Home >Documents >Edisi Mei Juni 2015

Edisi Mei Juni 2015

Date post:08-Nov-2015
Category:
View:120 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Description:
Media Komunikasi Industri Farmasi
Transcript:
  • Pharma Materials Management Club PMMCNEWS I 1

    mei - juni 2015

    PMMCNewsM e d i a k o M u N i k a s i P e N j u a l & P e M b e l i f a r M a s i

    www.pmmc.or.id

    mei - juni 2015

    bersambung halaman 2

    Tanggal 24 April 2015 lalu, suasana kantor PT Dian Cipta Perkasa tampak beda. Sejumlah karangan bunga ucapan selamat menghiasi pelataran kantor yang berloksi di Puri Sentra Niaga, Blok B No. 25, JL. Wiraloka, Cipinang Melayu, Kalimalang, Jakarta Timur. Tata ruang kantor yang semula biasa saja, kini tampak lebih keren dan elegan.

    Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan, impor dan distribusi bahan baku untuk makanan, pakan

    ternak, farmasi, dan kimia ini memang tengah merayakan hari jadinya yang ke 24. Hari jadi ini juga menjadi momen penting dalam sejarah PT Dian Cipta Perkasa.

    Pendiri sekaligus President Director PT Dian Cipta Perkasa, Rudy Ismanto, memberikan tongkat kepemimpinan jajaran direksi perusahaan ini kepada generasi penerusnya, yakni Cynthia Dian Ayuningtyas dan Pascal Sormin. Keduanya kini memegang peranan penting

    24 Tahun PT Dian CiPTa Perkasa

    MoMenTuM alih kePeMiMPinan Bisnis

    Dasar pertama yang dikenalkan adalah bidang penjualan dan administrasi. Dua bidang ini, menurutnya, merupakan dua bidang ujung tombak dalam

    bisnis. Dalam tataran lebih tinggi, penjualan adalah penguasaan pasar. sedangkan administrasi adalah manajemen perusahaan.

    TaJuk uTaMa

  • 2 I PMMCNEWS Pharma Materials Management Club

    mei - juni 2015

    di perusahaan ini.Menurut Rudy, ada dua alasan pentingnya regenerasi

    dalam bisnisnya. Pertama, bisnis butuh kesinambungan. Sebagai pendiri, dia tidak ingin bisnisnya hanya bertahan satu generasi saja. Alasan kedua, bisnis yang dia jalani selama 24 tahun tersebut, ke depan masih memiliki prospek yang menjanjikan. Karena itu, sejak empat tahun lalu saya mengajak anak-anak saya untuk mencintai bisnis ini, ujarnya.

    Rudy bilang, saat awal melibatkan anak-anaknya dia tidak memberikan perlakuan khusus. Dia justru memberikan ruang agar anak bisa menguasai dasar bisnis secara langsung dari posisi paling bawah, yakni staf.

    Dasar pertama yang dikenalkan adalah bidang

    penjualan dan administrasi. Dua bidang ini, menurutnya, merupakan dua bidang ujung tombak dalam bisnis. Dalam tataran lebih tinggi, penjualan adalah penguasaan pasar. Sedangkan administrasi adalah manajemen perusahaan.

    Kepada PMMC News, Pascal menuturkan, di awal-awal bergabung dengan bisnis orang tua istrinya itu, dia menempatkan diri setara dengan karyawan lainnya. Dengan demikian, tak ada kecanggungan hubungan kerja antara dirinya dan karyawan lainnya.

    Secara bertahap, Pascal mempelajari semua divisi yang ada di perusahaan milik mertuanya itu. Mulai dari divisi legal, penjualan, divisi sumber daya manusia, sampai bagian gudang. Karena memiliki latar belakang hukum, ia memilih bidang kontrol peraturan perusahaan dan legalitas perusahaan. Saya belajar betul di setiap divisi ini. Hasilnya, saya sudah mulai menguasai seluk beluk setiap divisi, ujarnya.

    Dari nol Perjalanan bisnis PT Dian Cipta Perkasa bisa menjadi

    inspirasi bagi pebisnis lainnya di bidang apapun. Rudy mengaku, mendirikan bisnis ini berangkat dari modal hanya Rp 20 juta pada tahun 1991.

    Meski dengan kesederhaan, bersama tim, Rudy secara perlahan membangun kepercayaan kepada para konsumen dan mitra bisnisnya. Meski sudah berpengalaman bekerja di perusahaan sejenis dan jaringan pasar di tangannya, toh Rudy tetap melakukan pola marketing sistem acak pasar.

    Rupanya, pria berpembawaan tenang ini ingin membangun pasar yang lebih solid dari nol. Hasilnya, seiring perjalanan waktu, bisnis PT Dian Cipta Perkasa kian berkembang. Jaringan pasar lokal mulai dalam genggamannya. Dan yang lebih penting, hubungan dengan para produsen bahan baku dari luar negeri, khususnya China, kian kuat terjalin. Bisnisnya pun kian tangguh.

    Kini, PT Dian Cipta Perkasa menjadi salah satu perusahaan terkemuka dan dicari perusahaan kimia dalam pemasaran dan distribusi bahan makanan, aditif pakan, bahan baku farmasi, dan bahan kimia untuk berbagai industri manufaktur di Indonesia. Perusahan ini memiliki kemampuan lebih untuk menawarkan kepada pelanggan dalam konsep "One-Stop-Shop, Just in time deliveries", solusi untuk bahan kimia atau kebutuhan bahan baku. (A.Kholis)

    lanjutan halaman 1

  • Pharma Materials Management Club PMMCNEWS I 3

    mei - juni 2015

    Sehubungan dengan adanya kejadian tidak diinginkan yang serius pada penggunaan obat injeksi Buvanest Spinal 0,5% Heavy (Bupivacaine HCl) produksi Industri Farmasi PT Kalbe Farma, Tbk. di Siloam Hospital Lippo Village Karawaci, berikut ini penjelasan dari Badan POM terkait kasus tersebut:1. Bahwa Sabtu 14 Februari 2015, Badan

    POM menerima informasi dari Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan mengenai kejadian tidak diinginkan yang serius dan mengakibatkan meninggalnya pasien setelah penggunaan obat injeksi Buvanest Spinal 0,5% Heavy (Bupivacaine HCl) produksi Industri Farmasi PT Kalbe Farma, Tbk. di Siloam Hospital Lippo

    Village Karawaci;2. Bahwa guna melindungi kesehatan dan

    keselamatan masyarakat dari potensi risiko yang membahayakan, atas informasi sebagaimana dimaksud dalam angka 1, Badan POM telah melakukan langkah-langkah regulatory actionssesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan, sebagai berikut:14 Februari 2015, Badan POM

    membentuk Tim Inspeksi Investigasi yang telah melakukan inspeksi pada sarana pelayanan kesehatan tempat terjadinya kejadian yang tidak diinginkan tersebut, yaitu Siloam Hospital Lippo Village Karawaci;

    15 dan 16 Februari 2015, Badan POM

    telah melakukan pemeriksaan terkait pemenuhan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) terhadap produsen injeksi Buvanest Spinal 0,5% Heavy, yaitu Industri Farmasi PT Kalbe Farma, Tbk. dan jalur distribusinya, yaitu Pedagang Besar Farmasi (PBF) PT. Enseval Putra Megatrading, Tbk. serta melakukan monitoring farmakovigilans ke Siloam Hospital Lippo Village Karawaci;

    3. Bahwa berdasarkan hasil inspeksi dan pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam angka 2, dan dalam rangka kehati-hatian, Badan POM pada 16 Februari 2015 telah mengirimkan laporan, surat

    PenJelasan BaDan PoM TenTanG keJaDian TiDak DiinGinkan

    YanG serius TerkaiT inJeksi BuVanesT sPinal

    sum

    ber:

    htt

    p://

    ww

    w.p

    om.g

    o.id

    bersambung halaman 4

    mei - juni 2015

  • 4 I PMMCNEWS Pharma Materials Management Club

    mei - juni 2015

    peringatan (safety alert letter), dan/atau surat perintah kepada:

    a. Menteri Kesehatan Republik Indonesia berupa laporan tindakan regulatory Badan POM terkait injeksi Buvanest Spinal 0,5% Heavy produk Industri Farmasi PT Kalbe Farma, Tbk dan injeksi Asam Traneksamat produk Industri Farmasi PT Hexpharm Jaya Laboratories;

    b. Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dengan tembusan kepada Menteri Kesehatan dan Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) untuk tidak menggunakan injeksi Buvanest Spinal 0,5% Heavy produksi Industri Farmasi PT Kalbe Farma, Tbk. sampai investigasi dan pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan POM selesai dilakukan;

    c. Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dengan tembusan kepada Menteri Kesehatan dan PB. Ikatan Dokter Indonesia (PB. IDI), untuk tidak menggunakan injeksi Asam Traneksamat, kemasan Dus 10 ampul @ 5 ml, nomor bets 629668 dan 630025 dari Industri Farmasi PT Hexpharm Jaya Laboratories yang diproduksi oleh PT Kalbe Farma, Tbk., sampai investigasi dan pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan POM selesai dilakukan;

    d. Pimpinan/Apoteker Penanggung Jawab Industri Farmasi PT Kalbe Farma, Tbk. untuk melakukan penghentian distribusi dan melakukan penarikan kembali injeksi Buvanest Spinal 0,5% Heavy seluruh bets serta melaporkan hasilnya kepada Badan POM;

    e. Pimpinan/Apoteker Penanggung Jawab Industri Farmasi PT Hexpharm Jaya Laboratories untuk melakukan penghentian distribusi dan melakukan penarikan kembali injeksi Asam Traneksamat, kemasan Dus 10 ampul @ 5 ml, Nomor bets 629668 dan 630025 serta melaporkan hasilnya kepada Badan POM; dan

    f. Kepala Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia untuk melakukan verifikasi dan monitoring pelaksanaan penarikan injeksi Buvanest Spinal 0,5% Heavy produksi Industri Farmasi PT Kalbe Farma, Tbk dan injeksi Asam Traneksamat produk Industri Farmasi PT Hexpharm Jaya Laboratories, kemasan Dus 10 ampul @ 5 ml, Nomor bets

    629668 dan 630025.4. Bahwa pada 17 Februari 2015,

    berdasarkan hasil investigasi sebagaimana dimaksud dalam angka 2, Badan POM telah menetapkan sanksi administratif sebagai berikut:

    a. Menerbitkan surat Perintah Penghentian Sementara Kegiatan Fasilitas Produksi larutan injeksi Volume kecil nonbetalaktam industri Farmasi PT kalbe Farma, Tbk. hal ini berarti dilakukan penyegelan terhadap ruangan, peralatan di line 6 serta seluruh produk injeksi yang masih ada di pabrik. Selain itu, PT Kalbe Farma, Tbk., diwajibkan untuk:- Melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap dugaan terjadinya mix-up produk Buvanest Spinal 0,5% Heavy Injeksi dan Asam Traneksamat Injeksi yang kemungkinan terjadi pada kegiatan pembuatan obat untuk mendapatkan akar masalah dan menetapkan tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan; dan- Membuat kajian dan manajemen risiko;

    b. Menerbitkan Surat Keputusan Kepala Badan POM tentang pembekuan izin edar Injeksi Buvanest Spinal 0,5% Heavy produksi Industri Farmasi PT Kalbe Farma, Tbk. Hal tersebut karena melanggar:

    - Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.03.1.33.12.12.8195 Tahun 2012 tentang Penerapan Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik, khususnya ketentuan Pasal 3 Ayat 1 yang menyata

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended