Home >Documents >Case Report komplit SNH.ppt

Case Report komplit SNH.ppt

Date post:15-Jan-2016
Category:
View:226 times
Download:7 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • Case reportILMU PENYAKIT SARAFSTROKE NON HEMORAGIK

    Disusun oleh : Ririn Purba1061050035

    Dosen pembimbing :Dr. Ayub L Pattinama, Sp.S

    KEPANITERAAN ILMU PENYAKIT SARAFPERIODE 2015DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT SARAFFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS KRISTEN INDONESIAJl. Mayjen Sutoyo No. 2 Cawang Jakarta 13650

  • CASE REPORTSTROKE NON-HEMORAGIK

  • DefinisiStroke (who)

    Gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak dengan tanda dan gejala klinis baik fokal maupun global yang berlangsung lebih dari 24 jam, atau dapat menyebabkan kematian, disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak.

  • KLASIFIKASIBerdasarkan patologi anatomi dan penyebabnya:Stroke iskemik1. Transient Ischemic Attack (TIA).2. Trombosis serebri.3. Emboli serebri. Stroke hemoragik:1. Perdarahan intra serebral.2. Perdarahan subarachnoid.Berdasarkan stadium/waktu :- TIA- Stroke in evolution- Completed strokeBerdasarkan sistem pembuluh darah :- sistem carotis- sistem vertebro-basilerModifikasi Marshall

  • Etiologi 1. Trombosis.a. Aterosklerosis b. Robeknya arteri : karotis (traumatik).c. Gangguan darah: polisitemia, hemoglobinopati (penyakit sel sabit).2. Embolisme.a. Sumber di jantung : fibrilasi atrium (tersering), infark miokardium,penyakit jantung reumatik, penyakit katup jantung, kardiomiopati iskemik.b. Sumber tromboemboli aterosklerosis di arteri c. Keadaan hiperkoagulasi 3. Vasokonstriksi

  • FAKTOR RESIKO

    Tidak dapat dimodifikasi

    - Usia- Jenis kelamin- Herediter- Ras

  • FAKTOR RESIKOMAYORHipertensiPenyakit jantungAterosklerosisDMPolisitemiaRiwayat strokePerokok

    MINORHiperkolesterolObesitasKadar asam urat Kadar fibrinogen

    Dapat dimodifikasi

  • Patogenesis stroke iskemik Stroke iskemik terjadi akibat obstruksi disatu atau lebih arteri besar pada sirkulasi serebrum. Obstruksi dapat disebabkan oleh bekuan (trombus) yang terbentuk didalam suatu pembuluh darah otak atau pembuluh darah organ distal kemudian bekuan dapat terlepas pada trombus vaskular distal, dan kemudian dibawa melalui sistem arteri ke otak sebagai suatu embolus.Pangkal arteria karotis interna merupakan tempat tersering terbentuknya arteriosklerosis.Sumbatan aliran di arteria karotis interna sering merupakan penyebab stroke pada orang berusia lanjut, yang sering mengalami pembentukan plak arteriosklerosis di pembuluh darah sehingga terjadi penyempitan atau stenosis

  • DIAGNOSISANAMNESIS

    PEMERIKSAAN FISIK

    PEMERIKSAAN LABORATORIUM

    PEMERIKSAAN PENUNJANG

  • anamnesisPada anamnesis akan ditemukan :Kelumpuhan anggota gerak sebelah badanMulut mencong atau bicara pelo Timbul mendadakFaktor resiko

  • Pemeriksaan fisikPerlu diperiksa :Fungsi vital, seperti : tekanan darah kiri dan kanan, nadi, dan pernafasan. Tingkat kesadaran penderita Adanya defisit neurologis

  • Kesadaran : penderita dengan stroke hemisferik jarang mengalami gangguan atau penurunan kesadaran, kecuali pada stroke yang luas.

    Tekanan darah : biasanya tinggi, hipertensi merupakan faktor resiko timbulnya stroke pada lebih kurang 70% penderita.

    Fungsi vital lain umumnya baik. Jantung, harus diperiksa untuk mengetahui kelainan yang dapat menyebabkan emboli.Pemeriksaan umum

  • Pemeriksaan motorik : hampir selalu terjadi kelumpuhan separuh badan (hemiparesis). Pemeriksaan refleks fisiologis dan patologis : pada fase akut refleks fisiologis pada sisi yang lumpuh akan menghilang.

    Kelainan fungsi luhur : yang paling sering tampak adalah disfasi campuran dimana penderita tak mampu berbicara atau mengeluarkan kata-kata dengan baik dan tidak mengerti apa yang dibicarakan orang kepadanya.

  • LABORATORIUM*- Pemeriksaan darah rutin - Pemeriksaan kimia darah lengkap : Gula darah sewaktu, koleterol, ureum,kreatinin, asam urat, fungsi hati, SGOT, SGPT, dan profil lipid - Pemeriksaan hemostasis : Waktu protrombin, kadar fibrinogen, APTT.

  • Pemeriksaan radiologi CT-scan otak Pemeriksaan foto thoraks

  • * TROMBOLISIS ANTIKOAGULANSIA ANTI AGREGASI TROMBOSIT/ ANTIPLATELETPENATALAKSANAANSTROKE NON HEMORRHAGE/STROKE ISKEMIKPengobatan stroke iskemik secara strategis ditujukan kepada 2 dasar : (1) pemulihan aliran darah otak dan (2) perlindungan terhadap sel otak (neuroproteksi).

  • * TROMBOLISIS r-TPA (recombinant-tissue plasminogen activator) stroke akut Penghancuran Trombus

    dlm waktu < 3 jam post onset stroke reperfusi jaringan otak yg terkenaPENATALAKSANAANSTROKE NON HEMORRHAGE/STROKE ISKEMIK

  • * Contoh : Heparin. Memperkecil trombus yang terjadi dan mencegah pembentukkan trombus baru. Efek : inhibisi terhadap faktor koagulasi dan mencegah / memperkecil pembentukkan fibrin. ANTIKOAGULANSIAPENATALAKSANAANSTROKE NON HEMORRHAGE/STROKE ISKEMIK

  • *Mencegah pengumpulan trombosit sehingga mencegah terbentuknya trombus yg dapat menyumbat pembuluh darah. Yang banyak digunakan : Asetosal (aspirin) - Dosis 40 mg 1,3 gram/hari. PENATALAKSANAANSTROKE NON HEMORRHAGE/STROKE ISKEMIK ANTI AGREGASI TROMBOSIT/ ANTIPLATELET

  • Status NeurologisNama: Ny. AJenis Kelamin: WanitaUsia: 55 tahun Pekerjaan: Ibu Rumah TanggaAgama: KristenTgl. Masuk: 26 01 2015

  • Anamnesis Autoanamnesis Tgl : 26 01 - 2015 Keluhan utama : Lemas separuh badan kiriKeluhan Tambahan: Bicara peloRiwayat Perjalanan Penyakit Pasien datang dengan keluhan lemas separuh badan sebelah kiri secara tiba tiba sejak pagi hari SMRS. Kejadian ini terjadi ketika pasien terbangun dari tempat tidur. Pasien mengeluh kaki kesemutan dan lemas pada sebelah kiri secara tiba tiba lemas dan disertai mulut mencong ke kanan dan bicara menjadi pelo. Pasien belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. Tersedak saat makan dan minum disangkal, mual dan muntah disangkal, sakit kepala disangkal.Riwayat Penyakit TerdahuluTahun 2012: Diabetes Mellitus (tidak terkontrol)Tahun 2013: Kolesterol Tinggi (tidak terkontrol)

  • Pemeriksaan FisikStatus Generalis:Keadaan umum: Tampak Sakit SedangKesadaran : Compos Mentis (E4M6V5)Tekanan Darah: 180/90 mmHgNadi : 80 x/menit Pernafasan : 28 x/menit Suhu : 36 C

  • Status RegionalKepala: NormocephaliWajah: SimetrisMata: Konjungtiva anemis (-/-), Sklera ikterik (-/-)Hidung: Bentuk biasa, Lapang +/+, Sekret -/-Mulut: Mukosa bibir lembabTelinga : Liang lapang +/+, Serumen -/-Leher: KGB tidak teraba membesarToraks: Pergerakan dinding dada simetris kanan = kiriParu-paru: Bunyi nafas dasar vesikuler, Ronkhi -/-, Wheezing -/-Abdomen: Tampak datar, BU (+) 3x/mntHepar: Tidak terabaLien: Tidak terabaGenitalia externa: Tidak dilakukanExtremitas: Akral hangat, Edema - - / - -

  • Status Neurologi1.Rangsang meningeal Kaku kuduk : -Brudzinski I: -/- Brudzinski II: -/-Kerniq: -/-Laseque:>70 / >702.Syaraf KranialN.I:Cavum nasi: lapang/lapang Tes penghidu: normosmiaN.II:Visus kasar: baik Tes buta warna: baikLapang pandang: baikFunduscopy: tidak dilakukan

  • N.III, IV, VI :Sikap bola mata : Simetris Ptosis : -/- Strabismus: -/-Enoptalmus : -/-Eksoptalmus : -/-Diplopia: -/-Deviasi konjugee : -/- Pergerakan bola mata : Kesegala arahPupil : Bulat, isokor 3mm/3mm, letak di tengah, tepi rata Refleks cahaya langsung +/+ Refleks cahaya tidak langsung +/+ Refleks akomodasi +/+

  • N.V Motorik: Buka tutup mulut: baik Gerakan rahang: baikSensorik: Rasa nyeri : +/- Rasa raba: +/- Rasa suhu: tidak dilakukan Refleks : Refleks kornea : +/+ Refleks maseter : - N.VIISikap wajah: tidak simetrisMimik: Biasa Angkat alis : +/-Kerut dahi : +/+Kembung pipi : +/-Lagoftalmus: -/-Menyeringai: Sulcus Naso Labialis mendatar ke kiriChvostek: -/-

  • N. VIII Nistagmus : -/-Vertigo : -Suara berbisik : BaikGesekan jari: +/+Tes rinne : +/+Tes weber : Tidak ada lateralisasi kanan dan kiriTes swabach : Swabach sama dengan pemeriksa kanan dan kiriN. IX, X Arkus faring : tidak simetris Palatum molle : Intak Uvula : Di tengahDisartria : -Disfagia : -Disfonia : - Refleks okulokardiak : +/+Refleks sinus caroticus : +/+Refleks faring: +

  • N. XI Angkat bahu : +/-Menoleh : baikN. XIISikap lidah : deviasi ke kiriAtrofi : -Fasikulasi : -Tremor : -Julur lidah : Deviasi ke kiriTenaga otot lidah : +/- 3. MotorikDerajat kekuatan otot: KananKiri 55550000 55550000Tonus Otot : kiri atoniTrofi otot : EutrofiGerakan spontan abnormal : -

  • 4. RefleksFisiologis: Biceps ++/++ Triceps ++/++ KPR ++/++ APR ++/++ Plantaris +/+

    Patologis:Babinski -/-Chaddock -/- Gordon -/-Oppenheim -/-Schaefer -/- Rossolimo -/- Mendel bechtrew -/- Hoffman trommer -/- Klonus lutut -/- Klonus kaki -/-

  • 5. Koordinasi:StatisDuduk: tidak dilakukanBerdiri: tidak dilakukanBerjalan: tidak dilakukanDinamis Telunjuk telunjuk: tidak dilakukanTelunjuk hidung: tidak dilakukan Tumit lutut: tidak dilakukanTest Romberg: tidak dilakukan

    6. Sensibilitas:Eksteroseptif: Rasa Raba: +/-Rasa Nyeri : +/-Rasa Suhu: tidak dilakukanPropioseptif:Rasa Getar: +/- Rasa Gerak: +/-Rasa Sikap: +/-

  • 7. Vegetatif :Miksi: baikDefekasi: baik8. Fungsi Luhur:Memori: baikBahasa: baikKognitif: baikEmosi: baikVisuospasial: baik

  • Resume :Pasien datang dengan keluhan lemas separuh badan sebelah kiri secara tiba tiba sejak pagi hari SMRS. Kejadian ini terjadi ket

of 114

Embed Size (px)
Recommended