Brain Abses

Date post:12-Jul-2016
Category:
View:235 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
makalah
Transcript:

ABSES OTAK

I. PENDAHULUANAbses otak adalah suatu infeksi fokal, ditandai dengan adanya proses sapurasi yang terlokalisir pada parekim otak disebabkan oleh infeksi yang terjadi baik dari sekitar otak maupun yang jauh dari otak. Abses otak yang sumber infeksinya berasal dari sekitar otak misalnya otitis media, mastoiditis, infeksi gigi dan sinusitis paranasalis sedangkan yang berasal dari fokus infeksi yang jauh dari otak, misalnya dari paru-paru, jantung, dan ginjal. Abses otak juga dapat disebabkan langsung oleh karena fraktur kranii akibat trauma kapitis ataupun bisa terjadi pasca pembedahan neurologi misalnya kraniotomi. Pada beberapa kasus tidak diketahui sumber infeksinya. (1,2)Umumnya, penyakit abses otak khususnya pada anak-anak merupakan komplikasi dari meningitis bakterial, khususnya pada organisme dengan virulensi gram-negatif. Bagaimanapun juga, 25 kasus yang dilaporkan bahwa periode abses otak pada anak tidak sepenuhnya dari meningitis.(3)Penyebab abses tergantung dari lokasi dan sumber infeksi. Mikroorganisme penyebab abses otak meliputi bakteri, jamur dan parasit tertentu. Gejala klinis abses otak berupa tanda-tanda infeksi pada umumnya yaitu demam, anoreksia, malaise, tanda-tanda peninggian intrakranial serta gejala neurologik fokal sesuai lokasi abses. Kapsul yang tebal dan berbagai mikrooganisme penyebab baik aerob, anaerob, campuran, jamur atau parasit mempersulit pemilihan antibiotika yang akan digunakan.(2) Walaupun fasilitas diagnostik dan pegobatan abses otak telah mengalami kemajuan, mortalitas tetap tinggi. Diagnosis sering terlambat karena gejala abses otak tidak khas. Tindakan operasi tdak selalu dapat dilakukan karena lokasi abses tidak dapat dicapai atau adanya abses multipel. Kapsul yang tebal dan adanya barbagai mikroorganisme penyebab aerob, anaerob, campuran, jamur atau parasit mempersulit pemilihan antibiotika yang akan digunakan. Terapi abses otak terdiri dari pemberian antibiotik sesuai dengan kausa infeksi dan tindakan pembedahan. Tindakan pembedahan tidak selalu dilakukan karena lokasi abses tidak dapat dicapai atau adanya abses multipel.(2)

II. INSIDENS DAN EPIDEMIOLOGIAngka kejadian yang sebenarnya dari abses otak tidak diketahui pasti, di Amerika Serikat dilaporkan sebanyak 1500-2500 kasus abses otak tiap tahunnya dengan insidens 1 : 100.000 orang pertahun. Predisposisi dari otitismedia dan mastoiditis, sinus paranasalis, infeksi piogenik di dada dan anggota tubuh lainnya, penetrasi trauma kepala atau prosedur neurosurgical dan infeksi gigi. Abses otak jarang terjadi, hanya lebih kurang 2% dari semua tindakan bedah otak. Kurang lebih 5% dari kasus-kasus penyakit jantung bawaan, terutama tetralogi Fallot, memberi komplikasi abses otak.(1,4)Laki-laki lebih sering daripada perempuan dengan perbandingan 2 : 1. Abses otak dapat mengenai semua umur namun sering ditemukan pada usia dekade ketiga dan keempat. Kasus pada anak jarang ditemukan dan di Indonesia belum banyak dilaporkan. Anak dengan abses otak seringkali dihubungkan dengan kelainan jantung bawaan sianotik dan infeksi otogenik. Keberhasilan mengetahui penyebab abses sangat dipengaruhi oleh cara pembiakan. Di RRC terdapat 33.43% kasus yang menunjukkan biakan positif.(2,4)Sedangkan Brook (1981) melaporkan bahwa pada 100% kasus menunjukkan mikroorganisme pada biakan dan pada 12-30% kasus ditemukan lebih dari satu mikroorganisme. Di Amerika dan imigran Amerika umumnya penyebab abses otak adalah Taenia Solium (neurocysticercosis). Di India dan negara timur lainnya, infeksi mikobakterial (tuberculoma) umumnya penyebab fokal lesi CNS.(1,2) Kasus abses otak pada umumnya jarang ditemukan dalam populasi, namun kejadiannya meningkat pada orang-orang dengan keadaan immunocompromaise seperti penderita HIV, kanker, transplantasi organ dan sementara mendapat terapi obat yang bersifat immunosupresif. Pada kasus demikian, penyebab utama bukan lagi bakteri piogenik melainkan jenis jamur dan parasit seperti Toxoplasma gondii, Aspergillus spp, Nocardia spp, dan Candida spp. Tingkat mortalitas abses otak kira-kira 10 15% dan bila abses ruptur ke sistem ventrikuler maka tingkat mortalitasnya semakin tinggi hingga 80% sementara tingkat morbiditas abses otak tergantung dari gangguan neurologi fokal yang diakibatkan. (1,4)

