Home >Spiritual >Ebook Shalat Sunnah Qabliyah Jum'at

Ebook Shalat Sunnah Qabliyah Jum'at

Date post:24-Jun-2015
Category:
View:404 times
Download:10 times
Share this document with a friend
Description:
Membahas tentang shalat qabliyah jum'at yang dijelaskan oleh para ulama ahlus sunnah wal-jama'ah
Transcript:
  • 1. Seri Fiqh Kumpulan Artikel ABU HAFSHOH PUSTAKA ASY-SYAUKANI KALIJATI ADAKAH SHALAT SUNNAH QABLIYAH JUMAT?

2. Judul Makalah Kumpulan Artikel Adakah Shalat Sunnah Qabliyah Jumat? Disusun Abdullah Abu Hafshoh Penerbit Dipublikasikan dalam bentuk ebook gratis oleh: Pustaka Asy-Syaukani Kalijati Tahun 1434 H 3. Maktabah Pribadi Pustaka Asy-Syaukani Kalijati 1Adakah Shalat Sunnah Qabliyah Jumat?(1) SHALAT SUNNAH QABLIYAH JUMAT ? OlehSyaikh Masyhur Hasan Salman Sebagian orang beranggapan, bahwa shalat qabliyah (sebelum) Jumat ada dan berasal dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Kebiasaan ini dilakukan setelah adzan pertama dikumandangkan, yaitu ketika khatib belum naik mimbar. Ironisnya, shalat ini dikomando oleh muadzin dengan menyerukan shalat sunnah Jumat. Benarkah perbuatan ini berasal dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ? Merupakan kebiasaan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, bahwa pada hari Jumat, beliau Shallallahu alaihi wa sallam selalu keluar dari rumahnya Shallallahu alaihi wa sallam dan naik ke mimbar. Setelah muadzin mengumandangkan adzan lalu beliau Shallallahu alaihi wa sallam berkhutbah. Andaikan shalat sunnah sebelum Jumat benar adanya, niscaya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam orang pertama yang melakukannya serta memerintahkan kepada para sahabat Radhiyallahu anhum setelah adzan dikumandangkan. Pada zaman Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, tidak ada adzan selain ketika khatib di atas mimbar. Imam Syafii rahimahullah berkata,Dan aku menyukai satu adzan dari seorang muadzin ketika (khatib) di atas mimbar, bukan banyak muadzin, kemudian beliau menyebutkan dari As Saib bin Yazid, bahwa pada mulanya adzan pada hari Jumat dilaksanakan ketika seorang imam duduk di atas mimbar. (Ini terjadi) pada masa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, Abu Bakar dan Umar. (Ketika masa) pemerintahan Utsman dan kaum muslimin menjadi banyak, Utsman memerintahkan adzan yang kedua, maka dikumandangkanlah adzan tersebut dan menjadi tetaplah perkara tersebut. [Al Um 1/224] Memang benar, bahwa orang yang mengadakan dan memerintahkan adzan kedua adalah Ustman Radhiyallahu anhu, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abdil Barr rahimahullah, Adapun adzan pada hari Jumat, maka aku tidak mengetahui adanya perbedaan, bahwa Utsmanlah orang pertama yang mengerjakan dan memerintahkannya". [Tamhid 10/247]. Akan tetapi perlu diingat, bahwa adzan yang diadakan oleh Utsman Radhiyallahu anhu tersebut dilakukan di Zaura, yaitu sebuah rumah di pasar. Dan inipun, beliau lakukan karena berbagai sebab. Diantaranya: 1. Pada saat pemerintahan Utsman Radhiyallahu anhu, keberadaan manusia sangat banyak dan letak rumah-rumah mereka berjauhan. [Umdatul Qari 3/233]. 2. Adzan tersebut dilakukan untuk memberitahukan manusia, bahwa Jumat telah tiba. 3. Agar manusia bergegas untuk menghadiri khutbah. [Al Jami Li Ahkamil Quran 18/100]. 4. Maktabah Pribadi Pustaka Asy-Syaukani Kalijati 2Adakah Shalat Sunnah Qabliyah Jumat?(1) Inilah diantara penyebab yang mendorong Ustman Radhiyallahu anhu mengadakan adzan tersebut. Akan tetapi, sebab-sebab tersebut jarang kita temui pada masa sekarang ini. Terlebih, hampir setiap melangkah, kita temukan banyak sekali masjid yang mengumandangkan adzan Jumat. Sedangkan pada zaman Ustman Radhiyallahu anhu, masjid hanya satu dan rumah-rumah berjauhan letaknya dari masjid tersebut karena banyaknya, sehingga suara muadzin yang menyerukan adzan dari pintu masjid tidak sampai ke pendengaran mereka. Lain halnya pada masa kita sekarang ini, banyak sekali masjid yang memasang pengeras suara di setiap menara, sehingga memungkinkan terdengarnya suara muadzin. Dengan begitu, tercapailah tujuan yang mendorong Utsman untuk mengadakan adzan tersebut, yaitu untuk memberitahukan manusia. Jika keadaannya demikian, maka mengambil adzan Utsman Radhiyallahu anhu untuk tujuan yang hampir tercapai, tidak boleh. Terlebih -seperti dalam kondisi sekarang ini- merupakan penambahan terhadap syariat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam tanpa sebab yang dapat dibenarkan. Seakan inilah yang menyebabkan Ali bin Thalib Radhiyallahu anhu ketika berada di Kufah, beliau mencukupkan diri dengan sunnah dan tidak menggunakan adzan yang diadakan oleh Utsman Radhiyallahu anhu, sebagimana hal ini dikatakan oleh Qurthubi di dalam tafsirnya. [Al Jami Li Ahkamil Quran 18/100]. Dari penjelasan ini, kami dapat menarik kesimpulan, bahwa kami berpendapat, untuk mencukupkan diri dengan memakai adzan (yang berasal dari) Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, dan ini dikumandangkan ketika imam naik ke mimbar, karena hilangnya sebab yang dapat dibenarkan bagi penambahan Utsman dan untuk mengikuti sunnah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. [Al Ajwibah An Nafiah, hal 10- 11] Jika telah jelas, bahwa adzan yang dilakukan Utsman Radhiyallahu anhu bukan di masjid, maka menjadi terang bagi kita, bahwa shalat sunat qabliyah Jumat, tidak ada waktunya. Andaikata shalat tersebut disyariatkan oleh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, maka para sahabat Radhiyallahu anhum akan mengerjakannya, dan tentu pula akan kita ketahui lewat riwayat-riwayat dari mereka. Apabila ada yang mengatakan sesungguhnya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan orang yang masuk ke masjid untuk melakukan shalat dua raka'at, (ketika) beliau sedang berkhutbah, tetapi (orang tersebut) belum mengerjakannya, maka Nabi Shallallahu alaihi wa sallam berkata kepadanya : Berdirilah dan shalatlah dua rakaat. Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah dan Jabir, keduanya mengatakan, 5. Maktabah Pribadi Pustaka Asy-Syaukani Kalijati 3Adakah Shalat Sunnah Qabliyah Jumat?(1) Sulaik Al Ghathafani datang, ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sedang berkhutbah, maka Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bertanya kepadanya, Apakah engkau telah shalat dua rakaat, sebelum datang (kesini)? Sulaik menjawab, Belum. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, Shalatlah dua rakaat, dan ringankanlah pada keduanya. [Sunan Ibnu Majah, 1/353354 no. 1114]. Abu Syamah berkata, "Sebagian pengarang (kitab) pada masa kami berkata, Ucapan (Nabi) Sebelum engkau datang (kesini) menunjukkan, bahwa dua rakaat tersebut adalah shalat sunnah qabliyah Jumat, bukan (shalat) tahiyyat masjid. Sepertinya, perkataan ini disebabkan kerancuan memahami makna ucapan Rasulullah Sebelum engkau datang (kesini) yaitu sebelum masuk ke masjid, dan (menunjukkan) bahwa orang tersebut telah shalat (qabliyah Jumat) di rumah. Padahal bukan begitu! Sesungguhnya, hadits tersebut dikeluarkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim serta lainnya, dan tidak ada satupun yang menggunakan lafadz (sebelum engkau datang). Dalam Shahih Bukhari disebutkan, dari Jabir, ia berkata Seseorang datang dan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam sedang berkhutbah pada hari Jumat, maka Nabi berkata kepada orang tersebut, Apakah engkau telah shalat? Ia menjawab, Belum. Nabi berkata, Bangun dan shalatlah! [Shahih Bukhari, 2 / 407 no. 930 dan 2 / 412 no. 931].Di dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Jabir pula, ia berkata, Sulaik Al Ghathafani datang pada hari Jumat, sementara Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam duduk di atas mimbar dan duduklah Sulaik sebelum ia melakukan shalat. Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berkata,Sudahkan engkau shalat dua rakaat? Dia menjawab, Belum Beliau bersabda, Wahai, Sulaik! Bangun dan rukulah (shalatlah) dua rakaat. Dan Sulaik pun mengerjakannya. [Shahih Muslim, 2 /597 no. 59, hadits dari Jabir] Ucapan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam (bangunlah!) menunjukkan, bahwa Sulaik tidak merasa (untuk shalat), kecuali ia siap-siap duduk, dan ia pun duduk sebelum mengerjakan shalat, sehingga Rasulpun berbicara kepadanya dengan memerintahkan untuk bangun. Dan boleh jadi Sulaik shalat dua rakaat dekat dengan pintu, tatkala ia masuk pertama kali ke masjid. Kemudian ia mendekat kepada 6. Maktabah Pribadi Pustaka Asy-Syaukani Kalijati 4Adakah Shalat Sunnah Qabliyah Jumat?(1) Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam untuk mendengar khutbah, maka Rasul bertanya kepadanya Sudahkah engkau shalat? Ia menjawab,Belum. Dan perkataan Rasulullah (sebelum engkau datang), sebagaimana yang dikeluarkan Ibnu Majah, boleh jadi maknanya adalah sebelum engkau mendekat kepadaku untuk mendengar khutbah, dan bukan sebelum engkau masuk masjid. Maka sesungguhnya, shalatnya sebelum masuk masjid tidak disyariatkan, bagaimana (mungkin) ia ditanya tentang hal itu?! Dan yang diperintahkan setelah masuknya waktu Jumat adalah bergegas menuju tempat shalat dan tidak disibukkan dengan hal lain. Sebelum masuk waktu, tidak benar mengerjakan sunat, dengan persangkaan bahwa hal tersebut disyariatkan. [Al Baits Ala Inkar Al Bida Wal Hawadits, hlm. 95] Kebenaran ucapan tersebut didukung dengan berbagi hal. Pertama : Al Hafizh Al Muzi berkata tentang lafazh Ibnu Majah ( ). Ini merupakan kekeliruan perawi (periwayat). Sebenarnya, ucapan tersebut adalah (sudahlah engkau mengerjakan shalat sebelum duduk?), maka orang yang mengganti (lafazh-lafazh tersebut) salah. Al Muzi berkomentar pula,Dan kitab Ibnu Majah, sering dipergunakan oleh para Masyaikh yang kurang memperhatikannya. Berbeda dengan Shahih Bukhari dan Muslim. Para penghapal hadits sering menggunakan dan sangat memperhatikan keorisinilan dan pergantiannya. Oleh karenanya, di dalam (kitab Ibnu Majah) terjadi kesalahan dan penggantian. Kedua : Sesungguhnya, orang-orang yang mencurahkan perhatian terhadap keotentikan kitab-kitab sunan sebelum dan sesudahnya, serta mengarang dalam masalah ini dari kalangan pakar hukum dan sunnah serta lainnya, tidak satupun dari mereka menyebutkan hadits ini dalam sunnah qabliyah Jumat. Akan tetapi, mereka menyebutkannya dalam sunnahnya mengerjakan tahiyat masjid ketika imam di atas mimbar. Dan dengan hadits tersebut, mereka membantah orang yang melarang mengerjakan sunnah tahiyat masjid dalam keadaan ini. Seandainya yang dimaksudkan adalah qabliyah Jumat, maka akan disebutkan di sana, serta keterangan te

Embed Size (px)
Recommended