Home >Documents >Edisi 25 Januari 2016 | Suluh Indonesia

Edisi 25 Januari 2016 | Suluh Indonesia

Date post:25-Jul-2016
Category:
View:232 times
Download:10 times
Share this document with a friend
Description:
Headline : Aburizal Tegaskan Golkar Dukung Pemerintah
Transcript:
  • Pengemban Pengamal Pancasila

    Redaksi/Sirkulasi/Iklan:GEDUNG PERS PANCASILA

    Jl. Gelora VII No. 32Palmerah Selatan Jakarta Pusat.

    Tlp: 021-5356272, 5357602Fax: 021-53670771

    No. 16 tahun XSenin, 25 Januari 2016

    www.suluhindonesia.com

    MAKASSAR - Lima tersangka kasuspenikaman dua anggota Kostrad TNI ADakhirnya dilimpahkan di Kejaksaan NegeriJakarta Pusat setelah berkasnya dinya-takan P21 oleh Kejaksaan Negeri Makas-sar untuk dilanjutkan pada tahap dua.Iya, Senin ini pelimpahan tahap dua, se-luruh tersangka dan berkasnya akan diterbangkan ke Jakarta dan diserahkan keKejasaan Negeri Jakarta Pusat, sebutKepala Subdit IV Direktorat ReskrimumPolda Sulsel Kompol Gany Alamsyah diMakassar, Sulsel, kemarin.

    Pria yang bertugas sebagai koordina-tor penyidik dalam kasus ini menambah-kan, pihaknya sudah mengagendakanakan menyerahkan berkas bersama ter-sangkannya ke Jakarta dalam halpenindakan pelanggaran kode etik serta

    Lima Polisi Anianya Dua Tentara

    Yudikatif

    Lembaga TerendahLaporkan Gratifikasi

    JAKARTA - KetuaUmum Partai Golkar hasilMunas Bali, Aburizal Bak-rie kembali menegaskanpartainya akan mendukungpemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

    Dalam mendukung pe-merintah, kata Aburizal,Golkar tidak akan memintasyarat apapun dalam mem-berikan dukungannya kepa-da pemerintah. Dan duku-ngan kepada pemerintahsudah saya sampaikan se-mua sepakat untuk melaku-kan dukungan kepada pe-merintah. Kami tidak adamengatakan bahwa men-dukung pemerintah meminta

    Aburizal Tegaskan

    Golkar DukungPemerintah

    Rapimnas Pastikan

    Golkar Gelar MunaslubJAKARTA - Bendahara

    Umum Partai Golkar MunasBali, Bambang Soesatyomenilai pernyataan KetuaUmum Golkar Aburizal Bak-rie yang menginginkan di-laksanakannya Musya-warah Nasional Luar Bi-asa sebelum bulan Ra-madhan tahun 2016, meru-pakan sebuah perintah.Pernyataan ARB sebagaiKetum Golkar soal jadwalMunas-LB sebelum bulanpuasa tahun ini, bukan se-buah signal namun perin-

    tah, katanya di Jakarta,kemarin.

    Karena itu tidak perlu lagiada pernyataan mundur kare-na sesuai mekanisme di Ang-garan Dasar/ Anggaran Ru-mah Tangga (AD/ART)Golkar, ARB dipilih danditetapkan sebagai ketumdalam sebuah munas.

    Menurut dia, apabila ARBingin mengakhiri jabatannyasebagai ketum maka harusmelalui munas/munaslubkarena itu diatur dalam kon-stitusi partainya. Demikian

    juga jika beliau ingin menga-khirinya harus melalui munas/munaslub, ujarnya.

    Dia mengaku terkejut den-gan keputusan ARB yang dis-ampaikan dalam sambutan Ra-pat Pimpinan Nasional padaSabtu (23/1) malam.

    Hal itu, kata dia, karena san-gat meyakini bahwa pihaknyaadalah yang benar dan menangsecara hukum. Namun apaboleh buat, pahit memang. Dankita semua memendam lukayang sangat dalam tapi itu re-alitas politik, katanya.

    Suluh Indonesia/antANAK GAFATAR - Sejumlah anak bermain di halaman tempat penampungan eks-anggota Gerakan FajarNusantara (Gafatar) di Asrama Transito Dinas Transmigrasi dan Kependudukan Jatim di Surabaya, kemarin.Selama di penampungan, anak-anak tersebut akan diberi pendampingan.

    Suluh Indonesia/antPRESIDEN DI CFD SOLO - Warga mencium tangan Presiden Joko Widodo (tengah) saat berjalan-jalan di sepanjang Jalan Slamet Riyadipada Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) Kota Solo, kemarin. Presiden Joko Widodo berjalan kaki di CFD Solo mulaidari kawasan Gendengan Solo hingga bundaran Gladak yang berjarak sekitar 4 kilometer.

    perbuatan pidana.Sementara kuasa hukum kelima ter-

    sangka ini yakni Shyafril Muis Hamzahdikonfirmasi mengatakan sudah menge-tahui adanya pelimpahan itu. Dirinya ber-harap proses persidangan nanti berjalanlancar serta menghasilkan rasa keadilanterhadap kliennya.

    Selain itu sidang nanti sesuai denganperanan masing-masing pada perkaratersebut. Mengingat peran kelimanya han-ya telibat penganiyayaan terhadap korbandan bukan pelaku utama yang melakukaneksekusi penikaman saat itu. Pelaku uta-ma penikaman diketahui Prada HS ter-hadap dua korban dari TNI, namun yangbersangkutan telah meninggal dunia aki-bat kecelakaan lalu lintas beberapa waktulalu, ujar Muis. (ant)

    sesuatu, ujar Aburizal diJakarta Convention Center,Senayan Jakarta, kemarin.

    Ia menambahkan, partainyatelah melakukan konsolidasinasional di Bali pada 4 Januarilalu sebelum memutuskan men-dukung pemerintah. Komuni-kasi juga telah dilakukan den-gan partai-partai anggotaKoalisi Merah Putih (KMP)sejak Desember 2015 lalu. Dansemuanya tidak berkeberatandengan sikap kami, ujarnya.

    Pengurus Partai Golkar ha-sil Munas Bali selama ini dike-nal sebagai partai oposisi yangbergabung ke dalam KoalisiMerah Putih (KMP).

    Namun, Golkar menegaskan

    akan mereposisi posisinyasebagai partai pendukung pe-merintahan Joko Widodo-JusufKalla

    Pria yang akrab disapa Icalitu menegaskan, sebagaikekuatan politik, Golkar tidaklahir dalam oposisi. Doktrinpartai kita berbeda dengan par-tai lainnya. Keahlian kita ad-alah pada pengelolaan kekua-saan, bukan pada perlawananpada kekuasaan, ujar Ical.

    Aburizal menyadari, per-seteruan yang terjadi di inter-nal Golkar telah membuat par-tai berlambang pohon bering-in itu kehilangan jati diri.

    Oleh sebab itu, dalam RapatKonsultasi Nasional yang

    PERILAKU koruptif memang sudah menjangkitidan mengakar hampir di semua elemen lembaga di

    Indonesia,baik dari lembaga yang tiiggi negaraseperti Mahkamah Agung atau DPR hingga Kantor

    Kepala Desa.

    Menurut dia, baru kali ini,dalam sejarah panjangGolkar harus tunduk danbertekut lutut pada kekeja-man kekuasaan yang tidakmenghendaki ARB sebagaiketua umum dengan mema-kai senjata SK pengesahanyg terus digantung.

    Namun dia menilai ARBberjiwa besar dan nega-rawan karena tidak men-yalahkan gelapnya malamtapi menyalahkan lilin agarmenerangi malam denganperintah munaslub. (har)

    Salah satu tolak ukur masihtingginya angka korupsi di se-buah lembaga antara lain, diten-tukan patut dan tidaknyaoknum di sebuah lembaga me-laporkan harta kekayaanya keKPK. Selain itu, laporan adan-ya pemberian gratifikasi, yangnotabenya merupakan salahsatu bentuk lain dari bentuk

    korupsi,juga menjadi parame-ter lain, mengenai masih tinggiangka korupsi di sebuah lem-baga.

    Berdasasarkan data yangdihimpun di situs resmi KPK,perihal data pelaporan grati-fikasi, per 31 Desember 2015,berdasarkan asal instansi, daritotal 1.573 laporan perihal ada-

    nya gratifikasi, lembagayudikatif merupakan lembagaterendah yang melaporkanadanya gratifikasi.

    Sepanjang tahun 2015, prak-tis hanya ada 16 laporan grati-fikasi yang berasal dari unsurkehakiman. Selain lembagayudikatif, lembaga lain yang di-nilai rendah melaporkan komit-menya melaporkan gratifikasiadalah lembaga legislatif.

    Dari data yang masuk,sepanjang 2015, hanya ada 25laporan gratifikasi yang terdiridari unsur MPR/DPR sebany-ak 6 laporan dan unsur DPR se-banyak 19 laporan,disusul lem-baga independen sebanyak 69laporan. Adapun untuk dualembaga terakhir yang dinilaipaling patuh melaporkan ada-nya gratifikasi yakni lembagaeksekutif 658 laporan.

    Dari angka tersebut, lemba-ga yang paling patuh melapor-kan adanya gratifikasi yakni,lembaga kementerian se-banyak 446 laporan,disusulpemerintah daerah sebanyak156 laporan, kemudian LPNKsebanyak 35 laporan, lembagasetingkat kementerian sebany-ak 11 laporan,kementerian koor-dinator sebanyak 4 laporan, ke-menterian negara sebanyak 4laporan, terakhir lembaga ekstrastruktural sebanyak 2 laporan.Sementara itu, di posisi terakhirlembaga paling patuh melapor-kan adanya gratifikasi, ditem-pati lembaga BUMN /BUMDsebanyak 805 laporan.

    Berdasarkan sebaranwilayah, dari data statistik,sepanjang tahun 2015, Provin-si DKI Jakarta masih mendudu-ki peringkat pertama wilayahyang paling banyak melapor-kan adanya gratifikasi (680 lap-oran), disusul Provinsi JawaBarat (277 laporan), kemudianDIY (121 laporan). (wnd)

    Suluh Indonesia/antRAPIMNAS - Mantan Presiden B.J. Habibie berjabat tangan denganKetua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) ketika meng-hadiri acara Rapimnas Partai Golkar di JCC Jakarta, kemarin.

    diselenggarakan DPD I Golkardi Bali awal Januari 2016 lalu,diputuskan bahwa Golkar akanmendukung pemerintahan.

    Meski demikian, Aburizalmenegaskan bahwa dukunganyang diberikan Golkar tidakserta merta membuat partai itukeluar dari Koalisi Merah Putih.

    Hanya saja, ia mengaku, jikadukungan yang diberikantersebut akan membuat haluanGolkar sedikit berubah. Duku-ngan itu tak berarti bahwa kitamenjilat ludah sendiri, atau kitamenghamba pada kekuasaan.Power has to have a purpose.Maka selebihnya hanya masa-lah taktis yang bersifat kontek-stual, ujar dia. (har)

  • 2Suluh Indonesia, Senin 25 Januari 2016K taTak Mampu Jaga Lingkungan

    Ketua RT/RWDipecat

    Suluh Indonesia/antEKS GAFATAR - Sejumlah eks-anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) beristirahat di Panti Sosial Bina InsanCipayung, Jakarta, kemarin. Sebanyak 114 eks-anggota Gafatar yang terdiri dari 53 orang dewasa dan 61 anak-anak ditampung di panti tersebut guna mendapatkan bimbingan psikologis.

    Suluh Indonesia/antGRIYA GUS DUR - Shinta Nuriyah Wahid, istri dari Presiden keempat Indonesia Gus Dur bersama anak-anaknya antara lain Yenny Wahid (keduakanan) dan Anita Hayatunnufus (kanan) menyerahkan Gus Dur Award kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (kedua kiri) danTotok Mendut (kiri) dalam acara peresmian rumah pergerakan Griya Gus Dur di Taman Amir Hamzah, Pegangsaan, Jakarta, kemarin.

    JAKARTA - Gubernur DKIJakarta, Basuki Tjahaja Purna-ma mengaku kecewa dengansejumlah lurah yang masihtidak berani mengambil tinda-kan tegas memecat para pen-gurus RT dan RW di wlayah-nya. Khususnya para KetuaRT dan RW yang tidak mam-pu menjaga lingkungannyadari tempat peredaran atausarang narkoba. Nggak se-mua lurah berani pecat RT/RW. Para RT/RW juga nggakberani bersuara. Padahal kamisudah minta kepada

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended