Home >Documents >Charles Kasus Trauma Okuli +Pterigyum

Charles Kasus Trauma Okuli +Pterigyum

Date post:14-Apr-2018
Category:
View:226 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 7/29/2019 Charles Kasus Trauma Okuli +Pterigyum

    1/26

    KEPANITERAAN KLINIK

    STATUS ILMU PENYAKIT MATA

    FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA

    SMF ILMU PENYAKIT MATA

    RSUD CIAWI, BOGOR

    SEPTEMBER 2013

    Tanda tangan

    Nama : Charles Julian Boru

    NIM : 11 2011 208 ........................................

    Pembimbing : dr. Saptoyo AM, sp.M

    .........................................

    I. IDENTITAS

    Nama : Ny. Oom

    Umur : 52 tahun

    Agama : Islam

    Pekerjaan : Ibu rumah tangga

    Alamat : Kp. Cibanawa RT/RW : 04/07, Cigombong

    Tanggal pemeriksaan : 10 September 2013

    Pemeriksa : Charles Julian Boru

    II. ANAMNESIS

    Autoanamnesis pada tanggal 10 September 2013 jam 10.30 WIB di Poli Mata RSUD. Ciawi.

    Keluhan utama : Mata kanan luka karena di tendang sejak 4 hari SMRSKeluhan tambahan : Keluar darah dari mata kanan, tampak merah, perih, terasa seperti kelilipan

    dan berair.

    Riwayat Penyakit Sekarang

    1

  • 7/29/2019 Charles Kasus Trauma Okuli +Pterigyum

    2/26

    Pasien datang ke poli mata RSUD Ciawi dengan keluhan ada luka pada mata kanan sejak 4

    hari SMRS. Pasien mengatakan mata kanannya ditendang oleh cucunya, ujung ibu jari kaki cucunya

    mengenai matanya. Satu hari setelah ditendang pasien mengatakan keluar darah dari mata

    kanannya. Sejak saat itu matanya menjadi merah, sedikit perih dan berair. Pandangan kabur, gatal

    dan nyeri hebat di sangkal oleh pasien.

    Pasien mengatakan sebelumnya tampak selaput berwarna merah muda berbentuk segitiga

    pada mata kanan dan kirinya, pasien juga sering merasa seperti ada yang mengganjal di mata. Pasien

    tidak pernah berobat sebelumnya.

    Riwayat Penyakit Dahulu

    Pasien mengaku menderita darah tinggi, riwayat sakit kencing manis dan alergi disangkal.

    Riwayat Penyakit Keluarga

    Tidak ada

    III. PEMERIKSAAN FISIK

    Status Generalis

    Keadaan umum : compos mentis

    Tanda vital : Tekanan darah : 140/90 mmHg Nadi : 92x/menit

    Pernafasan : 24 x/menit Suhu : 36,5C

    Kepala : normocephali, pertumbuhan rambut merata

    Mulut : caries dentis (-), lidah kotor (-)

    THT : deviasi septum nasi (-), faring hiperemis (-), tonsil T1-T1 tenang, sekret (-/-)

    Leher : pembesaran kelenjar getah bening (-), pembesaran tiroid (-)

    Thorax

    Jantung : BJ I II regular, murmur (-), gallop (-)

    Paru : simetris, massa (-/-), suara napas vesikuler, wheezing (-/-), rhonki (-/-)

    Abdomen : supel, bising usus (+) normal, timpani, nyeri tekan (-), massa (-)

    Ekstremitas : edema (-), sianosis (-)

    STATUS OPHTALMOLOGIS

    2

  • 7/29/2019 Charles Kasus Trauma Okuli +Pterigyum

    3/263

    KETERANGAN OD OS

    1. VISUS

    - Acies visus 6/6 6/6 F1

    - Koreksi - -

    - Addisi - -

    - Distansia pupil - -

    - Kaca mata lama - -

    2. KEDUDUKAN BOLA MATA

    - Eksoftalmus Tidak ditemukan Tidak ditemukan

    - Endoftalmus Tidak ditemukan Tidak ditemukan

    - Deviasi Tidak ditemukan Tidak ditemukan- Gerakan bola mata Baik ke segala arah Baik ke segala arah

    3. SUPERSILIA

    - Warna Hitam Hitam

    - Simetris Normal Normal

    4. PALPEBRA SUPERIOR DAN INFERIOR

    - Edema Tidak ditemukan Tidak ditemukan

    - Nyeri tekan Tidak ditemukan Tidak ditemukan

    - Ektropion Tidak ditemukan Tidak ditemukan

    - Entropion Tidak ditemukan Tidak ditemukan

    - Blefarospasme Tidak ditemukan Tidak ditemukan

    - Trikiasis Tidak ditemukan Tidak ditemukan

    - Sikatriks Tidak ditemukan Tidak ditemukan

    - Punctum lacrimal Terbuka Terbuka

    - Fissure palpebra V = 12mm, H = 28mm V = 12mm, H = 28mm

    - Test anel Tidak dilakukan Tidak dilakukan

    5. KONJUNGTIVA TARSAL, SUPERIOR, DAN INFERIOR

    - Hiperemis Positif Negatif

    - Folikel Tidak ditemukan Tidak ditemukan

    - Papil Tidak ditemukan Tidak ditemukan

    - Sikatriks Tidak ditemukan Tidak ditemukan

    - Hordeolum Tidak ditemukan Tidak ditemukan

    - Kalazion Tidak ditemukan Tidak ditemukan

    6. KONJUNGTIVA BULBI

    - Sekret Positif (

  • 7/29/2019 Charles Kasus Trauma Okuli +Pterigyum

    4/26

    IV. RESUME

    Pasien Ny. O, 52 tahun, datang dengan keluhan mata kanan tampak luka sejak 4 hari

    SMRS. Pasien mengatakan ada riwayat trauma (ditendang cucunya) pada mata kanannya, sempat

    keluar darah sehari setelah trauma, tampak kemerahan, perih dan berair. Pandangan kabur, gatal dan

    nyeri hebat disangkal oleh pasien. Pasien juga mengatakan pada mata kanan dan kiri tampak ada

    selaput berbentuk segitiga berwarna merah muda, mata sering terasa seperti kelilipan dan berair.

    Pada pemeriksaan ophtalmologi, didapatkan visus OD: 6/6 OS : 6/6F1. Pada pemeriksan

    OD: hiperemis pada konjungtiva tarsal superior dan inferior, terdapat injeksi konjungtiva, sekret

    berwarna bening, tampak vulnus laceratum pada sklera daerah nasal, tampak pterigium grade II

    Pada pemeriksaan OS: tampak pterigium grade II.

    Pasien mengaku menderita hipertensi namun minum obat teratur.

    V. DIAGNOSIS KERJA

    - Trauma tumpul OD

    - Pterigium grade II ODS

    VI. DIAGNOSIS BANDING

    Konjungtivitis akut

    Pseudoterigium

    VII. PEMERIKSAAN PENUNJANG

    Tidak ada

    VIII. PENATALAKSAAN

    Medika mentosa :

    Oral : Natrium diclofenac tablet 2 x 25mg

    4

  • 7/29/2019 Charles Kasus Trauma Okuli +Pterigyum

    5/26

    Topikal :

    o Antibiotik + kortikosteroid : neomisin sulfat + polimiksin b sulfat+ deksametason:

    ed 4 x OD

    o Astringen : fenilefrin ed 4 x I ODS

    Anjuran :

    Jangan mengucak mata

    Jaga kebersihan mata, hindari debu dan sinar matahari langsung

    IX. PROGNOSIS

    OD OSAd Vitam : bonam bonam

    Ad Fungsionam : bonam bonam

    Ad Sanationam : bonam bonam

    TINJAUAN PUSTAKA

    5

  • 7/29/2019 Charles Kasus Trauma Okuli +Pterigyum

    6/26

    A. Trauma Okuli

    Trauma mata adalah tindakan sengaja maupun tidak yang menimbulkan perlukaan mata.

    Trauma mata merupakan kasus gawat darurat mata, dan dapat juga sebagai kasus polisi. Perlukaan

    yang ditimbulkan dapat ringan sampai berat atau menimbulkan kebutaan bahkan kehilangan mata.

    Alat rumah tangga sering menimbulkan perlukaan atau trauma mata.

    Macam-macam bentuk trauma:

    - Fisik atau Mekanik

    1. Trauma Tumpul

    2. Trauma tembus bola mata

    3. Trauma radiasi

    4. Trauma kimia

    Trauma pada mata dapat mengenai jaringan di bawah ini secara terpisah atau menjadi

    gabungan trauma jaringan mata. Trauma dapat mengenai jaringan mata : kelopak, konjungtiva,

    kornea, uvea, lensa, retina, pappil saraf optik, dan orbita

    1. Trauma Tumpul

    Trauma tumpul pada mata diakibatkan benda yang keras atau benda yang tidak keras .

    dimana benda tersebut dapat mengenai mata dengan keras ataupun lambat

    a. Hematoma kelopakMerupakan pembengkakan atau penimbunan darah di bawah kulit kelopak akibat pecahnya

    pembuluh darah palpebra. Biasanya terjadi pada trauma tumpul kelopak mata. Bila perdarahan

    terletak lebih dalam mengenai kedua kelopak dan berbentuk kaca mata hitam yg sedang

    dipakai,disebut hematom kaca mata. Bisa terjadi akibat pecahnya arteri oftalmika yang merupakan

    tanda fraktur basis kranii.

    Dapat diberikan kompres dingin untuk menghentikan perdarahan dan menghilangkan rasa

    sakit. Bila telah lama, untuk memudahkan absorpsi darah dapat di lakukan kompres hangat pada

    kelopak mata.

    b. Trauma Tumpul Konjungtiva

    - Edema Konjungtiva

    6

  • 7/29/2019 Charles Kasus Trauma Okuli +Pterigyum

    7/26

    Jaringan konjungtiva akan terjadi kemotik. Kemotik konjungtiva yang berat dapat mengakibatkan

    palpebra tidak menutup sehingga bertambah rangsangan terhadap konjungtiva.

    Dapat diberikan dekongestan untuk mencegah pembendungan cairan di dalam selaput lendir

    konjungtiva.

    Hematoma Subkonjungtiva

    Terjadi akibat pecahnya pembuluh darah yang terdapat pada atau dibawah konjungtiva

    ( arteri konjungtiva dan arteri episklera ).

    Pecahnya pembuluh darah ini akibat batuk rejan , trauma tumpul basis kranii atau pada

    keadaan pembuluh darah yang rentan dan mudah pecah misalnya pada usia lanjut , hipertensi ,

    arteriskerosis. Pemeriksaan Funduskopi diperlukan bila tekanan bola mata rendah dengan pupil

    lonjong disertai tajam penglihatan yang menurun dan hematoma subkonjungtiva maka sebaiknya

    dilakukan eksplorasi bola mata untuk mencari kemungkinan adanya ruptur bulbus okuli.

    Pengobatan dini dilakukan kompres hangat , Perdarahan subkonjungtiva akan hilang atau diabsorpsi

    dalam 1 2 minggu tanpa diobati.

    - Trauma tumpul pada kornea

    Edema Kornea

    Trauma tumpul dapat mengenai membran descemet yang mengakibatkan edema

    kornea. Pasien merasa penglihatan kabur dan terlihat pelangi disekitar sumber cahaya yang dilihat.

    Kornea akan terlihat keruh dengan uji plasido yang positif.

    Edema kornea ynag berat akan dapat mengakibatkan masuknya serbukan sel radang

    dan neovaskularisasi kedalam jaringan stroma kornea. Pengobatan diberikan Nacl , glukosa dan

    larutan albumin. Bila terdapat peningkatan tekanan bola mata maka diberikan asetazolamida.

    Erosi Kornea

    Merupakan keadaan terkelupasnya epitel kornea yang dapat diakibatkan oleh gesekan keras.

    Pasien merasa sakit sekali akibat erosi merusak kornea yang mempunyai serat sensibel yang

    banyak , mata berair , blefarospasme , fotofobia dan penglihatan akan terganggu oleh media korneayang keruh. Pada kornea akan terlihat suatu defek epitel kornea yang bila dibe

Embed Size (px)
Recommended