Das Kalimas

Date post:24-Nov-2015
Category:
View:30 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Transcript:

TUGAS MANAJEMEN DAERAH ALIRAN SUNGAIPERMASALAHAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI KALIMAS SURABAYA

Anggota Kelompok :1. Fangga Ratama Camada1150402011110742. Anam Prasetiyo1150402011112243. Bagas Septya Pradana1150402011110434. Iffatur Rokhmaniyah1150402001110345. Filiyah1150402001110766. Serlly Hardianita1150402001111867. Nanik Yuliana1150402001110598. Ayu Aisah1150402011112219. Amelia Anggraini10504020011111310. Fina Lutfiyanah105040201111090Kelas : D

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGIFAKULTAS PERTANIANUNIVERSITAS BRAWIJAYAMALANG2014

I. KONDISI UMUM DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KALIMAS SURABAYA SERTA PERMASALAHAN YANG TERJADIWilayah Sungai Kali Brantas mempunyai luas cacthment area sebesar 14.103 km2 yang secara administratif melintasi 15 Kabupaten/Kota dengan total panjang sungai + 320 km. Jumlah curah hujan rata-rata mencapai 2.000 mm/tahun dan dari jumlah tersebut sekitar 85% jatuh pada musim hujan. Potensi air permukaan per tahun rata-rata 11,7 milyar m3. Potensi yang termanfaatkan sebesar 2,6 - 3 milyar m3/tahun.Penduduk yang tinggal di wilayah sungai Kali Brantas mencapai 15,5 juta orang (2004) atau 42,8% dari penduduk Jawa Timur dan mempunyai kepadatan ratarata 989 orang/km2 atau 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jawa Timur. WS Kali Brantas mempunyai peran yang cukup besar dalam menunjang propinsi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional. Pada tahun 1994 - 1997, propinsi Jawa Timur memberikan kontribusi lebih dari 2 juta ton beras/tahun atau sebesar 25% dari stok pangan nasional. Pengembangan Wilayah sungai Kali Brantas dimulai tahun 1961 yang dilakukan dengan pendekatan yang terencana, terpadu, menyeluruh, berkesinambungan dan berwawasan lingkungan serta dengan sistem pengelolaan terpadu berlandaskan pengertian bahwa WS merupakan satu kesatuan hidrologis (satu sungai, satu rencana, satu manajemen terpadu atau one river, one plan, one integrated management).Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Brantas berbentuk trapesium dengan jumlah sub DAS sebanyak 32 buah. Morfologi sungai Kali Brantas mulai sungai di pegunungan, sungai di daerah transisi, sampai sungai di pedataran atau daerah pasang surut, mempunyai perubahan morfologi. Morfologi sungai di daerah pegunungan memiliki tebing sungai yang tinggi dengan kemiringan dasar sungai besar (curam), untuk daerah transisi/tengah mempunyai kemiringan dasar agak lebar dengan tebing sungai agak rendah, sedangkan di daerah pedataran mempunyai kemiringan dasar yang landai serta tebing sungai yang rendah.Kali Brantas yang mengalir dari sumbernya menuju ke selatan kemudian ke barat dan ke utara menuju selat Madura, merupakan salah satu sumber air terbesar di Jawa Timur. Kali Brantas di bagian hilir terpecah menjadi dua sungai membentuk suatu delta yang dikenal sebagai Delta Brantas. Dua sungai tersebut adalah Kali Porong di sebelah selatan dan Kali Surabaya di sebelah utara. Untuk keperluan irigasi Delta Brantas telah di bangun dua saluran utama yaitu saluran Porong di sebelah selatan dan saluran Mangetan di sebelah utara.Kali Surabaya merupakan sumber air yang cukup penting bagi kota Surabaya dan sekitarnya. Air dari Kali Surabaya digunakan untuk berbagai keperluan seperti irigasi, air minum, air industri dan penggelontoran. Kali Surabaya di daerah Wonokromo kembali terpecah menjadi dua yaitu Kali Mas yang membelah kota Surabaya serta Kali Wonokromo.Sebagai salah satu sumber air minum, maka Kali Mas diharapkan memenuhi standar mutu kualitas air baku kelas B. Tetapi masalah utama yang timbul adalah rendahnya kualitas air Kali Mas diantaranya tingkat COD yang tinggi mencapai rata-rata 20 mg/l melebihi ambang batas kelas B ( 10 mg/l ). Hal ini disebabkan banyaknya industri di sepanjang sungai yang menbuang limbahnya ke Kali Mas, padatnya pemukiman penduduk, terbatasnya debit pada musim kemarau dan kurangnya tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai. Prosentasi terbesar kontribusi pencemar berasal dari limbah industri. Sekitar 70 buah industri berlokasi di daerah aliran Kali Mas dan sekitar 40 buah diantaranya dianggap potensial sebagai sumber pencemaran. Kali Mas merupakan sumber air yang sangat penting bagi kota Surabaya dan daerah di sepanjang Kali tersebut. Di musim hujan, banjir dari DAS Kali Surabaya sangat besar sehingga memasuki di Surabaya sungai ini di pecah menjadi dua untuk menghindari banjir di Surabaya. Sugai utama menuju ke utara dengan nama Kali Mas dan sungai yang mengalirkan banjir menuju ke pantai timur dinamakan Kali Wonokromo. Sesuai dengan peruntukanya, menurut SK Gubernur Kepala Daerah Jawa Timur N0.413 Th. 1997, Kali Mas salah satu sumber air minum, di harapkan memenuhi standar mutu kwalitas air baku kelas B. Tetapi air ini mengandung kontaminan alami yang berasal dari erosi dan suspense pada tanah dan sedimen, padatnya industri di sepanjang sungai yang membuang air limbahnya ke Kali Mas, padatnya permukiman penduduk, serta kurangnya kesadaran mastyarakat dalam menjaga kebersihan sungai menyebabkan kualitas air baku melebihi ambang batas yang telah di tentukan. Terutama pada musim kemarau dimana debit air terbatas, bendungan di hulu dapat mencapai debit terendah sebesar 4 m/s selama 1 bulan, kondisi ini menyebabkan semakin menurunnya kapasitas purifikasi dan pengenceran di Kali Mas.II. PROFIL MASALAH DAS KALIMASKOMPONEN DASMASALAHKEGIATAN UTAMA / SEKTORLOKASI DI DAS STAKEHOLDERS*

Konservasi biodiversitas dan ekowisata Akan di buat wisata penelusuran kota dengan menggunakan perahu/kapal kecilSungai Kalimas SurabayaPemerintah dan instansi terkait

Konservasi tanah dan air Air keruh dan adanya sedimentasiSungai Kalimas SurabayaPemerintah dan masyarakat

Tataguna lahan Banyak bangunan baru di sekitar sungaiSungai Kalimas SurabayaPemerintah dan instansi terkait

Pertanaman Kurangnya jenis tanaman di sekitar sungaiMenanami tanaman dengan jenis sedikitSungai Kalimas SurabayaPemerintah dan masyarakat

Kualitas air Air sungai keruh akibat pembuangan limbah cair Pinggiran sungai terdapat pabrik dan rumah wargaSungai Kalimas SurabayaMasyarakat setempat , juga pihak dari perusahaan, dan pemerintah.

Ketersediaan air Kurang tercukupi air bersihSaluran air mengalir air yang keruhSungai Kalimas SurabayaPemerintah , masyarakat, dan instansi terkait

Ternak dan Perikanan Variasi ikan yang sedikit dan ketersediaan terus di ambilBanyak pemancing dan nelayanSungai Kalimas SurabayaPemerintah, masyarakat, dan instansi terkait

Institusi / Kelembagaan Pemerintah kurang pengawasan dan juga permudahan perijinan institusi dalam pembangunan proyek.Sungai Kalimas SurabayaPemerintah dan instansi terkait

Sosekbud Kebudayaan masyarakat setempat berubah tidak mencintai lingkunganSungai Kalimas SurabayaMasyarakat dan pemerintah

III. ANALISIS PENYEBAB MASALAH SERTA SOLUSI DARI MASALAHPendirian bangunan disepanjang daerah aliran sungai, yang dampaknya menimbulkan pencemaran oleh aktifitas pembuangan limbah cair ke sungaiKali Mas atau biasa di sebut kali surabaya merupakan subdas bagian hilir dari Sungai Brantas yang secara langsung membelah kawasan kota Surabaya. Karena keadaannya yang membelah surabaya, kali mas ini menjadi sumber utama bagi beberapa instansi untuk memanfaatkannya antara lain PDAM Surabaya dan beberapa industri di sepanjang Kali Surabaya ini. Mengingat fungsi dan peranan yang penting, perlu dilakukan usaha untuk menjaga air kali mas ini dari pencemaran. Pada tahun 2000 yang lalu, Perum Jasa Tirta melakukan kajian terhadap kualitas dan tingkat pencemaran air kali mas ini. Hasil yang didapat, menunjukkan sumber pencemaran terbesar berasal dari limbah cair domestik dengan kontribusi 87%, sedangkan sisanya berasal dari limbah cair industri. Sementara data yang dipaparkan oleh BLH (Badan Lingkungan Hidup) tahun 2010, menjelaskan kandungan COD (chemical oxygen demand) yang ada pada kali mas sebesar 20ppm yang normalnya 10ppm, kandungan BOD (biochemical oxygen demand) normalnya 2ppm sedangkan dikali mas 5ppm serta kandungan DO berada dibawah angka 4 yang harusnya diatasnya. Data lain yang disampaikan BTKL (Balai Teknik Kesehatan Lingkungan) Jatim menyebutkan kandungan deterjen air di Kali Mas kini mencapai 1,52 mg/liter dan zat kimia lain, seperti timbal (Pb) sebesar 3,005 ppm, dan logam berat (Hg) sebesar 0,518 ppm. Jika dibandingkan dengan standar WHO yakni 2,0 ppm (Pb) dan 0,5 ppm (Hg), maka tingkat pencemaran air di Kali Mas Surabaya sudah melebihi ambang batas Melihat permasalahan yang tinggi terkait pencemaran limbah domestik dan industri yang terjadi di kali mas, perlu dilakukan upaya pengendalian yang bersifat objektif. Beberapa pengendalian yang dapat dilakukan diantaranya, penerapan peraturan pemerintah terkait pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air yang dilakukan tegas dan nyata terhadap pelanggaran (pembuangan limbah kesungai, ijin mendirikan bangunan sekitar aliran sungai dan sebagainya) yang terjadi dilapangan. Langkah yang tidak kalah pentinyan perlu adanya sinergitas diantara Pemerintah Kota Surabaya dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna memperbaiki kualitas air sungai (terutama Kali Surabaya) agar kualitas air yang menjadi pasokan bahan baku air PDAM. Beberapa pilihan pemecahan masalah yang dapat dilakukan dan menjadi bahan pertimbangan diantaranya: Ada political will yang baik dari Pemerintah Daerah setempat untuk memulai merancang program Kali Bersih dengan segala sumber daya yang mampu digunakan; Menganggarkan dana yang relatif besar untuk mengawali program; Program ini tidak hanya menitik beratkan pada sisi fisiknya saja oleh karena itu handaknya dirancang dan dipersiapkan aspek sosialnya. Aspek sosial ini berupa penyuluhan dan pendekatan pada masyarakat sehingga kesadaran untuk membersihkan sungai dan menjaganya supaya tetap bersih. Pemasaran sosial dan menggerakkan kesadaran serta inisiatif warga sampai di Pemerintahan tingkat Kelurahan dan diteruskan oleh RW/RT ini cukup penting diupayakan. Secara hist

Embed Size (px)
Recommended