Home >Documents >Dinding sel dan membran sel

Dinding sel dan membran sel

Date post:19-Jul-2015
Category:
View:101 times
Download:6 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • Membran sel

  • Membran sel adalah selaput yang terletak paling luar dan tersusun dari senyawa kimia lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau lipid dengan senyawa protein). Membran sel disebut juga membran plasma atau selaput plasma.

    Lemak bersifat hidrofobik karena tidak larut dalam air, sedangkan protein bersifat hidrofilik karena larut dalam air. Oleh karena itu, selaput plasma bersifat selektif permeabel (hanya dapat memasukkan /dilewati molekul tertentu saja) atau semipermeabel. Membran sel membatasi segala kegiatan yang terjadi di dalam sel sehingga tidak mudah terganggu oleh pengaruh dari luar.

  • Membran sel dapat dibedakan berdasarkan

    perbedaan komposisi lipid dan protein. Berikut

    adalah macam-macam membran sel:

    1.Sarkolema yang terdapat di dalam sel otot

    (miosit)

    2.Oolema yang terdapat di dalam oosit

    3.Aksolema yang terdapat di dalam akson

    4.Secara historis, membran plasma juga dirujuk

    sebagai plasmalemma.

  • Fosfolipid:

    Membran sel terbuat dari dua lapis fosfolipid dan

    setiap molekul fosfolipid memiliki kepala dan

    sepasang ekor. Kepala daerah hidrofilik

    (ketertarikan terhadap molekul air) dan ujung ekor

    hidrofobik (tinggal jauh dari molekul air). Kedua

    lapisan fosfolipid yang diatur sedemikian rupa

    sehingga daerah kepala membentuk permukaan

    luar dan dalam membran ini dan ekor berakhir

    mendekati ke tengah membran sel. Selain

    fosfolipid, membran sel menampung jenis

    molekul protein, yang tertanam di lapisan

    fosfolipid. Sebagian besar dari molekul protein ini

    serta fosfolipid ini mampu pergerakan lateral.

  • Protein Membran:

    Protein ini dapat diklasifikasikan menjadi tiga

    subdivisi utama integral, protein perifer dan protein transmembran. Bagian integral

    menjangkau seluruh lebar membran sel,

    sedangkan yang perifer ditemukan pada

    permukaan bagian dalam atau luarnya. Mereka

    yang berada di kategori ketiga ditemukan

    berlabuh ke membran dengan bantuan molekul

    lipid.

  • peripheral proteins

    Terikat secara longgar

    pada permukaan

    membran.

  • integral proteins

    Protein integral memiliki domain membentang di luar

    sel dan di sitoplasma. Protein

    integral berfungsiuntuk

    memasukkan zat zat yang

    berukuran besar.

  • Protein trannmembran

  • Karbohidrat

    Membran plasma juga mengandung karbohidrat

    terutama gilikoprotein, tetapi denan beberapa

    gilikolipid. Untuk sebagian besar, gilikosilasi tidak

    terjadi pada membran dalam sel, bukan juga

    terjadi pada permukaan ekstraseluler membran

    plasma.

  • 1.Pelindung bagi sel agar isi sel tidak keluar

    2.Pengatur pertukaran zat yang keluar masuk ke

    dalam sel

    3.Melakukan seleksi terhadap zat yang boleh

    keluar dan masuk dari dalam atau luar sel (selektif

    permeable)

    4.Tersusun atas Karbohidrat, protein, dan lemak

    Membran sel berfungsi

  • Membran sel menjaga komponen-komponen

    sel tetap terisolasi dari lingkungan luar. Membran

    sel mengelilingi sitoplasma sel hidup, secara fisik

    memisahkan komponen intraseluler dari

    lingkungan ekstraseluler. Jamur, bakteri, dan

    tumbuhan juga memiliki dinding sel yang

    menyediakan dukungan mekanik untuk sel dan

    menghalang bagian dari molekul-molekul yang

    lebih besar.

    Membran sel juga berperan dalam penahan

    sitoskeleton yang memberikan bentuk sel dan

    membantu sel-sel untuk membentuk jaringan.

    Protein yang ada pada membran sel dapat

    berfungsi sebagai enzim.

  • Membran sel juga berfungsi sebagai media

    komunikasi antara sel dengan lingkungan.

    Membran sel bersifat selektif permeabel dan

    mampu mengatur apa yang masuk dan keluar sel,

    sehingga memudahkan pengangkutan bahan-

    bahan yang diperlukan untuk bertahan hidup.

    Gerakan zat di membran sel dapat menjadi pasif

    dan menjadi aktif ketika terdapat energi.

    Membran juga mempertahankan sel yang

    potensial. Membran sel bekerja seperti filter yang

    mencegah virus masuk ke dalam sel

  • Salah satu fungsi dari membran sel adalah

    sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua

    arah. Molekul yang dapat melewati membran sel

    antara lain ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan

    molekul polar yang sangat kecil (air, etanol).

    Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul

    polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan

    substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme

    khusus agar dapat masuk ke dalam sel.

  • 1. Transpor Pasif

    Transpor pasif merupakan suatu perpindahan

    molekul menuruni gradien konsentrasinya. Transpor

    pasif ini bersifat spontan. Difusi dan osmosis

    merupakan contoh dari transpor pasif. Contoh

    molekul yang berpindah dengan transpor pasif

    ialah air dan glukosa. Transpor pasif air dilakukan

    lipid bilayer dan transpor pasif glukosa terfasilitasi

    transporter. Ion polar berdifusi dengan bantuan

    protein transpor.

  • 1.Difusi adalah gerakan molekul dari suatu daerah

    dengan konsentrasi yang tinggi ke daerah lain

    dengan konsentrasi lebih rendah yang disebabkan

    oleh energi kinetik molekul-molekul tersebut.

    Kecepatan difusi melalui membran sel tergantung

    pada perbedaan konsentrasi, ukuran molekul,

    muatan, daya larut partikel-partikel dalam lipid

    dan suhu.

  • Proses difusi

    Pergerakan zat terlarut dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi

    rendah

    Transpor pasif : tidak memerlukan energi

  • 2. Osmosis adalah difusi dari tiap pelarut melalui

    suatu selaput yang permeabel secara diferensial.

    Pelarut universal adalah air. Jadi, dapat dikatakan

    bahwa osmosis adalah difusi air melalui selaput

    yang permeabel secara diferensial dari pelarut

    berkonsentrasi tinggi (banyak air) ke pelarut yang

    berkonsentrasi rendah (sedikit air). Proses osmosis

    akan berhenti jika konsentrasi di dalam dan di luar

    sel telah seimbang.

  • Difusi air dari konsentrasi air tinggi ke konsentrasi air rendah

    melalui membran semipermeabe

  • 2.Transpor Aktif

    Transpor aktif merupakan kebalikan dari transpor pasif dan bersifat tidak spontan. Arah perpindahan dari transpor ini melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif membutuhkan bantuan dari beberapa protein. Contoh protein yang terlibat dalam transpor aktif ialah channel protein dan carrier protein, serta ionofor. Ionofor merupakan antibiotik yang menginduksi transpor ion melalui membran sel maupun membran buatan.

    Molekul gula dan asam amino diangkut secara aktif ke dalam sel menggunakan energi. Energi ini di peroleh dari gradien konsentrasi Na+ yang terjadi pada pengangkutan natrium-kalium. Dengan bantuan suatu protein transpor khusus, molekul glukosa dan ion natrium masuk ke dalam sel bersama-sama.

  • Molekul-molekul dapat bergerak melawan gradien konsentrasi

    Perubahan bentuk, mentransport solute dari satu sisi membran ke yang lainnya

    conformational change

    ATP

    low

    high

  • Dinding sel adalah lapisan yang mengelilingi

    beberapa jenis sel. Dinding sel strukturnya kuat,

    fleksibel, namun terkadang kaku. Dinding sel

    terletak di luar membran sel dan melindungi sel,

    disamping bertindak sebagai penyaring. Fungsi

    utama dari dinding sel adalah sebagai penahan

    tekanan berlebihan ketika air memasuki sel.

    Dinding sel ditemukan pada sel tumbuhan, bakteri,

    jamur, alga, dan beberapa archaebacteria. Sel

    hewan dan protozoa tidak memiliki dinding sel.

  • Dinding sel menyebabkan sel tidak dapat

    bergerak dan berkembang bebas, layaknya sel

    tumbuhan. Namun demikian, hal ini berakibat

    positif karena dinding-dinding sel dapat

    memberikan dukungan, perlindungan dan

    penyaring (filter) bagi struktur dan fungsi sel sendiri.

    Dinding sel mencegah kelebihan air yang masuk

    ke dalam sel.

  • 1. Struktur Dinding Sel

    Dinding sel memberikan kekakuan dan kekuatan

    pada sel, serta memberikan perlindungan

    terhadap tekanan mekanik. Dalam organisme

    multiseluler, sifat ini memungkinkan organisme

    untuk melakukan morphogenesis. Dinding sel juga

    membatasi masuknya molekul yang mungkin

    beracun bagi sel. Hal ini memungkinkan

    penciptaan lingkungan osmosis yang stabil

    dengan mencegah osmosis lisis dan menahan air.

    Komposisi, sifat, dan bentuk dinding sel mungkin

    berubah selama siklus sel dan tergantung pada

    kondisi pertumbuhannya.

  • Kekakuan Dinding Sel

    Kekakuan dindng sel seringkali berlebihan. Dalam

    kebanyakan sel, dinding sel bersifat fleksibel. Ini

    berarti bahwa dinding sel dapat membungkuk

    daripada menjaga bentuk yang tetap, tetapi

    memiliki kekuatan menarik yang cukup. Kekakuan

    ini diciptakan oleh tekanan turgor hidrolik.

    Fleksibilitas dinding sel terlihat ketika tumbuhan

    layu, sehingga batang dan daun mulai terkulai. Ini

    disebabkan karena dinding sel kekurangan air.

  • Permeabilitas

    Kebanyakan dinding sel pada tumbuhan adalah

    semi permeabel dan memberikan akses terhadap

    molekul yang kecil dan protein kecil. Nutrisi

    penting, khususnya air dan karbon dioksida,

    didistribusikan di seluruh tumbuha

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended