Home >Documents >Dispersi Kasar Emulsi

Dispersi Kasar Emulsi

Date post:02-Dec-2015
Category:
View:487 times
Download:29 times
Share this document with a friend
Description:
emulsi
Transcript:

DISPERSI KASAR 2

EMULSION(EMULSI)1PENDAHULUANMenurut FI III : 9 Emulsi adalah sediaan yang mengandung bahan obat cair atau cairan obat terdispersi dalam cairan pembawa distabilkan dengan zat pengemulsi atau surfaktan yang cocok.Menurut Parrot : 354 Emulsi adalah suatu sistem polifase dari 2 campuran yang tidak saling bercampur. Salah satunya tersuspensi dengan bantuan emulgator keseluruh partikel lainnya. Ukuran diameter partikelnya 0.2 50 m.Menurut Physical Pharmacy : 522 Emulsi adalah sistem yang tidak stabil secara termodinamika mengandung paling sedikit dua fase cair yang tidak bercampur satu diantaranya terdispersi sebagai globul-globul (fase pendispersi) dalam fase cair lainnya (fase kontinyu) distabilkan dengan adanya bahan pengemulsi/emulgator.Menurut FI IV : 6 Emulsi adalah sistem dua fase dimana salah satu cairannya terdispersi dalam cairan yang lain dalam bentuk tetesan-tetesan kecil.

Menurut Formularium Nasional : 412Emulsi adalah sediaan berupa campuran terdiri dari dua fase cairan dalam sistem dispersi; yang satu terdispersi sangat halus dan merata dalam fase cairan lainnya; umumnya dimantapkan dengan zat pengemulsi.

Menurut DOM Martin : 508Emulsi adalah sistem heterogen, terdiri dari kurang lebih satu cairan yang tidak tercampurkan yang terdispersi dalam cairan lainnya dalam bentuk tetesan-tetesan di mana diameternya kira-kira 0,1 mm atau dapat diartikan sebagai dua fase yang terdiri dari satu cairan yang terdispersi dalam cairan lainnya yang tidak tercampurkan.

Menurut Ensyclopedia : 138 Umumnya digambarkan sebagai sistem heterogen, terdiri dari dua cairan yang tidak bercampur. Satu diantaranya didispersikan secara seragam sebagai tetesan kecil dalam cairan lain.

Maka Dapat disimpulkanEmulsi adalah suatu campuran yang tidak stabil secara termodinamis, dari dua cairan yang pada dasarnya tidak saling bercampur

Emulsi terdiri dari dua bagian utama yaitu Komponen-komponen yang terdistribusi di dalam sebuah emulsi, dinyatakan sebagai fase terdispersi/fase dalam atau fase terbuka (dalam bentuk globul). Komponen-komponen yang mengandung cairan disperse dinyatakan sebagai bahan pendispersi atau fase luar atau fase tertutup (fase kontinu).

Umumnya untuk membuat suatu emulsi yang stabil, perlu fase ketiga atau bagian ketiga dari emulsi, yaitu zat pengemulsi (emulsifying agent)Mengapa atau apa alasannya suatu sediaan dibuat dalam bentuk sediaan emulsi tidak dibuat dalam bentuk sediaan yang lain saja..?

Alasannya:Keadaan pasienSifat fisika dari zat aktif (Biasanya Hub. Dg Kepolaran dan stabilitas Z.A)

KEUNTUNGAN SEDIAAN EMULSIsediaan emulsi mempunyai beberapa keuntungan, yaitu baik digunakan untuk pasien yang sukar menelan, terutama pada anak-anak, mempunyai homogenitas tinggi, dapat menutupi rasa tidak enak atau pahit dari obat, mengurangi penguraian zat aktif yang tidak stabil dalam air.

JENIS EMULSIa. Emulsi sederhanaBerdasarkan fase terdispersinya, dikenal dua jenis emulsi yaitu: Emulsi tipe Oil in Water (o/w) emulsi minyak dalam air, yaitu bila fase minyak didispersikan sebagai bulatan-bulatan ke seluruh fase kontinu air. Emulsi obat untuk pemberian oral biasanya bertipe o/w dan membutuhkan zat pengemulsi (emulgator) o/w. Contoh: zat-zat yang bersifat nonionic, akasia (gom), tragacanth, dan gelatin.

2. Emulsi tipe Water in Oil (w/o) emulsi air dalam minyak, yaitu bila fase minyak bertindak sebagai fase kontinu. Emulsi farmasi w/o digunakan hamper untuk semua penggunaan luar. Emulgator yang digunakan Contohnya: sabun-sabun polivalen (kalsium palmitat), kolesterol.

b. Emulsi Ganda/KompleksSistem emulsi ganda/kompleks akan diperoleh jika didalam bola-bola emulsi yang terbentuk masih terdapat lagi globul-globul dari fase lainnya. Sistem semacam ini dinyatakan sebagai emulsi w/o/w atau emulsi o/w/o.

SISTEM EMULSI KHUSUSEmulsi Ganda (w/o/w)Emulsi ini dibuat dengan mencampur suatu pengemulsi w/o seperti sorbitan mono-oleat dengan suatu fase minyak seperti petrolatum cair dalam suatu mixer dan perlahan-lahan menambahkan fase air untuk membentuk suatu air dalam minyak. Emulsi air dalam minyak tersebut kemudian didispersikan kedalam suatu larutan air dengan pengemulsi o/w (tween 80) diaduk dalam homogenizer (penggiling koloid) sehingga terbentuk w/o/w.Tujuan pembuatan emulsi tersebut ditujukan untuk memperpanjang kerja obat dan menjaga kestabilan zat aktif.sorbitan mono-oleat (tween 80Bagaimana cara menentukan tipe dari suatu emulsi?Apakah emulsi tersebut merupakan tipe emulsi o/w atau w/o?

Test Pengenceran Tetesan Metode ini berdasarkan prinsip bahwa suatu emulsi akan bercampur dengan yang menjadi fase luarnya. Misalnya suatu emulsi tipe m/a, maka emulsi ini akan mudah diencerkan dengan penambahan air. Begitu pula sebaliknya dengan tipe a/m. (Andre. 2009)Test Kelarutan Pewarna Sejumlah kecil zat warna yang larut dalam air seperti biru metilen atau brilliant blue FCF bisa ditaburkan pada permukaan emulsi. Jika air mearupakan fase luar, yakni, jika emulsi tersebut bertipe o/w, zat tersebut akan melarut didalalmnya dan berdifusi merata ke seluruh bagian dari air tersebut. Jika emulsi tersebut bertipe w/o, partikel-partikel zat warna akan tinggal bergerombol pada permukaan. (Tim penyusun, 2008)Test Creaming (Arah Pembentukan Krim) Creaming adalah proses sedimentasi dari tetesan-tetesan terdispersi berdasarkan densitas dari fase internal dan fase eksternal. Jika densitas relative dari kedua fase diketahui, pembentukan arah krim dari fase dispersi dapat menunjukkan tipe emulsi yang ada. Pada sebagian besar sistem farmasetik, densitas fase minyak atau lemak kurang dibandingkan fase air; sehingga, jika terjadi krim pada bagian atas, maka emulsi tersebut adalah tipe m/a, jika emulsi krim terjadi pada bagian bawah, maka emulsi tersebut merupakan tipe a/m. (Andre. 2009)

Test Konduktivitas Elektrik Metode ini berdasarkan prinsip bahwa air atau larutan berair mampu menghantarkan listrik, dan minyak tidak dapat menghantarkan listrik. Jika sepasang elektroda yang dihubungkan dengan suatu sumber listrik luar dan dicelupkan dalam emulsi. Jika fase luar adalah air, aliran listrik akan melalui emulsi tersebut dan dapat dibuat untuk membelokkan jarum voltmeter atau menyebabkan suatu cahaya dalam sirkuit berpijar. Jika minyak merupakan fase kontinu, emulsi tersebut itdak dapat membawa arus listrik. (Tim penyusun, 2008)

Pembentukan emulsioil in water emulsionwater in oil emulsionDiagramSimboloil/water o/wWater/oil w/oKarakteristikpenghantar listrik, dapat terencerkan dengan airterasa greasy, dapat terencerkan dengan minyak atau pelarut (solven)Contohsusumargarine

R/ Parafin cair 20% Emulgator 5%Air ad 100%

Secara teoritis emulgator HLB 12 merupakan emulgator yang paling cocok untuk pembuatan emulsi dengan formula diatas. Tetapi pada kenyataannya jarang sekali ditemukan surfaktan dengan HLB yang nilainya persis sama dengan nilai HLB butuh fase minyak. Oleh karena itu, penggunaan kombinasi surfaktan dengan nilai HLB rendah dan tinggi akan memberikan hasil yang lebih baik. Hal ini disebabkan karena dengan menggunakan kombinasi emulgator akan diperoleh nilai HLB mendekati nilai HLB butuh minyak. Misalnya pada emulsi tersebut diatas menggunakan kombinasi Tween 80 (HLB 15) dan Span (HLB 4,3), diperlukan perhitungan jumlah masin-masing emulgator. Jumlah tersebut dapat dihitung melalui cara berikut: Jumlah emulgator yang dibutuhkan = 5% X 100 gram = 5 gramMisalnya jumlah Tween 80 = a gram, maka Span 80 = (5-a) gram, persamaannya: (a x 15) + {(5-a) x 4,3} = (5 x12)15 a + 21,5 4,3a = 6010,7a = 38,5 , a = 3,6Jadi jumlah Tween 80 yang dibutuhkan = 3,6 gram. Jumlah Span 80 yang dibutuhkan = (5 3,6) gram = 1,4 gram. Disamping itu, penggunaan kombinasi dua emulgator akan menghasilkan emulsi yang lebih stabil karena terbentuknya lapisan tipis yang lebih rapat pada permukaan globul.

Span 80 = 4,38.25

6.75Tween 80 = 152.45 + 10.7Span =

Tween= x 5 gr = 1.145 g

Contoh:Bagaimana cara menghitung HLB 3 yang mana nilai HLB tersebut secara teoritis sangat cocok untuk membuat emulsi o/w dengan resepR/ Oleum recini 20% Emulgator 5% Saccharin 0,1%Air ad 100%

Dalam pembuatan suatu emulsi, pemilihan emulgator merupakan faktor yang penting untuk diperhatikan karena mutu dan kestabilan suatu emulsi banyak dipengaruhi oleh emulgator yang digunakan. Salah satu emulgator yang banyak digunakan dalam pembuatan emulsi adalah surfaktan. Mekanisme kerja emulgator yaitu menurunkan tegangan antarmuka air dan minyak serta membentuk lapisan film pada permukaan globul-globul fase terdispersi.Secara kimia, molekul surfaktan terdiri dari gugus polar dan nonpolar. Apabila surfaktan dimasukkan kedalam sistem yang terdiri dari air dan minyak, maka gugus polar akan terarah ke fase air sedangkan gugus nonpolar akan mengarah ke fase minyak. Surfaktan yang mempunyai gugus polar yang lebih kuat akan cenderung membentuk emulsi air dalam minyak.

Apa yang terjadi pada emulsi selama penyimpanan?Partikel selalu bergerak disebut Brownian MovementTerjadi tabrakan antar partikel (jutaan tabrakan tiap detiknya)Partikel terkenai gaya gravitasi sepanjang waktu15As we understand, the particles are in constant motion and collloiding with each, and ofteen several million collusions may occur persecond.

We know that some of our ingredients may interact with each other, depending on their environmental conditions.

We also have a fer that the gravitational forces are also acting against our wills.Destabilisasi EmulsiCreamingFlocculationCoalescenceSistem emulsi dapat di-destabilisasi melalui mekanisme berikut:CreamingSelama penyimpanan, adanya perbedaan densitas antara minyak dan air, terdapat kecenderungan fase minyak untuk terkonsentrasi di atas sistem emulsi

Polydisperse vs Monodisperse

CreamingBi

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended