Home >Documents >Edisi 12 September 2012 | Suluh Indonesia

Edisi 12 September 2012 | Suluh Indonesia

Date post:10-Mar-2016
Category:
View:236 times
Download:15 times
Share this document with a friend
Description:
Headline : Teroris Depok Terkait Jaringan Lama
Transcript:
  • Pengemban Pengamal Pancasila

    Redaksi/Sirkulasi/Iklan:GEDUNG PERS PANCASILA

    Jl. Gelora VII No. 32Palmerah Selatan Jakarta Pusat.

    Tlp: 021-5356272, 5357602Fax: 021-53670771

    No. 171 tahun VIRabu, 12 September 2012

    www.suluhindonesia.com

    JAKARTA - BNN memusnahkan barang bukti tindak pi-dana narkotika senilai Rp18,6 miliar. Kepala Deputi BidangPemberantasan BNN Brigjen Polisi Benny Mamoto, kemarinmengatakan, seluruh jenis sabu tersebut merupakan barangbukti yang berhasil disita pada periode Agustus 2012 dan te-lah mendapatkan penetapan pemusnahan barang bukti dariKejari Medan, Tangerang, Bandung dan Jakbar. Hari ini kamimusnahkan barang bukti narkotik jenis sabu dari tiga kasusyang berbeda, katanya di Jakarta, kemarin.

    Ia mengatakan, dari tiga kasus tersebut, BNN berhasil me-nyita sabu dengan kualitas nomor wahid sebanyak 9.316,2 gram.Harga barang bukti tersebut dapat mencapai Rp 2 juta pergram. Namun tidak seluruh sabu tersebut dimusnahkan olehBNN. Hanya 9.212,2 gram yang dimusnahkan. Sedangkan 59gram sabu lainnya disisihkan untuk keperluan laboratoriumsebagai pembuktian. Adapun 22,5 gram lainnya digunakanuntuk keperluan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta 22,5gram sisanya akan digunakan untuk pelatihan, ujarnya.

    Seluruh barang bukti tersebut, kata Benny, berasal dari tigajaringan pengedar sabu yang berbeda. Jaringan pertama ter-catat dalam laporan kasus narkotik nomor LKN/68-SIN/VIII/2012/BNN, LKN/71-SIN/VIII/2012/BNN sampai dengan LKN/73-SIN/VIII/2012/BNN tertanggal 24 hingga 27 Agustus 2012.

    Dari pengungkapan satu jaringan tersebut, BNN berhasilmenciduk 10 tersangka berinisial ES, HS, SA, G, C, HJ, HW,WY, G, dan R serta sabu-sabu seberat 8.689,2 gram. Saat kamimasih melakukan pengembangan kasus tersebut, katanya.

    Jaringan kedua, kata Benny, dicatat dengan laporan kasusnarkotik nomor LKN/77-WTB/VIII/2012/BNN tanggal 31 Agus-tus 2012. Untuk jaringan kedua, BNN berhasil menciduk tigaorang tersangka berinisial A, SW, dan TMI serta sabu seberat97 gram.

    Sementara dari jaringan ketiga, BNN berhasil menciduk tigaorang tersangka berinisial YK, TM, dan MY serta barang buk-ti sabu seberat 530 gram. Kasus tersebut dicatat dengan lapo-ran kasus narkotik nomor LKN/78-NTD/VIII/2012/BNN tang-gal 31 Agustus 2012.

    Sluruh barang bukti itu kemudian diuji laboratorium untukmembuktikan bahwa benda-benda tersebut adalah narkotikjenis sabu di depan pewarta. Barang bukti dihancurkan den-gan menggunakan insinerator, katanya. (ant)

    JAKARTA - Mabes Polrimenduga kelompok teroris diDepok, Jabar dan Tambora,Jakbar terkait dengan jaringanlama yang sudah beroperasi diSolo (Jateng), Bekasi (Jabar)dan Pondok Bambu (Jakti).Perkembangan teroris, kitamenemukan jaringan Toriqdiduga terkait kegiatan terorsebelumnya, seperti bombuku, kata KabareskrimMabes Polri, Komjen Pol. Su-tarman di Jakarta, kemarin.

    Sutarman mengatakan pi-haknya masih menelusuri jar-ingan teroris Beji di Depok danTambora, termasuk para pelakuyang belum tertangkap.

    Terkait seorang pria yang

    Teroris Depok

    Terkait Jaringan Lama

    Suluh Indonesia/antPEMBUKAAN PON - Suasana pesta kembang api saat pembukaan PON XVIII di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, kemarin.Perhelatan bidang olahraga empat tahunan itu berlangsung 9-20 September 2012.

    BNN MusnahkanNarkotika Rp 18 M

    Singapura-Malaysia JanjiKembalikan Aset Koruptor

    YOGYAKARTA - Singapura dan Malay-sia terbuka untuk mengembalikan aset ko-ruptor asal Indonesia yang mungkin disim-pan di dua negara tersebut. Kami jelastidak menyambut koruptor di Singapura,Singapura bukan save heaven untuk parakoruptor yang melarikan diri maupun uanghasil korupsi mereka, kami dapat memban-tu untuk menyita atau memproses parakoruptor dari negara lain termasuk Indone-sia, kata Direktur Corrupt Practices Inves-tigation Bureau (CPIB) Eric Tan Chong Siandi Yogyakarta, kemarin.

    Ia menyampaikan hal tersebut di selapertemuan South East Asia Parties AgaintsCorruption (SEAPAC) ke-8 di Yogyakarta.Sebenarnya Singapura dan Indonesiasudah memiliki package deal untuk per-janjian ekstradisi dan kerja sama pertaha-nan sejak 2007 namun parlemen Indonesiabelum meratifikasi perjanjian itu, katanya.

    Pada 27 April 2007, Indonesia dan Sin-gapura menandatangani perjanjiaan ekstr-adisi yang memungkinkan aparat penegakhukum Indonesia dapat menangkap parapelanggar hukum yang bersembunyi dinegara pulau itu namun dalam perjanjianpertahanan juga menyebutkan bahwa ked-ua negara dapat melakukan latihan militerdi perairan dan udara di wilayah negaramasing-masing. Jadi sebenarnya ekstra-disi memungkinkan bila parlemen Indone-

    sia meratifikasi perjanjian tersebut, ungkappimpinan lembaga antikorupsi yang sudahberdiri selama 60 tahun tersebut.

    Eric mengatakan bahwa lembaga anti-korupsi yang dipimpinnya ikut membantuKPK dalam menangani Nunun Nurbaetiyang tertangkap di Thailand pada 10Desember 2011. Kami tentu tidak men-yambut Nunun, tapi ia datang ke Singapu-ra dengan cara yang legal jadi yang dapatkami lakukan adalah tidak memperpanjangizin tinggalnya di Singapura, jelas Eric.

    Untuk pengejaran aset milik koruptor,menurut Eric harus dilakukan dengan caralegal berdasarkan Corruption, Drug Traffick-ing and Other Serious Crimes (Confisca-tion of Benefit) Act di Singapura. Pengem-balian aset hasil koruptor yang ada di Sin-gapura sudah diatur dalam Corruption, DrugTrafficking and Other Serious Crimes Act,artinya negara asal harus membuat aplika-si, permintaan penyitaan dari pengadilandan pengadilan kami akan memutuskanapakah uang itu merupakan hasil korupsi,artinya harus melalui cara yang legal, un-gkap Eric.

    Ia mengaku CPIB telah menyita uang ko-ruptor dari kasus Pertamina sejak lama.

    Kami juga sudah menyita uang koruptordari kasus Pertamina yang sudang sangatlama, tinggal menunggu permintaan dari In-donesia saja, jelas Eric. (har)

    Hanya Tujuh ParpolMasuk Parlemen

    mengaku sebagai tersangkateroris Toriq menyerahkan dirike polisi, Sutarman berharaptindakan itu, merupakan kesa-daran sendiri untuk kembali kejalan yang benar.

    Sutarman menegaskan poli-si akan menegakkan hukumsecara tegas terhadap kelom-pok yang menebar teror den-gan cara menembak, mem-bunuh maupun mengebom ke-pada masyarakat yang tidakberdosa. Tentu akan men-indak tegas apapun resikon-ya, ujar jenderal polisi bintangtiga tersebut.

    Kabareskrim menambahkanpelaku teror selalu mencari or-ang yang mendukung kegia-

    Polri DalamiKasus Bom Ambon

    tannya dan memiliki tujuan ter-tentu, namun jika disampaikansecara damai, tentunya pihakkepolisian tidak akan mengam-bil tindakan.

    Hingga saat ini,Sutarman belum da-pat memastikan iden-titas korban luka be-rat akibat ledakan diBeji, Depok, yangmenjalani perawatandi Rumah Sakit PolriKramatjati, Jaktim.

    Orang Yang SamaSementara itu, Karo Penmas

    Div. Humas Mabes PolriBrigjen Pol Boy Rafli Amarmengatakan, terduga teroris

    bom Depok yang dirawat di RSPolri diduga kuat bernamaYusuf Rizaldi alias Abu Totomerupakan orang yang sama

    dengan Anwar.Anwar maupun

    Yusuf memiliki pro-fesi yang sama,yaitu sebagai pen-jual bubur. Kemudi-an sebelumnya, is-tri dan dua anakYusuf sudah dia-mankan pihak ke-polisian.

    Selain itu, anak dan istriYusuf sebelumnya sudah da-tang ke Rumah Sakit Polri dananaknya sudah diambil sampelDNA. Hal yang meyakinkan

    bahwa Anwar dan Yusuf ada-lah orang yang sama, sejakperistiwa ledakan bom di De-pok (8/9) tidak pernah terlihatlagi, kemudian ada orang yangmengenali bahwa sepeda mo-tor yang terparkir di depanlokasi kejadian merupakan mil-ik Yusuf. Upaya pemeriksaanmengenai jati diri khususnyamelalui identifikasi oleh timDVI saat ini masih berjalan, jadibelum ada hasil pemeriksaanDNA, kata Boy.

    Tim DVI masih memerlukanbeberapa sampel lagi. Jadibaru memperoleh satu. Masihdiupayakan ada sampel lagi un-tuk memastikan identitas ter-duga teroris, katanya. (ant)

    JAKARTA - Ketatnya ketentuan Undang-undang dan verifikasi partai politik di KomisiPemilihan Umum, diprediksi membuat jumlahparpol yang bertahan di DPR berkurang. Jum-lah sembilan parpol yang saat ini berada di DPRdinilai akan berkurang menjai tujuh partai saja.

    Wakil Ketua Komisi II DPR Abdul Hakam Najamengatakan naiknya angka ambang batas ma-suk DPR/parliamentary threshold (PT dari 2,5menjadi 3,5 persen pada Pemilu 2014 menjadisalah satu penyebabnya. Selain itu, ketatnyaverifikasi parpol di KPU seperti yang disyarat-kan UU telah membuat jumlah parpol menyusut.

    Saat ini saja, kata Hakam Naja sudah 12 par-pol gugur dalam verifikasi administrasi olehKPU. Dari 46 Partai yang sebelumnya mendaftardi KPU, setelah KPU kemarin melakukan verika-si kelengkapan 17 persyaratan, kini tinggal 34parpol yang dianggap berkasnya lengkap danlolos pendaftaran, kata Hakam Naja di GedungDPR Jakarta, kemarin.

    Terbenturnya 12 partai itu karena tidak me-menuhi 17 persyaratan seperti yang dimita KPU,antara lain soal KTA, dokumen daftar anggota,kepengurusan tingkat provinsi, kabupaten/kota,dan kecamatan, dokumen kepemilikan kantortetap di setiap tingkat kepengurusan, dan no-mor rekening.

    Ia menambahkan, kemungkinan partai yanggugur di KPU bisa bertambah lagi di tahapberikutnya yaitu verifikasi faktual. Bisa jadiseparuhnya yang lolos, dan yang akan mengi-kuti tahapan pemilu legislatif, jelasnya. (har)

    JAKARTA - Polritengah mendalami peran enam terdugateroris berinisial , S, U, Y, A, B, T yang ditangkap tim De-tasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri dan personilGegana Polda Maluku, kemarin di kawasan Gunung Malin-tang, Kebun Cengkeh, Desa Batu Merah, Kecamatan Siri-mau, Kota Ambon. Pendalaman tersebut dilakukan gunauntuk membongkar peran serta jaringan keenam terdugateroris tersebut.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri,Brigjen. Pol.Boy Rafli Amar mengatakan saat ini keenam terduga terorisAmbon tersebut, tengah menjalani pemeriksaan intensif diMapolda Maluku.Mereka saa