Home >Documents >Buletin Suluh Edisi 8

Buletin Suluh Edisi 8

Date post:07-Apr-2016
Category:
View:238 times
Download:10 times
Share this document with a friend
Description:
 
Transcript:
  • Humas IAIN Pontianak 2014

    1

    Buletin

  • Humas IAIN Pontianak 2014

    2

    Buletin

    PORTAL REDAKSI

    SULUHBuletin Civitas Akademika IAIN Pontianak

    E d i s i 8 A g t - S e p t 2 0 1 4

    PENANGGUNG JAWAB

    Dr. H. Hamka Siregar, M.Ag

    REDAKTUR

    Handes, M.I.Kom

    EDITOR

    Eka Hendry, Ar., M.Si

    Aspari, S.Pd.I

    KESEKRETARIATAN

    Suhardiman, M.Si

    LAYOUT

    Setia Purwadi, S.E.I

    TIM PENYUSUN

    Syamsul Kurniawan, M.S.I

    Dian Kartika Sari, S.Kom.I

    Khairul Muttaqin

    Ona Sutiono

    ALAMAT REDAKSI

    Kampus IAIN PontianakJalan Letjen Soeprapto No.19

    Telp./Fax: 0561-734170, Pontianak 78121Website: www.iainptk.ac.id

    email: humas.iain.pontianak@gmail.com

    H A M K A S I R E G A R : P E N A M A A N I A I N PONTIANAK, SYAIKH AHMAD KHATIB A L - S A M B A S S Y L AYA K U N T U K K I TA PERJUANGKAN

    Rektor IAIN Pontianak, Dr. H. Hamka Siregar, M.Ag, mengatakan, IAIN Pontianak akan terus membangun, termasuk dalam mewujudkan mimpi IAIN Pontianak menjadi kampus Islam yang ulung dan terkemuka dalam riset dan keilmuan budaya Borneo, Senin, 8/9/2014 dalam Raker di Gardenia Kubu Raya.

    Hamka menyebut, sudah sejak lama memimpikan kampus IAIN Pontianak menjadi pusat kajian Islam Borneo. Dari sisi penamaan IAIN Pontianak ingin menambahkan kata Khatulistiwa, sehingga diusulkan nama IAIN Khatulistiwa Pontianak, yang mana dalam Bahasa Arab Khat al-Istiwa.

    Dia berpendapat, mengingat di Indonesia lebih lazim menggunakan nama tokoh, maka nama IAIN Khatulistiwa menjadi mentah. Karena itu, dapat diusulkan nama tokoh lokal yang bisa digandeng ke nama IAIN Pontianak, tuturnya.

    Dari sisi penamaan IAIN Pontianak, nama Syaikh Ahmad Khatib al-Sambassy layak untuk kita perjuangkan. Kita semua bangga dengan tokoh ini, karena tidak hanya terkenal di masyarakat lokal atau nasional, bahkan namanya cukup harum di dunia Internasional, tuturnya.

    Menurut Hamka, nama Syaikh Ahmad Khatib al-Sambasy adalah putra daerah Kalbar yang tercatat sebagai ulama non Arab yang satu-satunya pernah menjadi imam Masjid al-Haram. Selain itu, terkait dengan nama, IAIN Pontianak harus bisa menjadi pusat perhatian masyarakat Kalimantan Barat ke depan.

    IAIN Pontianak ke depan akan terus membangun dan mewujudkan mimpinya sebagai kampus Islam yang ulung dan terkemuka di Kalimantan Barat dengan sarana dan prasarana yang representatif baik dari sisi penamaan maupun arah kebijakan strategis, tambahnya.

  • Humas IAIN Pontianak 2014

    3

    Buletin

    Contents

    Prof. Dr. H. Dede Rosyada, MADIREKTUR DIKTISMOTIVASI MAHASISWA BARU 4

    Arah Kebijakan WakilRektor I Bidang Akademikdan Pengembangan Lembaga IAIN Pontianak

    17

    KHALIMAH:Kebutuhan Perencanaan Anggaran 2015 Didasari Pada Aspek Prioritas Utama dan Pendukung

    18

    Redaksi ................................................................................2

    Antusiasme Calon Mahasiswa Mendaftar

    Ke IAIN Pontianak Meningkat ....................................6

    IAIN Pontianak Siap Salurkan

    Ratusan Beasiswa Bagi Mahasiswa

    Berprestasi ........................................................................8

    LPM Mengelaborasi Standar Mutu Internal ..........10

    Galleri ..................................................................................12

    Dr. H. Hermansyah, M.Ag:

    Dari Akademisi ke Birokrasi ........................................15

    Babak Baru Kurikulum KKNI Tantangan

    untuk Menciptakan Peluang ......................................16

    UKK Komsan Jaga Tradisi Juara

    Selalu Tampil di Pentas Nasional ..............................20

    LAPORAN UTAMA

  • Humas IAIN Pontianak 2014

    4

    Buletin

    DIREKTUR DIKTIS MOTIVASI MAHASISWA BARU

    Prof. Dr. H. Dede Rosyada, MA.

    Salah satu momentum penting bagi mahasiswa baru FTIK (Fakul tas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan) tahun ini adalah bisa bertemu d e n g a n D i r e k t u r D i k t i s Kemenag RI, Prof. Dr. H. Dede Rosyada, MA., dalam acara Studium General II pada Senin, (22/9/2014) Gedung Rektorat lantai 4 IAIN Pontianak.

    Dalam sebuah Perguruan Tinggi pembentukan sumber daya manusia menjadi faktor yang sangat menentukan, dan pembangunan kreativitas mahasiswa menjadi sebuah keniscayaan. Prof. Dr. H. Dede Rosyada, MA., yang diundang secara khusus memberikan materi FTIK yang Unggul Berkualitas untuk SDM Berdaya Saing Global.

    D a l a m k e s e m p a t a n tersebut, dia mengatakan, mulai Januari 2015 mahasiswa sudah dihadapkan pada Asean Economic Community (AEC) dimana negara-negara di Asia Tenggara telah menyepakati One Single Market on Services.

    Melalui komitmen Bali Concord II (2003), Action Free Flow of Good telah dimulai secara bertahap sejak 2007, dan Action Free Flow of Service (2013-dalam bidang trasportasi udara, kesehatan dan tourism).

    Pada tahun depan, tentu seluruh sumber daya dan potensi yang dimiliki untuk digali, dimodifikasi, dan ditingkatkan kualitas untuk memberikan nilai tambah dalam mendorong potensi lokal.

    Seluruh kota-kota besar yang ada di 11 negara Asia T e n g g a r a a k a n m e n j a d i market bagi lulusan guru, p r a k t i s i m e d i s , d o k t e r , perawat, pengacara, arsitektur, profesional pariwisata, surveying qualifications, jasa akuntansi dan sektor jasa lainnya akan bersaing menjadi yang terbaik, jelasnya.

    Dede Rosyada memberikan pandangan, bahwa kesepakatan Bal i Concord II tersebut, ketika diterapkan pada tahun mendatang, tentu juga akan menciptakan persaingan dalam

    mencari tempat bekerja yang terbaik.

    Menurutnya, mahasiswa FTIK sekalipun kuliah di Pontianak punya kesempatan (kans) untuk berdaya saing global, boleh melamar kerja di Malaysia, Singapura atau di Brunei Darussalam, untuk melamar kerja, bersaing dengan sarjana dari luar negeri lainnya, dan keluar sebagai pemenang (the winner).

    K e s e m p a t a n t e r s e b u t tentu akan menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa baru untuk memupuk kemampuan akademik untuk mengelaborasi dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki guna mendapatkan kesempatan terbaik.

    Dia menyebut, dari saat ini mahasiswa harus mengubah mindset dari localizing society menjadi globalizing society, mengingat persaingan akan semakin ketat jika tidak ingin ketinggalan. Mulai berpikir ketika lulus dari FTIK tidak hanya bercita-cita mengajar di Pontianak atau sekitarnya,

    LAPORAN UTAMA

  • Humas IAIN Pontianak 2014

    5

    Buletin

    LAPORAN UTAMA

    akan tetapi mencoba untuk berorientasi pada pasar global se-Asia Tenggara.

    D i k e m u k a k a n n y a , pendidikan harus mampu mempersiapkan generasi baru dengan perubahan paradigma, dari orientasi lokal, menjadi regional dan global. Dari eksklusif menjadi inklusif pluralis, dan bisa bekerjasama dengan siapa saja di dunia, tanpa membedakan agama, ras dan budaya. Dari pekerja yang siap melaksanakan pekerjaan secara profesional, menjadi pekerja yang kreatif dan inovatif.

    Karena itu, Dede Rosyada meminta, kepada mahasiswa F T I K , m u l a i m e n e m p u h pendidikan dengan belajar lebih serius, selain mempertajam bidang keilmuan dan keahlian pada bidangnya, juga harus sering melakukan praktek mengajar menggunakan bahasa Inggris, agar bisa berdaya saing

    global.Dalam analisanya, pada

    tahun-tahun mendatang dari sisi kesejahteraan, dia mengutip Hatta Rajasa dalam Republika yang menyatakan bahwa Indonesia akan menjadi upper middle income countries, dengan perkapita US $15.000, pada tahun 2025.

    Sementara menyadur Raoul Oberman, dari McKinsey Global Institute, dia menegaskan, bahwa Indonesia berpotensi m e n j a d i n e g a r a m a j u d i tahun 2030. Demikian juga merujuk pada media Kompas, Ekonomi Indonesia paling stabil, pertumbuhan merata ke luar jawa, ekspor komiditas non migas, dan pertumbuhan ditopang oleh peningkatan produktifitas.

    Masih pada pendapat Raoul Oberman yang memprediksikan Indonesia will be number seven front the best country on the world

    atau Indonesia menjadi negara terkaya ke tujuh di dunia, dengan alasan bahwa Indonesia adalah negara yang paling tertib dalam bidang pembangunan ekonomi.

    R P J P N ( R e n c a n a Pembangunan Jangka Panjang Nasional) yang dituangkan dalam undang-undang nomor 17 tahun 2005 mengatakan bahwa Indonesia pada tahun 2025 akan menjadi negara maju, mandiri dan sejahtera.

    M a j u , p u n g k a s D e d e Rosyada, perkeluarga mampu menghasilkan pendapatan perkapita rata-rata US $18.000 p e r t a h u n , d a n m a n d i r i d i m a k s u d k a n t i d a k l a g i bergantung pada negara asing, sedangkan sejahtera adalah pemerataan antara satu keluarga satu sama lainnya.

    Dr. H. Hamka Siregar,M.AgRektor IAIN Pontianak menyerahkan cendramata kepada Prof.Dr. H. Dede Rosyada, MA

  • Humas IAIN Pontianak 2014

    6

    Buletin

    LIPUTAN KHUSUS

    ANTUSIASMECALON MAHASISWA MENDAFTAR KE IAIN PONTIANAK MENINGKAT

    Pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan terdapat empat pilihan jurusan yaitu Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Guru Madrasah

    Ibtidaiyah, dan Pendidikan Guru Raudhatul Athfal.

    S e m e n t a r a F a k u l t a s U s h u l u d d i n , A d a b d a n Dakwah menerima mahasiswa d i e m p a t j u r u s a n y a i t u

    Bimbingan Konseling Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Manajemen Dakwah, dan Ilmu al-Quran dan Tafsir.

    S e d a n g k a n F a k u l t a s Syariah dan Ekonomi Islam,

    Peserta SPMB melihat pengumaman hasil UM-PTAIN 2014

    IAIN Pontianak (tahun ajaran 2014-2015) membuka program pendidikan S1 dan Pascasarjana. Untuk pendidikan S1 terdapat tiga Fakultas yang menjadi andalan setiap tahunnya. Tiga Fakultas tersebut m

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended