Home >Documents >ebook. 154) 16 AgungWahyudi...ebook.

ebook. 154) 16 AgungWahyudi...ebook.

Date post:03-Mar-2019
Category:
View:732 times
Download:221 times
Share this document with a friend
Transcript:

BayuTypewriter

BayuTypewriter

BayuTypewriter

i

KATA PENGANTAR

E-book ini berisi uraian dasar perancangan utilitas untuk suatu kompleks bangunan beserta lingkunganya, baik untuk bangunan bertingkat rendah maupun bangunan bertingkat tinggi.

E-book ini merupakan bacaan on-line untuk membantu mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan jurusan Teknik Arsitektur dalam menyelesaikan pendidikanya pada semester 4,5 dan 6 khususnya pada mata kuliah Utilitas.

Mata kuliah Utilitas bertujuan memberikan uraian tentang kenyamanan, kelengkapan,fasilitas dalam bangunan dan mengkoordinasikan dengan bidang-bidang mata kuliah yang lain. Karena itu buku ini menguraikan masalah-masalah teknis dalam bangunan secara rinci.

Mudah-mudahan dengan uraian ini, mahasiswa dapat menyelesaikan perancangan berbagai bangunan dengan sempurna. Kritik, saran dan usulan dari pembaca maupun simpatisan akan kami hargai demi kesempurnaan buku ini.

Jakarta, September 2013

Agung Wahyudi, ST., MT

ii

DAFTAR ISI

Kata pengantar iDaftar isi ii

BAB 1. PENYEDIAAN AIR BERSIH DALAM BANGUNAN1. Penyediaan air bersih 1

1.1. Air 11.2. Kualitas air 11.3. Problem pada kualitas air 3 1.4. Pompa-pompa penyedia air bersih 5

1.4.1. Pompa sumur dangkal 51.4.2. Pompa jet 61.4.3. Pompa submersible 61.4.4. Pompa sentrifugal 7

2. Perancangan air bersih 82.1. Sistem penyediaan air 8

2.1.1. Sistim sambungan langsung 92.1.2. Sistim tangki atap 102.1.3. Sistim tangki tekan 11

2.2. Pemasangan tangki air 122.2.1. Syarat-syarat tangki air bersih 122.2.2. Pemasangan tangki di luar bangunan152.2.3. Pemasangan tangki di dalam bangunan 162.2.4. Konstruksi tangki air 192.2.5. Hubungan tangki bawah dengan tangki atas 22

2.3. Sistim distribusi 242.4. Pengamanan sistim 25

2.4.1. Pencegahan pencemaran 262.4.2. Pencegahan pukulan air 292.4.3. Tekanan, kecepatan dan laju aliran air 32

3. Perhitungan kebutuhan air dan kapasitas alat 443.1. Penaksiran kebutuhan air 44

3.1.1. Penaksiran berdasarkan jumlah penghuni 453.1.2. Penaksiran berdasarkan luas dan kepadatan 463.1.3. Penaksiran berdasarkan unit beban alat plambing 47

3.2. Perhitungan kapasitas alat 483.2.1. Kapasitas tangki atap 483.2.2. Kapasitas tangki bawah 50

BAB 2. PENYEDIAAN AIR PANAS DALAM BANGUNAN1. Air Panas 532. Standar temperatur air panas 543. Kebutuhan dan laju air panas 64

iii

3.1. Kebutuhan berdasarkan jumlah penghuni 643.2. Kebutuhan berdasarkan jenis dan jumlah alat plambing 653.3. Kebutuhan berdasarkan beban unit alat plambing 66

4. Sistem penyediaan air panas 674.1. Sistem pemanasan dengan instalasi lokal 674.2. Pemanasan dengan instalasi sentral 68

5. Beberapa hal penting dalam sistim 765.1. Kemiringan pipa 765.2 Perbandingan pipa sirkulasi gravitasi tunggal dan ganda 765.3 Perbedaan Sirkulasi Gravitasi dengan sirkulasi

pompa765.4 Reverse return untuk keseragaman temperature 775.5 Pipa dan tangki ekspansi 77

6 Konstruksi tangki pemanas sentral80

BAB 3. PEMBUANGAN AIR KOTOR DALAM BANGUNAN1. Klasifikasi sistem pembuangan 832. Efek sifon dan peranan pipa ven pada sistem 863. Bagian bagian sistem pembuangan 88

3.1. Alat plambing untuk pembuangan 883.2. Pipa-pipa pembuangan 88

3.2.1. Kemiringan pipa buangan dan kecepatan aliran 903.2.2. Syarat umum pipa pembuangan 903.2.3. Ukuran pipa pembuangan 95

3.3. Perangkap 1013.3.1. Syarat syarat perangkap 101

3.3.2. Jenis perangkap101 3.3.3. Perangkap yang di larang 103

3.3.4. Pengecualian pemasangan perangkap 1033.4. Penangkap / interceptor 104

3.4.1. Persyaratan penangkap 104 3.4.2. Jenis penangkap 104

3.5. Sistem ven 107 3.5.1. Jenis sistem ven 107 3.5.2. Persyaratan pipa ven 110 3.5.3. Ukuran pipa ven 112

3.6. Lubang pembersih / clean out 116 3.6.1. Syarat lubang pembersih 116 3.6.2. Ukuran lubang pembersih 117 3.6.3. Pemasangan 117

3.7. Bak penampungan dan pompa air kotor 118 3.7.1. Syarat syarat bak penampungan air kotor 119 3.7.2. Pompa pembuangan 120

3.8. Tangki septik dan rembesan 122 3.8.1. Syarat jarak 123 3.8.2. Tangki septic, syarat dan ukuran 124 3.8.3. Resapan 126 3.8.3.1. Sumur resapan 126

iv

3.8.3.2. Bidang resapan 128

BAB 4. PEMBUANGAN AIR HUJAN DALAM BANGUNAN1. Air Hujan 1352. Pengendalian Air Hujan di bangunan 136

2.1 Pembuangan Air Hujan dari Atap 1372.2 Ukuran Pipa 138

2.2.1 Mencari Ukuran Pipa Berdasarkan Data Curah Hujan 138

2.2.2 Mencari Ukuran Pipa Bila Curah Hujan TidakDiketahui 139

2.2.3 Contoh Penghitungan Ukuran Pipa 140 3. Drainase tapak 142

3.1 Drainase permukaan 1423.1.1 Sheet flow dan alat perlengkapannya 1423.1.2 Kemiringan elemen luar bangunan 1483.1.3 Ukuran pipa pembuangan air hujan 149

3.2 Drainase bawah tanah 1523.2.1 Drainase lingkungan 1533.2.2 Foolting Drain 1533.2.3 Drainase untuk bidang khusus 156

3.3 Contoh aplikasi drainase tapak 157

BAB 5. PENANGGULANGAN KEBAKARAN 1. Umum160

1.1. Masalah kebakaran di perkotaan. 160 1.2. Peraturan dan perundangan yang berlaku 1611.3. Teori api 1611.4. Metoda umum pemadaman api 1621.5. Pola penyebaran api 1631.6. Bahaya akibat produk kebakaran 165

2. Penataan lingkungan untuk proteksi kebakaran 1663. Beberapa ketentuan proteksi kebakaran pada bangunan 1704. Sistim dan alat proteksi kebakaran 172

4.1. Sistim isarat pencegahan dini 1721. Detektor manual 1722. Detektor panas 1733. Detektor ion 1734. Detektor asap 1735. Detektor nyala api 174

4.2. Air untuk melawan kebakaran 1741. Sistim instalasi air untuk kebakaran dalam gedung 1742. Fire Hose 1773. Sprinkler 178

4.3. Pengendalian asap kebakaran 183

v

BAB 6. TRANSPORTASI VERTIKAL DALAM BANGUNAN

1 Elevator 1851.1. Kinerja elevator 1861.2. Peralatan elevator 1871.3. Kabin (car) dan rel. 1871.4. Mesin elevator 1901.5. Penyusunan roda penggerak, kabel dan mesin elevator 1931.6. Kabel penggantung 1941.7. Alat-alat pengaman elevator 1951.8. Pintu.elevator 1961.9. Sistim. kontrol elevator 1991.10. Menghitung jumlah kebutuhan elevator 200

1.10.1. Interval dan Waiting time 2001.10.2. Handling capacity 2011.10.3. Travel time / average trip 2021.10.4. Round trip time 2031.10.5. Kecepatan elevator 2041.10.6. Populasi gedung 2061.10.7. Contoh penghitungan jumlah devator 207

1. 11. Lokasi dan ukuran ruang 2081.11.1. Hall. elevator 2081. 11.2. Shaft 2091. 11.3. Ruang mesin 210

2. Eskalator 2222.1 Kapasitas angkut 2222.2. Kebutuhan ruang 2232.3. Keamanan 2232.4. Konfigurasi crisscross dan paralel. 2242.5. Desain eskalator 2252.6. Komponen dan ukuran eskalator 228

2.6.1. Ukuran panjang eskalator 2282.6.2. Ukuran lebar eskalator 2292.6.3. Truss 2292.6.4. Motor penggerak dan kontrol 22302.6.5. Handrail. 2312.6.6 Tangga 232

Daftar Pustaka

Penyediaan Air Bersih Dalam Bangunan 0

Penyediaan Air Bersih Dalam Bangunan 1

1. Penyediaan air bersih

1.1. Air Air merupakan kombinasi dua elemen dasar; hidrogen dan oksigen;yang

dapat dijumpai sebagai:a. cairan 830 kali berat dari udarab. bentuk padat esc. uap 133 kali lebih ringan dari udara

Merupakan kebutuhan pokok manusia. Dengan adanya air yang cukup dan sehat membantu terlaksananya

penyehatan masyarakat. Untuk mencukupi kebutuhan air bersih, diambil dari alam; sumur, sungai,

mata air, air hujan dan sebagainya.

Jenis sumber air Keuntungan KerugianAir hujan Merupakan air lunak dan

hanya baik untuk daerah yang mempunyai curah hujan tinggi.

Membutuhkan penampungan yang besar, sukar disimpan dalam jangka waktu lama, menjadi tempat telur nyamuk.

Air permukaan Mudah diambil dengan alat sederhana.

Berbahaya karena banyak terkontaminasi bakteri, zat organik dan non organik.

Air tanah dalam Tersedia dibanyak tempat;diambil dengan peralatan mekanis, sedikit terkontaminasi dibanding air tanah permukaan

Mengandung zat organik dan kimia dalam berbagai kadar yang membutuhkan pengolahan tertentu;sedimentasi, kimiawi, filtrasi, aerasi

Penyediaan air bersih, terutama di kota, pada prinsipnya disediakan oleh pemerintah (PDAM).Namun bila tidak mencukupi atau tidak terjangkau distribusinya, maka diusahakan sendiri (privat) dengan pembuatan sumur-sumur terbuka maupun sumur bor.

1.2. Kualitas airKualitas air harus memenuhi 3 syarat :a. Syarat fisik

Tidak berwarna, tidak berbau.b. Syarat kimia

Tidak mengandung zat kimia yang merugikan manusia (racun) dan tidak mengurangi efektivitas distribusi pipa-pipa.

Penyediaan Air Bersih Dalam Bangunan 2

c. Syarat bakteriologisTidak mengandung bakteri maupun organik lain yang dapat menyebabkan penyakit :Tipus, Kolera, Disentri, Cacingan dan sebagainya.

Rincian dari syarat-syarat tersebut dimuat dalam : Peraturan Menteri Kesehatan R.I 01/BIRHUKMAS/1/1975 sebagai berikut :

Tabel 1.1. Standar kualitas air minum Indonesia

No. Unsur SatuanMin yang diperoleh

Maksyang

dianjurkan

Maks yang diperbolehkan

I. Fisika1.2.3.4.5.

TemperaturWarnaBauRasaKekeruhan

CPt C

--

Silika

-----

-5--5

=udara50

Tidak bauNetral

25II. Kimia

1.2.3.4.5.6.7.8.9.

10.11.12.13.14.15.16.17.

18.

19.

20.21.22.23.24.25.

26.27.28.29.