Home >Documents >Edisi 28 September 2012 | Suluh Indonesia

Edisi 28 September 2012 | Suluh Indonesia

Date post:13-Mar-2016
Category:
View:245 times
Download:17 times
Share this document with a friend
Description:
Headline : terbukti korupsi, Miranda Divonis Tiga Tahun
Transcript:
  • Pengemban Pengamal Pancasila

    Redaksi/Sirkulasi/Iklan:GEDUNG PERS PANCASILA

    Jl. Gelora VII No. 32Palmerah Selatan Jakarta Pusat.

    Tlp: 021-5356272, 5357602Fax: 021-53670771

    No. 183 tahun VIJumat, 28 September 2012

    www.suluhindonesia.com

    Presiden Yudhoyono :Struktur Keamanan Internasional Belum Berubah

    JAKARTA - Wakil Ketua Badan Le-gislasi/Ketua Panja RUU No. 30/2002 ten-tang KPK Dimyati Natakusumah mene-gaskan, pihaknya tidak akan meloloskanrevisi UU KPK jika hanya akan melukaiperasaan masyarakat. Saya tak akan lo-loskan revisi UU KPK ini jika tidak ber-daya guna dan berhasil guna, apalagimelukai perasaan rakyat, katanyadalamDialektika Demokrasi di Gedung MPR/DPR/DPD Jakarta, kemarin.

    Diskusi yang mengambil tema RevisiUU KPK, untuk menguatkan atau me-lemahkan? tersebut menghadirkan pem-bicara Wakil Ketua Baleg Dimyati Na-takusumah, Ketua Komisi III Gede PasekSuardhika, Peneliti ICW Emerson Junthodan praktisi hukum Petrus Selestinus.

    Dimyati menjelaskan bahwa draf revisiUU KPK tersebut sudah berada di Balegdan saat ini sedang dilakukan kajian apa-kah memang diperlukan untuk revisi ituatau tidak. Menurut Dimyati, jika Balegtidak menyetujui RUU KPK ini maka tidakakan bisa dilanjutkan. Proses di Balegbiasanyan 20 hari atau dua kali masa per-sidangan. Ini tergantung dari hasil kajian,termasuk alasan secara formil maupunterkait substansinya, katanya.

    Ia menjelaskan, dalam draf yang dite-rima itu ada usulan soal penghapusanfungsi penuntutan di KPK. Selain itu, tam-bahnya, juga ada usulan agar soal pe-nyadapan. (ant)

    Terbukti Korupsi

    Miranda Divonis Tiga TahunJAKARTA - Terdakwa ka-

    sus suap terhadap sejumlahanggota Komisi IX DPR peri-ode 1999-2004 terkait pemili-han Deputi Gubernur SeniorBank Indonesia, MirandaSwaray Goeltom divonis ber-salah melakukan tindak pidanakorupsi dengan hukumanpenjara tiga tahun dan dendaRp100 juta. Terdakwa Miran-da Swaray Goeltom bersalahdan terbukti melakukan tindakpidana korupsi secara bersa-ma-sama sebagaimana dalamdakwaan pertama pasal 5 ayat1 huruf b juncto pasal 55 ayat(1) KUHP dan menjatuhkan pi-dana penjara selama tiga tahundan denda Rp100 juta, kata

    Suluh Indonesia/antTERTANGKAP - Siswa SMAN 70 Jakarta FT alias Doyok dengan pengawalan ketat petugas kepolisian memasuki Mapolres MetroJaksel, kemarin. FT menjadi tersangka pembunuhan dalam insiden tawuran antara SMAN 70 dan SMAN 6 Jakarta.

    Pembunuh Siswa SMAN 6 JakselFR Ditangkap di Yogyakarta

    JAKARTA - Petugas Polres Jaksel-meringkus FR yang menjadi tersangka pem-bacokan pelajar SMAN 6 Bulungan, di seki-tar Ringroad I Selatan Condong Catur,Yogyakarta, bersama dua orang temannya.Ketika ditangkap, ada orang yang maumenjemput tersangka dan mungkin akanmengajak pergi lebih jauh lagi dari Yogyakar-ta, kata Kapolres Jaksel Kombes Pol.Wahyu Hadiningrat di Jakarta, kemarin.

    Wahyu menyebutkan polisi menangkapFR di sebuah rumah kontrakan bersama te-mannya. Namun, Wahyu enggan menyebut-kan inisial maupun hubungan antara tersang-ka dengan kedua orang yang turut diaman-kan petugas tersebut.

    Perwira menengah kepolisian itu menya-takan tersangka tidak berada di rumah se-jak terjadi penyerangan pelajar SMAN 70

    terhadap siswa SMAN 6.Penyidik kepolisian akan mendalami du-

    gaan keterlibatan dua orang teman FR yangmembantu tersangka melarikan diri.

    Terkait dengan penanganan kasus ter-hadap FR yang tercatat sebagai pelajarSMA, Wahyu mengungkapkan penyidikakan memastikan usia tersangka melaluikartu identitasnya. Kita akan identifikasikartu identitasnya. Apakah masuk perlin-dungan anak atau dewasa, ujar Wahyu.

    Polisi menduga FR melarikan diri ke Yog-yakarta dan ke lokasi yang lebih jauh denganbantuan dari teman saudara tersangka.

    Pengacara FR, Nazarudin Lubis memban-tah, jika dikatakan FR mencoba melarikandiri ke lokasi yang lebih jauh dari kejaranpolisi dan mendapatkan bantuan dari duaorang teman saudaranya. (ant)

    Baleg Jegal RevisiUU KPK

    ketua majelis hakim Gusrizalpada sidang di pengadilan tin-dak pidana korupsi (Tipikor)Jakarta, kemarin.

    Hakim menyatakan bahwaterdapat fakta pengadilan bah-wa sebelum pemilihan DGSBI,Miranda terbuti bertemu den-gan fraksi Partai Demokrasi In-donesia Perjuangan (PDI-P)dari Komisi IX di hotel Dhar-mawangsa dan Fraksi TNI/Polri di kantor Miranda di jalanSudirman Jakarta.

    Kemudian saksi DhudieMakmun Murod, Endin AjSoefihara, Udju Djuhaeri, Dar-sup Yusuf, Suyitno serta Ham-ka Yandhu juga terbukti men-erima traveller cheque (TC)

    Bank Internasional Indonesiamasing-masing nilainya Rp50juta. Setelah ada pemberianTC tersebut maka pada malamharinya setelah dilakukan vot-ing maka terdakwa terpilih se-bagai DGSBI 2004-2009, katahakim anggota Anwar.

    Artinya menurut hakim,dengan diterimanya TC olehKomisi IX yang telah diputusdan punya kekuatan hukumtersebut, unsur memberikansesuatu kepada pegawainegeri atau penyelenggaranegara yang menjadikanpenyelenggara negara terse-but melakukan sesuatu atautidak melakukan sesuatuyang bertentangan dengan

    kewajibannya telah terbuktiUnsur turut serta Miranda

    yang didakwakan dalam junc-to pasal 55 ayat (1) KUHPjugadianggap terbukti karena se-belum fit and proper test sak-si Arie Malangjudo atas per-intah saksi Nunun Nurbaetimemberikan kantong berisi TCkepada perwakilan fraksi PDIP,PPP, Golkar dan TNI/Polri.

    Meski Nunun membantahtelah memerintahkan Ariemelakukan hal itu, saksi Ngat-iran mengatakan ambil kan-tong kertas dari ruang Nunununtuk dibawa kepada Arie.

    Majelis tidak sependapatdengan dengan kuasa hukumyang mengatakan bahwa

    JAKARTA - KPK menjadwalkan pemeriksaan atas tersang-ka kasus dugaan korupsi pengadaan alat simulasi roda duadan roda empat di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Irjen Pol Djo-ko Susilo. DS akan diperiksa sebagai tersangka pada Jumatpagi, kata jubir KPK Johan Budi di Jakarta, kemarin.

    Surat pemanggilan kepada mantan Kepala Korlantas danKepala Akademi Kepolisian tersebut menurut Johan telah dikir-imkan sejak Selasa (25/9). Hanya surat pemanggilan sebagaitersangka, ungkap Johan saat ditanya apakah Djoko akanlangsung ditahan mengingat sejumlah tersangka korupsi lang-sung ditahan KPK setelah pemeriksaan yang dilangsungkanpada Jumat.

    Johan juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini KPKbelum punya rencana untuk memeriksa Kapolri.

    Keterkaitan Kapolri dalam kasus tersebut bermula dari ada-nya surat keputusan Kepala Polri bernomor Kep/193/IV/2011tertanggal 8 April 2011 yang berisi Penetapan Pemenang Le-lang Pengadaan Driving Simulator R4 atau roda empat.

    Surat tersebut ditandatangani Kapolri Jenderal Timur Pra-dopo, yang menetapkan PT Citra Mandiri Metalindo Abadisebagai calon pemenang tender dengan nilai kontrak Rp142,4miliar. KPK juga memeriksa tiga orang saksi terkait tersebutkasus dengan total anggaran senilai Rp196,8 miliar tersebutyaitu AKBP Susilo Wardono, AKBP Indra Darmawan Iriyantodan AKBP Heru Trisasono.

    Sebelumnya pada Senin (24/9), KPK sudah memeriksa man-tan Wakorlantas Brigjen Didik Purnomo, serta AKBP TeddyRusmawan dan Kompol Legimo di rumah tahanan (rutan) Ko-rps Brimob.

    Selain mereka KPK juga memeriksa empat orang anggotapanitia pengadaan lelang simulator yaitu Ajun Komisaris Be-sar Polisi (AKBP) Wandi Rustiwan, Komisaris Polisi (Kompol)Ni Nyoman Suwartini, Kompol Endah Purwaningsih dan AKBPWisnhu Buddhaya di KPK.

    Saksi lain yang telah diperiksa adalah Analis KebijakanMadya Regiden Korlantas Polri, Kombes Pol Budi Setiyadi,AKBP Indra Darmawan Irianto yang menjabat Kepala SubditPendidikan dan Rekayasa Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng,AKBP Susilo Wardono sebagai Kapolres Temanggung danAKBP Heru Trisasono selaku Kapolres Kebumen. (ant)

    Hari IniJoko Susilo Diperiksa

    Padahal di sisi lain munculnegara-negara yang menjadikekuatan baru yang dapatmemberikan pembaruan dalampendekatan penciptaan per-damaian dan keamanan secaraglobal lebih komprehensif, kataPresiden saat memberikan pi-dato dalam acara peresmianStrategic Review Forum beker-

    jasama dengan Foreign PolicyAssociation di Pricewater-house Coopers Building, NewYork, kemarin.

    Lebih lanjut Presiden men-gatakan kondisi tersebut tidakterjadi di ranah ekonomi globaldimana bisa mengakomodasikekuatan-kekuatan ekonomibaru yang muncul pada abad

    21 serta bersama-sama mem-berikan kontribusi kepadapenyelesaian krisis ekonomiglobal. Dalam bidang kea-manan, arsitektur keamanan in-ternasional belum banyakberubah. Sistem kerjasamaaliansi juga belum berubahbanyak. Anggota tetap dewankeamanan PBB pun belumberubah. Dan kita lihat dalamcontoh kasus krisis di Suriah,Dewan Keamanan PBB sikap-nya terpecah dalam menangga-pi permasalahan tersebut, te-gasnya.

    Presiden menambahkanberkembangnya kekuatan barudapat mengubah konstelasi di

    dunia dan setiap perubahanhubungan antar kekuatanmembawa konsekuensi. Dimasa lalu perubahan danpenyesuaian dilakukan setelahterjadi konflik atau peperang-an, namun pada abad ke-21 ini,perubahan tidak lagi dilakukanmelalui hal itu. Itulah mengapakita penting memastikan bah-wa tumbuhnya negara-negarasebagai kekuatan yang barudapat mendorong terciptanyaperdamaian dan kerjasama antarnegara, katanya.

    Indonesia sendiri, kata Pres-iden Yudhoyono, mendorongkawasan Asia dan Asia Teng-gara pada khususnya diwarnai

    oleh hubungan antar negarayang berimbang. DynamicEquilibirium, katanya, merupa-kan tindakan dimana negarasaling bekerjsama dan berbagaitanggung jawab bersamadalam kerjasama yang dilaku-kan. Ini penting karenahubungan intenasional bukan-lah zero-sum game, itu harusmembawa kerjasama yang sa-ling menguntungkan. Itu harusberdasarkan pada kepentinganyang setara dan berbagi tang-gung jawab yang sama, kataPresiden seraya mengatakan,perlu diciptakan kekuatan lamadan juga kekuatan baru dapatsaling menerima. (ant)

    PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyonomengkritik konstelasi dan arsitektur keamanan

    internasional yang bel