Home > Science > Buku panduan dan log book survei hiu

Buku panduan dan log book survei hiu

Date post: 01-Jul-2015
Category:
Author: hendrakkp
View: 973 times
Download: 57 times
Share this document with a friend
Description:
Buku Panduan dan logbook survei potensi dan populasi hiu di wilayah kerja BPSPL Denpasar.
Embed Size (px)
of 39 /39
Transcript
  • 1. KATA PENGANTARIndonesia juga tercatat sebagai salah satu negara yang memanfaatkan sumberdaya ikan bertulang rawan (hiu dan pari) terbesar di dunia. Ikan hiu yangtertangkap bisa sebagai hasil tangkap sampingan maupun sebagai tangkapanutama. Beberapa alat tangkap yang digunakan untuk menangkap hiu dan parisebagai tangkapan utama antara lain adalah berbagai jenis jaring insang,pancing rawai dan tombak. Jenis ikan ini juga tertangkap sebagai hasil tangkapsampingan oleh nelayan yang menggunakan pukat dasar, pukat udang, jaringinsang, pancing rawai dan bagan. Indonesia tercatat sebagai negara denganproduksi perikanan hiu dan pari terbesar dan diyakini memiliki kekayaan jenis hiudan pari tertinggi di dunia. Pengetahuan mengenai pengenalan jenis hiu dan pariyang ada di Indonesia amatlah dibutuhkan seiring dengan tingkat pemanfaatanyang amat tinggi terhadap populasi jenis ini, serta untuk memperoleh data yangakurat dalam penentuan kebijakan terhadap pengelolaan sumber daya tersebut.Buku panduan ini disusun dalam rangka pelaksanaan survei hiu di Jawa Timur,Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur yang berisi cara-carapengukuran biologi ikan hiu, cara identifikasi, peralatan yang dibutuhkan dalamsurvei serta form isian bagi enumerator. Dengan harapan dapat menjadipanduan dalam melakukan survei hiu dengan baik.iGianyar, Juli 2014Kepala BPSPL DenpasarIr. Ikram M Sangadji, M.Si

2. DAFTAR ISIKata Pengantar ............................................................................................ iDaftar Isi ....................................................................................................... iiIstilah Umum ............................................................................................... 1BAGIAN 1 PENDAHULUAN ...................................................................... 51.1. Latar Belakang ...................................................................................... 61.2. Maksud dan Tujuan ............................................................................... 61.3. Sasaran ................................................................................................. 61.4. Keluaran ................................................................................................ 61.5. Lingkup Kegiatan ................................................................................... 6BAGIAN 2 METODOLOGI ........................................................................... 72.1 Kerangka Umum Survei dan Monitoring Hiu .......................................... 72.2 Alur Pelaksanaan Kegiatan .................................................................... 72.3 Rencana Lokasi Kegiatan ...................................................................... 82.4 Metode Pelaksanaan .............................................................................. 82.4.1 Enumerator ................................................................................... 82.4.2 Supervisi ....................................................................................... 82.5 Jenis dan Kebutuhan Data ..................................................................... 9BAGIAN 3 TEKNIK PENGUKURAN MORFOMETRIK PADA IKAN HIU ...3.1 Metode ........................................................................................... 113.2 Ciri-Ciri Morfologis ........................................................................... 113.3 Teknik Pengukuran ......................................................................... 133.4. Teknik Pengenalan Jenis Kelamin Pada Hiu ...................................... 13BAGIAN 4 PERALATAN PENCATATAN DATA IKAN HIU ................ 15BAGIAN 5 KUNCI INDENTIFIKASI SUKU/SPESIES .......................... 16BAGIAN 6 FORM ISIAN ....................................................................... 31ii 3. Istilah umumadelophophagy metode perkembangan embrio dimana terjadi kanibalisme antarembrio di dalam uterus.angular berbentuk persegi.anterior bagian depan suatu objek.apex bagian ujung atau puncak.badan bagian dari tubuh ikan antara kepala dan ekor,mulai dari belakang insanghingga pangkal sirip ekor.barbel tonjolan daging yang panjang atau berumbai di bagian kepala (moncong)yang berfungsi sebagai organ sensor.batang ekor yang menghubungkan tubuh dengan ekor.bathypelagis bagian bawah dari zona oseanik, dari kedalaman 700 m hingga 2,000atau 4,000 m.bentik hidup di dasar perairan.bercak suatu bercak atau area yang berbeda warna dengan daerah di sekitarnya.bukaan insang yang menghubungkan bilik insang dengan bagian luar (biasanya padaikan bertulang rawan).celah hidung celah yang menghubungkan antara mulut dengan lubang hidung.celah circumnarial celah di sekeliling kepala.celah oronasal celah di sekitar hidung.celah symphysis celah di sekitar mulut.cepalopoda kelompok cumi.cetacea kelompok mamalia laut seperti lumba-lumba dan paus.chondrichthyes kelompok ikan bertulang rawan seperti hiu, pari dan hiu hantu(chimaera).cuping kepala lekukan lebar pada dahi pada beberapa jenis pari.cuping terminal cuping bagian pangkal.dasar bagian dasar (misal pada sirip) yang menghubungkan dengan tubuh.demersal hidup di dasar atau dekat dasar perairan.dentikel bentukan seperti gigi yang kecil-sisik plakoid pada ikan bertulang rawan.dermal yang berhubungan dengan kulit.dorsal punggung, bagian atas tubuh.duri bagian yang menonjol dan berujung tajam.duri sengat struktur tulang yang bergerigi dan berujung tajam pada bagian ekorbeberapa jenis pari.ekor bagian tubuh dari kloaka hingga pangkal sirip ekor. 4. elasmobranchii kelompok ikan bertulang rawan seperti hiu dan pari.endemik hidup terbatas di suatu area.epipelagis bagian atas dari zona oseanik, dari permukaan hingga kedalaman sekitar200 m.estuarin hidup lebih banyak di daerah ustuaria.filter feeding menyaring partikel makanan di air dengan menggunakan tapisinsangnya.free rear tip ujung paling belakang sirip setelah dasar sirip.gigi bagian yang keras pada rahang, berguna untuk menggigit dan menghancurkanmakanan.gigi rostral tonjolan seperti gigi pada tiap sisi moncong hiu gergaji.gigi taring bagian ujung gigi yang lancip.granulasi membentuk butiran-butiran.gurat bibir kerutan di sekitar bibir.gurat interdorsal guratan kulit di antara kedua sirip punggung.gurat sisi guratan menonjol di bagian sisi tubuh.habitat suatu kondisi lingkungan tempat organisme hidup.histotrofi pola perkembangan embrio dimana embrio menerima nutrisi kaya lemakhistotrof atau susu dari uterus, yang diperoleh dari perpanjangan dinding uterus yangdinamai troponemata.insang organ pernafasan yang menyaring oksigen dari air.insersi celah antara sirip dengan bagian tubuh ikan.interdorsal jarak antara sirip punggung pertama dengan sirip punggung kedua.jarak internarial jarak antara dua lubang hidung.jarak interorbital daerah di antara mata pada bagian atas kepala.juvenil ikan muda, bentuk sama dengan ikan dewasa tapi belum matang secara sex-ual.kasplet gigi taring yang kecil, biasa terdapat di samping gigi taring utama.kepala bagian depan tubuh binatang tempat mulut dan organ-organ perasa yangpenting lainnya berada.ketebalan tinggi kepala atau tubuh dari atas ke bawah-atau jarak dari permukaan kedasar.klasper kepala bagian tubuh berukuran kecil pada bagian dahi ikan chimaera jantandewasa.klasper modifikasi dari bagian sirip perut pada ikan bertulang rawan jantan yangberfungsi untuk menyalurkan sperma ke tubuh ikan betina pada saat kawin.kloaka lubang anus yang berfungsi pula sebagai organ reproduksi.krustasea kelompok udang-udangan, kepiting, lobster. 5. kuadrangular berbentuk segi empat.lateral bagian sisi/samping.lempengan tubuh gabungan dari kepala, tubuh dan pembesaran sirip dada dariikan-ikan bertulang belakang yang memiliki tubuh pipih, contoh: pari.lereng benua bagian lereng yang curam,mulai dari perbatasan dengan paparanbenua hingga kedalaman 2,000 m.longitudinal membujur.lubang hidung bagian terluar dari organ penciuman.lunas guratan/tonjolan daging pada pangkal ekor.mesopelagis hidup di perairan lepas pada kedalaman antara 200 dan 1,000m.moncong bagian ujung kepala di depan mata.nama ilmiah nama ilmiah suatu organisme yang terdini dari nama marga dan namajenis-hanya satu nama per jenis.nekton organisme yang berenang dan bergerak aktif di kolom air.nokturnal aktif mencari makan di malam hari.oseanik hidup di laut lepas.ocellus tanda bintik seperti mata atau melingkar seperti tepi cincin.okular berhubungan dengan mata.oophagy metoda perkembangan embrio dimana embrio mendapatkan nutrisi den-ganmemakan telur yang tidak dibuahi di dalam uterus.oral berhubungan dengan mulut.orbit tulang mata, bagian tulang di tengkorak tempat menyimpan bola mata.organ listrik organ tubuh yang dapat menghantarkan listrik bertegangan rendah.ovipar bertelur, telur menetas setelah dikeluarkan dari dalam tubuh betina yang telahmatang.pancing rawai alat tangkap yang memiliki banyak mata pancing.pangkal bagian pangkal.panjang total pada ikan, diukur dari ujung moncong hingga batas paling belakangsirip ekor bagian atas.paparan benua bagian laut mulai dari daerah pantai hingga kedalaman 200 m.papila tonjolan daging seperti kutil pada langit-langit atau dasar mulut.payau perairan yang menghubungkan air laut dengan air tawar.pelagis berenang bebas di laut atau perairan terbuka dan tidak berasosiasi dengandasar perairan.pembutiran membentuk butiran-butiran.pipih tubuh pendek dan melebar ke samping.plankton organisme kecil yang hidup hanyut mengikuti arus air. 6. populasi unit biologi yang mewakili kelompok individual dari satu jenis hewan yanghidup di suatu area.pori lubang kecil sebagai alat sekresi atau organ sensor.pori hyomandibular garis yang terdiri dari lubang pori yang membesar, memanjangke belakang dari sudut mulut.pukat alat tangkap jaring yang ditarik di belakang kapal.retikulasi tanda atau pola seperti jaring.rhomboidal berbentuk seperti berlian.rostrum perpanjangan dari moncong.rumbai hidung sama dengan rumbai internasal.rumbai kulit bagian kulit yang berkembang berupa rumbai-rumbai.rumbai internasal rumbai atau tonjolan-tonjolan daging yang memanjang di antaralubang hidung, sebagian kadang menutupi mulut.salinitas kadar garam.saluran mukosa saluran lendir.selaput dorsal selaput di bagian atas.selaput mata selaput transparan yang melindungi mata.selaput ventral selaput di bagian bawah.sirip perut sepasang sirip yang berada di bagian bawah tubuh antara kepala dankloaka.sisi preventral bagian sisi di depan perut.squalene minyak yang dihasilkan dari hati beberapa jenis ikan hiu.substrat substansi yang membentuk dasar perairan.subterminal berada di dekat ujung suatu objek-posisi mulut agak di bawah kepala,dimana rahang atas tidak sejajar dengan rahang bawah.symphysis berhubungan dengan bagian tengah persimpangan pada rahang atas danrahang bawah.takik ekor lekukan membujur atau melintang di bagian pangkal sirip ekor padabeberapa jenis hiu.taksonomi ilmu tentang klasifikasi hewan dan tumbuhan.teleost kelompok ikan bertulang sejati.tendril sungut yang memanjang, ramping dan melengkung.tengkuk bagian kepala di atas dan belakang mata.terminal berada di ujung suatu objek-posisi mulut berada di ujung kepala dimanarahang atas sejajar dengan rahang bawahnya.thorn dentikel yang membesar dan berbentuk seperti duri pada permukaan tubuhpari.ventral berhubungan dengan bagian bawah tubuh atau perut. 7. BAGIAN 1PENDAHULUAN1.1. Latar BelakangSebagai Negara kepulauan beriklim tropis, Indonesia memilikikeanekaragaman sumberdaya hayati yang tinggi, termasuk berbagaijenis ikan hiu. Pemanfaatan ikan hiu ini sudah berlangsung sejak lamadan merupakan salah satu sumber pendapatan masyarakat dan Negaradari sektor perikanan. Perhatian dan sorotan internasional terhadapperikanan hiu di Indonesia saat ini mulai meningkat, hal ini tidak hanyadisebabkan karena tingginya angka penanngkapan ikan hiu, tetapi jugadisebabkan karena belum semua bagian ikan hiu yang dimanfaatkan,banyak nelayan yang hanya mengambil siripnya saja sedangkan bagianlainnya dibuang ke laut. Penangkapan ikan hiu secara besar-besarantanpa didukung dengan data yang baik telah menyebabkan kekhawatiranakan ancaman kepunahan beberapa spesies hiu yang ada di Indonesia.Beberapa spesies hiu yang dikhawatirkan mengalami ancamankepunahan dan diusulkan oleh CITES untuk masuk dalam Appendiks IICITES diantaranya Carcharhinus Plumbeus, Carcharhinus Obscurus,Carcharhinus Longimanus, Sphyrna Leweni, sphyrna Mokarran, SphyrnaZygaena. Selain itu Indonesian Ocean Tuna Commission (IOTC)berdasarkan resolusi IOTC 10/12 mengeluarkan larangan penangkapanhiu Spesies Alopias Pelagicus, Alopias Superciliosus dan AlopiasVulpinus. Dari ketiga spesies tersebut dua spesies diantaranyaterdapat di Indonesia yakni Alopias Pelagicus dan AlopiasSuperciliosus.Bagi Indonesia pelarangan penangkapan beberapa jenis ikan hiutersebut akan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadapsumber pendapatan masyarakat nelayan dan menyulitkan dalamaspek pengawasannya dilapangan. Namun demikian juga disadaribahwa pemanfaatan ikan hiu tersebut harus diatur, sehingga kegiatanpemanfaatan ikan hiu ini dapat berlangsung secara berkesinambungandan tidak hanya untuk masa sekarang tetapi juga untuk masa yang akandatang. Dalam rangka pengelolaan berkelanjutan ikan hiu tersebut,khususnya spesies yang diindikasikan rawan mengalami ancamankepunahan diperlukan data dan informasi.Sumber daya hiu telah menjadi penghasilan utama di beberapakalangan masyarakat tertentu, terutama mereka yang menggantungkanhidupnya pada produk perikanan perikanan tersebut, mulai dari nelayanpenangkap, pengumpul, penjual dan pengolah hasil perikanan hiu didaerah-daerah dimana hiu menjadi target perikanan mereka. Dalambeberapa dekade terakhir, tren penangkapan hiu telah makinberkembang mulai dari perikanan longline berskala kecil menjadiperikanan komersial dengan target beberapa jenis ikan yang bernilaitinggi, baik sebagai target maupun tangkapan sampingan.Kepedulian terhadap status konservasi ikan hiu yang terancampunah di Indonesia muncul setelah banyak tekanan dan permintaandunia internasional agar Indonesia turut dalam program perlindunganspesies yang terancam punah. Namun, masih kurangnya informasimengenai data tangkapan, potensi, keragaman jenis, biologi, dan tingkateksploitasi ikan hiu di Indonesia menjadi kendala dalam menentukandasar rasional bagi penerapan pengelolaan hiu yang berkelanjutan. 8. 1.2. Maksud dan TujuanKegiatan Survei dan Monitoring Sebaran Ikan Hiu dilaksanakandengan maksud dan tujuan :a. Melakukan inventarisasi dan identifikasi data serta informasitentang potensi dan sebaran hiu yang meliputi jenis, jumlah dankondisi sebaran hiu;b. Melakukan analisis tingkat pemanfaatan hiu;c. Menyusun peta perkiraan penyebaran potensi hiu; dand. Menyusun arahan rekomendasi pengelolaan dan statusperlindungan hiu di wilayah kerja BPSPL Denpasar1.3. Sasarana. Tersedianya data dan informasi tentang potensi dan kondisi sebaranhiu sebagai dasar dalam penyusunan rencana pengelolaan danpenyusunan kebijakan pengelolaan konservasi hiu.b. Tersedianya data spasial tentang perkiraan sebaran populasi danpemanfaatan hiu.1.4. KeluaranHasil akhir dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah dokumenlaporan survei/monitoring Hiu di wilayah Jawa Timur, Bali, NusaTenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Adapun dokumen laporanmemuat informasi sebagai berikut :a. Kelimpahan populasi dan sebaran hiu;b. Kondisi habitat hiu;c. Hasil analisis kecenderungan jumlah dan ukuran populasi hiu (statusdan tren populasi) berdasarkan data primer dan sekunder;d. Tingkat pemanfaatan hiu diantaranya perdagangan, penangkapan,pelaku pemanfataan dan sebagainya;e. Analisis tentang ancaman pemanfataan hiu terhadap kepunahan;f. Peta perkiraan penyebaran potensi hiu, tingkat pemanfaatan, danjalur distribusi perdagangan.1.5. Lingkup KegiatanLingkup pelaksanaan kegiatan Survei dan Monitoring Hiu" diwilayah kerja BPSPL Denpasar adalah:a. Persiapan dan penyusunan rencana kegiatan;b. Kajian data sekunder yang memuat informasi tentang aspekbiologi, ekologi, pemanfaatan, perdagangan, sosial, ekonomi dan lain-lain;c. Survei lapangan yang meliputi pengamatan aspek biologi,ekologi, dan sosial ekonomi;d. Analisis data lapangan;e. Pembuatan peta;f. Penyusunan laporan 9. BAGIAN 2METODOLOGI2.1 Kerangka Umum Survei dan Monitoring HiuIUCN STATUSAppendix II CITESPada BeberapaSpesies2.2 Alur Pelaksanaan KegiatanSebaran Populasi HIUPotensi Spesies ManajemenKonservasiPendataan Lapang WawancaraPelabuhanPerikananEnumeratorPengolahan PemasaranWawancara Wawancara danSupervisiData Primer danSekunderAnalisis DataLAPORANKuisioner 10. 2.3 Rencana Lokasi KegiatanNo Provinsi Nama Pelabuhan1. Jawa Timur PPN Prigi TrenggalekPPN Brondong Lamongan2. Bali CPP Kedonganan BadungPelabuhan Benoa3. Nusa Tenggara Barat PPP Labuhan LombokPPI Tanjung Luar4 Nusa Tenggara Timur PPP Tenau KupangCPP Oeba Kupang2.4 Metode PelaksanaanKegiatan ini akan dilaksakan dengan menggunakan metodeobservasi di lapang dan wawancara. Metode observasi dilakukan melaluipencatatan data Hiu oleh enumerator di lapang sehingga diperoleh datajenis, jumlah dan ukuran hiu yang ditangkap oleh nelayan. Sedangkanwawancara dilakukan untuk menggali lebih jauh mengenai sosial ekonomimasyarakat, jalur distribusi dan perdagangan serta lokasi penangkapan Hiuoleh nelayan. Wawancara nantinya akan dilaksanakan oleh enumerator danstaf BPSPL Denpasar pada waktu pelaksanaan supervisi.2.4.1 EnumeratorDalam aktifitasnya, enumerator nantinya akan bertugas sebagai berikut :a. Identifikasi SpesiesIdentifikasi spesies dilakukan terhadap ikan hiu yang didaratkan diPelabuhan Perikanan dengan mengacu pada buku panduanidentifikasi yang telah disiapkan. Enumerator sebelumnya sudahdiberikan pembekalan mengenai cara-cara identifikasi Hiub. Pendataan Hasil TangkapSelain melakukan identifikasi spesies, enumerator diharapkanmelakukan pengukuran panjang total ikan hiu yang didaratkan.Panjang total tersebut adalah panjang yang diukur dari ujung mulutsampai dengan ujung ekor, dengan tingkat ketelitian sampai dengansatuan cm. Pengumpulan data tersebut dilakukan setiap hari, denganwaktu pengumpulan data disesuaikan dengan waktu pendaratan ikandi pelabuhan perikanan setempat, umumnya dimulai waktu subuhsampai jam 10:00 pagi. Selain itu enumerator diharapkanmengumpulkan data tangkapan harian ikan hiu yang didaratkan dipelabuhan perikanan setempat berdasarkan data pelelangan. Apabilatidak dilakukan kegiatan lelang, maka data dapat diperoleh daripencatatan yang dilakukan oleh pelabuhan perikanan setempat.Adapun kriteria emumerator adalah sebagai berikut :a. Sarjana perikanan/mahasiswa tingkat akhir/masyarakat lokal yangmengetahui cara pengambilan data perikanan;b. Bersedia ditempatkan di lokasi survei selama durasi tertentu dan dapatmelakukan pencatatan dan analisis data2.4.2 SupervisiSupervisi dilakukan oleh staf BPSPL Denpasar untuk mendapatkandata sosial ekonomi masyarakat, data produksi perikanan, serta informasimengenai jalur distribusi pemasaran dan pengolahan ikan Hiu. 11. 2.5 Jenis dan Kebutuhan DataJenis data yang dikumpulkan dalam survei dan monitoring Hiu diwilayah kerja BPSPL Denpasar adalah data primer dan data sekunder. Dataprimer adalah data yang dikumpulkan secara langsung dari sumbernya.Sedangkan data sekunder adalah data yang dikumpulkan dari berbagaisumber dan instansi. Adapun kebutuhan data dalam survei adalah :Data PrimerNo Kebutuhan Data Pengambil DataEnumerator Supervisi1. Data spesies/genus Hiu -2. Data ukuran Hiu -3. Data jumlah -4. Data sebaran lokasi penangkapan Hiu(wawancara) 5. Data pemanfaatan Hiu (wawancara) 6. Data jalur distribusi dan pemasaran 7. Data penggunaan alat tangkap Data SekunderNo Kebutuhan Data Pengambil DataEnumerator Supervisi1. Data Sosial Ekonomi Masyarakat - 2. Profil Pelabuhan Perikanan - 3. Data Produksi Perikanan termasuk Hiu2010-2014 - 4. Data armada tangkap 2010-2014 - 5. Data alat tangkap 2010-2014 - 6. Jumlah nelayan 2010-2014 - 7. Peta daerah penangkapan ikan - 12. BAGIAN 3TEKNIK PENGUKURAN MORFOMETRIKPADA IKAN HIU3.1 MetodeIdentifikasi jenis-jenis ikan hiu mengacu pada Fahmi dan Dharmadi(2013). Pengukuran panjang menggunakan meteran dalam satuancentimeter, ketelitian 0,1 cm. Penimbangan bobot ikan menggunakantimbangan, dalam satuan kilogram dengan ketelitian 0,1 kg3.2 Ciri-Ciri MorfologisIkan hiu pada umumnya bersifat predator. Habitatnya bervariasi dariperairan dekat pantai (inshore) sampai palung dalam (trench). Ikancucut mempunyai ciri-ciri morfologis sebagai berikut:1. Bentuk tubuh seperti torpedo dan memiliki ekor yang kuat.2. Insang terletak di sisi kiri dan kanan bagian belakang kepala.Insang tidak memiliki tutup, tetapi berupa celah insang (gillopenings atau gill slit). Jumlah celah insang antara 5-7 buah.3. Mulut terletak di bagian ujung terdepan bagian bawah.4. Gigi triangular.Ekor pada umumnya berbentuk heterocercal yaitu bentuk cagak dengancuping bagian atasnya lebih berkembang di banding bagian cupingbawahnya. Bentuk ekor demikian sangat membantu pergerakannyasebagai ikan predator sejati (Nontji dalam Anonimus, 2005).Bentuk ikan cucut dan bagian-bagiannyaGambar 3.1 Struktur Ikan Hiu 13. Gambar 3.2. Struktur Sirip DorsalGambar 3.3. Struktur Kepala Bagian Bawah Ikan HiuGambar 3.4 Struktur Sirip Caudal 14. 3.3 Teknik PengukuranTerdapat banyak karakter pada teknik pengukuran, namun dalam surveiini hanya terdapat 3 karaker yang akan diuukur. Pengukuran morfometrikdilakukan terhadap 3 karakter, sebagai berikut:1. TL = total length, diukur mulai dari bagian terdepanmoncong mulut sampai ujung ekor atas (panjang total)2. FL = fork length, diukur mulai dari bagian terdepanmoncong mulut sampai pangkal cabang ekor (panjangcagak)3. SL = precaudal length, diukur mulai dari bagian terdepanmoncong mulut sampai ujung gurat sisi (panjangstandar)SLFL3.4. Teknik Pengenalan Jenis Kelamin Pada HiuTLHiu secara seksual dimorfik dimana ada perbedaan visual antara jantandan betina. Hiu jantan memiliki panggul yang dimodifikasi menjadiclaspers sirip pelvis yang digunakan untuk pengiriman sperma. GulunganClaspers terbentuk dari tulang rawan. Hiu jantan juga telah memilikitestis. Testis internal terletak di ujung anterior tubuh di dalam ronggaorgan epigonal. Kantung kemih dan saluran reproduksi bergabungbersama untuk membentuk sinus urogenital. Dari sinus urogenitak iniakhirnya sperma dilepaskan ke dalam alur dari claspers dan kemudiandisampaikan ke betina selama kopulasi.Cara yang paling mudah untuk mengenai jenis kelamin Ikan Hiu adahdengan melihat adanya Claspers pada ikan tersebut. Kalau terdampatClaspers maka ikan tersebut adalah jantan. Kalau tidak ada, berarti ikantersebut adalah betina.Pada hiu betina memiliki ovarium internal yang ditemukan di anteriordalam rongga tubuh dan berpasangan. Ovarium kiri sering lisis atau tidakada telur. Sekali telur dilepaskan dan dibuahi, sebuah horny shell atau 15. membran dikeluarkan disekitar membran ketika telur melewati kelenjar.Beberapa hiu menghasilkan sebuah shell yang tangguh dan dapatmelindungi anaknya. Dalam spesies lain telur berkenbang dan menetasdidalam rahim betina. Telur yang dihasilkan oleh tiap spesies sangatbervariasi. Ukuran diameter telur hiu sekitar 60 atau 70 mm danterbungkus dalam kulit hingga diameter keseluruhannya dapat mencapai300 mm.Jantan/MaleKode : MBetina/FemaleCode : FAda tiga model reproduksi dalam hiu. Secara umum kebanyakan hiubersifat ovovivipar, namun ada beberapa hiu yang bertelur. Bentuk yangpaling maju disebut viviparity. Hal ini terjadi ketika hiu betinamenyediakan makanan bagi embrio yang ada dalam tubuhnya. Makananini disebut sebagai sekresi susu uterus atau melalui koneksi plasenta.Reproduksi hiu yang kedua disebut ovoviviparity. Hal ini mirip denganviviparity karena telur dibuahi, menetas dan berkembang di dalam tubuhhiu betina kemudian anak di lahirkan. Dalam hal ini embrio tidakmenerima makanan langsung dari ibunya melainkan dari cadanganmakana daris sel telur. Cara reproduksi hiu yang terakhir adalahoviparity. Telur hiu diletakkan di ganggang atau koral. Setelah telur amantelur tidak menerima perlindungan atau makanan dari induknya. 16. BAGIAN 4PERALATAN PENCATATAN DATA IKAN HIUDalam melakukan pencatatan data di pelabuhan/lokasi pendaratan ikan hiu,diperlukan beberapa peralatan penunjang yaitu :1. Surat Tugas = Surat tugas dikeluarkan oleh Kepala BPSPLDenpasar dan disampaikan kepada enumeratormelalui wilker/satker di wilayah yangbersangkutan. Bersama dengan petugaswilker/satker, surat tugas ditunjukkan ataudisampaikan kepada instansi yang membawahilangsung pelabuhan/lokasi pendaratan ikan.2. Buku PanduanUntukEnumerator= Buku panduan enumerator berisi tugasenumerator, jenis data yang dikoleksi, tata carapengambilan data dan kunci identifikasi hiu.3. BukuPengenalanJenis Ikan Hiu= Buku ini merupakan buku identifikasi sampai padalevel spesies yang digunakan untuk menentukanspesies hiu yang telah didata4. Logbok/Formisian= Form isian digunakan untuk merekam aktifitaspencatatan data ikan hiu oleh enumerator5. Alat Tulis = Peralatan tulis6. Kamera Digital = Digunakan untuk merekam aktifitas pencatatan,serta membantu untuk merekam/mendokumentasikan spesies hiu dipelabuhan/lokasi pendaratan ikan7. Meteran = Digunakan untuk mengukur panjang ikan8. Timbangan = Digunakan untuk mengukur berat ikan9. LampuLED/senter= Digunakan oleh enumerator apabila waktupencatatan dan datangnya ikan pada waktupetang/pagi hari.10. Rain Coat/JasHujan= Digunakan untuk melindungi enumerator apabilaterjadi hujan11. Obat-obatanpendukung= Disiapkan dan dibawa oleh enumerator agar siapdi segala kondisiPeralatan tersebut disiapkan dan dibawa oleh enumerator ke lokasipelabuhan/lokasi pendaraan ikan hiu. 17. BAGIAN 5KUNCI INDENTIFIKASI SUKU/SPESIES 18. 25Key to families Kunci identifikasi suku1a. Single gill opening on each side of head(fig. 1) ............ Chimaeridae, chimaeras.............................................fig. 3; 308Terdapat satu buah celah insang di tiapsisi kepala (gambar 1)................................................... Chimaeridae, hiu hantu......................................gambar 3; 3081b. 57 gill openings on each side of head(fig. 2) ............................................... 257 celah insang di tiap sisi kepala (gam-bar2) ................................................ 22a. Gill slits on undersurface of head (fig. 4);body somewhat flattened, ray-like (fig.4) ...................................................... 3Insang berada di bagian bawah kepala(gambar 4); bentuk tubuh memipih,seperti pari (gambar 4)....................... 32b. Gill slits on sides of head (fig. 5); bodymore or less fusiform, shark-like (fig. 5)....................................................... 14Insang berada di samping kepala (gam-bar5); tubuh seperti cerutu, bentuk hiu(gambar 5)....................................... 143a. Snout saw-like, flattened, armed withlateral teeth (fig. 6) .. Pristidae, sawfishes.............................................fig. 6; 196Moncong seperti gergaji, pipih,dilengkapi dengan gigi-gigi samping(rostrum) (gambar 6) ........................................................ Pristidae, hiu gergaji..................................... gambar 6; 196fig./gambar 1fig./gambar 2fig./gambar 3fig./gambar 4fig./gambar 5 fig./gambar 6 19. 26 S h a r k s a n d R a y s o f I n d o n e s i a3b. Snout not saw-like, no rostral teeth ... 4Moncong tidak seperti gergaji, tidakmemiliki gigi rostrum ...................... 44a. Two prominent dorsal fins (fig. 7); 1stdorsal fin originating closer to pelvicfins than to tail tip (fig. 7) ................. 5Terdapat dua sirip punggung (gambar 7);pangkal sirip punggung pertama lebihdekat ke sirip perut daripada ke ujungekor (gambar 7) ................................ 54b. 02 dorsal fins; 1st dorsal fin originatingcloser to tail tip than to pelvic-fin inser-tionswhen 2 fins are present (fig. 8) ............................................................. 802 sirip punggung; pangkal sirip pung-gungpertama lebih dekat ke ujung ekordaripada ke celah di belakang siripperut bila kedua sisip ada (gambar 8) ............................................................. 85a. Ventral lobe of caudal fin well developed(fig. 9); pectoral and pelvic fins nottouching (fig. 9) ............................... 6Terdapat lubang yang jelas di pangkalekor bagian atas (gambar 9); sirip dadadan sirip perut tidak bersentuhan (gam-bar9) ............................................... 65b. Ventral lobe of caudal fin not welldefined (fig. 7); pectoral and pelvic finstouching or overlapping (fig. 7) ........ 7Lubang di pangkal ekor bagian atas tidakjelas atau tidak ada (gambar 7); sirip dadadan sirip perut bersentuhan atautumpang tindih (gambar 7) ................ 76a. Snout triangular (fig. 10); back withsmall thorns only ................................................ Rhynchobatidae, guitarfishes...........................................fig. 10; 208fig./gambar 7fig./gambar 8fig./gambar 9fig./gambar 10 20. Ke y t o f a m i l i e s Ku n c i i d e n t i f i k a s i s u k u 27Bentuk moncong segitiga (gambar 10);punggung memiliki gerigi kecil ............................. Rhynchobatidae, liong bun.....................................gambar 10; 2086b. Snout broadly rounded (fig. 11); backwith ridges lined with large thorns (fig.11) ....................... Rhinidae, shark rays.......................................... fig. 11; 198Moncong bulat melebar (gambar 11);punggung dengan gurat-gurat menon-jol,dilengkapi dengan gerigi atau duriyang besar-besar (gambar 11) .......................................... Rhinidae, hiu barong.................................... gambar 11; 1987a. Snout broadly rounded (fig. 12); bodysurface entirely smooth; electric organspresent ............ Narcinidae, numbfishes...........................................fig. 12; 210Moncong bulat melebar (gambar 12);permukaan tubuh halus; terdapat organlistrik ................ Narcinidae, pari listrik.....................................gambar 12; 2107b. Snout triangular (fig. 13); body surfacerough with thorns or fine denticles; noelectric organs ................................................... Rhinobatidae, shovelnose rays...........................................fig. 13; 200Bentuk moncong segitiga (fig. 13); per-mukaantubuh kasar, memiliki gerigiatau dentikel; tidak memiliki organlistrik ............. Rhinobatidae, pari gitar.....................................gambar 13; 2008a. Pelvic fin divided into two distinct lobes(fig. 14) ........................ Rajidae, skates...........................................fig. 15; 212Sirip perut terbagi menjadi dua cuping(gambar 14) ......... Rajidae, pari luncur.....................................gambar 15; 212fig./gambar 11fig./gambar 12fig./gambar 13fig./gambar 14fig./gambar 15 21. 28 S h a r k s a n d R a y s o f I n d o n e s i a8b. Pelvic fin with only one lobe (fig. 16) ........................................................... 9Sirip perut memiliki satu cuping (gam-bar16) ............................................. 99a. Anterior part of head not extendedbeyond disc (fig. 17); eyes located dor-sallyand well medial to disc margin (fig.17) ................................................. 10Bagian depan kepala tidak berkembangmemanjang dari lempengan tubuhnya(gambar 17); posisi mata di bagian tepiatas lempengan tubuhnya (gambar 17) ........................................................ 109b. Anterior part of head extended beyonddisc (fig. 18); eyes located laterally onside of head (fig. 18) ....................... 12Bagian depan kepala berkembangmemanjang dari lempengan tubuhnya(gambar 18); posisi mata di sampingkepala (gambar 18) ......................... 1210a. Disc very broad, width more than 1.5times length (fig. 19); tail very short, fil-amentous(fig. 19) ................................................... Gymnuridae, butterfly rays...........................................fig. 19; 274Lempengan tubuh sangat lebar, lebarnyalebih dari 1.5 kali panjang tubuhnya(gambar 19); ekor sangat pendek danberselaput (gambar 19) ......................................... Gymnuridae, pari kelelawar.....................................gambar 19; 27410b. Disc only moderately broad (fig. 20); tailmoderately to very long (fig. 20) ..... 11Lempengan tubuh agak melebar (gam-bar20); panjang ekor sedang hinggasangat panjang (gambar 20) ............. 11fig./gambar 17fig./gambar 16fig./gambar 18fig./gambar 19fig./gambar 20 22. Ke y t o f a m i l i e s Ku n c i i d e n t i f i k a s i s u k u 2911a. Caudal fin present (fig. 21) ................................. Plesiobatidae, giant stingarees...........................................fig. 21; 302Sirip ekor ada (gambar 21) ...................................... Plesiobatidae, pari minyak.....................................gambar 21; 30211b. Caudal fin absent (fig. 22) ................................................ Dasyatidae, stingrays...........................................fig. 22; 218Sirip ekor tidak ada (gambar 22) ..................................... Dasyatidae, pari biasa.....................................gambar 22; 21812a. A pair of long, cephalic lobes locatedlaterally on front of head (fig. 23); teethminute .......................................................... Mobulidae,manta and devil rays...........................................fig. 23; 280Terdapat sepasang cuping yang panjangdi bagian sisi depan kepala (gambar 23);gigi kecil .. Mobulidae, pari lampengan.....................................gambar 23; 28012b. No cephalic lobes present, but with asingle subrostral lobe (fig. 24); teeth large....................................................... 13Tidak ada cuping di kepala, tapi bagiandepan kepala memanjang seperti paruh(gambar 24); gigi besar-besar ........... 1313a. Margin of subrostral lobe with a deepcentral notch (fig. 25) ......................................... Rhinopteridae, cownose rays...........................................fig. 25; 304Bagian tengah ujung paruhnya memilikilekukan yang dalam (gambar 25) ............................. Rhinopteridae, pari elang.....................................gambar 25; 30413b. Margin of subrostral lobe rounded (fig.26) ................. Myliobatidae, eagle rays...........................................fig. 26; 290fig./gambar 21fig./gambar 22fig./gambar 23fig./gambar 24fig./gambar 25fig./gambar 26 23. 30 S h a r k s a n d R a y s o f I n d o n e s i aBagian ujung paruhnya membundar(gambar 26) ............................................................ Myliobatidae, pari burung.....................................gambar 26; 29014a. A single dorsal fin (fig. 27); 6 or 7 gillslits on each side of head .......................................... Hexanchidae, cow sharks.............................................fig. 27; 40Memiliki satu sirip punggung (gambar27); 6 atau 7 celah insang di bagian sisikepalanya ..... Hexanchidae, hiu kucing.......................................gambar 27; 4014b. 2 dorsal fins (fig. 28); 5 gill slits on eachside of head (fig. 28) ....................... 15Memiliki dua sirip punggung (gambar28); 5 buah celah insang di bagian sisikepala (gambar 28) ......................... 1515a. Anal fin absent (fig. 29) ................... 16Tidak memiliki sirip anus (gambar 29) ........................................................ 1615b. Anal fin present (fig. 28) ................. 20Memiliki sisip anus (gambar 28) ...... 2016a. Mouth terminal on head; body flat; pec-toralfins very large, with anterior lobesoverlapping gill slits (fig. 30) ...................................... Squatinidae, angel sharks.............................................fig. 30; 76Letak mulut diujung kepala; tubuhpipih; sirip dada sangat besar dengancuping bagian depan bertumpang tindihdengan celah insang (gambar 30) ................................. Squatinidae, hiu kodok.......................................gambar 30; 76fig./gambar 27fig./gambar 28fig./gambar 29fig./gambar 30 24. Ke y t o f a m i l i e s Ku n c i i d e n t i f i k a s i s u k u 3116b. Mouth on undersurface of head (fig.31); body cylindrical to slightly flat-tened;pectoral fins relatively small,without anterior lobes (fig. 31) ....... 17Posisi mulut berada di bagian bawahkepala (gambar 31); tubuh silindrishingga hampir pipih; sirip dada relatifkecil, tanpa cuping depan (gambar 31) ........................................................ 1717a. Both dorsal fins without fin spines (fig.32) ................ Dalatiidae, kitefin sharks.............................................fig. 32; 60Kedua sirip punggung tidak memilikiduri keras/taji (gambar 32) ............................................... Dalatiidae, hiu tikus.......................................gambar 32; 6017b. A fin spine present at origin of bothdorsal fins (although sometimes verysmall) (fig. 33) ................................. 18Terdapat sebuah duri/taji di tiap pangkalsirip punggungnya (kadang sangat kecil)(gambar 33) .................................... 1818a. Teeth in both jaws similar in shape andsize ............... Squalidae, dogfish sharks.............................................fig. 34; 66Gigi di kedua rahang sama bentuk danukurannya ............ Squalidae, hiu botol.......................................gambar 34; 6618b. Upper-jaw teeth markedly different inshape and/or size to lower-jaw teeth(fig. 35) .......................................... 19Gigi pada rahang atas berbeda bentukdan/atau ukurannya dengan gigi padarahang bawah (gambar 35) .............. 19fig./gambar 31fig./gambar 32fig./gambar 33fig./gambar 34fig./gambar 35ab 25. 32 S h a r k s a n d R a y s o f I n d o n e s i a19a. Upper-jaw teeth rather broad, nearly asbroad as tall near base of cusp (fig. 35a)............. Centrophoridae, gulper sharks.............................................fig. 36; 46Gigi pada rahang atas agak lebar, lebardasar giginya hampir sama panjang den-gantingginya (gambar 35a) ........................................ Centrophoridae, hiu taji.......................................gambar 36; 4619b. Upper-jaw teeth rather narrow, muchnarrower than tall near base of cusp (fig.37) ............ Somniosidae, sleeper sharks.............................................fig. 38; 64Gigi pada rahang atas agak ramping,lebar dasar giginya jauh lebih rampingdari tingginya (gambar 37) ............................................ Somniosidae, hiu tikus.......................................gambar 38; 6420a. Head with lateral expansions, hammer-shaped(fig. 39) .............................................. Sphyrnidae, hammerhead sharks...........................................fig. 39; 180Bentuk kepala melebar ke samping,seperti martil (gambar 39) ............................................. Sphyrnidae, hiu martil.....................................gambar 39; 18020b. Head not expanded laterally ........... 21Kepala tidak melebar ke samping .... 2121a. Caudal-fin upper lobe equal to or morethan half total length, lower lobe distinct(fig. 40) ........ Alopiidae, thresher sharks.............................................fig. 40; 94Panjang sirip ekor bagian atas hampirsama atau lebih panjang dari separuhpanjang totalnya, bagian bawah berbeda(gambar 40) ...... Alopiidae, hiu monyet.......................................gambar 40; 94fig./gambar 36fig./gambar 37fig./gambar 38fig./gambar 39fig./gambar 40 26. Ke y t o f a m i l i e s Ku n c i i d e n t i f i k a s i s u k u 3321b. Length of upper caudal-fin lobe muchless than half total length (about equal tohalf in Stegostoma but without distinctlower lobe, fig. 49) .......................... 22Panjang sirip ekor bagian atas jauh lebihpendek dari separuh panjang totalnya(hampir sama dengan separuhnya padaStegostoma tapi tanpa perbedaan bagianbawah, gambar 49) .......................... 2222a. Whole mouth forward of front marginof eye (fig. 41); deep nasoral groovesconnecting nostrils and mouth (fig. 43)....................................................... 23Seluruh bagian mulut berada lebih kedepan daripada mata (gambar 41); terda-patcelah dalam yang menghubungkanmulut dengan lubang hidung (gambar43) ................................................. 2322b. Mouth partly beneath or behind frontmargin of eye (fig. 42); nasoral groovesusually absent (fig. 44) .................... 27Sebagian mulut berada di bawah ataubelakang batas mata (gambar 42); celahyang menghubungkan mulut denganlubang hidung biasanya tidak ada (gam-bar44) ........................................... 2723a. Mouth very broad, terminal; caudal finforked (fig. 45) ................................................. Rhincodontidae, whale sharks.............................................fig. 45; 90Mulut sangat lebar, berada di ujungkepala, sirip ekor berbentuk cagak (gam-bar45) ........ Rhincodontidae, hiu paus.......................................gambar 45; 9023b. Mouth smaller, subterminal; caudal finnot forked (fig. 46) ......................... 24fig./gambar 41fig./gambar 42fig./gambar 43fig./gambar 44fig./gambar 45fig./gambar 46 27. 34 S h a r k s a n d R a y s o f I n d o n e s i aMulut lebih kecil, subterminal, sirip ekortidak seperti cagak (gambar 46) ....... 2424a. No fleshy lobe or groove around edgesof nostrils (fig. 47) .......................... 25Tidak memiliki cuping atau celah disek-itarbatas lubang hidung (gambar 47) .......................................................... 2524b. Fleshy lobe and groove present aroundedges of nostrils (fig. 48) ................. 26Terdapat cuping dan celah di sekitarbatas lubang hidung (gambar 48) .... 2625a. Caudal fin very long, about equal totrunk length (fig. 49); prominent lateralridges on body (fig. 49) ...................................... Stegostomatidae, zebra sharks.............................................fig. 49; 92Sirip ekor sangat panjang, hampir samapanjang dengan tubuhnya (gambar 49);gurat samping yang tampak pada tubuh(gambar 49) .................................................... Stegostomatidae, hiu belimbing.......................................gambar 49; 9225b. Caudal fin shorter, less than half trunklength (fig. 50); no ridges on body (fig.50) .. Ginglymostomatidae, nurse sharks.............................................fig. 50; 78Sirip ekor lebih pendek, kurang dariseparuh panjang badannya (gambar 50);tidak terdapat gurat pada tubuhnya(gambar 50) ....................................................... Ginglymostomatidae, hiu bisu.......................................gambar 50; 7826a. Head and body greatly flattened; dermalflaps present on sides of head (fig. 51) ................... Orectolobidae,wobbegongs.............................................fig. 51; 88fig./gambar 47fig./gambar 48fig./gambar 49fig./gambar 50fig./gambar 51 28. Ke y t o f a m i l i e s Ku n c i i d e n t i f i k a s i s u k u 35Kepala dan tubuh sangat memipih; ter-dapatrumbai-rumbai kulit disisi kepala(gambar 51) ............................................................. Orectolobidae, hiu kodok.......................................gambar 51; 8826b. Head and body cylindrical; no dermalflaps on sides of head (fig. 52) ............................. Hemiscyllidae, bamboosharks.............................................fig. 52; 80Kepala dan tubuh silindris; tidak adarumbai-rumbai kulit di sisi kepalanya(gambar 52) ............................................................. Hemiscyllidae, hiu bodoh.......................................gambar 52; 8027a. Caudal fin almost symmetrical, lunate(fig. 53); a strong keel on either side ofcaudal peduncle (fig. 53) ......................................... Lamnidae, mackerel sharks.............................................fig. 53; 98Sirip ekor hampir simetris, seperti bulansabit (gambar 53); terdapat lunas (keel) dikedua sisi pangkal ekornya (gambar 53)........................ Lamnidae, hiu tenggiri.......................................gambar 53; 9827b. Caudal fin asymmetrical, heterocercal(fig. 54); keel on each side of caudalpeduncle low or absent (fig. 54) ...... 28Sirip ekor tidak simetris, bagian ataslebih panjang dari bagian bawah (gam-bar54); lunas (keel) di pangkal ekortidak ada atau lemah (gambar 54) .... 2828a. Eyes very large (fig. 55); gill openingsextending onto dorsal surface of head;low caudal keel present ............................ Pseudocarchariidae, crocodile sharks...........................................fig. 55; 106fig./gambar 52fig./gambar 53fig./gambar 54fig./gambar 55 29. 36 S h a r k s a n d R a y s o f I n d o n e s i aMata sangat besar (gambar 55); celahinsang memanjang hingga bagian ataskepala; terdapat lunas (keel) yang lemahdi kedua sisi pangkal ekornya ............................. Pseudocarchariidae, hiu buaya.....................................gambar 55; 10628b. Eyes relatively small (fig. 54); gill open-ingsnot extending onto dorsal surfaceof head (fig. 54); caudal keels absent ............................................................ 29Mata relatif kecil (gambar 54); celahinsang tidak memanjang hingga bagianatas kepala (gambar 54); tidak ada lunas(keel) di pangkal ekornya ................ 2929a. Eyelid fixed, not capable of closing overeye (fig. 56) .................................................. Odontaspididae, sand tiger sharks...........................................fig. 58; 102Kelopak mata tetap, tidak bisa diger-akkanuntuk menutup mata (gambar 56).................. Odontaspididae, hiu anjing.....................................gambar 58; 10229b. Eyelid capable of closing over eye (nicti-tating)(fig. 57) ................................ 30Kelopak mata dapat digerakkan untukmenutup mata (gambar 57) ............. 3030a. 1st dorsal-fin origin over or behindpelvic-fin bases (fig. 59) ............................................. Scyliorhinidae, catsharks...........................................fig. 59; 172Pangkal sirip punggung pertama beradadi atas atau di belakang dasar sirip perut(gambar 59) .. Scyliorhinidae, hiu tokek.....................................gambar 59; 17230b. 1st dorsal-fin origin well ahead ofpelvic-fin bases (fig. 60) .................. 31Pangkal sirip punggung pertama beradadi depan dasar sirip perut (gambar 60) ........................................................ 31fig./gambar 56fig./gambar 57fig./gambar 58fig./gambar 59fig./gambar 60 30. Ke y t o f a m i l i e s Ku n c i i d e n t i f i k a s i s u k u 3731a. Precaudal pits absent (fig. 61); dorsalcaudal-fin margin smooth (fig. 61) .. 32Lekukan/lubang di pangkal ekor tidakada (gambar 61); bagian sisi atas siripekor halus (gambar 61) ................... 3231b. Precaudal pits present (fig. 62); dorsalcaudal-fin margin typically rippled (fig.62) ................................................. 33Terdapat lubang di pangkal ekor (gam-bar62); bagian sisi atas sirip ekorbergelombang (gambar 62) ............. 3332a. 1st dorsal fin very long, about equal tolength of caudal fin (fig. 63); spiraclesabout as long as eyes ........................................ Pseudotriakidae, false catsharks...........................................fig. 63; 170Sirip punggung pertama sangat panjang,hampir sama panjang dengan panjangsirip ekor (gambar 63); spirakel hampirsama panjang dengan mata ........................................ Pseudotriakidae, hiu tahu.....................................gambar 63; 17032b. 1st dorsal fin short, about two thirdscaudal fin length or less (fig. 64); spira-clesmuch smaller than eyes .........................................Triakidae, hound sharks...........................................fig. 64; 188Sirip punggung pertama pendek, sekitardua pertiga panjang sirip ekor ataukurang (gambar 64); spirakel lebih kecildari mata ............Triakidae, hiu karang.....................................gambar 64; 18833a. Spiracles present; intestine with a spiralvalve (fig. 67) ........................................................ Hemigaleidae,weasel sharks...........................................fig. 65; 162Terdapat spirakel; usus memiliki katupspiral (gambar 67) .................................................... Hemigaleidae, hiu kacang.....................................gambar 65; 162fig./gambar 61fig./gambar 62fig./gambar 63fig./gambar 64fig./gambar 65 31. 38 S h a r k s a n d R a y s o f I n d o n e s i a33b. Spiracles absent (except in Galeocerdoand sometimes Loxodon, Negaprion andTriaenodon); intestine with a scroll valve(fig. 68) ............................................................. Carcharhinidae, whaler sharks...........................................fig. 66; 108Spirakel tidak ada (kecuali pada Galeo-cerdodan kadang-kadang Loxodon,Negaprion dan Triaenodon); usus memilikikatup seperti gulungan (gambar 68) ........................... Carcharhinidae, hiu buas.....................................gambar 66; 108fig./gambar 66fig./gambar 67fig./gambar 68 32. BAGIAN 6FORM ISIAN 33. FORM 1. BIOLOGI IKANHari :Tanggal :No. Photo IDJenis Hiu Ukuran (Cm)Kelamin(M/F)Kategori ClasperNC/NFC/FC Berat (kg)Nama Lokal Nama Ilmiah TL FL SL 34. FORM 2. DATA ALAT TANGKAP DAN HASIL TANGKAPANNo. Nama Responden/ NamaKapal/Pemilik KapalJenis Kapal/ Ukuran(GT)Lama Trip(Hari)Nama AlatTangkapTarget (T) /By-catch(B)Hasil TangkapanHiu (Ekor) Lokasi Penangkapan 35. FORM 3. DATA PEMANFAATAN HASIL TANGKAPANNo Identitas Responden Bahan Baku(Kg)/Hari/BulanBagian yang diambil/Diolah () Hasil Olahan Jumlah HasilOlahan (kg)KeteranganNama Pekerjaan Utuh Sirip Hati Daging Lainnya 36. FORM 4. INFORMASI PENTING LAINNYANo Hari/TanggalPhoto IDUraian Informasi(Pari Manta; Paus; Sirip; AtauSpesies Lainnya)Jumlah Berat*(Kg) Keterangan 37. DAFTAR PUSTAKACarpenter, K.E.& Niem,V.H. (eds) (1998). FAO Species Identification Guide forFishery Purposes.The living marine resources of the Western CentralPacific.Volume 2. Cephalopods, crustaceans, holuthurians and sharks. pp6871396. FAO, Rome.Compagno, L.J.V. (1984). FAO Species Catalogue.Vol. 4, Sharks of the World.Anannotated and illustrated catalogue of shark species known to date. FAOFisheries Synopsis No. 125. vol. 4: pt. 1 (non-carcharhinoids), pp. viii, 1250;pt. 2 (Carcharhiniformes), pp x, 251655.Compagno, L.J.V. (2001). Sharks of the world. An annotated and illustratedcatalogue of shark species known to date.Volume 2. Bullhead, mackerel andcarpet sharks (Heterodontiformes, Lamniformes and Orectolobiformes). 269 ppFAO, Rome.Compagno, L.J.V., Dando,M.& Fowler, S. (2005).A field guide to the sharks of theworld. Harper Collins Publishing Ltd., London. 368 pp.Gloerfelt-Tarp,T. & Kailola, P.J. (1984).Trawled fishes of southern Indonesia andnorthwestern Australia.Australian Development Assistance Bureau; DirectorateGeneral of Fisheries, Indonesia; German Agency for Technical Cooperation.406 pp.Sainsbury, K.J., Kailola, P.J. & Leyland, J.J. (1985). Continental shelf fishes ofnorthern and north-western Australia. An illustrated guide. CSIRO Division ofFisheries Research; Clouston & Hall and Peter Pownall Fisheries InformationService, Canberra. 375 pp.White.W.T., Last P.R., Stevens.J.D., Yearsley G.K.,Fahmi., Dharmadi (2006).Economically Important Shark and Rays of Indonesia. Lamb Print,Perth,Western Australia


Recommended