Home >Documents >Case Report Dr. Rebecca

Case Report Dr. Rebecca

Date post:18-Nov-2015
Category:
View:231 times
Download:9 times
Share this document with a friend
Description:
sekilas informasi
Transcript:

Slide 1

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK RSIJ CEMPAKA PUTIHLAPORAN KASUS IJumat, 11 April 2014Wahyudin 2008730130

Morbilidr. RebeccaPembimbing :

1

Identitas PasienNama: An. DnTTL: Jakarta, 23 Mei 2012Usia: 2 tahun 1 bulanJenis Kelamin: PerempuanNama Orangtua: Tn. JAlamat: Lenteng agung

Anamnesis

Riwayat Penyakit Sekarang

Riwayat Penyakit DahuluKejang demam (-)Campak (-)TB paru (-)Bronkopneumonia (-)Thypoid fever (-)DHF (-)

Campak (-)Kejang demam (-)TB paru (-)Bronkopneumonia (-)Riwayat Asma (-)Thypoid fever (-)DHF (-)

Riwayat Penyakit Keluarga

Kunjungan ANC teratur di dokterIbu tidak mengonsumsi obat-obatan selama masa kehamilanPenyulit kehamilan tidak adaRiwayat Kehamilan Ibu

Lahir 23 Mei 2012 secara Sectio CesareaLahir tunggal, cukup bulan, langsung menangis, tidak ada cacat kongenital, BBL 3000 gram PBL 49 cm.Riwayat Kelahiran

Riwayat MakananASI sejak usia 0 3 bulanSusu formula sejak usia 3 bulan sekarangMakanan tambahan diberikan sejak usia 6 bulan

Kesan : Makanan sesuai usia

Riwayat Pertumbuhan

BB : 12 KgTB : 88 cm

BB/U = 12/12.5 x 100% = 96% (Baik)TB/U = 88/88 x 100% = 100% (Baik)

Kesan : pertumbuhan sesuai usia

Riwayat Perkembangan

Bisa tengkurap usia 4 bulanMerangkak usia 6 bulanBerdiri sendiri tanpa dibantu 11 bulanBisa berjalan usia 1 tahun 2 bulanSudah bisa mengucapkan 5-10 kataTidak ada kelainan tingkah laku dan emosi

Kesan : perkembangan sesuai usia

Riwayat Imunisasi

BCGHepatitis BDPTPolioCampak (-)

Kesan : Imunisasi dasar tidak lengkap

RIWAYAT ALERGI alergi obat (-), alergi makanan (-), susu sapi (-) alergi cuaca (-), debu (-)

RIWAYAT PENGOBATANMinum obat penurun panas dan obat batuk, dosis ? panas turun, batuk tidak ada perbaikanBelum pernah dirawat inap di RS sebelumnyaPengobatan jangka lama (TB paru) disangkal

Pemeriksaan Fisik

Antropometri

BB: 12 kgTB: 88 cm

BB/U = 12/12.5 x 100% = 96% (gizi baik)TB/U = 88/88 x 100% = 100% (tinggi normal)BB/TB = 12/12.5 x 100% = 96% (normal, proporsional)

Status Gizi baik

Status Generalis

Paru

Jantung

Abdomen

Genitalia: Perempuan, tidak ada keluhanAnus dan rektum : tidak ada keluhan

Extremitas Atas : akral hangat, ruam makulopapular (+/+), udem (-/-), pucat (-)Bawah :akral hangat, ruam makulopapular (+/+), udem (-/-), pucat (-), RCT < 2 detik

GCS 15 (Composmentis)Lingkar Kepala 47 cm (normocephal)Ubun-ubun sudah menutupTanda rangsal meningealKaku kuduk (nuchal rigidity) negativeBrudzinski I negativeBrudzinski II Kernig Paralisis tidak adaRefleks fisiologis : Biseps (+) triseps (+) patella (+) achilles (+)Refleks patologis : Babinski (-) Oppenheim (-)Status Neurologis

PEMERIKSAAN LABORATORIUM03 September 2011PemeriksaanHasilSatuanNilai RujukanHemoglobin12.00g/dL10.7 14.7 Leukosit H 17.43103/uL5.50 15.50 Hematokrit35%31 43Trombosit348103/uL229 553

Pemeriksaan HasilSatuan Nilai rujukanNatriumL 130mmol/L132 145KaliumL 3.00mmol/L3.5 5.50Chlorida101mmol/L98 110

ResumeAn. Dn perempuan berumur 2 tahun 1 bulan dengan BB 12 Kg datang ke puskesmas kecamatan jagakarsa dengan keluhan demam tinggi timbul mendadak dan terus menerus sejak 4 hari sebelm datang ke puskesmas. Saat di Poli MTBS demam tinggi (+) disertai kejang 3 menit, batuk (+), pilek (+), nyeri menelan (+), kedua mata merah berair, dan timbul ruam makulopapular di wajah, dada, perut, punggung, tangan dan kaki, muntah (+), diare (+), lemas, nafsu makan menurun, tidak mau minum. Imunisasi campak (-).

DAFTAR MASALAH Morbili Gastroenteritis akut

AssessmentMorbiliDemam tinggi timbul mendadak, terus menerusCoughCoryzaConjungtivitisRuam makulopapularMuntah dan DiareKejang demam

Dari pemeriksaan fisik didapatkanSuhu 38,8o CelciusKonjungtiva hiperemis Ruam makulopapular di kulitRhinnoreKoplik spot (-)Faring hiperemisAuskultasi paru vesikuler (+/+) lendir (+/+)Pemeriksaan laboratorium didapatkan leukositosis 17,43 103/uL

Rencana diagnosis : Pemeriksaan darah lengkap, urinalysisWorking diagnose : Morbili

Rencana Terapi, dirujuk ke RS dan saat di RS :Nutrisi dan CairanPerhitungan cairan BB 12 Kg Cairan maintenance = (10 x 100cc) + (2 x 50cc) = 1100 ccTetesan infus = 1100 cc x 15tts = 11.49 12 tpm 24 x 60Vitamin A 200.000 IU anak usia 12 bulan 5 tahun

Sanmol 175 mg Diazepam 1 mgEqual

CTM tab (1 mg)Salbutamol 0.6 mgMuccopec tabEqual

Puyer Kejang DemamPuyer Batuk-Pilek Inhalasi Salep mata kloramfenikol/tetrasiklin 3 kali sehari selama 7 hari

Gastroenteritis AkutMuntah (+)Diare (+)DemamLemas, tidak mau minumNafsu makan menurun Dari pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38,8oCelcius, bibir kering (+), turgor kulit baik.Pemeriksaan laboratorium didapatkan leukositosis17,43103/uL,hiponatremia 130 mmol/L, hipokalemia 3 mmol/L.

Nutrisi dan CairanPerhitungan cairan BB 12 Kg Cairan maintenance = (10 x 100cc) + (2 x 50cc) = 1100 ccTetesan infus = 1100 cc x 15tts = 11.49 12 tpm 24 x 60

Inj ceftriakson 1x1 gram dalam dextrose 5% 100 ccLacto B 2 dd IZinc 20 mg 1 dd I

TINJAUAN PUSTAKAMORBILI

DEFINISICampak atau measles adalah penyakit virus akut yang sangat infeksius disebabkan oleh virus campak dengan karakterisitik perjalanan penyakit stadium inkubasi, stadium prodromal, stadium erupsi dan stadium konvalesensi

EPIDEMIOLOGISurvei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) campak menduduki tempat ke-5 dalam urutan 10 macam penyakit utama pada bayi dan anak usia 1-4 tahunInsiden 3000-4000 per tahunUmur terbanyak menderita campak < 12 bulan, diikuti kelompok umur 1-4 dan 5-14 tahunTransmisi campak terjadi melalui udara, kontak langsung maupun melalui droplet

ETIOLOGI

Virus campak merupakan virus RNA famili paramyxoviridae dengan genus Morbili virus

PATOGENESIS

PATOGENESIS

Tabel Patogenesis infeksi campak tanpa penyulit

HariManifestasi0Virus campak dalam droplet kontak dengan permukaan epitel nasofaring atau kemungkinan konjungtivaInfeksi pada sel epitel dan multiplikasi virus1-2Penyebaran infeksi ke jaringan limfatik regional2-3Viremia primer3-5Multiplikasi virus campak pada epitel saluran nafas di tempat infeksi pertama, dan pada RES regional maupun daerah yang jauh5-7Viremia sekunder7-11Manifestasi pada kulit dan tempat lain yang bervirus, termasuk saluran nafas11-14Virus pada darah, saluran nafas dan organ lain15-17Viremia berkurang lalu hilang, virus pada organ menghilang

Sumber : Feigin et al.2004. Textbook of Pediatric Infectious Diseases 5th edition

DIAGNOSIS

DIAGNOSIS

Koplik Spots

PEMERIKSAAN PENUNJANGDiagnosis campak biasanya cukup ditegakkan berdasarkan gejala klinisPada stadium prodromal dapat ditemukan sel Warthin dari apusan mukosa hidungSerum antibodi dari virus campak dapat dilihat dengan pemeriksaan Hemagglutination-inhibition (HI), complement fixation (CF), neutralization, immune precipitation, hemolysin inhibition, ELISA, serologi IgM-IgG, dan fluorescent antibody (FA).

DIFFERENTIAL DIAGNOSISCampak jermanRubellaAlergi obat Demam skarlatina Eksantema subitum

PENYULIT Laringitis akutBronkopneumoniaEncephalitisSSPE (Subacute Slcerosing Panencephalitis)Kejang DemamKonjungtivitisOtitis MediaDiare

PENATALAKSANAANPengobatan bersifat suportifpemberian cairan yang cukupsuplemen nutrisiantibiotik apabila terjadi infeksi sekunderantikonvulsi apabila terjadi kejangvitamin A 100.000 IU untuk anak usia 6 bulan hingga 1 tahun dan 200.000 Unit untuk anak usia > 1 tahun

INDIKASI RAWATPasien dirawat (di ruang isolasi) bila :Hiperpireksia (suhu > 39,5C)DehidrasiKejangAsupan oral sulitAdanya penyulit atau komplikasi

PREVENTIFIMUNISASI AKTIFimunisasi campak dapat diberikan bersama Mumps dan Rubela (MMR) pada usia 12-15 bulan

IMUNISASI PASIFCampak dapat dicegah dengan menggunakanimunoglobulin serum dengan dosis 0,25 mL/kgBBdiberikan secara intramuskuler dalam 5 hari sesudahpemajanan tetapi lebih baik sesegera mungkinISOLASI

PROGNOSISCampak merupakan self limiting diseasesehingga bila tanpa disertai dengan penyulit maka prognosisnya baik

THANK YOU

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended