Home > Documents > Bioavaibilitas Dan Bioekivalensi Furosemide Dalam Sediaan Sublingual

Bioavaibilitas Dan Bioekivalensi Furosemide Dalam Sediaan Sublingual

Date post: 26-Oct-2015
Category:
Author: irma-amaliah
View: 100 times
Download: 10 times
Share this document with a friend
Description:
Bioavaibilitas Dan Bioekivalensi Furosemide Dalam Sediaan Sublingual
Embed Size (px)
of 21 /21
Bioavaibilitas dan Bioekivalensi Furosemide dalam Sediaan Sublingual
Transcript

Bioavaibilitas dan Bioekivalensi Furosemide dalam Sediaan Sublingual

Bioavaibilitas dan Bioekivalensi Furosemide dalam Sediaan SublingualDisusun oleh :Melly Norika 260110090043Lia Layusa F260110090044Nadya Novyani260110090046Kurnia Ahmad F260110090049Ayu Izzatin H260110090050Debora Jhileta KS260110090051Irma Amaliah260110090052Anggi Setyarini260110090053Tegar Jolandraw260110090054Astri Kania A260110090055Beylan Walid S260110090056Elia Prima260110090038BIOAVAIBILITAS DAN BIOEKIVALENSIBIOAVAIBILITAS FUROSEMIDE Bioavailabilitas furosemide menunjukkan variabilitas interindividual dalam skala besar, yang dipengaruhi oleh keterbatasan absorpsi. Pada subyek penelitian yang sehat, nilai median bioavailabilitas berkisar 50% dengan rentang luas antara 20%-80% Keberagaman nilai yang terjadi disebabkan oleh perbedaan proses absorpsi yang seringkali lambat dan dipengaruhi juga oleh faktor pengosongan lambung dan proses pencernaan makanan Hal ini bisa terjadi pada oral furosemide yang menimbulkan perbedaan efek diuretik obat

SEDIAAN SUBLINGUAL FUROSEMIDERute sublingual dapat menjadi rute alternatif baru karena menghindari penyerapan pada saluran GI dan proses first pass effect di hati

METODE PENGUJIANPenelitian ini menggunakan desain crossover terbuka. Subyek diobati dengan dosis tunggal furosemide 20 mg pada tiga hari yang berbeda secara sublingual, oral atau intravena secara acak dan 7 hari terpisah. Asupan makanan dihindari 8 jam sebelum mempelajari asupan obat untuk mengoptimalkan penyerapan furosemide di usus.Cara Pemberian ObatOralSublingual..IntravenaSelanjutnya, sampel darah dikumpulkan dari kateter vena segera sebelum pemberian obat. Kandung kemih harus dikosongkan dan urin segera ditampung secara kuantitatif. Volume urin dicatat dan Aliquot dibekukan hingga saat analisis. Selama 8 jam pertama setelah pemberian furosemid, output urin digantikan dengan larutan NaCl 0,45% secara IV. Selama 6 jam pertama setelah pemberian obat, subjek dibiarkan berbaring. Tidak diizinkan untuk makan dan minum selama 6 jam pertama . Setelah itu, disediakan makanan dan air.Konsentrasi Furosemide dalam plasma dan urin diukur menggunakan metode kromatografi cair kinerja tinggi.Koefisien variasi analisis adalah


Recommended