Home >Documents >Brosur PPDB SIT Insantama 2015

Brosur PPDB SIT Insantama 2015

Date post:07-Apr-2016
Category:
View:360 times
Download:33 times
Share this document with a friend
Description:
Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2015 Sekolah Islam Terpadu Insantama (SDIT - SMPIT - SMAIT Boarding School)
Transcript:
  • SDIT - SMPIT - SMAIT

  • Sejak didirikan 16 Juli 2001, SDIT Insantama tumbuh dan berkembang di 9 kota lain di Indonesia. Dimulai dari Kota Bogor sebagai pusatnya, kemudian berdiri cabang Insantama di Serang (Banten), Banjar (Jawa Barat), Bekasi (Jawa Barat), Banjarbaru (Kalimantan Selatan), Makassar (Sulawesi Selatan), Cilegon (Banten), Leuwiliang (Kab. Bogor), Bandar Lampung (Lampung) dan Kendari (Sulawesi Tenggara) di tahun 2013.

    Di tahun 2001, dengan tekad, keyakinan dan komitmen, Insantama menerima dan mendidik para juara siswa SDIT angkatan pertama. Kurikulum pendidikan Islam terpadu secara praktis diterapkan dengan melibatkan seluruh stakeholder penddikan. Kegiatan ilmiah seperti Open House,

    Seminar Pendidikan dan Outbound for Muslim Kids yang diselenggarakan Insantama menjadi trend setter kegiatan pendidikan di kota Bogor dan menjadi keunikan tersendiri bagi Insantama. Komitmen itupun tak berhenti, seiring tumbuhnya harapan seluruh stakeholder. 12 tahun ditandai dengan berkiprahnya para calon pemimpin di berbagai perguruan tinggi terkemuka di seluruh Indonesia. Better education for better life terus menjadi semangat bagi Insantama. Semua ini agar visi dan misi yang telah dipancangkan benar-benar dapat diwujudkan oleh seluruh keluarga besar Insantama sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh umat. Insya Allah.

    Ketika

    BerbuahKerja Keras

    Kesuksesan

    B E T T E R E D U C A T I O N F O R B E T T E R L I F E

  • Keterpaduan Kurikulum Kepribadian Islam, Tsaqofah Islam dan Ilmu Kehidupan

    Pendidikan Islam yang merupakan upaya sadar, terstruktur, terprogram dan sistematis bertujuan untuk membentuk manusia yang berkarakter, yakni (1) berkepribadian Islam, (2) menguasai tsaqofah Islam, dan (3) menguasai ilmu kehidupan (ilmu pengetahuan dan teknologi).

    Tujuan ini merupakan konsekuensi keimanan seorang muslim dalam seluruh aktivitas kesehariaannya. Identitas kemusliman akan nampak pada kepribadian seorang muslim, yakni pada pola berpikir (aqliyah) dan pola bersikapnya (nafsiyah) yang distandarkan pada aqidah Islam. Islam mendorong setiap muslim untuk maju dengan cara men-taklif-nya (memberi beban hukum) kewajiban menuntut ilmu, baik ilmu yang berkaitan langsung dengan Islam (tsaqofah Islam) seperti fiqh Islam, bahasa Arab, ulumul quran/

    hadist maupun ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

    Menguasai ilmu kehidupan (iptek) dimaksudkan agar umat Islam dapat m e n j a l a n k a n fungsinya sebagai khalifah Allah SWT dengan baik di muka bumi ini. Lebih dari itu, Islam bahkan

    m e n j a d i k a n n n y a sebagai fardlu kifayah, yaitu suatu kewajiban yang harus dikerjakan oleh sebagian rakyat apabila ilmu-ilmu seperti teknik, kedokteran, pertanian dan sebagainya sangat dibutuhkan umat.

    Keterpaduan Pendidikan Sekolah, Keluarga dan Masyarakat

    Secara faktual, pendidikan melibatkan tiga unsur pelaksana, yakni keluarga, sekolah dan masyarakat. Kondisi faktual obyektif pendidikan saat ini, ketiga unsur pelaksana tersebut belum berjalan secara sinergis di samping masing-masing unsur tersebut juga belumlah berfungsi secara benar. Sinergi negatif antar ketiganya, memberikan pengaruh kualitas proses pendidikan secara keseluruhan. Dengan melakukan optimasi proses belajar mengajar serta melakukan

    upaya minimasi pengaruh negatif yang ada dan pada saat yang sama meningkatkan pengaruh positif pada anak didik, diharapkan pengaruh yang diberikan pada pribadi anak didik adalah positif sejalan dengan arahan Islam. Selanjutnya, dibuka lebar ruang interaksi dengan keluarga dan masyarakat agar dapat berperan optimal dalam menunjang proses pendidikan. Sinergi pengaruh positif dari faktor pendidikan sekolah keluarga masyarakat inilah yang akan menjadikan pribadi anak didik yang utuh sesuai dengan kehendak Islam.

    Keterpaduan Sekolah, Pesantren dan MasjidUntuk meciptakan kultur sekolah yang bersih dari

    pengaruh negatif masyarakat, program full-day school (di tingkat SDIT) dan boarding school (SMPIT dan SMAIT) merupakan alternatif yang dapat dilakukan. Karena itu, tiga poros sekolah, asrama/pesantren dan masjid yang berperan penting dalam pengembangan SDM tapi selama ini terpisah-pisah, harus dapat diharmonisasikan. Sekolah berfungsi untuk mengintroduksikan kurikulum pendidikan secara formal sesuai dengan jenjang yang ada. Asrama merupakan sarana di luar sekolah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan formal. Sikap disiplin, kemandirian, kepemimpinan dan tanggung jawab dapat diciptakan dalam asrama. Sedangkan masjid merupakan pusat kegiatan keislaman siswa. Di masjid, siswa akan melakukan shalat berjamaah, pembinaan kepribadian dan kegiatan lainnya. Jika ketiganya diintegrasikan, diharapkan akan tercipta budaya sekolah yang ideal.

    PENDIDIKAN ISLAM TERPADU

  • SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADUSebagai gerbang pertama pendidikan dasar formal, SDIT Insantama berkhidmat mendidik

    generasi para juara memiliki kepribadian tangguh berbasis aqidah Islam. Dengan menerapkan sistem pendidikan Islam terpadu, SDIT Insantama memadukan tiga keterpaduan pendidikan. Keterpaduan substansi kurikulum berarti memadukan aspek tsaqofah Islam, pembentukan

    syakhsiyah Islam, dan ilmu kehidupan (saintek). Keterpaduan proses pendidikan berarti memadukan aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik yang diramu dalam pembelajaran in-door dan out door. Lebih dari itu, keterpaduan peran stakeholder pendidikan yang dilakukan melalui

    kerjasama antara orang tua (rumah), sekolah, dan masyakat.

    Keterpaduan pendidikan tersebut diterapkan melalui metode:1. Qiraati, untuk pengajaran pembelajaran Al Quran2. Khithaban Fikriyan dan Talaqiyan Fikriyan dalam kegiatan

    belajar mengajar yang diperkaya dengan tehnik Quantum Teaching, Quantum Learning dan Active Learning

    3. Pembentukan jiwa kepemimpinan siswa yang terintergrasi dalam kegiatan belajar mengajar

    4. Ekspresi Siswa dan Kegiatan Ekstrakurikuler untuk mendukung life skill siswa

    Metode Pendidikan

    Sistem pendidikan SDIT Insantama diarahkan dalam rangka melahirkan anak didik dengan karakter:1. Anak yang shaleh berkepribadian Islam, kuat aqidahnya,

    berpikir dan berperilaku Islami, cinta Allah dan Rasulullah, tekun beribadah, berakhlaq mulia dan rasa persaudaraan.

    2. Memiliki perkembangan integrated intelligence yang lahir dari budaya pendidikan Islami.

    3. Mampu membaca dan menulis bahasa al-Quran dan hafal setara 2 juz al-Quran dan hadits-hadits pendek.

    4. Memiliki kemandirian dan ketrampilan hidup (life skill).5. Memiliki kecintaan terhadap ilmu dan semangat belajar yang

    tinggi.6. Memiliki pengetahuan yang cukup dan memahami cara

    belajar (how to learn) yang baik.7. Memiliki sifat dan jiwa kepemimpinan yang baik.

    7 Karakter Anak Didik

  • Program untuk memberikan dasar-dasar penguasaan dan peningkatan keterampilan hidup (life skill) siswa. Ekspresi wajib berupa Renang (Swimming), Berkebun (Farming), dan Memasak (Cooking). Ekspresi Pilihan Bela diri, Kepanduan, Jurnalistik, Saintis Cilik, Dokter Cilik serta TIK.

    EKSPRESI

    INSANTAMA MARKET DAY

    Kegiatan ini dilaksanakan untuk merangsang jiwa kewirausahaan dalam diri siswa terutama kelas 3 sampai kelas 6. Selain itu memberikan pengalaman dalam melakukan jual beli/transaksi yang sesuai dengan tuntunan Islam. Kegiatan ini dilaksanakan dua kali dalam setahun.

    VISITING

    Kegiatan ini berupa kunjungan ke tempat-tempat yang memiliki fasilitas dalam memberikan gambaran riil tentang objek-objek materi pelajaran sekolah. Tempat kunjungan di sekitar kota Bogor dan Jakarta seperti Kebun Raya Bogor, kebun obat, toko buku, Museum Zoologi, Taman Mini, Museum Jakarta Tua, dan lain-lain.

    MABIT

    Kegiatan ini diselenggarakan untuk menunjang pembentukan karakter syakhshiyyah Islamiyyah dalam bentuk menginap di sekolah bagi kelas 1 dan 2 dan menginap di luar sekolah bagi kelas 3 - 6. Dilaksanakan setiap angkatan sekali dalam setahun kecuali kelas 6 dilaksanakan dua kali.

    Kegiatan ini dilaksanakan menjelang datangnya bulan Ramadhn sampai bulan Syawal. Terinspirasi filosofi metamorfosis kupu-kupu, kegiatan meliputi latihan ibadah puasa Syaban, Tabligh Akbar, Tarhib Ramadhan, Sanlat, Pembagian ZIS dan baksos, dan halal bihalal siswa.

    KEPOMPONG RAMADHAN

    HKS diselenggarakan untuk menggali multi kecerdasan siswa. Dilaksanakan 3 kali setahun, bertema permainan tradisional, olahraga, olimpiade MIPA dan pengetahuan umum serta seni peran (drama). Program berbentuk perlombaan yang diikuti seluruh siswa dari kelas 1 sampai 6

    HARI KREATIFITAS SISWA

    Program Unggulan SDIT

  • 1. Juara 3 Cerdas Cermat Sapta Lomba PAI Kota Bogor, 20112. Juara 2 Hankering for Memorizing the Holy Quran (hafizh) tingkat SD/MI

    se-Bogor Raya, SMA 1 Bogor, Kota Bogor, 20123. Juara 2 Show off your talent in Dai Competition (Foundation) tingkat

    SD/MI se-Bogor Raya, SMA 1 Bogor, Kota Bogor, 20124. Juara 3 Lomba Puisi Islami tingkat Kota Bogor Muharam IT ABN Ceria

    1434 H, 20125. Juara 1 Lomba Tahfiz Quran tingkat Kota Bogor Muharam IT ABN Ceria

    1434 H, 20126. Juara 1 Gerakan dan Bacaan Sholat (Berjamaah) KKG PAI, Pekan

    kreatifitas dan Seni Pendidikan Agama Islam SD Kemenag Tingkat Kota Bogor, 2013

    7. Juara 2 Musabaqqoh Hifdzil Quran (MHQ) Puteri, Pekan Kreatifitas dan Seni Pendidikan Agama Islam SD, Kemenag Tingkat Kota Bogor, 2013

    8. Juara 1 dan harapan 1 Tingkat Kota Bogor Perwakilan Lomba Ajang Prestasi Pahlawan Hemat Energi di Kementrian ESDM Sep 2013

    9. Juara 3 Lomba Bercerita Rasul Perwakilan Lomba Aliya.Com di SDIT Aliya Okt 2013

    10. Juara 1 Lomba Pai Tingkat Gugus 2014 (Sholat Berjamah)11. Juara 1 dan 2 LHQ pada Lomba PAI Tingkat Gugus 201412. Juara 1 Dai Cilik pada Lomba PAI Tingkat Gugus 201413. Juara 3 Kaligrafi pada Lomba PAI T

Embed Size (px)
Recommended