Brain Death

Date post:07-Feb-2016
Category:
View:39 times
Download:2 times
Share this document with a friend
Transcript:

BRAIN DEATH (MATI OTAK / MATI BATANG OTAK)

I. PENDAHULUANI.1. Latar BelakangBrain death atau Mati otak atau Mati Batang Otak (MBO) diartikan sebagai berhentinya semua fungsi otak secara total dan ireversibel. Hal ini dikemukakan sebagai irreversible coma oleh komite ad hoc dari fakultas kedokteran Harvard pada tahun 1968 . Awalnya kematian didefenisikan oleh para dokter sebagai berhentinya denyut jantung dan respirasi secara permanen (mati somatik). Perkembangan dalam resusitasi telah menyebabkan defenisi kematian terpaksa ditinjau kembali. Perkembangan medis misalnya ventilator, peralatan dialisis dan infus obat yang mendukung sirkulasi seringkali menopang pasien yang sedang kritis untuk dapat bertahan hidup secara somatik walaupun secara fisiologis sangat parah termasuk di dalamnya kematian otak itu sendiri(11). Pada orang dewasa di Hongkong, kematian otak yang diakibatkan oleh cedera kepala berat meliputi hingga sekitar 50% dari semua kasus, dan 30% lainnya diakibatkan oleh perdarahan intrakranial. Sisanya disebabkan oleh tumor dan infeksi. Di Amerika, penyebab utama kematian otak adalah cedera kepala dan perdarahan subarachnoid . Batang otak dapat mengalami cedera oleh lesi primer ataupun karena peningkatan tekanan pada kompartemen supratentorial atau infratentorial yang mempengaruhi suplai darah atau integritas struktur otak. Cedera hipoksia lebih mempengaruhi korteks daripada batang otak (9,23).Permasalahan mendiagnosis kematian otak menjadi semakin penting akhir-akhir ini karena semakin sulitnya menentukan pada pasien dengan kerusakan otak apakah kerusakan tersebut memungkinkan untuk dapat bertahan hidup secara layak dengan bantuan alat pernapasan dan dengan peralatan pendukung lainnya, dan yang kedua karena sulitnya menjawab pertanyaan untuk menentukan kapan dapat disimpulkan bahwa lesi serebral tersebut ireversibel sehingga kematian dapat dipastikan segera dan berbagai persiapan dapat dilakukan untuk memindahkan organ-organ yang masih bermanfaat, khususnya ginjal untuk transplantasi pada pasien yang lain (8).

I.2. Tujuan Penulisan1. Mengetahui definisi brain death2. Mengetahui anatomi, histologi dan epidemiologi brain death3. Mengetahui etiologi terjadinya brain death4. Mengetahui faktor resiko terjadinya brain death5. Mengetahui patofisiologi terjadinya brain death6. Mengetahui gejala klinis brain death7. Mengetahui diagnosa banding dari brain death8. Mengetahui prognosis dan komplikasi brain death

I.3. Manfaat Penulisan1. Manfaat untuk penulis Dapat memberikan wawasan yang luas tentang definisi, patofisiologi, pemeriksaan, hingga penatalaksanaan dari brain death Dapat dijadikan pedoman atau pegangan untuk menghadapi maupun menangani masalah brain death di kemudian hari2. Manfaat untuk pembaca Dapat menjadikan bahan penulisan ini sebagai menambah wawasan dan mungkin dapat menjadi referensi3. Manfaat untuk Institusi Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Dapat menjadikan penulisan ini sebagai pustaka untuk perpustakaan sebagai bahan bacaan mahasiswa yang diharapkan dapat menjadikan tambahan wawasan dan referensiII. BATASAN DEFINISI / TERMINOLOGIMati otak diartikan sebagai berhentinya semua fungsi otak secara total dan ireversibel termasuk batang otak. Awalnya kematian didefenisikan oleh para dokter sebagai berhentinya denyut jantung dan respirasi secara permanen (mati somatik). Perkembangan dalam resusitasi telah menyebabkan defenisi kematian terpaksa ditinjau kembali. Perkembangan medis misalnya ventilator, peralatan dialisis dan infus obat yang mendukung sirkulasi seringkali menopang pasien yang sedang kritis untuk dapat bertahan hidup secara somatik walaupun secara fisiologis sangat parah termasuk di dalamnya kematian otak itu sendiri. Seorang pasien yang telah ditetapkan mengalami kematian batang otak berarti secara klinis dan legal-formaltelah meninggal dunia. Hal inidituangkan dalam pernyataan IDI tentangMati dalam SK PB IDI No.336/PBIDI/a.4 tertanggal 15 Maret 1988 yangdisusul dengan SK PB IDI No.231/PB.A.4/07/90. Dalam fatwa tersebutdinyatakan bahwa seorang dikatakanmati, bila fungsi pernafasan dan jantungtelah berhenti secara pasti atau irreversible, atau terbukti telah terjadikematian batang otak. (6,11,17)Di sisi lain, perkembangan bedah transplantasi dan kebutuhan akan organ hidup mengharuskan adanya fokus perhatian akan etika dan legalitas persetujuan medis tentang kriteria medis kematian otak. Dengan adanya kriteria kematian otak, seseorang dapat ditetapkan meninggal secara sah atau legal, Permasalahan mendiagnosis kematian otak menjadi semakin penting akhir-akhir ini karena semakin sulitnya menentukan pada pasien dengan kerusakan otak apakah kerusakan tersebut memungkinkan untuk dapat bertahan hidup secara layak dengan bantuan alat pernapasan dan dengan peralatan pendukung lainnya, dan yang kedua karena sulitnya menjawab pertanyaan untuk menentukan kapan dapat disimpulkan bahwa lesi serebral tersebut ireversibel sehingga kematian dapat dipastikan segera dan berbagai persiapan dapat dilakukan untuk memindahkan organ-organ yang masih bermanfaat, khususnya ginjal untuk transplantasi pada pasien yang lain.(21)

III. ANATOMI DAN FISIOLOGI3.1 OTAK

Susunan saraf terdiri dari Susunan Saraf Pusat dan Susunan Saraf Tepi. Susunan Saraf Pusat dibentuk oleh encephalon dan medulla spinalis. Susunan Saraf tepi dibentuk oleh Nn.Craniales dan Nn.Spinales. Encephalon terletak dalam cavitas cranii sedangkan medulla spinalis terletak dalam canalis vertebralis.(12)Pembagian encephalon adalah sebagai berikut: proencephalon yang terdiri atas telencephalon dan diencephalon, mesencephalon dan rombencephalon yang terdiri atas metencephalon dan myelencephalon. Telencephalon (End Brain) yang menjadi hemisfer serebri , yang terdiri dari korteks serebri, rinencephalon, basal ganglia [nukleus kaudatus dan nukleus lentikularis ( putamen dan globus palidus), klaustrum, amigdala]. Diencephalon (interbrain) terdiri dari epithalamus, thalamus, subthalamus, hipothalamus. Mesencephalon (midbrain) yang terdiri dari korpora kuadrigemina (kollikulus superior, kollikulus inferior), tegmentum (nulleus rubber, subtantia nigra), pedunkulus serebri. Metencephalon (afterbrain) yang terdiri dari pons dan serebellum. Myelencephalon (narrow brain) disebut juga medulla oblongata.(12,23) Telencephalon menjadi hemisfer serebri merupakan bagian yang terbesar dan menempati fossa anterior dan fossa cranii media. Pada hemisfer serebri terdapat beberapa lobus, yaitu: lobus frontalis, lobus parietalis, lobus occipitalis, lobus temporalis, insula/lobus sentralis dan lobus limbicus. Sisterna olfaktorius langsung menuju ke korteks serebri tanpa melalui thalamus sebagai stasiun perantara. Medula oblongata, pons dan serebellum berada dalam fossa cranii posterior. Struktur susunan saraf pusat terdiri dari substansia grisea yang merupakan kumpulan nucleus, dan substansia alba yang dibentuk oleh kumpulan serabut saraf bermyelin.(12) Oleh fissura media anterior dan fissura media posterior, medulla oblongata terbagi menjadi dua bagian yang simetris (belahan kiri dan kanan), dan oleh sulcus-sulcus tersebut tersebut tadi, maka setiap belahan medulla oblongata dibagi menjadi area ventralis, area lateralis, dan area dorsalis. Area-area tersebut tadi adalah lanjutan ke arah rostral dari funikulus anterior, funikulus lateralis, dan funikulus posterior medulla spinalis. Dari sulcus lateralis posterior keluar serabut-serabut saraf yang sama dengan radix posterior nervi spinalis; serabut-serabut saraf tersebut adalah n. glossofaringeus, n. vagus dan n. accessorius. N. abducens, n. facialis dan n. vestibulocochlearis menampakkan diri pada perbatasan medulla oblongata dengan pons, terletak masing-masing dari medial ke lateral. N. hypoglossus menampakkan diri pada sulkus lateralis anterior medulla oblongata, diantara piramis dan oliva.(12) Pons merupakan bagian ventral dari metencephalon yang terletak diantara medulla oblongata dan pedunculus serebri dan berada di sebelah ventral serebellum. Pada aspectus ventral terdapat serabut-serabut transversal yang berjalan kearah lateral, bersatu membentuk pedunculus serebelli medius, masuk ke dalam hemisferium serebelli. Serabut-serabut tersebut membentuk pars basilaris pontis dan di sebelah dorsalnya merupakan lanjutan dari medulla oblongata. Serabut-serabut transversal tersebut tadi adalah bagian dari lintasan yang menghubungkan hemisferium serebri dengan hemisferium serebelli yang kontralateral. Nervus trigeminus keluar dari permukaan ventral, di bagian lateral pada perbatasan antara pons dan pedunculus serebelli medius, yaitu pada pertengahan pons.(12) Mesencephalon atau mid brain menghubungkan rombencephalon dan prosencephalon. Terdiri atas pars dorsalis yang membentuk lamina quadrigemina dan corpora quadrigemina, dan bagian ventral yang bentuknya lebih besar, disebut pedunculus cerebri. Di dalam mesencephalon terdapat aquaductus cerebri sylvii, suatu saluran yang sempit yang menghubungkan ventrikulus tertius dengan ventrikulus quartus. N. okulomotorius menampakkan diri pada fossa interpedunkularis. N. trochlearis keluar dari facies dorsalis mesencephalon di sebelah kaudal dari colliculus inferior. Nucleus mesencephalicus nervi trigemini, berada di bagian lateral substansia grisea sentralis sekitar aquaductus serebri sylvii.(12) Diencephalon menghubungkan mesencephalon dengan hemisferium serebri. Di dalam diencephalon terdapat ventrikulus tertius. Diencephalon terdiri atas thalamus, metathalamus, epithalamus, subthalamus dan hypothalamus. Traktus optikus berjalan mengelilingi hypothalamus dan pars rostralis crus serebri, berjalan melalui foramen opticum, masuk ke dalam cavitas cranii.(12) Metabolisme jaringan otak hampir seluruhnya tergantung pada pembakaran glukosa secara aerobik. Di dalam jaringan otak terdapat sedikit persediaan glukosa dan oksigen. Otak yang merupakan 2% dari berat tubuh memerlukan kurang lebih 15% 17% dari cardiac output dan kurang lebih

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended