Home >Documents >CSS Katarak Juni 2015

CSS Katarak Juni 2015

Date post:07-Nov-2015
Category:
View:5 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Description:
Clinical Science Session Katarak.
Transcript:

BAB I

Clinical Science Session

KATARAK

Oleh :

Aufa Azri Dany

1010312075

Amalina

1110313003

Ranti Jayanti

1110313079Pembimbing :dr. Rinda Wati, Sp.MBAGIAN ILMU KESEHATAN MATA

RSUP DR M DJAMIL PADANG

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG

2015BAB IPENDAHULUANMenurut WHO katarak merupakan penyebab utama kebutaan dan penurunan tajam penglihatan. Pada tahun 2002, katarak menyebabkan kebutaan yang irreversible terhadap 17 juta orang (47,8%) dari 37 juta populasi yang mengalami kebutaan di seluruh dunia dan di perkirakan pada tahun 2020 akan terdapat 40 juta orang yang akan mengalami kebutaan akibat katarak (American Academy of Ophtamology, 2011).Katarak timbul akibat kekeruhan pada lensa mata yang tadinya jernih, transparan dan mudah ditembus cahaya . Lensa mata yang menjadi keruh akan sulit ditembus cahaya sehingga cahaya akan sulit mencapai retina dan akan menghasilkan bayangan yang kabur pada retina (Ilyas, 2011; Jakarta Eye Center, 2004).Longitudinal Study of Catarac (LCS) menyebutkan bahwa katarak kebanyakan terjadi akibat adanya perubahan komposisi kimia lensa mata. Selain itu katarak juga berhubungan dengan pertambahan usia, kelainan kongenital, komplikasi dari penyakit mata yang lain ataupun kelainan pada sistemik dan metabolik (American Academy of Ophtamology, 2011).Patogenesis katarak belum sepenuhnya dimengerti. Walau demikian, pada lensa katarak secara karakteristik terdapat agregat-agregat protein yang dapat meghamburkan berkas cahaya dan mengurangi transparansinya. Perubahan protein lainnya akan mengakibatkan perubahan warna lensa menjadi kuning atau coklat. Temuan tambahan mungkin berupa vesikel diantara serat-serat lensa atau migrasi sel epitel dan pembesaran sel-sel epitel yang menyimpang. Sejumlah faktor yang diduga turut berperan dalam pembentukkan katarak, antara lain kerusakan oksidatif dari radikal bebas, sinar ultraviolet dan malnutrisi. Hingga kita belum ditemukan pengobatan yang memperlambat atau membalikkan perubahan kimiawi yang mendasari pembentukkan katarak (Vaughan, 2007)Gejala gangguan penglihatan penderita katarak tergantung dari letak kekeruhan lensa mata. Bila katarak terdapat di bagian pinggir lensa, maka penderita akan merasa adanya gangguan penglihatan. Bila kekeruhan terdapat pada bagian tengah lensa, maka tajam penglihatan akan terganggu. Gejala awal biasanya ditandai adanya penglihatan ganda, peka atau silau terhadap cahaya sehingga mata hanya merasa nyaman bila melihat pada malam hari. Dan biasanya mata mengalami perubahan tajam penglihatan sehingga sering mengganti ukuran kaca mata (Detik, 2004)Didapatkan pada penelitian-penelitian bahwa adanya katarak pada sekitar 10 % orang Amerika Serikat, dan prevalensi ini meningkat sampai sekitar 50 % untuk mereka yang berusia antara 65 dan 74 tahun dan sampai sekitar 70 % untuk mereka yang berusia lebih dari 75 tahun. Katarak harus diangkat sesegera mungkin agar fungsi penglihatan dapat berkembang secara normal. katarak dibuang melalui pembedahan, yang diikuti dengan pemasangan lensa intraokuler. Jika penyebabnya diketahui, maka dilakukan pengobatan terhadap penyebab terjadinya (Vaughan, 2007)Melalui penulisan ini diharapkan dapat membantu memberi petunjuk dalam penatalaksanaan katarak sehingga kemungkinan untuk terjadinya penanganan yang tidak tepat dan bisa berakibat fatal dapat dihindari.

BAB IIPEMBAHASAN2.1Anatomi dan Fisiologi MataBola mata memiliki 3 lapisan. Bola mata memiliki 3 lapisan. Dari permukaan luar, terdapat lapisan fibrosa, yang terdiri dari sklera di belakang dan kornea di bagian depan. Lapisan kedua yaitu lapisan berpigmen dan vaskular, yang terdiri dari koroid, korpus siliaris, dan iris. Lapisan ketiga yaitu lapisan neural yang dikenal sebagai retina. Bola mata orang dewasa normal hampir mendekati bulat, dengan diameter anteroposterior sekitar 24, 5 mm. Gambar 2.1. Anatomi Bola Mata (American Academy of Ophtamology, 2011)a. Konjungtiva

Merupakan membran mukosa yang transparan dan tipis yang membungkus permukaan posterior kelopak mata (konjungtiva palpebris/tarsal) dan permukaan anterior sklera (konjungtiva bulbi). Perdarahan konjungtiva berasal dari arteri siliaris anterior dan arteri palpebralis.

b. Sklera

Merupakan pembungkus fibrosa pelindung mata di bagian luar. Jaringan bersifat padat dan berwarna putih, serta bersambungan dengan kornea di sebelah anterior, dan durameter nervus optikus di posterior. Permukaan luar sklera anterior dibungkus oleh sebuah lapisan tipis dari jaringan elastik halus yang mengandung banyak pembuluh darah yang memasuk sklera, yang disebut sebagai episklera.

c. Kornea

Merupakan jaringan transparan yang memiliki tebal 0,54 mm ditengah, dan 0,65 mm di tepi, serta berdiameter sekitar 11,5 mm. Sumber nutrisi kornea berasal dari pembuluh darah limbus, humor aqueous, dan air mata. Dalam axis penglihatan, kornea berperan sebagai jendela paling depan dari mata dimana sinar masuk dan difokuskan ke dalam pupil . Bentuk kornea cembung dengan sifat yang transparan dimana kekuatan pembiasan sinar yang masuk 80 % atau 40 dioptri, dengan indeks bias 1, 38.

d. Uvea

Uvea terdiri atas iris, korpus siliaris, dan koroid. Bagian ini adalah lapisan vaskular tengah mata dan dilindungi oleh kornea dan sklera. e. Iris

Merupakan perpanjangan korpus siliaris ke anterior. Iris terletak bersambungan dengan anterior lensa, yang memisahkan bilik anterior dan blik posterior mata. Di dalam stroma iris terdapat otot sfingter dan dilator pupil. Iris juga merupakan bagian yang memberi warna pada mata. Dalam axis penglihatan, iris berfungsi mengatur jumlah sinar yang masuk kedalam bola mata dengan mengatur besar pupil menggunakan otot sfingter dan dilator pupil.

f. Pupil

Pupil berwarna hitam pekat yang mengatur jumlah sinar masuk kedalam bola mata. Pada pupil terdapat m.sfinger pupil yang bila berkontraksi akan mengakibatkan mengecilnya pupil (miosis) dan m.dilatator pupil yang bila berkontriksi akan mengakibatkan membesarnya pupil (midriasis)

g. Corpus siliarisMembentang ke depan dari ujung anterior koroid ke pangkal iris. Corpus silliaris berperan untuk akomodasi dan menghasilkan humor aquaeush. LensaMerupakan struktur bikonveks, avaskular, tak berwarna, dan transparan. Memiliki tebal sekitar 4mm dan diameter 9mm. Terletak di belakang iris. Lensa digantung oleh zonula yang menghubungkannya dengan korpus siliaris. Dalam axis penglihatan, lensa berperan untuk berakomodasi dan memfokuskan cahaya ke retina. i. RetinaMerupakan selembar tipis jaringan saraf yang semi transparan yang melapisi dua per tiga bagian dalam posterior dinding bola mata. Dalam aksis penglihatan, retina berfungsi untuk menangkap rangsangan jatuhnya cahaya dan akan diteruskan berupa bayangan benda sebagai impuls elektrik ke otak untuk membentuk gambaran yang dilihat. Pada retina terdapat sel batang sebagai sel pengenal sinar dan sel kerucut yang mengenal frekuensi sinar.

j. Nervus OptikusSaraf penglihatan yang meneruskan rangsangan listrik dari mata ke korteks visual untuk dikenali bayangannya

Gambar 2.2 Proses Melihat (American Academy of Ophtamology, 2011)2.2Lensa2.2.1Anatomi LensaLensa memiliki sifat transparan dan bentuk bikonveks yang berfungsi untuk menjaga kejernihannya, membiaskan cahaya, dan memeberikan akomodasi. Lensa tidak memiliki suplai aliran darah nutrisinya bergantung pada hasil metabolit yang ada pada cairan aquous humour. Lensa terdiri dari kapsul, epitel lensa, korteks dam nucleus. Di anterior, lensa berhubungan dengan aquos humor, di posterior berhubungan dengan kopus vitreus. Kapsul lensa adalah suatu membran semipermiabel sehingga air dan elektrolit dapat masuk (American Academy of Ophtamology, 2011)

Gambar 2.3 Anatomi Lensa (American Academy of Ophtamology, 2011)

Lensa tidak memiliki serabut saraf, pembuluh darah dan jaringan ikat.Di belakang iris, lensa dipertahankan pada tempatnya pada ligamentum suspensorium lentis yang lebih dikenal dengan zonula Zinii, yang berasal dari epitel siliar. Zonula Zinni tersusun atas banyak fibril, fibril-fibril ini berasal dari korpus siliare yang mengelilingi lensa secara sirkular (Khurana, 2007).

Gambar 2.4 Struktur normal lensa (American Academy of Ophtamology, 2011)Permukaan lensa pada bagian posterior lebih cembung daripada permukaan anterior. Di sebelah anterior lensa terdapat humor akuous dan di sebelah posteriornya korpus vitreus. Lensa diliputi oleh kapsula lentis, yang bekerja sebagai membran semipermeabel, yang melalukan air dan elektrolit untuk makanannya. Di bagian anterior terdapat epitel subkapsuler sampai ekuator (Wijana, 1993)Di kapsul anterior depan terdapat selapis epitel subkapsular. Epitel ini berperan dalam proses metabolisme dan menjaga sistem normal dari aktivitas sel, termasuk biosintesa dari DNA, RNA, protein dan lipid (Intisari, 2004)Substansi lensa terdiri dari nukleus dan korteks, yang terdiri dari lamel-lamel panjang yang konsentris. Nukleus lensa lebih keras daripada korteksnya. Sesuai dengan bertambahnya usia, serat-serat lamellar subepitel terus diproduksi, sehingga lensa lama-kelamaan menjadi lebih besar dan kurang elastik. Nukleus dan korteks terbentuk dari lamellae konsentris yang panjang. Tiap serat mengandung inti, yang pipih dan terdapat di bagian pinggir lensa dekat ekuator, yang berhubungan dengan epitel subkapsuler. Serat-serat ini saling berhubungan di bagian anterior. Garis-garis persambungan yang terbentuk dengan persambungan lamellae ini ujung-ke-ujung berbentuk {Y} bila dilihat dengan slitlamp. Bentuk {Y} ini tegak di anterior dan terbalik di posterior (huruf Y yang terbalik) (Intisaro, 2004)Sebanyak 65% bagian dari lensa terdiri dari air, sekitar 35% protein (kandungan protein tertinggi di antara jaringan-jaringan tubuh), dan sedikit sekali mineral yang biasa ada di jarin

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended