Home >Documents >Daniel Goleman EQ 1

Daniel Goleman EQ 1

Date post:24-Nov-2015
Category:
View:30 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 61

    BAB III

    PEMIKIRAN DANIEL GOLEMAN TENTANG KONSEP EMOSIONAL

    QUOTIENT (EQ)

    3.1 Biografi dan Karir Intelektual

    Daniel Goleman sering mengajar kelompok-kelompok peserta bisnis,

    kaum profesional dan juga mengajar di kampus-kampus universitas, seorang

    psikolog, yang telah menulis banyak pengetahuan mengenai kecerdasan dan

    prilaku di majalah New York Times selama bertahun-tahun, Dr. Goleman

    dulunya adalah salah seorang anggota pengunjung fakultas di Hardvard, dan ia

    seorang wartawan di surat kabar New York Times

    Goleman, Ph.D., meliput ilmu-ilmu prilaku dan otak pada The New York

    Times dan artikel-artikelnya dimuat di seluruh dunia dalam sindikasi surat kabar

    ini. Ia pernah mengajar di Hardvard (tempat ia meraih gelar Ph.D.-nya) dan

    pernah menjadi editor senior di Psychology Today. Buku-bukunya telah

    diterbitkan adalah Vital Lies, Simple Truth; The Meditative Mind; Emotional

    Intelligence, Working With Emotional Intelligence; dan menjadi penulis

    pendamping buku The Creative Spirit, dan buku terbarunya adalah Primal

    LeadershipRealizing The Power of Emotional Intelligence menelaah masalah

    peran penting kecerdasan emosi dalam kepemimpinan. Karya-karyanya termasuk

    menjadi salah satu penjualan terlaris dalam satu daftar New York Times

    selama 1,5 tahun dengan lebih dari 5 juta cetakan eksemplar di seluruh dunia.

    Buku-buku tersebut telah menduduki peringkat penjualan terlaris hampir seluruh

  • 62

    benua Eropa, Asia dan Amerika Latin, dan telah diterjemahkan kedalam kurang

    lebih 30 bahasa.

    Dr. Goleman termasuk salah seorang pendiri pembelajaran Collaborative

    untuk kampus. Pembelajaran Sosial dan Emosi di Universitas Yale Pusat Studi

    Anak (sekarang di Universitas Illionis Chicago); dengan misi untuk membantu

    sekolah-sekolah memperkenalkan pelajaran-pelajaran literasi emosi. Satu

    kelebihan dari dampak pembelajaran Collaborative adalah bahwasannya ribuan

    sekolah di seluruh dunia telah mulai mengaplikasikan program-program tersebut.

    Goleman adalah mantan ketua suatu perkumpulan penelitian mengenai

    kecerdasan emosi dalam organisasi-organisasi, yang sesuai dengan sekolah-

    sekolah lulusan psikologi penerapan dan profesional di Universitas Rutgers yang

    merekomendasikan praktek-praktek terbaik dalam mengembangkan kompetensi

    emosi. Pada tahun 2003 ia menerbitkan Destructive Emotins (emosi-emosi yang

    merusak), yaitu sejumlah dialog ilmiah antara Dalai Lama dan Kelompok

    Psikolog, ahli saraf dan para filosof. Ia adalah salah seorang anggota dewan

    komisaris Institut Mind and Life yang mensponsori serial yang sedang

    berlangsung dalam dialog-dialog tersebut dan membantu penelitian yang relevan.

    Goleman telah menerima banyak penghargaan jurnalistik untuk karya-

    karya tulisan, termasuk 2 nominasi penghargaan Pulitzer untuk artikel-

    artikelnya di majalah Times dan sebuah penghargaan Career Achievement

    (prestasi karir) untuk jurnalistik dari Asosiasi Psikologi Amerika. Dalam

    pengenalan terhadap usaha-usahanya untuk mengkomunikasikan ilmu-ilmu

  • 63

    pengetahuan sikap kepada publik, ia telah terpilih menjadi seorang anggota

    persekutuan Amerika untuk ilmu pengetahuan yang tinggi.

    Goleman lahir di Stockton California, Dr. Goleman masuk di Universitas

    Amherst, dimana ia menjadi sarjana Alfred P. Sloan, dan ia lulus dengan

    predikat cum laude. Pendidikan S2 dan S3-nya diperoleh di Hardvard, dimana ia

    menjadi seorang anggota Ford, dan ia mendapat gelar MA dan Ph.D untuk

    mengembangkan klinik psikologi dan personaliti. Sekarang Dr. Goleman tinggal

    di Berkshires Massachusetts bersama istrinya Tara Bennet Goleman, seorang

    ahli psikoterapi. Ia mempunyai dua anak yang sudah dewasa.

    3.2 Karya Pemikiran Daniel Goleman

    3.2.1 Working With Emotional Intelligence (Kecerdasan Emosi Untuk

    Mencapai Puncak Prestasi)

    Dalam karya ini mengubah kerangka pikir untuk mengenal

    karierdan bagiamana bisnis memahami prioritas krusial-nya

    Goleman mendefinisikan kembali ukuran berhasil dalam pekerjaan.

    Dengan akses yang tak terbatas ke para pelaku bisnis utama di

    seluruh dunia, dan juga penelitian yang dilakukan di lebih dari 500

    perusahaan, Goleman mendapatkan gambaran mengenai ketrampilan

    yang dimiliki oleh para bintang kinerja di segala bidang, yang membuat

    mereka berbeda dari yang lainnya. Dari pekerjaan tingkat bawah sampai

    posisi eksekutif, faktor satu-satunya yang paling penting bukanlah IQ,

  • 64

    pendidikan tinggi, atau ketrampilan teknis. Yang paling penting adalah

    kecerdasan emosi.

    Kesadaran diri, kepercayaan diri, dan pengendalian diri;

    komitmen dan integritas; kemampuan berkomunikasi dan mempengaruhi;

    berinisiatif dan meneima perubahan. Goleman memperlihatkan bahwa

    kemampuan-kemampuan ini dinilai paling tinggi dalam pasar kerja masa

    kini. Semakin tinggi anak tangga kepemimpinan yang Anda daki,

    semakin penting semua aspek kecerdasan emosi, dan sering menentukan

    siapa dipekerjakan dan siapa dipecat, siapa ditinggalkan dan siapa

    dipromosikan.

    Bintang kinerja menonjol bukan hanya karena prestasi

    kepribadiannya sendiri tetapi juga karena mampu bekerja sama dengan

    dengan baik dalam tim dan dengan masyarakat. Mereka

    memaksimumkan produktivitas kelompok. Mereka yang tak dapat

    bekerja sama atau gampang meledak tak mampu mengelola perubahan

    atau konflik dan dapat meracuni seluruh perusahaan.

    Kabar baiknya adalah, seperti yang dibuktikan oleh penelitian

    mengenai ilmu-ilmu otak dan tingkah laku manusia, kita semua memiliki

    potensi untuk memperbaiki kecerdasan emosi pada setiap jenjang karier

    kita. Goleman memberikan petunjuk yang spesifik dan ilmiah untuk

    menumbuhkan kemampuan yang sangat berharga inidan juga

  • 65

    menerangkan mengapa begitu banyak pelatihan perusahaan yang

    konvensional hanya buang-buang waktu.

    3.2.2 Emotional Intelligence (Keceradasan Emosional, Mengapa EI Lebih

    Penting Daripada IQ)

    Dengan memanfaatkan penelitian yang menggemparkan tentang

    otak dan perilaku, Goleman memperlihatkan faktor-faktor yang terkait

    mengapa orang yang berIQ tinggi gagal dan ber-IQ sedang-sedang

    menjadi sangat sukses. Faktor-faktor ini mengacu pada suatu cara lain

    untuk menjadi cerdascara yang disebutnya kecerdasan emosional.

    Kecerdasan emosional mencakup kesadaran diri dan kendali dorongan

    hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri, empati dan kecakapan sosial.

    Ini merupakan ciri-ciri yang menandai orang-orang yang

    menonjol dalam kehidupan nyata: yang memiliki hubungan dekat yang

    hangat, yang menjadi bintang di tempat kerjanya. Ini juga merupakan

    ciri-ciri utama karakter dan disiplin diri, altruisme dan belas kasih

    kemampuan-kemampuan dasar yang dibutuhkan apabila kita

    mengharapkan terciptanya masyarakat yang sejahtera.

    Sebagaimana yang dianjurkan oleh Goleman, kerugian pribadi

    akibat rendahnya kecerdasan emosional dapat berkisar mulai dari

    kesulitan perkawinan dan mendidik anak hingga ke buruknya kesehatan

    jasmani. (Penelitian baru memperlihatkan bahwa resiko besar bagi

  • 66

    kesehatan seperti halnya merokok berantai). Rendahnya kecerdasan

    emosional dapat menghambat pertimbangan intelektual dan

    menghancurkan karier. Barangkali kerugian terbesar diderita oleh oleh

    anak-anak, yang mungkin dapat terjerumus dalam resiko terserang

    depresi, gangguan makan dan kehamilan yang tak diinginkan, agresivitas

    serta kejahatan dengan kekerasan.

    Tetapi, yang menggembirakan adalah bahwa kecerdasan

    emosional tidaklah ditentukan sejak lahir. Argumen Goleman didasarkan

    pada sintesis yang benar-benar orisinal dari penelitian terbaru, termasuk

    pengetahuan baru mengenai arsitektur otak yang melandasi emosi dan

    rasionalitas. Dengan cermat ia memperlihatkan bagaimana kecerdasan

    emosional dapat dipupuk dan diperkuat dalam diri kita semua. Dan,

    karena pelajaran-pelajaran emosional yang diperoleh seorang anak akan

    membentuk sirkuit otaknya, Goleman memberikan pedoman mendetail

    tentang bagaimana orang tua dan sekolah-sekolah dapat memanfaatkan

    kesempatan emas masa kanak-kanak itu dengan sebaik-baiknya. Pesan

    buku yang membuka persepektif baru ini yang harus kita camkan dalam

    hati: kehidupan normal yang sejati bagi sebuah masyarakat harus

    mengukur kecerdasan emosional. Daniel Goleman menawarkan suatu

    pandangan baru terhadap keunggulan dan kurikulum baru yang penting

    bagi kehidupan yang dapat mengubah masa depan kita dan anak-anak

    kita.

  • 67

    3.2.3 Primal LeadershipRealizing The Power of Emotional Intelligence

    Dalam buku ini Menelaah masalah peran penting kecerdasan

    emosi dalam kepemimpinan. Karya-karyanya termasuk menjadi salah

    satu penjualan terlaris dalam satu daftar New York Times selama 1,5

    tahun dengan lebih dari 5 juta cetakan eksemplar di seluruh dunia. Buku-

    buku tersebut telah menduduki peringkat penjualan terlaris hampir

    seluruh benua Eropa, Asia dan Amerika Latin, dan telah diterjemahkan

    kedalam kurang lebih 30 bahasa.

    3.3 Konsep Daniel Goleman Tentang Emosional Quotient (EQ)

    3.3.1 Pengertian EQ Menurut Daniel Goleman

    Kata yang selalu merujuk dalam pembahasan ini adalah emosi,

    istilah yang makna tepatnya masih membingungkan baik para ahli