III. ETIOLOGIFaktor penyebab meliputi kuman-kuman stafilokok, streptokok, eskerisia, pneumokok dan sebagainya. Abses oleh Staphylococcus biasanya berkembang dari perjalanan otitis media atau fraktur kranii. Bila infeksi berasal dari sinus paranasalis penyebabnya adalah Bacteroides spp, Pseudomonas spp, Streptococcus aerob dan anaerob, Staphylococcus aureus dan Haemophilus influenzae. Abses otak yang berasal dari infeksi gigi biasanya disebabkan oleh Streptococci, Staphylococci, Bacteroides spp, dan Fusobacterium spp.(1,5)Abses otak berasal dari beberapa sumber infeksi, yaitu fokus infeksi dekat. Penyebab abses tergantung dari lokasi abses dan sumber infeksi. Abses oleh Streptococcus, Pneumococcus, Fusobacterium, Corynebacterium, dan Peptococcus spp, sering merupakan komplikasi infeksi paru. Abses otak pada penderita jantung bawaan sianotik umumnya oleh Streptococcus anaerob sedangkan abses otak akibat trauma kepala pasca tindakan bedah saraf biasanya disebabkan oleh Staphylococci, Enterobacteriaceae dan Pseudomonas.(1,2) Penyebab radang bernanah jaringan otak antaranya Staphilococcus aureus, Streptococcus, Escherichia coli. Bakteri yang tersering adalah Staphylococcus aureus, Streptococcus anaerob, Streptococcus beta hemolyticus, Streptococcus alpha hemolyticus, E. coli dan Baeteroides. Peradangan dapat menjalar kedalam otak dari otitis media, mastoiditis, sinusitis, atau dari piemia yang berasal dari radang, abses didalam paru, bronkiektasis, empiema, osteomielitis tengkorak, pada fraktur terbuka, trauma yang menembus kedalam otak, tromboflebitis. Didalam otak mula-mula terjadi radang lokal disertai sebukan leukosit polimorfonuklear. Disekeliling daerah yang meradang berproliferasi jaringan ikat dan astrosit, yang membentuk kapsula. Jaringan yang rusak mencair dan terbentuklah abses.(5)Abses otak muncul dari peningkatan tekanan intrakranial dan infeksi sinus paranasalis yang selalu disebabkan oleh mikroaerofilik dan organisme anaerob. Abses otak berkembang dari hematogenesis dari mikroorganisme yang terinfeksi seperti hati, paru, abdomen, dan traktus urinarius. Metastasis abses selalu multipel. Umumnya pada bayi dan anak-anak adalah penyebab kelainan jantung bawaan dengan Tetralogo Fallot.(6,7)IV. ANATOMIOtak (encephalon) terletak dalam kavitas kranii. Otak berkembang dari sebuah tabung yang mulanya memperlihatkan tiga gejala pembesaran otak awal yang disebut otak depan (proencephalon), otak tengah (mesencephalon) dan otak belakang (rhombencephalon). Proencephalon terdiri dari hemisferium serebri, korpus striatum dan thalami. Rhombencephalon atau otak belakang terdiri dari metencephalon (pons dan serebelum) dan medulla oblongata.(6,7)Serebrum merupakan suatu bangunan bulat yang sebagian besar mengisi bagian depan dan atas kavitas kranii yang masing-masing disebut fossa kranii anterior dan fossa kranii media. Pada linea mediana terdapat suatu celah yang dalam, disebut fisura longitudinalis serebri, yang memisahkan serebrum menjadi dua buah hemisferium serebri. Pada dasar fisura tersebut kedua belah hemisferium serebri dihubungkan satu sama lain oleh komisura alba sentralis yang disebut korpus kalosum. Struktur serebrum tersusun atas substansia grisea (substansi kelabu), yang merupakan kumpulan nukleus dan substansia alba (substansi putih) yang dibentuk oleh kumpulan serabut saraf mielin. (6,7)

Gambar 1Bongkah otak besar, Lobi Cerebri; tampak atas(dikutip dari kepustakaan No.8)Permukaan hemisferium serebri tidak rata, melainkan berlekuk-lekuk yang disebabkan oleh lekukan-lekukan irreguler, baik yang agak dalam (fissura) maupun yag dangkal (sulcus), dan diantara lekukan-lekukan tadi terdapat bagian-bagian yang menonjol, disebut gyrus. Lekukan-lekukan pada permukaan hemisferium serebri sinistra tidak sama dengan yang terdapat hemisferium serebri dekstra, dan juga diantara hemisferium serebri yag satu dengan yang lainnya tidak sama.(7)Fisura-fisura dan sulkus-sulkus selanjutnya membagi otak dalam beberapa daerah atau lobus yang letaknya sesuai dengan tulang yang berada diatasnya, antara lain lobus frontalis, temporalis , parietalis dan oksipitalis. Fisura longitudinalis adalah celah dalam bidang medial yang membagi serebrum menjadi hemisferium dekstra dan hemisferium sinistra. Bagian dari duramater yaitu falks serebri menyelipkan dirinya pada fisura itu, dengan cara yang sama bagian duramater lainnya yang disebut falks serebeli membagi menjadi hemisferium dekstra dan sinistra. (6)Sulkus lateralis atau fisura Sylvius memisahkan lobus temporalis dari lobus frontalis (pada sebelah anterior) dan dari lobus parietalis pada sebelah posterior. Sulkus sentralis atai fisura Rolandi memisahkan lobus frontalis dari lobus parietalis. Lobus oksipitalis terletak dibelakang lobus parietalis dan bersandar pada tentorium serebeli yaitu lipatan duramater yang memisahkan fossa kranialis media dengan fossa kranialis posterior.(6)Korteks serebri merupakan lapisan paling superfisialis dari hemisferium yang tersusun dari substansi grisea. Korteks serebri dibagi menjadi beberapa daerah, sebagian memiliki fungsi motorik dan sebagiannya lagi mempunyai fungsi sensorik. Mesencephalon atau mid brain (otak tengah) menghubungkan rhombencephalon (otak belakang) dengan proencephalon (otak depan). Terdiri atas pars dorsalis yang membentuk lamina quadrigemina dan corpora quadrigemina, dan bagian ventral yang bentuknya lebih besar, disebut pedunculus cerebri. Didalam mesencephalon terdapat aquaeductus cerebri Sylvii atau saluran yang sempit yang menghubungkan ventriculus tertius dengan ventriculus quartus. (6,7)Pons merupakan ventral dari metencephalon yang terletak diantara medulla oblongata dan pedunculus cerebri dan ber

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended