Home >Documents >Buku Regulasi

Buku Regulasi

Date post:18-Oct-2015
Category:
View:118 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Description:
regulasi kepdirjen EBTKE
Transcript:
  • 1

  • PENYUSUN:Direktorat Bioenergi

    Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan danKonservasi Energi

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

    Alamat:Jl. Pegangsaan Timur No.1, Menteng Jakarta 10320

    Tlp: (021) 39830077, 31924583, Faks: (021) 31924585Website : www.ebtke.esdm.go.id

  • iKATA PENGANTAR

    Alhamdulillah, Puji Syukur kami ucapkan kehadiratTuhan Yang Maha Kuasa, KUMPULAN REGULASITEKNIS (SK DIRJEN EBTKE) BIDANG BIOENERGI TAHUN2013 ini dapat kami susun dan terbitkan. Buku kumpulanregulasi ini kami harapkan dapat dipergunakan sebagaipanduan praktis bagi seluruh kalangan/ pemangkukepentingan yang bergerak dalam bidang bioenergi.

    Terkait pengembangan Bioenergi, Pemerintah melaluikementerian ESDM Cq Direktorat Bioenergi, DirektoratJenderal Energi Baru, Terbarukan dan KonservasiEnergi, akan terus mendorong pengembangan danpemanfaatan Bioenergi, melalui kebijakan, regulasi danprogram pengembangan yang lebih kondusif bagi semuapemangku kepentingan.

    Kami sangat menyadari bahwa dalam penyusunan bukuini masih banyak kekurangan dan sangat jauh darisempurna, untuk itu kami akan terus memperbaiki diridan mengharapkan saran dan masukan dari semuapihak.

    Akhir kata kami mengucapkan terimakasih kepadasemua pihak yang membantu dalam penyusunan danterbitnya buku ini. Semoga buku ini dapat memberikanmanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan dalampengembangan bioenergi sebagai pengganti energi fosil.

    Jakarta, Agustus 2013

    Penyusun.

  • ii

    DAFTAR ISI

    1. KEPUTUSAN DIRJEN EBTKENomor : 722 K/ 10/DJE/2013Tentang : STANDAR DAN MUTU (SPESIFIKASI)

    BAHAN BAKAR NABATI (BIOFUEL) JENISBIOETANOL SEBAGAI BAHAN BAKARLAIN YANG DIPASARKAN DI DALAMNEGERI

    Halaman : 1 dari 34

    2. KEPUTUSAN DIRJEN EBTKENomor : 723 K/ 10/DJE/2013Tentang : STANDAR DAN MUTU (SPESIFIKASI)

    BAHAN BAKAR NABATI (BIOFUEL) JENISBIODIESEL SEBAGAI BAHAN BAKAR LAINYANG DIPASARKAN DI DALAM NEGERI

    Halaman : 7 dari 34

    3. KEPUTUSAN DIRJEN EBTKENomor : 830 K/10/DJE/2013Tentang : STANDAR DAN MUTU (SPESIFIKASI)

    BAHAN BAKAR NABATI TERESTERI-FIKASI PARSIAL UNTUK MOTOR DIESELPUTARAN SEDANG

    Halaman : 13 dari 34

    4. KEPUTUSAN DIRJEN EBTKENomor : 902 K/10/DJE/2013Tentang : PETUNJUK TEKNIS UJI KADAR BAHAN

    BAKAR NABATI (BBN) DI DALAMCAMPURAN DENGAN BAHAN BAKARMINYAK (BBM).

    Halaman : 18 dari 34

    5. KEPUTUSAN DIRJEN EBTKENomor : 903 K/10/DJE/2013Tentang : STANDAR DAN MUTU (SPESIFIKASI)

    BAHAN BAKAR NABATI (BIOFUEL) JENISMINYAK NABATI MURNI UNTUK BAHANBAKAR MOTOR DIESEL PUTARANSEDANG.

    Halaman : 30 dari 34

  • 1 dari 34

    KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL ENERGI BARU,TERBARUKAN DAN KONSERVASI ENERGI

    NOMOR : 722 K/ 10/DJE/2013

    TENTANGSTANDAR DAN MUTU (SPESIFIKASI) BAHAN BAKAR

    NABATI (BIOFUEL) JENIS BIOETANOL SEBAGAI BAHANBAKAR LAIN

    YANG DIPASARKAN DI DALAM NEGERI

  • 2 dari 34

    KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIADIREKTORAT JENDERAL ENERGI BARU, TERBARUKAN DAN KONSERVASI ENERGI

    KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL ENERGI BARU, TERBARUKAN DANKONSERVASI ENERGI

    NOMOR : 722 K/ 10/DJE/2013TENTANG

    STANDAR DAN MUTU (SPESIFIKASI) BAHAN BAKAR NABATI (BIOFUEL)JENIS BIOETANOL SEBAGAI BAHAN BAKAR LAIN

    YANG DIPASARKAN DI DALAM NEGERIDIREKTUR JENDERAL ENERGI BARU, TERBARUKAN DAN KONSERVASI ENERGI,

    Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 10Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor32 Tahun 2008, tentang Penyediaan, Pemanfaatan dan TataNiaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Sebagai Bahan BakarLain, perlu menetapkan Keputusan Direktur JenderalEnergi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi tentangStandar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Nabati (Biofuel)Jenis Bioetanol Yang Dipasarkan Di Dalam Negeri;

    Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyakdan Gas Bumi (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor136, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4152;

    2. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4746);

    3. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2004 tentangKegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (LembaranNegara Tahun 2004 Nomor 124, Tambahan LembaranNegara Nomor 4436);

    4. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tanggal 25Januari 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional;

    5. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2006 tentangPenyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati(Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain;

    6. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor14/M/2013 tanggal 25 Januari 2013;

    7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya MineralNomor : 0048 Tahun 2005 Tentang Standar dan Mutu(Spesifikasi) serta Pengawasan Bahan Bakar Minyak,Bahan Bakar Gas, Bahan Bakar Lain, LPG, LNG, danHasil Olahan Yang Dipasarkan Di Dalam Negeri;

  • 3 dari 34

    8. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya MineralNomor 32 Tahun 2008 tentang Penyediaan,Pemanfaatan, dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati(Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain;

    9. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya MineralNomor 18 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata KerjaKementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;

    10.Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas BumiNomor 3674 K/24/DJM/2006 tentang Standar danMutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensinyang Dipasarkan Di Dalam Negeri;

    11.Keputusan Kepala Badan Standardisasi Nasional Nomor182/KEP/BSN/12/2012 Tentang Penetapan Revisi 2(Dua) Standar Nasional Indonesia;

    MEMUTUSKAN:

    Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL ENERGI BARU,TERBARUKAN DAN KONSERVASI ENERGI TENTANG STANDARDAN MUTU (SPESIFIKASI) BAHAN BAKAR NABATI (BIOFUEL)JENIS BIOETANOL SEBAGAI BAHAN BAKAR LAIN YANGDIPASARKAN DI DALAM NEGERI.

    KESATU : Menetapkan dan memberlakukan Standar dan Mutu(Spesifikasi) Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Jenis BioetanolSebagai Bahan Bakar Lain Yang Dipasarkan Di Dalam Negerisebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan DirekturJenderal ini yang mengacu pada SNI 7390:2012.

    KEDUA : Bahan Bakar Nabati (Biofuel) jenis Bioetanol yang dipasarkandi dalam negeri sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kesatudapat digunakan sebagai campuran Bahan Bakar Jenis Bensinsampai dengan 10% dari total campuran.

    KETIGA : Pada saat Keputusan ini mulai berlaku, Keputusan DirekturJenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor23204.K/10/DJM.S/2008 tentang Standar dan Mutu(Spesifikasi) Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Jenis BioetanolSebagai Bahan Bakar Lain Yang Dipasarkan Di Dalam Negeridicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

    10. Keputusan ...

  • 4 dari 34

    KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

    Ditetapkan di Jakartapada tanggal 02 Mei 2013Direktur Jenderal Energi Baru,Terbarukan dan Konservasi Energi,Ttd

    Rida Mulyana

    Tembusan :1. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral;2. Menteri Perindustrian;3. Menteri Perdagangan;4. Menteri Lingkungan Hidup;5. Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;6. Inspektur Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;7. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi;8. Kepala BPH Migas.

  • 5 dari 34

    Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan danKonservasi EnergiNomor : 722 K/ 10/DJE/2013Tanggal : 02 Mei 2013

    STANDAR DAN MUTU (SPESIFIKASI) BAHAN BAKAR NABATI (BIOFUEL)JENIS BIOETANOL

    NO PARAMETER UJI METODE UJI PERSYARATANa) SATUAN,Min/Max1 Kadar etanol b) ASTM D5501 atau

    Lihat bagian 11.1 SNI7390:2012

    99,5 (setelahdidenaturasidengandenatoniumbenzoat),94,0 (setelahdidenaturasidenganhidrokarbon)

    %-v, min.

    2 Kadar metanol ASTM D5501 atauLihat bagian 11.1 SNI7390:2012

    0,5 %-v, maks.

    3 Kadar air ASTM D1744 atauASTM E203 atau Lihatbagian 11.2 SNI7390:2012

    0,7 %-v, maks.

    4 Kadardenaturan- Hidrokarb

    onatau

    - Denatonium Benzoat

    ASTM D7304 atau IP391 atau Lihat bagian11.3 SNI 7390:2012

    2 54 - 10

    %-vmg/l

    5 Kadar tembaga(Cu)

    ASTM D1688 atauLihat bagian 11.4 SNI7390:2012

    0,1 mg/kg,maks.

    6 Keasamansebagai asamasetat

    ASTM D1613 atau BS6392-1 atau Lihatbagian 11.5 SNI7390:2012

    30 mg/L,maks.

    7 Tampakan pengamatan visual jernih dan terang,tidak adaendapan dankotoran

    8 Kadar ionklorida (Cl-)

    ASTM D512 atauLihat bagian 11.6 SNI7390:2012

    20 mg/L,maks.

  • 6 dari 34

    NO PARAMETER UJI METODE UJI PERSYARATANa) SATUAN,Min/Max9 Kandungan

    belerang (S)ASTM D2622 atauASTM D5453 atau BSEN ISO 14596 atauLihat bagian 11.7 SNI7390:2012

    50 mg/L,maks.

    10 Kadar getahpurwa dicuci(washed gum)

    ASTM D381 atauLihat bagian 11.8 SNI7390:2012

    5,0 mg/100ml,maks.

    a) Jika tidak diberikan catatan khusus, nilai batasan (spesifikasi)yang tertera adalah nilai untuk bioetanol yang sudahdidenaturasi dan akan dicampurkan ke dalam bensin padakadar sampai dengan 10%-v.

    b) FGE umumnya memiliki berat jenis dalam rentang 0,7936 -0,7961 pada kondisi 15,56/15,56 C, atau dalam rentang0,7871 - 0,7896 pada kondisi 25/25 C, diukur dengan carapiknometri atau hidrometri yang sudah sangat lazim diterapkandi dalam industri alkohol.

    Direktur Jenderal Energi Baru,Terbarukan dan Konservasi Energi,

    Ttd

    Rida Mulyana

  • 7 dari 34

    KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL ENERGI BARU,TERBARUKAN DAN KONSERVASI ENERGI

    NOMOR : 723 K/10/DJE/2013

    TENTANG

    STANDAR DAN MUTU (SPESIFIKASI) BAHAN BAKARNABATI (BIOFUEL) JENIS BIODIESEL SEBAGAI

    BAHAN BAKAR LAINYANG DIPASARKAN DI DALAM NEGERI

  • 8 dari 34

    KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIKINDONESIA

    DIREKTORAT JENDERAL ENERGI BARU, TERBARUKAN DAN KONSERVASIENERGI

    KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL ENERGI BARU, TERBARUKAN DANKONSERVASI ENERGI

    NOMOR : 723 K/