sehing-ga persoalan ini bisa tuntas,kata Mahfudz.

    Ia menyatakan, publiksudah menilai ada kesa

Embed Size (px)
Recommended