Home >Documents >Edisi 01 April 2016 | Suluh Indonesia

Edisi 01 April 2016 | Suluh Indonesia

Date post:27-Jul-2016
Category:
View:240 times
Download:7 times
Share this document with a friend
Description:
Headline : Jaksa Ditangkap
Transcript:
  • Pengemban Pengamal Pancasila

    Redaksi/Sirkulasi/Iklan:GEDUNG PERS PANCASILA

    Jl. Gelora VII No. 32Palmerah Selatan Jakarta Pusat.

    Tlp: 021-5356272, 5357602Fax: 021-53670771

    No. 61 tahun XJumat, 1 April 2016

    www.suluhindonesia.com

    Jaksa Ditangkap

    BENGKULU - Hakim pada gugatanpraperadilan memutuskan bahwa SuratKetetapan Penghentian Penuntutan(SKP2) Novel Baswedan oleh Kepala Ke-jaksaan Negeri Bengkulu sebagai penun-tut umum dinyatakan tidak sah.

    Hakim gugatan praperadilan SKP2 Nov-el Baswedan, Suparman pada sidang pu-tusan di Pengadilan Negeri Bengkulu,Kamis, mengatakan keputusan tersebutdiambil setelah menimbang berbagai buk-ti-bukti yang diungkap di persidangan.Menyatakan surat ketetapan penghen-tian penuntutan nomor Kep.03/N.7.10/Ep.1/02/2016 tanggal 22 Februari 2016,yang dikeluarkan termohon adalah tidaksah, kata hakim.

    SKP2 tersebut diputuskan PN Bengku-lu tidak mempunyai kekuatan hukum

    SKP2 Baswedan Tak Sah

    Mendikbud :

    Minat Baca MasyarakatSemakin Rendah

    JAKARTA - KPK mela-kukan operasi tangkap tan-gan terhadap seorang jaksa.Penangkapan jaksa inididuga terkait suap.

    Dari informasi yang di-himpun, kemarin disebut-kan, oknum jaksa tersebutbertugas di Kejati DKIJakarta. Namun, sampai saatini belum diketahui identi-tas jaksa yang dimaksud.

    Wakil Ketua KPK, SautSitumorang hanya membe-narkan adanya operasitangkap tangan yang di-lakukan Tim Satgas KPK.Benar (KPK melakukanoperasi tangkap tangan),ucap Saut saat dikonfirmasidi Jakarta, kemarin.

    Saut juga membenarkan,jaksa yang ditangkap itu ber-tugas di Kejati DKI Jakarta.Benar (KPK melakukan op-

    10 WNI Disandera

    Pemerintah Tolak Bayar TebusanJAKARTA - Pemerintah

    Indonesia menolak untukditekan oleh pihak mana-pun termasuk memenuhituntutan membayar uangtebusan terkait penyander-aan 10 WNI oleh kelompokyang mengaku Abu Sayyafdi Filipina. Yang jelas pe-merintah tidak mau ditekansiapapun. Apalagi ini olehpara perompak, milisi, atausiapapunlah, kata SeskabPramono Anung di Ko-mpleks Istana Kepreside-nan Jakarta, kemarin.

    Ia mengatakan, pemerin-

    tah Indonesia tidak maumembayar 50 juta peso sep-erti yang diminta oleh kelom-pok penyandera.

    Sebelumnya berdasarkanlaporan yang beredar, AbuSayyaf meminta tebusan 50juta peso atau setara Rp14,2miliar, dengan tenggat pada31 Maret 2016 untuk membe-baskan 10 WNI yang disan-dera dalam Kapal Anand.Pemerintah tidak mau dite-kan siapapun dan pemerin-tah tidak mau karena hal itukemudian harus membayar50 juta peso seperti yang di-

    minta, enggak, katanya.Ia menambahkan terkait per-

    soalan dan nasib sandera,sekarang ini ditangani oleh Pe-merintah Filipina sehingga In-donesia harus menghormatiupaya yang ditempuh Filipina.

    Menurut dia, hal terpentingadalah harus ada jaminan bah-wa WNI yang disandera bisadiselamatkan. Karena bagai-mana pun sekarang ini sudahdalam koordinasi Kemenlu,Polri, TNI, kita bersabar masihmenunggu, katanya.

    Pemerintah Indonesia terusberkoordinasi dengan Pemer-

    Suluh Indonesia/antAKSI RESTORASI LAHAN GAMBUT - Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead (kiri) ber-diskusi dengan Kepala Staf Presiden Teten Masduki (tengah) serta Staf Khusus Presiden Bidang KomunikasiJohan Budi (kanan) saat memaparkan pelaksanaan aksi restorasi lagan gambut sebagai solusi kebakaranhutan dan lahan, di Jakarta, kemarin.

    Suluh Indonesia/antPESAWAT TANPA AWAK - Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian (kanan) meninjau proses pengamanan pesawat tanpa awak bernomorlambung T1 6217 di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, kemarin. Pesawat tanpa awak yang belum diketahui asalusulnya tersebut ditemukan seorang kapten kapal tujuan Batam-Singapura di Perairan Selat Philip, Batam.

    mengikat, dan menyatakan segala keteta-pan dan keputusan yang dikeluarkan lebihlanjut oleh termohon yang berkaitan den-gan SKP2 tersebut juga tidak sah.

    Hakim juga mengabulkan sebagiangugatan dari korban Novel yang menjadipemohon dalam praperadilan tersebut,karena dapat membuktikan sebagian dalildari permohonan. Mengadili dalam eksep-si, menolak eksepsi atau keberatan ter-mohon untuk seluruhnya, kata dia.

    Dalam putusannya, hakim juga memer-intahkan kepada termohon agar menyer-ahkan berkas perkara Novel Baswedankepada PN Bengkulu dan melanjutkanpenuntutan perkara tersebut.

    Diketahui, Baswedan yang menjadi pe-nyidik KPK menjadi terdakwa perkara pen-ganiayaan berat di Bengkulu. (ant)

    Baswedan saat pencanan-gan Gerakan Indonesia Mem-baca di Lebak, kemarin men-gatakan, betapa rendahnya mi-nat membaca masyarakat di In-donesia dibandingkan dengannegara-negara lain.

    Selama ini, minat membacadi Tanah Air sangat rendah,bahkan terbukti orang yang

    sudah memiliki panduan bukupedoman, namun mereka tidakmembacanya.

    Orang Indonesia lebih sukamengobrol dan berdiskusi dari-pada harus membaca.

    Kreteria bangsa yang memi-liki literatur itu di antaranyamemiliki sarana dan prasaranaperpustakaan.

    Saat ini, Indonesia memilikiperpustakaan di dunia cukupbagus dengan menduduki no-mor 35 di atas negara Malay-sia, Portugis, Singapore, Jer-man, Australia dan SelandiaBaru. Namun, pengunjung danpemanfaatan perpustakaansedikit sekali dibandingkandengan negara itu.

    Negara lain, kata dia, infras-tutur prasaran perpustakaansedikit, tetapi minat mem-bacanya cukup tinggi. Pada-hal, sarana perpustakaan terse-but dibangun oleh pemerintahguna mendorong masyarakatgemar membaca.

    Bangsa Indonesia hanyalebih senang membuat pelapo-ran pembangunan perpusta-kaan itu terserap dana APBDdan APBN dengan baik. Akantetapi, pelaporan kunjungandan pemanfaatan masyarakatyang membaca buku itu tidakada. Dengan demikian, ujar dia,pihaknya meminta ditingkatminat membaca di perpusta-kaan baik di sekolah,masyarakat maupun milik pe-merintah daerah.

    Bila perlu di kampung-kam-pung ada taman bacaan danmanfaatkan taman bacaanmaupun perpustakaan itu.

    Selain itu juga minat mem-baca di sekolah-sekolah ditu-mbuhkan sesuai dengan Per-men Nomor 23/2015 tentangPenumbuhan Budi Pekerti, di-antaranya pelajar sebelum mu-lai belajar diwajibkan membacaselama 15 menit.

    Kewajiban membaca di ka-langan pelajar itu menjadikanbagian penting agar membacabisa dijadikan pembiasaan.Kita berharap masyarakatmaupun pelajar memiliki targetpembiasaan membaca gunamendorong minat membacameningkat, katanya. (ant)

    intah Filipina untuk memin-ta jaminan agar para WNIyang ditawan itu bisa seg-era dibebaskan. Nah komu-nikasi yang intensif itu ter-us dilakukan dan kemarinsaya juga berkoordinasidengan Bu Menlu sudahada langkah Kemenlu tapibelum bisa diumumkan kepa-da publik. Dan kami meyaki-ni mudah-mudahan denganapproach ini segera terse-lesaikan, katanya.

    Kepala BIN Sutiyoso me-mastikan 10 WNI itu dalamkondisi baik. (har)

    erasi tangkap tangan). Jaksa(dari Kejati DKI), ucap Saut.

    Berdasarkan informasi, jak-sa itu ditangkap karena didugaterkait dengan suap. Tapi, be-lum dapat dipastikan suap ituterkait perkara apa.

    Sampai saat ini, juga belumdiketahui pasti berapa orangyang turut diamankan dalamoperasi tangkap tangan oknumjaksa tersebut. Termasuk apa-kah para pihak yang diaman-kan itu telah dibawa ke GedungKPK untuk diperiksa atau be-lum, juga belum diketahui.

    Sementara itu, SekretarisJAM Was M Jasman Pand-jaitan membenarkan adanyaoperasi gabungan antara Ke-jagung dan KPK terkait denganOperasi Tangkap Tangan ter-hadap oknum Kejaksaan.Saya datang ke ke sini maukonfirmasi bener atau tidak.

    Setelah itu besok kami akankonpers. Kita tunggu besok,jadi ini operasi gabungan ant-ara KPK dan Kejaksaan. Jadibetul ada operasi itu, kata Jas-man seusai menemui pimpinanKPK di gedung KPK Jakarta.

    Operasi GabunganNamun, Jasman yang da-

    tang bersama dengan aksaAgung Muda Intelijen (Jamin-tel) Adi Toegarisman tidak men-jelaskan mengenai siapa yangditangkap dalam operasi terse-but. Jadi saya ke sini koordi-nasi untuk kerja sama gabun-gan kami antaran Kejagungdengan KPK. mengenai hasilkerja sama operasi gabungankami dengan KPK, kata Adiyang menemui pimpinan KPKsekitar 30 menit itu.

    Adi hanya menyatkan hasilOTT akan disampaikan Jumat

    MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan AniesBaswedan menyatakan minat membaca masyarakat

    sangat rendah, karena berdasarkan 61 negara didunia yang memiliki daftar literatur, kedudukan

    Indonesia berada pada peringkat nomor 60.

    (1/4). Makanya besok disam-paikannya pukul 09.00. Hasiln-ya besok kita tunggu. Hasil danlain sebagainya besok pukul09.00, tambah Adi yang meru-pakan mantan Kepala KejatiDKI Jakarta itu.

    Berdasarkan informasi yangdihimpun, tim penyidik KPKjuga mengamankan uang dalampecahan dolar, namun belumdiketahui berapa jumlah uangyang diamankan dan berapaorang yang diamankan KPK.

    Secara terpisah, JaksaAgung Muhammad Prasetyomengaku belum mendapatkaninformasi secara jelas tentangoperasi tangkap tangan yangdilakukan KPK. Operasitangkap tangan itu disebutmenjerat seorang jaksa di Ke-jaksaan Tinggi DKI Jakarta.Saya masih menunggu infor-masinya, kata Prasetyo. (kmb)

  • 2Suluh Indonesia, Jumat 1 April 2016K ta

    JAKARTA - Petugas Pol-res Metro Jakarta Selatan me-ringkus sindikat penjualananak yang diduga terkait ek-sploitasi yakni KD alias Nias(46), W alias Mama Dinas (42)dan SW (30). Penangkapanini merupakan pengemban-gan kasus sebelumnya, kataWakil Kapolres Metro Jakar-ta Selatan Ajun KomisarisBesar Polisi Surawan di

    Jakarta, kemarin.Surawan menuturkan petu-

    gas membekuk ketiga tersang-ka itu di lobi salah satu hotelJalan Woltermonginsidi Ke-bayoran Baru, Jakarta Selatan,kemarin.

    Surawan mengungkapkanpolisi menyamar sebagai calonpembeli bayi berinisial FT (3bulan) seharga Rp40 juta mela-lui tersangka KD alias Nias.

    Sebelumnya, petugas Pol-res Metro Jakarta Selatanmengungkap tersangka ek-sploitasi anak di kawasan BlokM pada beberapa waktu lalu.

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended