Home >Education >D i s k u r s u s

D i s k u r s u s

Date post:29-Jul-2015
Category:
View:88 times
Download:5 times
Share this document with a friend
Transcript:

1. DISKURSUS 2. APA HAKIKAT DISKURSUS? 3. Saat kita berpikir dengan pola yang baik dan benar, maka bahasa yang kita gunakan akan semakin mudah dipahami oleh audiens. Sebaliknya, bila pola pikir kita tidak baik dan benar, maka bahasa yang kita hasilkan akan sulit dipahami. 4. Berbahasa dengan baik dan benar berkait dengan proses pemilihan kata, ketepatan pemilihan kata, kemampuan mengambil keputusan, dan keberanian mengambil simpulan yang benar, baik dari aspek luas dan sifat pengertiannya. 5. Dapat berbicara dengan benar jika: 1. Memiliki ilmu dan pengetahuan 2. Terbiasa berpikir logis 3. Memiliki banyak referensi 4. Terbiasa berbahasa tepat dan cermat 5. Memiliki rasa percaya diri 6. Berani menghadapi tantangan 7. Memiliki banyak pengalaman 6. Untuk menumbuhkembangkan tradisi intelektual, diskusi menjadi sarana yang paling efektif. Oleh karena itu, diskusi adalah sebuah pertemuan ilmiah. 7. HAKIKAT DISKURSUS Diskursus (diskusi) adalah suatu proses berpikir bersama untuk memahami suatu masalah, menemukan sebabmusababnya, dan mencari pemecahannya. 8. PROSES BERDISKURSUS Dalam berdiskursus mengandaikan interkomunikasi, hubungan timbalbalik, kemufakatan, dan kebersamaan. Dalam proses diskursus ada pengakuan, penghargaan, dan penerimaan akan keunikan yang lain. Berdiskursus pun mengandaikan kepekaan dan kepedulian untuk bersama-sama mengakui suatu realitas benar atau mengingkarinya. Di sinilah akan terjadi adanya sebuah dinamika dalam berpikir. 9. HASIL BERDISKURSUS Berdiskursus akan membawa manusia menuju ke pengetahuan baru dari dan berdasar pengetahuan yang sudah dimilikinya. Adanya perkembangan pemikiran dan pembaharuan sehingga lahir pengetahuan, pemikiran, keputusan, dan simpulan baru. 10. ASAS (PRINSIP) DISKURSUS Prinsip Identitas Asas identitas menunjuk sifat khas atau sifat pokok suatu realitas atau masalah. Dalam asas ini kita behwa dalam setiap realitas atau masalah mempunyai hakikat yang khas. Setiap realitas atau masalah memiliki sifat tertentu, referensi tertentu, dan identitas tertentu pula. Oleh karena itu, kita harus memahami apa yang akan kita bicarakan dengan baik dan benar. 11. Asas Kontradiktoris Asas kontradiktoris menunjuk pada isi dan luas pengertian yang berbeda dari suatu realitas atau masalah yang sama. Oleh karena itu, dalam proses diskusi pasti ada persamaan dan perbedaan pandangan dan pemikiran. Hal ini adalah hal yang wajar. 12. Asas Kemungkinan Ketiga Asas ini menunjuk bahwa dalam setiap penyimpulan kita harus mengenyampingkan sikap kompromis. Jika ada keputusan yang saling bertentangan maka hanya ada satu kemungkinan yang benar. Implikasinya, jika suatu realitas yang sama menunjuk isi dan luas pengertian yang berbeda kita hanya dapat memilih salah satu yang fakta dan obyektivitasnya benar. 13. Asas Kasualitas Asas ini menunjuk bahwa setiap realiatas atau masalah selalu mempunyai alasan terjadinya atau alasan keberadaannya. Setiap realitas atau masalah pasti ada penyebabnya. Di sinilah kita akan melihat adanya sebab-akibat dari suatu realitas atau masalah yang muncul. 14. TUJUAN BERDISKURSUS 1. Menumbuhkembangkan Tradisi Intelektual Berdiskursus dapat membuka peluang untuk saling bertukar pikiran, pandangan, pendapat, informasi, argum en, data, fakta, dan referensi. Berpikir bersama dapat membuka dan menambah cakrawala berpikir, wawasan bertambah luas, dan selalu melihat realitas atau masalah secara proporsional. 15. 2. Menyamakan Apresiasi, Visi dan Persepsi Dalam keseharian kegiatan manusia pasti adanya peluang keanekaragaman, baik yang sederhana maupun yang pragmatis. Di sinilah adanya peluang mengerti dan mau. Aspek mengerti dan mau mengimplementasikan pemahaman (apresiasi), cara pandang (persepsi), dan wawasan visi. 16. 3. Menghidupkan Kepedulian dan Kepekaan Berdiskursus dapat menghidupkan kepedulian dan kepekaan dengan sesama. Berpikir bersama kita dapat mengakui, menghargai, dan menerima pandangan dan pemikiran orang lain. 17. 4. Sarana Komunikasi dan Konsultasi Dalam proses diskusi pasti terjadi komunikasi dan konsultasi yang intens dan efektif dengan para peserta diskusi sehingga terjadi proses berpikir yang sama dalam menghadapi persoalan yang dibicarakan. 18. 5. Mengambil Keputusan dan Simpulan Keputusan adalah kegiatan intelektual yang mengakui atau mengingkari suatu realitas atau masalah. Keputusan diartikan sebagai hasil pemutusan setelah ditetapkan, dipertimbangkan, dan dipikirkan. Di sinilah kita akan melihat adanya suatu yang benar atau yang salah. Melalui keputusan inilah kita akan membuat simpulan sebagai pijakan yang akan dilakukan kemudian. 19. PERANGKAT DISKURSUS 1. 2. 3. 4. 5. 6.Ketua/Pemimpin Moderator Notulis Narasumber Pengamat/peninjau Peserta 20. PERANGKAT KERAS DISKURSUS Perangkat keras diskursus menyangkut sarana dan prasarana yang menunjang dan memperlancar terlaksananya proses diskursus. Perangkat keras diskursus meliputi: 1. Tempat 2. Alat Audio Visual 3. Diktat Materi 4. Papan Nama 5. Alat Tulis Diskursus 21. PERSYARATAN DISKURSUS Agar diskusi dapat berlangsung dengan baik, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut: 1. Pemilihan Pokok Masalah Pokok masalah, persoalan, atau topik merupakan persyaratan yang paling utama. Diskusi dapat dilakukan kalau ada permasalahan yang akan dibicarakan atau dibahas. Pokok maslah harus: aktual, menyangkut kepentingan bersama, prinsipal dan substansial, dan mendesak. 22. 2.Pemilihan Waktu Pemilihan waktu akan berkaitan dengan hari, tanggal, dan jam pelaksanaan diskursus. Penentuan waktu sering menimbulkan kendala mengingat setiap orang pasti memilki kesibukan yang beragam. Oleh karena itu, jika pemilihan waktu diambil secara bersama-sama akan meminimalkan beberapa kendala yang mungkin muncul. 23. 3. Pemilihan Tempat/Ruangan Pemilihan tempat atau ruangan disesuaikan dengan jumlah peserta dan pentingnya pembahasan masalah karena akan menyangkut kenyamanan para peserta dalam mengikuti kegiiatan diskursus. Hal ini juga akan berkaitan dengan pengaturan meja kursi, tataruang, dan dekorasi. 24. 4. Pelaksanaan Diskursus Pelaksanaan diskursus sebagai syarat terjadinya proses berpikir bersama yang melibatkan sekian pihak dalam membehas suatu maslah atau realitas. Dalam pelaksanaan diskursus memrlukan ketua, moderator, notulis, narasumber, penga mat/peninjau, dan peserta. 25. SYARAT DAN TUGAS PERANGKAT DISKURSUS 1. KETUA/PEMIMPIN DISKURSUS * Memiliki wawasan yang luas * Menguasai materi diskursus * Memahami aturan dan tatatertib * Rendah hati * Sabar dan bijaksana * Tegas dan disiplin * Menyusun dan menentukan tujuan arah diskursus * Menyiapkan sarana dan prasarana diskursus * Menyususn langkah-langkah dan tahapan pembahasan 26. 2. Moderator * Memahami aturan diskursus * Tegas dan tidak memihak * Memediasi antarpeserta * Cermat dalam memahami uraian, sanggahan, pertanyaan, dan argumentasi peserta diskursus * Teliti dalam menuliskan uraian dan argumentasi peserta diskursus. 27. 3. Notulis * Tanggap dalam memahami inti pembicaraan dari setiap peserta * Tangkas dalam menjalankan tugas-tugasnya dan menentukan inti pembicaraan para peserta * Teliti dalam mencatat segala hal dari proses jalannya pelaksanaan diskursus * Menyiapkan segala bentuk administrasi * Membuatkan resume hasil pelaksanaan diskursus.

Embed Size (px)
Recommended