Home >Devices & Hardware >Edisi 1 news7 TIPIKOR Indonesia

Edisi 1 news7 TIPIKOR Indonesia

Date post:27-Dec-2014
Category:
View:4,782 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Description:
 
Transcript:
  • 1. Edisi : 001 Tahun ke 1 Rabu, 26 September 2012 - 2 Oktober 2012 Email : tipikor.indonesia@yahoo.com, news7tipikorindonesia@yahoo.com Terkait Penanaman Pipa Untuk Pembuangan Limbah ke Sungai Batang Toru Tapsel , News7 TIPIKOR Indonesia Tipikor Indonesia dilapangan, rakat Desa Huta raja ini mata toru ini, karena airnya dikosumsi Ratusan masyarakat desa masyarakat mengatakan tidak pencahariannya nelayan, oleh masyarakat sejak dulu. Huta Raja Kecamatan Muara melarang kegiatan tersebut asal menggunakan air sungai batang Kami berharap Bupati Tapsel Batang Toru adakan aksi demo tidak dialirkan kesungai Batang toru, sehari-hari untuk mencuci mendengar keluhan kami, datangi lokasi pertambangan Toru Kami tidak melarang dan mandi. dan segera mencabut izinya emas, penanaman pipa untuk adanya pertambangan di daerah Kami melihat pemerintah , ungkap masyarakat Huta pembuangan limbah ke sungai kami, kami mendukung, namun cendrung berpihak kepada raja. yang enggan disebutkan Batang Toru.di area PTPN III, secara tegas air limbah yang pengelola pertambangan, namanya baru baru ini hendak dibuang melalui pipa semestinya air limbah yang Massa yang kecewa, dengan Berdasarkan keterangan yang ini yang jadi masalah menggunakan zat kimia itu, penanaman pipa tersebut Masyarakat Desa Hutaraja, Muara Batang Toru Tapsel Demo, Kecewa Terhadap Pertambangan Emas dihimpun wartawan News7 Sebab sebahagian masya tidak dialirkan kesungai Batang Baca Ke Halaman 2 Koruptor Membludak, KPK pinjam Rutan TNI Segel : Tampak Kondisi MIS yang disegel. Kepala MIS Diduga Korupsikan Dana Sekolah Jakarta, News7 TIPIKOR Indonesia Semakin banyak saja rupanya jumlahkoruptor yang berhasil dibui KomisiPemberantasan Korupsi (KPK). Sampai- Warga Segel Sekolah MI 30 Belui Kerinci, News7 TIPIKOR Indonesiasampai KPK kekurangan ruang tahanan. Dunia Pendidikan di Kabupaten Kerinci kembali tercemar, kali ini lembaga pendidikan dibawah naungan Kementrian Agama Untuk menampung para langsung oleh Abraham Samad, Kerini, Madrasah Ibtidayah (MI) No 30/E.3 Desa Belui Kecamatantahanan itu, KPK terpaksa sedangkan Mabes TNI oleh Depatitujuh yang menuai masalah dan berbentut pada penyegelanmeminjam ruangan milik Mabes Panglima TNI Laksamana Agus MI No 30 Belui oleh warga.TNI. Pinjaman ruang tahanan Suhartono di Mabes TNI di Penyegelan terhadap MI No 30/E.3 pada Rabu (19/9) tersebutitu disepakati KPK dengan Cilangkap. Sedangkan rumah memaksa 40 siswa madrasah tidak bisa menjalani aktivitas belajarpihak Mabes TNI melalui tahanan yang dipinjam itu milik dan mengajarnya.Memorandum of Understanding Kodam Jaya yang juga terletak KPK dan TNI selama ini dan secara independen dan bebas Sementara itu, Panglima TNI Menurut informasi penyegelan terhadap MI No 30/E.3 tersebut(MoU). di area Kuningan, tak jauh dari diperbarui lewat MoU yang dari kekuasaan manapun, kata Laksamana Agung Suhartono merupakan buntut dari kekesalan wali murid dan para guru terhadap Kedua institusi tersebut telah kantor KPK. ditandatangani hari ini, mampu Abraham dalam siaran pers menegaskan nota kesepahaman kinerja Kepala MI, Hainar yang diduga telag menggelapkan danamelakukan penandatanganan Diharapkan kerja sama memberikan sinergi penegakan yang diterima wartawan, Jumat ini merupakan wujud dukungan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dana Alokasi Khusus (DAK)kesepakatan. Dari KPK dilakukan yang telah dibangun antara hukum pemberantasan korupsi (14/9/2012). Baca Ke Halaman 2 dan sejumlah dana lainnya. Salah seorang guru MI No 30/E.3 yang namanya tidak ingin Tersangka Kasus Bansos Akan Disidang dituliskan mengatakan penyegelan MI dilakukan pihaknya, karena mengaku kesal akan perilaku dari Kepala Madrasah yang telah menggelapkan dana BOS, DAK dan dana lainnya. Hal tersebut terbukti, semenjak dua periode kepemimpinannya Provinsi (Pemprov) Sumatera tidak tampak sedikitpun perubahan yang terjadi di madrasah. Utara (Sumut) Tahun Anggaran Padahal setiap triwulannya Madrasah tersebut menerima dana BOS 2011. dari Kementrian Agama. Subandi adalah salah satu dari Dana bos sejak dua periode ini tidak ada buktinya, 10 tersangka yang ditetapkan jangankan untuk guru, untuk pembangunan sekolahpun tidak oleh Kejati Sumut sebagai ada,ungkapnya.
Embed Size (px)
Recommended