drive test

Date post:16-Jan-2016
Category:
View:65 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Description:
laporan drive test
Transcript:

BAB IPENDAHULUAN

I.1. Latar BelakangSistem dan teknologi telekomunikasi berkembang sejalan dengan temuan-temuan dan inovasi yang dilakukan umat manusia. Perkembangannya mengarah pada aplikasi dan nilai manfaat yang lebih efektif, efisien, cepat dan berdaya jangkau luas.Begitu banyak perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang telekomunikasi, semuanya saling bersaing untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pelanggannya, entah itu lewat layanan telepon murah, fitur-fitur yang disediakan dan layanan-layanan lainnya. Pilihannya tergantung pada pelanggan, mana layanan yang paling menguntungkan bagi mereka. Banyaknya perusahaan tersebut juga menjadi bukti nyata begitu besarnya kebutuhan masyarakat akan telekomunikasi.Untuk mendukung kemajuan tersebut sangat diperlukan suatu transfer informasi atau komunikasi yang lebih cepat, kapan saja dan dimana saja mereka berada. Salah satu sistem yang mampu menyediakan layanan tersebut adalah sistem komunikasi bergerak.Komunikasi bergerak didefinisikan sebagai komunikasi antara dua terminal dimana salah satu atau keduanya berpindah tempat.Dalam hal ini perpindahan yang dimaksudkan terjadi pada sistem komunikasi radio yang tidak menggunakan kabel sebagai media transmisi (tanpa kabel).Tujuan pembuatan sistem komunikasi bergerak adalah agar tiap-tiap pesawat telepon dapat diperlakukan sebagai kabel yang memiliki nomor panggil sendiri, sedangkan user dapat berkomunikasi tanpa dibatasi oleh suatu tempat yang tetap.Teknologi komunikasi bergerak seluler diawali dengan berkembangnya sistem komunikasi analog. Sekitar tahun 1980-an Amerika mengembangkan teknologi AMPS (Advanced Mobile Phone Service), kemudian bermunculan teknologi-teknologi yang berbasis analog seperti NMT (Nordic Mobile Telephone) dan TACS (Total Access Communication Service). Dengan meningkatnya kebutuhan manusia terhadap sistem komunikasi bergerak terutama pada kemampuan system dalam menyediakan fasilitas komunikasi dengan kecepatan tinggi dan bandwidth lebar, maka sekitar tahun 1990-an muncul teknologi berbasis digital yang dinamakan second generation (2G). 2G meliputi GSM (Global System For Mobile Communication), DCS 1800 (Digital Communication System at 1800 MHz), PDC (Personal Digital Seluler) dan DAMPS (Digital AMPS).GSM adalah sistem komunikasi bergerak yang berdasarkan pada teknologi seluler digital, dengan SIM (Subscriber Identity Module) card sebagai identitas pelanggan, dimana pelanggan dapat bergerak secara bebas di dalam area layanan jaringan tanpa mengalami panggilan dan mempunyai kemampuan untuk roaming Internasional.Teknologi generasi kedua memiliki kemampuan untuk melakukan pengiriman pesan atau layanan data selain digital voice.Kemampuan sistem GSM ini yaitu terletak pada sekuriti sistem yang relatif lebih sulit ditembus dari pada generasi pertama.Pada saat ini dikembangkan teknologi baru dalam dunia selluler yaitu 3G. Aspek teknis yang diinginkan dari 3G ini adalah berbasis multimedia broadband service. Jaringan ini terintegrasi antara seluler dengan jaringan satelit sehingga komunikasi yang tidak terjangkau oleh komunikasi terestrial dapat dilayani.Namun demikian untuk menuju ke 3G dari 2G terdapat tahap peralihan yang biasa dikenal 2,5G.Dimana pada tahap ini untuk layanan GSM dikembangkan dengan layanan GPRS, dimana Layanan GPRS yang diberikan diintegrasikan pada jaringan GSM.Saat ini telah berkembang jaringan 3G yang akan segera menuju ke 4G. 3G merupakan sebuah standar yang ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU) yang diadopsi dari IMT-2000 untuk diaplikasikan pada jaringan telepon selular.Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada perkembangan teknologi telepon nirkabel versi ke-tiga.Melalui 3G, pengguna telepon selular dapat memiliki akses cepat ke internet dengan bandwidth sampai 384 kilobit setiap detik ketika alat tersebut berada pada kondisi diam atau bergerak secepat pejalan kaki. Akses yang cepat ini merupakan andalan dari 3G yang tentunya mampu memberikan fasilitas yang beragam pada pengguna seperti menonton video secara langsung dari internet atau berbicara dengan orang lain menggunakan video. Belakangan ini industri nirkabel mulai mengembangkan teknologi 4G, meskipun sebenarnya teknologi 4G ini seperti Long Term Evolution (LTE) hanya merupakan evolusi dari teknologi 3GPP dan Ultra Mobile Broadband (UMB), sehingga sulit untuk membedakan dengan jelas teknologi 3G dan 4G. Salah satu teknologi 4G yaitu WiMax.

I.2. TujuanPelaksanaan kuliah kerja profesi ini ditujukan:1. Sebagai perbandingan dan penerapan teori-teori yang telah diperoleh dari perkuliahan dan bacaan-bacaan teknologi dengan praktek yang dilakukan oleh pihak penyedia komunikasi bergerak.2. Sebagai salah satu mata kuliah dengan beban 1 SKS di Program Sarjana Teknik Elektro Universitas Atnajaya Makassar.

I.3. Batasan MasalahDalam laporan ini akan dipaparkan beberapa hal yaitu:1. Konsep dasar komunikasi selluler2. Pengenalan dasar GSM (Global System For Mobile Communication)3. Prinsip Transmisi (Transmision Principles)4. Radio Interface

I.4. Pelaksanaan Kuliah Kerja ProfesiKegiatan kerja praktek ini dilaksanakan mulai tanggal 13 Oktober 2014 s/d13 November 2014 di PT. China Comservice Indonesia

I.5. Sistematika PenulisanUntuk mempermudah dalam hal pemahaman masalah, maka penulis menguraikan secara garis besar mengenai masalah yang terkait dalam penulisan.BAB I:PendahuluanBerisi latar Belakang, maksud dan tujuan, batasan masalah, waktu dan tempat pelaksanaan serta sistematika penulisan.

BAB II:Konsep Dasar Sistem Komunikasi BergerakMeliputi penjelasan mengenai frekuensi re-use, handover, dan cell Splitting sebagai kata kunci dari sistem komunikasi bergerak.BAB III: Global System For Mobile Communication (GSM)Bab ini menjelaskan tentang sejarah singkat GSM, arsitektur GSM, spesifikasi sistem GSM, metode akses dan macam-macam fitur dari sistem GSM.BAB IV:Prinsip TransmisiMeliputi beberapa metode transmisi yakni duplex oleh FDMA dan TDMA.BAB IV:Radio InterfaceMeliputi pembagian logic channel dan beberapa interface yang membagi tiap station.BAB V: PenutupBab ini berisi kesimpulan dan saran.

BAB IIKONSEP DASAR SISTEM KOMUNIKASI BERGERAK

II.1 UmumSistem telekomunikasi bergerak dapat dibagi menjadi dua bagian: Sistem Telekomunikasi Bergerak (STB) Nonseluler, yaitu system telekomunikasi bergerak yang memiliki daerah cakupan yang sangat luas.Teknik yang digunakan adalah dengan mendirikan sebuah menara yang dilengkapi dengan seperangkat antenna yang berfungsi sebagi pemancar sekaligus sebagai penerima dan didirikan ditengah-tengah area cakupannya. Sistem Telekomunikasi Bergerak (STB) Seluler. Daerah cakupan dari STB seluler dibagi atas daerah-daerah yang lebih kecil (sel) dan masing-masing sel tersebut menggunakan stasiun sendiri yang bernama Base Transceiver Station (BTS). Hubungan antar BTS diatur oleh sentral telepon bergerak itu sendiri. Hal yang paling mendasar yang mendukung perkembangan sistem komunikasi bergerak adalah karena adanya keterbatasan spektrum frekuensi dan untuk efisiensi penggunaan spektrum frekuensi. Dalam sistem komunikasi bergerak selular daerah pelayanan akan dibagi-bagi menjadi daerah-daerah cakupan yang kecil, yang disebut sebagai sel, dengan menara pengirim cukup rendah dan daya pancar cukup rendah. Sel menunjukkan cakupan sinyal. Sel berbentuk heksagonal atau bentuk yang lain hanya digunakan untuk mempermudah penggambaran pada layout perancangan.

II.2Parameter Dasar Dalam Sistem Komunikasi SelularAda dua kata kunci yang membedakan antara sistem komunikasi bergerak selular dengan yang lainnya:1) Frequency ReuseFrequency reuse memungkinkan penggunaan frekuensi yang sama pada sel yang berbeda, diluar jangkauan interferensinya. Frekuensi reuse digunakan karena keterbatasan alokasi spektrum frekuensi pada komunikasi bergerak selular. Semakin luas area pelayanan dan semakin besar jumlah pelanggan maka dibutuhkan lokasi frekuensi yang lebar pula.

Gambar II. 1 Frequency Reuse2) Handover (HO)Handover adalah suatu peristiwa perpindahan kanal dari MS tanpa terjadinya pemutusan hubungan dan tanpa melalui campur tangan dari pemakai. Alasan dasar handover adalah MS keluar dari cakupan BTS dan jika trafik disuatu sel terlalu tinggi sehingga beberapa MS diserahkan ke sel yang lain.

Gambar II.2 HandoverTahapan dalam pelaksanaan HO:aa. Monitoring Mengukur kualitas jalur radio lama dan jalur radio baru Memulai HO jika sudah dibutuhkan (HO akan dilaksanakan apabila proses monitoring mengindikasikan adanya MS yang bergerak menuju zone sel yang baru)ab. Penanganan HO Jalur yang baru dibangun (mengaktifkan kanal baru yang tersedia di sel tujuan) Jalur yang lama dinon-aktifkan (dihilangkan) MS menempati sel yang baru.3) Cell SplittingCell splitting terjadi pada saat level traffik pada suatu sel telah mencapai: Semua kanal yang tersedia telah terpakai Terjadi blocking yang cukup tinggiDengan melakukan cell splitting (pembagian sel menjadi lebih kecil) maka frekuensi dapat dibagi-bagi lagi menjadi beberapa frekuensi. Sel baru hasil splitting memiliki radius dari radius sel asalnya.

BAB IIIPENGENALAN DRIVE TEST

III.1. Pengenalan TEMS

TEMS adalah kependekan dari Test Mobile System yang merupakan perangkat untukmensetting dan maintaining jaringan seluler. Perangkat TEMS ini merupakan keluaran Ericsson untukdrive test.Pada dasarnya terdiri dari ponsel TEMS mobilephone yang dikendalikan oleh perangkat lunak pada komputer. Salah satu fitur utama dari TEMS adalah menggunakan ponsel dengan bagian radio standar dan daya standar, yaitu suatu ponsel biasa dengan perangkat lunak yang diubah. Maka dari itu TEMS akan berperilaku sama seperti ponsel standar. Namun memiliki fitur tambahan sebagaipengumpul informasi tentang level sinyal dan kualitas sinyal dan banyak lagi yang dipancarkan oleh BTS.

VI. 1 Logo TEMSAda tiga jenis TEMS yang sesuai dengan tujuan penggunaannya, antara l

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended