Home >Documents >· PDF file Cover: Rasyid Maulana Ilustrasi: Rasyid Maulana Redaktur Senior: An. Ismanto,...

· PDF file Cover: Rasyid Maulana Ilustrasi: Rasyid Maulana Redaktur Senior: An. Ismanto,...

Date post:04-Oct-2020
Category:
View:1 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • Kreativa Majalah Bahasa, Sastra, dan Seni

    [email protected]

    lppmkreativa.com

    @lppmkreativa

    @lppmkreativafbs

    Dunia Perbukuan di Yogyakarta

  • Kreativa Majalah Bahasa, Sastra, dan Seni

    Majalah KREATIVA diterbitkan oleh Lembaga Pers dan Penerbitan Mahasiswa Kreativa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta. Ijin terbit ISSN: 1693-6647

    Pelindung: Dekan FBS UNY Penasehat: WD I, WD II, WD III Pembimbing: Wakil Dekan III (Dr. Kun Setyaning Astuti, M.Pd.) dan Alumnus Kreativa 2003-2018

    Pemimpin Umum: Detok Wijayanto (2003-2005), Nori Purwanasari (2005- 2006), Rahmah Purwahida (2007), Bakhtiar Dwi Yunika (2008), Sri Handayani (2009), Ria Rachmawati (2010), Resa Ayu Sartika (2011), Lisna Mutia Kartika (2012), Emy Lestari Istianah (2013), Rio Anggoro (2014), Indah Afiani (2015), Nuraini Azizah (2016), Permadi Suntama (2017), Nurul Aminah (2018)

    Pimpinan Redaksi: Sukarni (2003), Ndika Mahrendra (2003-2005), Bakhtiar Dwi Yunika (2007), Sri Handayani (2008), Latif Pungkas Niar (2009-2010), Emy Yuliansari (2010-2011), Nova Wulansari (2012), Okta Adetya (2013), Indah Afiani (2014), Galuh Ayuning Tyas (2015), Ovi Ayuning Tyas (2016), Ninda Stritama Taj Hamu (2017) Afifah Khoiriyah (2018)

    Pengurus: Pemimpin Umum: Moh. Nursaid Rohmatulloh Pemimpin Redaksi: M. Fajar Riyadi Sekretaris: Aliya Oktafina Bendahara: Mulia Arsi Ananda D.R. Staf Redaksi: Ani, Nadhila, Fajar, Bunga, Wahyu Pemasaran dan Iklan: Syarifur Roziqin Editor: Dina Kartika, Mirna Safitri Layouter: Astria Sekar Arum Cover: Rasyid Maulana Ilustrasi: Rasyid Maulana Redaktur Senior: An. Ismanto, Sukarni, Ndika Mahendra, Sudaryanto, Detok Wijayanto, Fitri Nugroho, Rahman P., Sri Handayani, Resa Ayu Sartika, Mawaidi, Rio Anggoro P., Indah Afiani, Nur Aini Azizah, Permadi Suntama, Nurul Aminah

    Alamat: Sekretariat LPPM Kreativa, Gedung PKM, Lantai 3 Sayap Selatan, Fakultas Bahasa dan Seni, UNY, 55281. E-maill: [email protected]

    Percetakan: Diandra Isi di luar tanggung jawab percetakan

    Majalah Kreativa terbit setiap tahun dengan visi memilar kebudayaan melalui pemuatan karya kreatif mahasiswa FBS UNY juga mahasiswa dari fakultas atau universitas lain, siswa SMP dan SMA sederajat, serta masyarakat umum penggiat bahasa, sastra dan kesenian. Kirimkan karya Anda berupa puisi, cerpen, artikel terkait bahasa, sastra dan seni serta humaniora, fignet atau ilustrasi ke sekretariat atau via email. Karya yang masuk menjadi hak redaksi. Penulis yang karyanya dimuat akan mendapat majalah Kreativa.

    DAFTAR ISI

    PLEDOI REDAKSI~1

    OPINI REDAKSI Gaya Baca Buku Masyarakat Yogyakarta~2

    TERAS Penerbit Indie Di Persimpangan Hak Cipta~4

    Penerbit Indie di Yogyakarta: Dari Selebrasi ke Dunia Industri~7

    Rendahnya Literasi di Dunia Pendidikan Indonesia~10

    KOLOM BAHASA

    -is, -ik, dan Hal Lain~13

    KOLOM SENI Awal Menjadi Seniman: Belajar Untuk Bisa Bertanya~15

    KOLOM SASTRA Bumi Manusia Tawaran Tafsir, Tawaran Selera~18

    WACANA

    Kebijakan untuk Pembajakan~23

    CERPEN

    Rahasia Hujan~25 Pring Larangan~28

    PUISI

    Puisi-Puisi Andre Wijaya~31 Puisi-puisi Ilham Rabbani~38

    KATARSIS

    Buku!~42

  • 1Kreativa Volume XIX/Tahun XVI/Agustus 2019

    Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Begi-tulah kata Pramoedya Ananta Toer, sastrawan kondang Indonesia yang pernah beberapa kali masuk nominasi peraih nobel sastra. Jika kita lakukan peluasan makna, kalimat terse- but akan ada kaitannya dengan banyak hal, termasuk tentu saja buku. Kata ‘buku’ juga nanti akan berkaitan dengan banyak hal lain. Hubungan antara buku dan hal-hal lain inilah yang secara sederhana kami sebut sebagai ‘dunia perbukuan’.

    Sebaiknya kita sadari dulu bahwa, dunia perbukuan meru- pakan cakupan bahasan yang luas. Bukan hanya bicara soal kualitas isi buku dan hasil ce- takannya saja, tapi juga proses kemunculan sejak mula-mula sekali sebelum naskah buku berada di ruang redaksi, tim- bang-menimbang kelayakan ter- bitnya, penerjemahan (kalau naskah buku berbahasa asing), masuk ke proses edit, penyun- tingan, layout dan lain-lain sampai proses cetak dan dis- tribusi dengan banyak strategi. Belum lagi relasi antara penerbit dengan penulis, antara penerbit dengan distributor, antara pe- nulis dengan pembaca.

    Lebih jauh lagi, masih ada soal pembajakan buku berikut pengaruhnya terhadap penulis dan penerbit serta distributor resminya. Itu belum termasuk bagaimana kondisi perpustakaan penyedia buku bacaan untuk khalayak umum di kota-kota atau di kampus-kampus saat ini. Semua itu masuk dalam pembahasan mengenai dunia perbukuan. Mereka semua ber- kaitan dengan kata ‘buku’ yang telah kita singgung tadi. Pada ujungnya nanti, dunia per- bukuan bisa kita jadikan sebagai salah satu tolok ukur yang cukup

    kuat, seberapa maju literasi di kawasan tertentu.

    Dunia perbukuan di Indo- nesia memang menjadi satu pokok bahasan yang menarik bagi siapapun yang memiliki keterkaitan dengannya. Jakarta, Bandung dan Yogyakarta men- jadi kota-kota besar yang me- miliki andil besar dalam hal ini. Di kota-kota itu, ada penerbit- penerbit buku yang besar dan ternama. Di kota-kota itu juga ada beberapa toko buku besar dan perpustakaan yang aktif dan turut menyumbangkan pe- ngaruhnya terhadap dunia per- bukuan di Indonesia. Akan tetapi, pembahasan tentangnya tentu sangat luas dan panjang. Kami sengaja memilih untuk fokus ke satu kota saja, yakni Yogyakarta.

    Meski begitu, pembahasan ini tetap akan luas dan panjang, lantaran dinamika perbukuan di Yogyakarta pun sudah cukup kompleks. Apalagi dengan ke- nyataan bahwa Yogyakarta adalah kota pelajar, yang memi- liki banyak perpustakaan, yang toko buku online maupun offline- nya terbilang ramai, dan di daerah tersebut terus bermun- culan penerbit-penerbit indie

    yang memproduksi buku-buku yang pada gilirannya juga turut meramaikan dunia perbukuan di sana. Jangan lupakan pula ke- nyataan bahwa, orang-orang dari segala penjuru nusantara dan luar negeri tak habis- habisnya berdatangan ke kota ini.

    Sungguh, itu kita belum menyentuh pembahasan soal penerbit mayor atau penerbit besar dan penerbit indie atau penerbit kecil. Mulai dari seperti apa pengertian penerbit mayor dan penerbit indie yang sesungguhnya, bagaimana per- gerakan kedua penerbit itu, se- perti apa pengaruh yang satu terhadap yang lain, seberapa besar pengaruh keduanya terha- dap pembaca, dan lain se- bagainya. Ada banyak hal yang bisa dibahas dan ditelisik secara mendalam dari dua kubu yang berbeda ini. Dalam majalah ini nanti, soal pengertian mayor dan indie dan segala hal tentangnya akan dibahas secara lebih dalam berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa narasumber.

    Majalah ini merupakan ru- ang yang terlalu sempit untuk membedah secara keseluruhan dunia perbukuan di Yogyakarta. Kami menyadari keterbatasan kami untuk menelisik lebih jauh ke berbagai daerah secara teliti. Apa yang tersaji dalam majalah ini—seperti kata Pram—adalah hasil kerja yang kami abadikan. Suatu hari nanti, ia masih akan tumbuh dan berkembang. Kami hanya memantik kembali pembahasan tentang ini agar tidak jauh tenggelam dan luput untuk diperbincangkan kembali. Kami percaya, per- bincangan dan pendiskusian yang gencar terhadap suatu hal, di era sekarang ini, mampu menghasilkan perubahan. Se- tidak-tidaknya pada pola pikir.

    PLEDOI

  • 2 Kreativa Volume XIX/Tahun XVI/Agustus 2019

    Gaya Baca Buku Masyarakat Yogyakarta

    Kepala Dispusip Bantul, Agus Sulistyana menye-butkan, bahwa minat baca masyarakat Bantul rendah. Katanya, jumlah kunjungan di perpustakaan daerah Bantul hanya 435 ribu kunjungan per tahun. Itu tidak sebanding dengan jumlah penduduk Ka- bupaten Bantul yang hampir menyentuh satu juta jiwa. Sebuah pertanyaan muncul. Apakah angka minat baca ma- syarakat akan sama dengan angka kunjungan mereka ke perpustakaan? Tunggu dulu. Persoalan ini sepertinya akan cukup rancu. Mari geser objek pembahasan ke yang lebih luas: Yogyakarta. Saya berusaha membuat pembahasan ini tidak menjadi seperti itu. Kita akan coba mengupasnya dengan kata kunci ‘gaya baca’.

    Masyarakat Yogyakarta se- karang memang rata-rata sudah mulai malas berkunjung ke per- pustakaan. Mereka lebih suka meminjam buku ke teman atau

    membeli sendiri ke toko buku. Lihat saja, toko-toko buku hampir tak pernah sepi. Selalu ramai didatangi oleh banyak orang. Apalagi ketika sebuah toko buku besar mengadakan ‘cuci gudang’. Parkiran akan penuh, orang-orang berdesakan, dan semua yang sudah mendapat buku yang ingin dibelinya akan rela masuk ke dalam antrian panjang bagaikan ular selama waktu yang dibutuhkan. Bisa setengah jam, satu jam, atau malah lebih dari itu.

    Toko buku, sebagai media distribusi buku, sekarang bukan hanya bangunan yang tersedia di beberapa kota tertentu. Sudah ada jenis toko buku yang lain, yakni toko buku online. Ia adalah toko buku alternatif yang memanfaatkan teknologi informasi. Toko buku online yang sedang naik daun di Yogya- karta sekarang adalah di anta- ranya Berdikari Book, Buku Akik, Buku Mojok, Paperplane, dan Warung Sastra. Lewat toko-

    toko buku online ini, buku-buku para penulis baru dan klasik disebarluaskan. Bahkan, setelah menyadari perubahan ini, toko- toko buku offline pun sekarang ikut menambah publikasi online demi mendukung toko buku offline-nya. Begitu pula seba- liknya, toko-toko buku online mulai sukses dan memiliki tempat sendiri untuk menyim- pan stok buku-buku yang dijualnya. Setiap kali toko-toko buku online yang sudah cukup besar ini mengad

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended