Home >Documents >Brain Story - Hernowo Hasim

Brain Story - Hernowo Hasim

Date post:30-Jun-2015
Category:
View:336 times
Download:17 times
Share this document with a friend
Transcript:

Brain Story Part IFriday, March 26, 2010 at 3:17am Koneksi antarsel-sel otak (neuron) hanya terjadi bila kita dapat menciptakan makna pada apa yang kita pelajari. --DAVID A. SOUSA dalam, How the Brain Learns Pernahkah Anda membayangkan apa yang sedang bergolak di kepala Andatepatnya di otak Anda? Saya pernah. Itu berkat video Brain Story yang diproduksi oleh BBC. Video ini dibuat berseri. Pemandunya seorang ilmuwan ahli saraf otak, Profesor Susan Greenfield. Ketika menikmati gambar-gambar yang diberi narasi oleh Profesor Susan, saya kadang tidak bisa berkomentar apaapa selain membatin, Amazing!!! Dalam salah satu seri videonya, saya menyaksikan bagaimana neuron-neuron itu berkembang akibat kegiatan belajar. Bahkan, di video yang lain, dikisahkan ada seorang anak yang belahan otak kirinya cacat ketika lahir. Lewat bantuan belahan otak kanannya yang tidak cacat, si anak itu memperbaiki belahan otak kirinya. Luar biasa, batin saya sekali lagi. Profesor Susan Greenfield mengenakan alat pemindai otak. Coba Anda simak apa yang dikisahkan oleh Colin Rose dalam bukunya yang dahsyat, M.A.S.T.E.R It Faster (1999), berikut ini: Pada saat tumbuh di rahim, embrio manusia yang berusia 12 minggu mampu mengembangkan sekitar 2.000 sel otak per detik. Lebah dewasayang dapat melakukan pekerjaan canggih seperti membangun sarang lebah, mengukur jarak, dan memberi isyarat mengenai letak serbuk sari kepada temantemannyamemiliki sekitar 7.000 sel otak atau neuron. Itu sama dengan jumlah sel otak yang ditumbuhkan embrio manusia selama hanya 3 detik! Apakah Anda juga pernah mendengar istilah neurogenesis? Saya pernah membahasnya di catatan saya di fesbuk beberapa waktu lalu ketika menunjukkan pentingnya membaca secara mendalam (deep reading). Mari kita baca yang satu ini, Kemampuan otak untuk merespons perubahan lingkungan dengan melakukan pengkabelan (rewiring) otak berulang kali menunjukkan kelenturan otak (plasticity). Profesor Susan Greenfield Kita akan segera mengetahui bahwa neurogenesismelahirkan neuron-neuron baru

bisa terus terjadi sepanjang hidup kita. Dahsyat bukan? Kalimat di atas saya peroleh dari sebuah buku yang terus menginspirasi saya hingga sekarang, Belajar Cerdas: Belajar Berbasiskan Otak karya Jalaluddin Rakhmat, tepatnya di halaman 179. Berbahagialah Anda yang terus belajar. Belajar tak mengenal batas waktu dan usia. Apalagi jika Anda berhasil mengisi hari-hari Anda yang kosongdan di hari itu, Anda memang sedang tidak melakukan kegiatan apa-apa dengan membaca dan menuliskan apa yang Anda baca. Menurut sang pembedah otak Einstein, Marian C. Diamond, ...neuron berkembang perlahan dengan cara meraih neuron lain yang memiliki ranting dendrit yang sama. Ketika kita menyerap informasi baru (lewat kegiatan belajar tentunya), dendrit kita membuat cabang-cabang baru. Setiap cabang ini akan mengembangkan lagi rantingranting lainnya....

Quito Riantori Luar biasa, Pak Hernowo...Saya juga termasuk orang yg tertarik dg tema2 brain & yg semacamnya. Terutama setelah mendengar seorang motivator yang mengutip Einstein bahwa kebanyakan manusia cuma menggunakan 10 % saja dari kerja otaknya. Note ini bener-bener mendorong saya untuk terus belajar & belajar. Terima kasih banget atas tagnya, Pak. Salam sukses! March 26 at 3:31am

Yurita Putri wow..amazing...Otak Manusia = sejuta komputer, Artinya Otak kita memiliki kemampuan setara dengan sejuta komputer. Orang yang rajin membaca spanjang usianya, penelitian membuktikan memperlambat proses kepikunan lho... March 26 at 3:54am

Muhammad Nur ini sesuai dengan artikel Aleysius Gondosari di situs ANDA LUAR BIASA.COMyang menyatakan bahwa dengan "Mengobrol dapat meningkatkan fungsi otak sebanyak 2%. Menggambar atau melukis juga dapat meningkatkan fungsi otak sebanyak 2%. Bermain alat musik juga dapat meningkatkan fungsi otak sebanyak 2%. Menyanyi dapat

meningkatkan fungsi otak sebanyak 5... See More%. Sementara menulis sebuah tulisan pendek juga dapat meningkatkan fungsi otak sebanyak 5%. Dengan menulis sebuah buku, fungsi otak akan meningkat sebanyak 10% hingga 20%. Menulis buku setebal Laskar Pelangi atau buku setebal Harry Potter dapat meningkatkan fungsi otak sebanyak 20%. Jadi, bila Anda ingin meningkatkan fungsi otak Anda kembali, berlatihlah menggambar, menyanyi, atau menulis. nah dengan tulisan bapak ini, saya menambah kadar otak saya menjadi lebih banyak lagi, terima kasih support bacaannya pak. March 26 at 3:55am

Bintang Bangsaku mantep! ada lagi buku bagus, karangannya Antonio Damasio, Descarts' Error: Emotion, Reason, and the Human Brain ... sepertinya sudah diterjemahkan juga ... March 26 at 3:58am

Lea Subhanallah...:).. March 26 at 3:59am

Nurmuntaha Agung Nugraha ...Terima kasih Pak Hernowo. Saya tertarik dengan brain based learning dan juga sudah membaca bukunya Kang Jalal , alangkah bermanfaatnya jika itu diterapkan di sekolahsekolah...mengingatkan saya juga pada the 12 brain rules-nya John Medina...salam... March 26 at 4:18am

Shelly Fajriyati subhanallah... tantangan kt adalah menemukan metode belajar yang cocok utk kita spt membaca, awalnya saya sempat ga suka baca buku non fiksi karena "pertemuan" awalnya dg buku yg cara penyampaiannya ga enakeun *ko jd curhat.com ^^ March 26 at 4:22am

Jusra Chandra Buku di bawah ini, mungkin bisa saling mengisi dengan buku Bahasa Inggris di atas. Silahkan link ke : http://www.gramedia.com/buku_detail.asp?id=JFJP4240&kat=3 March 26 at 4:57am

Retty Soeryo Soedibyo Subhanallah..begitu sempurnanya ciptaan Allah .. March 26 at 5:06am

Radinal Mukhtar Harahap Luar biasa pak hernowo.. penjelasan bapak menambah semangat saya untuk terus belajar dan menjadi manusia pembelajar... March 26 at 5:08am

Esy Marliah subhanalloh, slama ini sy sll berfikir bg mn caranya otak sll berkerja trus tanpa ada jeda...... March 26 at 5:20am

Dewi Kournia Sari Semakin sering otak diasah dan dilatih, semakin banyak pula ide dan gagasan yang bermunculan.Iitulah salah satu sebabnya Einstein berotak jenius karena dia tak pernah bosan dan letih menajamkan otaknya hingga otaknya tersebut menarik perhatian dunia untuk dijadikan objek risat. Selagi kita masih bernapas, marilah kita pergunakan sebaik mungkin anugerah Allah yang telah dikaruniakan-Nya ini... March 26 at 5:32am

Hernowo Hasim @Quito: Wah, perlu lihat video itu. Saya dulu membli semuanya pada tahun 2005 ketika Kang Jalal mau meluncurkan buku BELAJAR CERDAS. Akhirnya, ketika peluncuran, ada sebuah adegan yang menarik dari salah satu video BRAIN STORY yang ditayangkan sebagai pembuka. Dulu serinya sampai 5 atau 7. Sudah ada teks Indonesianya. Mungkin saat ini sudah nggak ... See Moreberedar lagi ya? Saya memahami GOD SPOT juga dari salah satu seri video ini. Michael Persinger yang meriset soal itu ditampilkan secara ringan dan mengesankan. Bahwa semua orang--siapa saja--bisa mengalami kehadiran Tuhan karena di otak ada organ yang disediakan untuk keperluan itu. Salam. March 26 at 6:19am

Hernowo Hasim @All: Trims atas komentar Anda. Salam.

March 26 at 6:20am

Bambang Trim Subhanallah... seperti juga yang pernah dibahas sahabat saya dr. Tauhid Nur Azhar pada bukunya "Gelegar Otak". Terima kasih Mas, mencerahkan, menggerakkan, dan mencengangkan. March 26 at 10:16am

Eni Zahara Allahu akbar.....demi masa....alangkah meruginya kita jika kita tidak menggunakan brain kita dgn baik dan bermakna. terimakasih pak Her....???? kapan ke Palembang lagi ??? March 26 at 10:26am

Yulie Panti Alhamdulillah ... sungguh amat beruntung aku tergabung pertemanan fb dg mas her. Penjelasan yg menambah wawasan. Buku kang jalal itu, jg tlah menjadi buku pegangan wajib utkku, mas. Aku mohon ijin utk men'share' tulisan ini kpd teman2ku. Berkah Allah senantiasa tercurah kpd mas her. March 26 at 11:25am via Facebook Mobile

Santi Handayani Rusmana Jazakumullah pak , sejam lalu saya mengeluh utk apa sy kuliah lg .. Tp dgn mbaca notes bpk ,sy tersadarkan utk selalu mencari ilmu sampai kapanpun .. March 26 at 12:59pm via Facebook Mobile

Arieya Sutrisno Penyambungan neuron berkaitan dengan meylinisasi, semakin banyak tersambung meylin akan otomatis mengkonek tanpa harus disuruh dan dengan kecepatan yang otomatis, gambaran itu (mekanisme kerja otak) sepertinya pas banget dengan bagaimana kegiatan menulis dengan membaca yang dilakukan secara disiplin. Kerja otak harus dibiasakan, betul Pak? (belajar menulis he..he..) March 26 at 3:48pm

Ade Hashman

sistem syaraf kita menganut hukum besi "all or nothing", begitu juga otak kita "use it or lose it". Secara sangat mudah empirik kasat mata kita bisa melihat hampir tidak ada ilmuwan, politikus kaliber besar atau kyai betulan yang diusia tuanya mengalami dimensia (kepikunan), itu berkat tradisi hidup mereka mengolah otak (brain gym) lewat aktivitas-... See Moreaktivitas intelektual diantaranya "menulis dan membaca". Maka wajar kalo ada perintah "tuntutlah ilmu sejak buaian hingga masuk liang lahat", kita perlu terus untuk belajar demi kebutuhan kita, otak disamping memerlukan asupan material seperti glukosa dan Oksigen- juga memerlukan intake nilai agar tetap terpelihara sehat. March 26 at 11:40pm

Rully Roesli Tuhan telah menciptakan manusia begitu sempurna. Masalah nya kita tidak menggunakan kehebatan tubuh kita secara maksimal. Tubuh kita tidak hanya brain tapi banyak organ lain yang terkoordinasi dalam brain (anatomi) atau mind (fisiologi). Sistim auto-vegetatif tidak dipengaruhi kemauan. tapi justru mereka yang mengatur hormon dan enzim. Kerja ... See Morejantung, pencernaan, sistim kekebalan tubuh. bayangkan kalau mind bisa dilatih untuk mengatur mereka. Kita tidak perlu antibiotik tidak perlu antikanker, atau obat lainnya. Cukup mind yang mengatur sistim ini. Batara Kresna dan gataokaca bisa terbang. Apakah mind mereka telah menguasai sistim ini ?Walahuallam. March 27 at 5:40am

Bayu Insani S