Home >Documents >Download 2 TAHUN JOKOWI JK

Download 2 TAHUN JOKOWI JK

Date post:28-Dec-2016
Category:
View:214 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • CAPAIAN 2 TAHUN PEMERINTAHAN JOKOWI-JK KANTOR STAF PRESIDENREPUBLIK INDONESIA

  • ISI LAPORANPENGANTAR Membumikan Visi Nawacita Dari Fondasi ke Percepatan Tiga Fokus Percepatan

    I. INDIKATOR UTAMA PEMBANGUNAN EKONOMI 5 Indikator Utama Capaian Indikator I: Kemiskinan Indikator II: Ketimpangan Indikator III: Pengangguran Indikator IV.A: Pertumbuhan Ekonomi Indikator IV.B: Investasi Domestik dan Asing Indikator V: Inflasi Indikator lain: Utang Luar Negeri

    II. TIGA FOKUS UTAMA 1. INFRASTRUKTUR Peningkatan Anggaran dan Langkah Percepatan Mempersatukan Indonesia dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Mengurangi Ketimpangan Ekonomi Berbagai Langkah Percepatan Proyek Strategis yang Dipercepat

    2. PEMBANGUNAN MANUSIA Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia Peningkatan Akses dan Infrastruktur Pendidikan Penguatan Kebudayaan dalam Pendidikan Peningkatan Produktivitas Melalui Pendidikan Vokasi Mewujudkan Keluarga Indonesia Sehat Program Nusantara Sehat Mewujudkan Jaminan Kesehatan Nasional

    3. KEBIJAKAN DEREGULASI EKONOMI Deregulasi untuk Meningkatkan Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi Deregulasi Kebijakan Ekonomi dan Peraturan Daerah Perkembangan Penyederhanaan Perizinan Dampak Yang Sudah Terjadi

    III. TOPIK KHUSUS A. DIPLOMASI INTERNASIONAL Menciptakan Perdamaian Dunia Melindungi WNI dan Menegakkan Kedaulatan NKRI Kepemimpinan Regional dan Global

    B. PARIWISATA Menciptakan 10 Bali Baru Kinerja Pariwisata Nasional Menjangkau Pasar yang Lebih Luas

    C. PAPUA Pendekatan Komprehensif untuk Papua Pengakuan Terhadap Hak Komunal Tanah Adat Perkembangan Infrastruktur untuk Menyatukan Papua Peningkatan Produktivitas Melalui Pertanian dan Perdagangan

    D. REFORMA AGRARIA Tujuh Tujuan Reforma Agraria Sasaran Reforma Agraria Peta Jalan Reforma Agraria

    E. POROS MARITIM Trayek Bertambah, Harga Turun Ekspor-Impor Efisien, Daya Saing Naik Produksi dan Kesejahteraan Naik Perubahan Mendasar dalam Kebijakan Kelautan Indonesia

    F. PENGAMPUNAN PAJAK Berdikari Membangun Negeri Capaian Pengampunan Pajak Tertinggi di Dunia

    G. DESA DAN KAWASAN 3T Membangun Desa, Membangun Negeri Pembangunan Jalan Perbatasan KAWASAN 3T adalah Halaman Depan Wajah Indonesia

    H. REFORMASI HUKUM Revitalisasi dan Reformasi Hukum berdasarkan Nawacita Penegakan Hukum: Kepolisian Penegakan Hukum: Bea Cukai Penegakan Hukum: Kejaksaan Corruption Perception Index

  • PENGANTAR

    Nawacita adalah konsep besar untuk memajukan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian. Untuk mengubah dan mewujudkannya, diperlukan kerja nyata tahap demi tahap, dimulai dengan pembangunan fondasi dan dilanjutkan dengan upaya percepatan di berbagai bidang.

  • Membumikan Visi NawacitaVisi Pemerintahan Jokowi-JK telah dirumuskan dalam Nawacita, yang memiliki tiga ciri utama: Negara Hadir, Membangun dari Pinggiran, dan Revolusi Mental.

  • Dari Fondasi Ke PercepatanPemerintah mempertahankan momentum pertumbuhan yang sudah dicapai berkat pembangunan fondasi di tahun sebelumnya, melalui peningkatan pembangunan yang berfokus pada 3 Pilar.

    Sumber: Ditjen Anggaran Kementrian Keuangan

    Mengubah Ekonomi berbasis Konsumsi ke Produksi

    Tepat sasaran untuk pengentasan kemiskinan

    Mendorong pembangunan yang lebih merata di luar Pulau Jawa

    KEBIJAKAN FUNDAMENTAL

    PROGRAM PRIORITAS

    Rp 113,9 Triliun Rp 34,7 Triliun

    PERHUBUNGANPERTANIANKELAUTAN PUPR

    PENDIDIKAN SOSIAL KESEHATAN Lain-lain (BO

    Kementerian/ Lembaga)

    Rp 3,8 Triliun

    Rp 16,9 Triliun

    Rp 21 Triliun

    Rp 7,1 Triliun

    Rp 9,3 Triliun

    Rp 2,7 Triliun

    Rp 19,8 Triliun

    Rp 33,3 Triliun

    Belanja Pusat (Kementerian/ Lembaga)

    Realokasi Subsidi BBM : Rp 211,3 Triliun

    Subsidi Non Energi

    Rp 4,3 Triliun

    Subsidi Listrik

    Rp 4,5 Triliun

    Bunga Hutang

    Rp 3,8 Triliun

    Lain-lain

    Rp 18,2 Triliun

    Belanja Daerah/Desa Tertinggal

    Kesinambungan Fiskal

    Rp 31,9 Triliun

    Tahun 2016 ini dapat disebut sebagai tahun PERCEPATAN pembangunan nasional -Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi dalam rangka HUT RI ke-71 di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta

  • Tiga Fokus PercepatanPada tahun kedua, PERCEPATAN dilakukan dengan berfokus pada Infrastruktur, Pembangunan Manusia, dan Kebijakan Deregulasi Ekonomi.

    KEBIJAKAN DEREGULASI EKONOMI

    INFRASTRUKTUR

    PEMBANGUNANMANUSIA

  • INDIKATOR UTAMA I

    Untuk menjalankan visi pembangunan secara efektif, pemerintahan modern di manapun harus memiliki sejumlah capaian positif di bidang ekonomi. Hal ini sesungguhnya terkait erat dengan kesejahteraan rakyat yang merupakan subjek dan penerima manfaat terbesar pembangunan.

    PEMBANGUNAN EKONOMI

  • 5 Indikator Utama CapaianSemua indikator ini, secara langsung dan tidak langsung, terkait dengan kesejahteraan yaitu Kemiskinan, Ketimpangan, Pengangguran, Inflasi, dan Pertumbuhan Ekonomi.

    INFLASI

    PENGANGGURAN

    PERTUMBUHAN EKONOMI

    KETIMPANGANKEMISKINAN

    4

    5

    1 2

    3

    UTANG LUAR NEGERIINDIKATOR LAINNYA

  • Indikator I: KemiskinanJumlah penduduk miskin di Indonesia terus mengalami penurunan, dari 28,51 juta (11,22%) pada bulan Maret 2015 menjadi 28,01 juta (10,86%) pada bulan Maret 2016.

    10.7

    10.85

    11

    11.15

    11.3

    Mar 2014 Sept 2014 Mar 2015 Sept 2015 Mar 2016

    10,86%

    -0,36%11,25%

    10,96%

    11,22%

    11,13%

    SUMATERA

    JAWA

    KALIMANTAN

    SULAWESI PAPUA

    BALI

    -0,45%

    Persentase Penduduk Miskin di Indonesia

    -0,51%

    -0,33%

    -0,16% -0,05%-0,15%

    Sumber: BPS

    (Mar 15 - Mar16)

  • Indikator II: KetimpanganKetimpangan antara kaya dan miskin yang diukur melalui Gini Ratio mengalami penurunan, dari 0,408 pada bulan Maret 2015 menjadi 0,397 pada bulan Maret 2016.

    Mar 2014 Sept 2014 Mar 2015 Sept 2015 Mar 2016

    PerkotaanPedesaan

    INDEKS GINI RATIO

    0,428

    Ket: Nilai Gini Ratio terentang antara 0 - 1Semakin tinggi nilai Gini Ratio berarti semakin tinggi ketimpangan

    0,319 0,433 0,336 0,428 0,334 0,419 0,329 0,410 0,327

    Sumber: BPS diolah

    0.406 0.414 0.408 0.402 0.397

  • Indikator III: PengangguranAngka pengangguran selama 2 tahun pemerintahan mencapai titik terendah pada tahun 2016 menjadi 7,02 juta orang (5,50%) dari sebelumnya 7,45 juta orang (5,81%) pada tahun 2015.

    5.4

    5.6

    5.8

    6

    6.2

    Feb 2014 Aug 2014 Feb 2015 Aug 2015 Feb 2016

    5,5%

    -0,31%5,7%

    5,94%

    5,81%

    6,18%

    PERSENTASE PENGANGGURAN

    Sumber: BPS diolah

    (Feb 15 - Feb16)

  • Indikator IV.A: Pertumbuhan EkonomiDi tengah kelesuan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi pada Semester I 2016 meningkat menjadi 5,04% dibandingkan periode yang sama di tahun 2015 yang sebesar 4,79%.

    4.6

    4.767

    4.933

    5.1

    2014 2015 Smt I 2016

    +0,25%5,04%

    INDONESIA TIMUR

    INDONESIA BARAT

    6,05%8,03%4,84%4,38%

    2015

    2015

    2016

    2016

    Di tengah perlambatan dan ketidakpastian global, perekonomian Indonesia masih tumbuh dan termasuk salah satu yang tinggi di Asia.

    4,79%

    5,02%

    Sumber: BPS diolah

    Rata-rata pertumbuhan

    ekonomi global

    2,5%

  • Indikator IV.B: Investasi Domestik dan AsingInvestasi memberikan sumbangan langsung terhadap pertumbuhan ekonomi. Selama Semester I tahun 2016, capaian investasi tumbuh sebesar 14,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    0

    225

    450

    675

    900

    2015 2016 2017 2018 2019

    PMDNPMA

    TARGET INVESTASI (2015-2019) CAPAIAN INVESTASI 2015 - SEMESTER I 2016

    Berdasarkan Lokasi

    Berdasarkan Sumber Dana

    Berdasarkan Sektor

    Berdasarkan Sumber Dana

    Berdasarkan Sektor

    Penyerapan Tenaga Kerja

    2015: 375.982 orangJan-Juni

    2016 : 354.739 orang

    Capaian Investasi

    2015: Rp 545,4 TJan-Juni

    2016 : Rp 298,1 T

    30.7%

    53.8%

    15.5%Primer: Rp 537,7 T

    Sekunder: Rp 1.868,4 T

    Tersier : Rp 1.065,2 T

    343.7386.4

    63.2%36.8%

    PDMN: Rp 1.274,2 TPMA: 2.197,1 T

    63,2%36,8%

    Berdasarkan Lokasi

    Sekunder : Rp 236 T

    39.3%

    43.3%

    17.4%

    Primer: Rp 95 T

    Tersier: Rp 214,4 T

    3.471,3 T

    Total Periode I2015 - 2019

    PMA: Rp 179,5 T

    PDMN: Rp 365,9 T201532,5%67,1%

    402.3494.7

    569.9

    Jan-Juni 2016

    34,4%

    65,5%

    PMA: Rp 102,6 T

    PDMN: Rp 195,5 T

    Primer: Rp 32,7 T

    Sekunder: Rp 180,3 T

    Tersier: Rp 85,1 T 28.5%

    60.5%

    11.0%

    Jawa Luar Jawa Jawa Luar Jawa Jawa Luar Jawa45,3% 54,7% 54,4% 45,6% 54,5% 45,5%

    2015 Jan-Juni 2016

    175.8 208.4229.2

    297.8363

    Sumber: BKPM

  • Indikator V: InflasiInflasi sebagai cerminan daya beli masyarakat secara umum tetap rendah dan terkendali.

    0

    2.25

    4.5

    6.75

    9

    Sep 2014 Des 2014 Sep 2015 Des 2015 Sep 2016

    Inflasi Y-O-YInflasi Y-T-D8,36%

    INDEKS HARGA KONSUMEN

    Sumber: BPS diolah

    8,36%

    4,53%3,71%

    6,83%

    2,24%3,35% 3,35% 3,07%

    1,97%

  • Indikator lain: Utang Luar NegeriUtang Luar Negeri dimanfaatkan untuk membiayai sektor-sektor produktif dalam pembangunan. Sedangkan strategi pengelolaannya dilakukan dengan menggeser utang jangka pendek menjadi jangka panjang.

    Pada akhir Juli 2016, utang luar negeri mencapai USD 324.2 billion atau naik 6.4% (yoy)

    Berdasarkan jangka waktu asal, utang luar negeri jangka panjang mencapai USD 283,0 Miliar atau naik 8% (yoy), sementara utang luar negeri jangka pendek turun tercatat sebesar USD 41,2 Miliar atau turun 3.

Embed Size (px)
Recommended