Home >Documents >Definisi Persediaan Metode Jenis Fungsi Persediaan

Definisi Persediaan Metode Jenis Fungsi Persediaan

Date post:16-Sep-2015
Category:
View:61 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Description:
Persediaan
Transcript:
  • BAB II

    LANDASAN TEORITIS

    A. Pengertian, Fungsi, dan Jenis Persediaan

    1. Pengertian Persediaan

    Persediaan merupakan salah satu aktiva yang paling aktif dalam operasi

    kegiatan perusahaaan dagang. Sebagaian besar sumber daya perusahaan acap kali

    diinvestasikan dalam bentuk barang-barang yang dibeli atau diproduksi. Biaya

    barang-barang ini harus dicatat, dikelompokkan, dan diikhtisarikan selama

    periode akuntasi. Pada akhir periode, biaya dialokasikan di antara aktifitas periode

    berjalan dan aktifitas periode mendatang, yaitu di antara barang-barang yang

    berada dalam persediaan untuk dijual periode mendatang.

    Persediaan juga merupakan aktiva lancar terbesar dari perusahaan

    manufaktur maupun dagang. Pengaruh persediaan terhadap laba lebih mudah

    terlihat ketika kegiatan bisnis berfluktuasi. Selama iklim usaha baik, penjualan

    menjadi tinggi dan persediaan bergerak lebih cepat dari pembelian ke penjualan.

    Namun ketika kondisi ekonomi menurun, tingkat penjualan juga menjadi

    menurun, persediaan bertumpukdan perlu dilakukan penjualan meskipun

    mengalami kerugian. Untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai

    persediaan, pada bagian ini diberikan batasan maupun criteria mengenai

    pengertian persediaan.

    Universitas Sumatera Utara

  • Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan

    (PSAK) No.14 (2007:14.3) mengemukakan bahwa:

    Persediaan adalah asset: a. Tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal b. Dalam proses produksi dan atau dalam perjalanaan; atau, c. Dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan

    dalam proses produksi atau pemberian jasa.

    Dalam perusahaan tertentu seperti perusahaan yang membuat perumahan

    real estate yang kegiatannya membangun rumah untuk dijual, maka rumah yang

    belum terjual merupakan persediaan baginya. Sedangkan bagi pihak lain yang

    membelinya untuk dihuni atau digunakan untuk kegiatan bisnis lain rumah

    tersebut adalah suatu aktiva tetap.

    Menurut Skousen, Stice, Stice (2004:653), Persediaan ditujukan untuk

    barang-barang yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan bisnis normal, dan dalam

    kasus perusahaan manufaktur, maka kata ini ditujukan untuk barang dalam proses

    produksi atau yang ditempatkan dalam kegiatan produksi. Kieso, Weygandt,

    Warfield (2002:443) mengatakan bahwa persediaan (invertory) adalah pos-pos

    aktiva yang dimiliki untuk dijual dalam operasi bisnis normal atau barang yang

    akan digunakan atau dikonsumsi dalam memproduksi barang yang akan dijual.

    Pendapat Warren, Reeve, Fess (2005:440) mengatakan bahwa persediaan adalah

    barang dagang yang disimpan untuk kemudian dijual dalam operasi bisnis

    perusahaan, dan bahan yang digunakan dalam proses produksi atau yang disimpan

    untuk tujuan itu. Persedian yang diperoleh perusahaan dan langsung dijual

    kembali tanpa mengalami proses produksi selanjutnya disebut persediaan barang

    dagang.

    Universitas Sumatera Utara

  • 2. Fungsi Persediaan

    Rangkuti (2004:15) mengatakan bahwa fungsi persediaan adalah:

    a. Fungsi Decoupling Adalah persediaan yang memungkinkan perusahaan dapat memenuhi permintaan pelangggan tanpa tergantung pada supplier. Persediaan barang mentah diadakan agar perusahaan tidak akan sepenuhnya tergantung pada pengadaannya dalam hal kuantitas dan waktu pengiriman. Persediaan barang dalam proses diadakan agar departemen-departemen dan proses-proses individual perusahaan terjaga kebebasannya. Persediaan barang jadi diperlukan untuk memenuhi permintaan produk yang tidak pasti dari para pelanggan. Persediaaan yang diadakan untuk menghadapai fluktuasi permintaan konsumen yang tidak dapat diperkirakan atau diramalkan disebut fluctuation stock

    b. Fungsi Economic Lot Sizing Persediaan lot size ini perlu pertimbangan penghematan atau potongan pembelian, biaya pengangkutan per unit menjadi lebih murah dan sebagainya. Hal ini disebabkan perusahaan melakukan pembelian dalam kuantitas yang lebih besar dibandingkan biaya-biaya yang timbul karena besarnya persediaan (biaya sewa gudang, investasi, risiko, dan sebagainya).

    c. Fungsi Antisipasi Apabila perusahaan menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diperkirakan dan diramalkan berdasar pengalamana atau data-data masa lalu, yaitu permintaan musiman. Dalam hal ini perusahaan dapat mengadakan permintaan musiman (seasional invertories). Di samping itu perusahaan juga sering menghadapi ketidakpastian jangka waktu pengiriman dan permintaan barang-barang selama periode tertentu. Dalam ini perusahaan memerlukan persediaan ekstra yang disebut persediaan pengaman (safety stock/invertories).

    3. Jenis-Jenis Persediaaan

    Katareristik dari barang yang diklasifikasikan sebagai persediaan sangat

    bervariasi terhadap jenis usaha. Secara umum perusahaan dapat dikelompokkan

    menjadi tiga jenis, yaitu perusahaan jasa, perusahaan dagang, dan perusahaan

    manufaktur. Oleh karena itu, jenis-jenis persediaan pada ketiga perusahaan

    tersebut berbeda.

    Universitas Sumatera Utara

  • a. Jenis-jenis Persediaan menurut Fungsinya seperti yang dinyatakan oleh

    Rangkuti (2004:7):

    1) Batch Stock/Lot Size Invertory Persediaan yang diadakan karena kita membeli atau membuat bahan-bahan atau barang-barang dalam jumlah yang lebih besar daripada jumlah yang dibutuhkan pada saat itu. Keuntungannya: a). Potongan harga pada harga pembelian b). Efisiensi produksi c). Penghematan biaya angkutan

    2) Fluctuation Stock Persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan konsumen yang tidak dapat diramalkan,

    3) Anticipation Stock Persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diramalkan, berdasarkan pola musiman yang terdapat dalam satu tahun dan untuk menghadapi peggunaan, perjualan, atau permintaan yang meningkat.

    b. Jenis-jenis Persediaan menurut Jenis dan Posisi Barang seperti

    yang dinyatakan oleh Dyckman, Dukes, Davis (2000:377):

    1. Persediaan Barang Dagangan (Merchandise Invertory) Barang yang ada digudang (goods on hand) dibeli oleh pengecer atau perusahaan perdagangan seperti importir atau eksportir dan eksportir untuk dijual kembali. Biasanya, barang yang diperoleh untuk dijual kembali secara fisik tidak diubah oleh perusahaan pembeli; barang-barang tersebut tetap dalam bentuk yang telah jadi ketika meninggalkan pabrik pembuatnya. Dalam beberapa hal, dapat terjadi beberapa komponen dibeli untuk kemudian dirakit menjadi barang jadi. Misalnya, sepeda yang dirakit jadi kerangka, roda, gir, dan sebagainya serta dijual oelh pengecer sepeda adalah salah satu contoh,

    2. Persediaan Manufaktur (Manufacturing Invertory) Persediaan gabungan dari entitas manufaktur, yang terdiri dari: a). Persediaan Bahan Baku Barang yang berwujud dibeli atau diperoleh dengan cara lain

    (misalnya, dengan menambang) dan disimpan untuk peggunaan langsung dalam membuat barang untuk diual kembali. Bagian atau suku cadang yang diproduksi sebelum digunakan kadang-kadang diklasifikasikan sebagi persediaan komponen suku cadang,

    b). Persediaan Barang Dalam Proses

    Universitas Sumatera Utara

  • Barang-barang yang membutuhkan pemrosesan lebih lanjut sebelum penyelesaian dan penjualan. Barang dalam proses, juga disebut persediaan barang dalam proses, meliputi biaya bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan alokasi biaya overhead pabrik yang terjadi sampai tanggal tersebut.

    c). Persediaan Barang Jadi Barang-barang manufaktur yang telah diselesaikan dan

    disimpan untuk dijual. Biaya persediaan barang jadi meliputi biaya bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan alokasi biaya overhead pebrik yang berkaitan dengan manufaktur,

    d). Persediaan Perlengkapan Manufaktur Barang-barang seperti minyak pelumas untuk mesin-mesin

    bahan pembersih, dan barang lainnya yang merupakan bagian yang kurang penting dari produk jadi,

    3). Persediaan rupa-rupa Barang-barang seperti perlengkapan kantor, kebersihaan, dan

    pengiriman. Persediaan jenis ini biasanya digunakan segera dan biasanya dicatatan sebagai beban penjualan dan umum (selling or general expenses) ketika dibeli.

    B. Biaya-Biaya Yang Berhubungan Dengan Persediaan

    Mulyadi (2002:8) mengatakan biaya dalam arti luas adalah pengorbanan

    sumber ekonomi, yang ditukar dalam satuan uang,yang telah terjadi untuk tujuan

    tertentu.

    4 unsur pokok dalam defenisi biaya tersebut adalah:

    1. Biaya merupakan pegorbanan sumber ekonomi

    2. Diukur dalam satuan uang

    3. Yang telah terjadi atau yang secara potensial akan terjadi.

    4. Pengorbanan tersebut untuk tujuan tertentu.

    Biaya persediaan meliputi semua biaya pembelian, biaya produksi dan

    biaya lainnya yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan tempat

    yang siap untuk dijual, dipakai. Biaya persediaan sering dikatakan atau diartikan

    sebagai harga pokok persediaan.

    Universitas Sumatera Utara

  • Pembelian

    Biaya pembelian meliputi harga pembelian, bea masuk/pajak lainnya,

    biaya pengangkutan dan lain-lain. Adapun yang mempengaruhi biaya pembelian

    adalah:

    Biaya pemesanan, yaitu biaya-biaya yang terjadi dalam rangka

    melaksanakan kegiatan pemesanan bahan.

    Diskon dagang, yaitu suatu potongan yang merupakan suatu cara untuk

    menentukan berapa sebenarnya harga yang harus di bayar oleh

    pembeli. Potongan pembelian, yaitu potongan yang diperoleh oleh

    pembeli apabila ia mampu membayar faktur terhutang atas pembelian

    tersebut sebelum masa potongan berakhir.

    Retur pembelian, timbul karena barang yang diterima rusak at

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended