Home >Documents >Bahasa Indonesia Kls VII Smt 2

Bahasa Indonesia Kls VII Smt 2

Date post:25-Jul-2015
Category:
View:1,330 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Transcript:

IND.VII.2.5.10 s.d. IND.VII.2.8.18

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester

: : :

Bahasa Indonesia VII 2 (Dua)

KEGIATAN SISWA

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

KATA PENGANTAR Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di SMP Terbuka, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah penyempurnaan modul sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini. Oleh karena itu Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama berupaya melakukan penyempurnaan modul SMP Terbuka agar sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat memenuhi kebutuhan siswa. Seiring dengan dinamika penyempurnaan tersebut, telah ditetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Kedua peraturan tersebut merupakan pedoman dalam penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Modul sebagai sumber belajar utama dalam proses pembelajaran bagi siswa SMP Terbuka ini telah disusun sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pembahasannya modul ini telah mencakup seluruh Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mencapai standar kompetensi lulusan minimal tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dengan disempurnakannya modul SMP Terbuka ini diharapkan siswa memiliki kompetensi yang memadai sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. Modul ini dapat juga digunakan sebagai sumber belajar bagi siswa SMP atau yang sederajat selain siswa SMP Terbuka. Mengingat Kurikulum yang digunakan dalam penulisan modul ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), diharapkan masukan dan saran dari lapangan untuk penyempurnaan baik isi maupun perwajahan modul ini di masa yang akan datang. Dalam Pelaksanaannya Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan sekolah dapat melakukan penambahan dan pengembangan sesuai dengan kondisi masing-masing daerah. Semoga modul ini dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mutu pendidikan SMP Terbuka mengalami peningkatan sesuai dengan tuntutan jaman. Jakarta, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Juli 2011

Didik Suhardi, Ph. D. NIP. 19631203 198303 1 004

DAFTAR ISI

Halaman Kata Pengantar Daftar Isi Petunjuk Belajar IND.VII.2.5.10 IND.VII.2.5.11 IND.VII.2.5.12 IND.VII.2.6.13 IND.VII.2.6.14 IND.VII.2.7.15 IND.VII.2.7.16 IND.VII.2.8.17 IND.VII.2.8.18 Kepustakaan ................................................................................................ ................................................................................................ ................................................................................................ Wawancara dengan Pemusik ................................................... Tokoh Idola ............................................................................. Percakapan Melalui Telepon ................................................... Polusi ...................................................................................... Teks Wawancara ..................................................................... Mengungkapkan Isi Puisi ........................................................ Tokoh dan Latar ...................................................................... Puisi Keindahan Alam ............................................................. Menulis Kreatif Puisi .............................................................. ................................................................................................ iii v vii 1 15 25 37 49 63 73 93 107 121

v

PETUNJUK BELAJAR

Buku ini memuat 9 (sembilan) modul untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII Semester 2. Modul ini harus Kamu pelajari dan selesaikan dalam jangka waktu satu semester, baik melalui kegiatan belajar di TKB (Tempat Kegiatan Belajar) maupun belajar di luar TKB. Dalam mempelajari modul ini supaya diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Belajar dengan modul keberhasilannya tergantung dari kedisiplinan dan ketekunan Kamu dalam memahami dan mematuhi langkah-langkah belajarnya. 2. Belajar dengan modul dapat dilakukan secara mandiri atau kelompok, baik di TKB atau di luar TKB. 3. Langkah-langkah yang perlu Kamu ikuti secara berurutan dalam mempelajari modul ini adalah sebagai berikut : a. Usahakan Kamu (bila memungkinkan) memiliki buku paket Bahasa Indonesia Kelas VII sebagai bahan pengayaan atau pendalaman materi, karena dalam modul ini diutamakan pada materi esensial/materi pokok/materi utama. b. Baca dan pahami benar-benar tujuan yang terdapat pada modul ini. Perhatikan materi pokoknya dan uraian materinya. c. Bila dalam mempelajari materi tersebut mengalami kesulitan, diskusikan dengan teman-teman yang lain. Dan bila inipun belum terpecahkan sebaiknya Kamu tanyakan pada Guru Pamong di TKB atau tulis dalam format kesulitan dan tunjukkan pada Guru bina pada waktu tatap muka. d. Setelah Kamu merasa memahami materi pelajaran tersebut, kerjakan tugas-tugas yang tercantum dalam modul ini, dalam lembar jawaban yang terpisah atau pada buku tulis Kamu. e. Periksalah hasil penyelesaian tugas tersebut melalui kunci yang tersedia. Dan bila ada jawaban yang belum betul, pelajari sekali lagi materi yang bersangkutan. Bila semua kegiatan dalam satu modul sudah dapat diselesaikan dengan baik Kamu berhak mengikuti tes akhir modul yang diselenggarakan oleh Guru Bina atau Guru Pamong. f. Bila dalam tes akhir modul Kamu dapat mencapai nilai 6,5 Kamu dapat mempelajari modul berikutnya. 4. Urutan kegiatan di atas harus ditaati, agar Kamu lebih berhasil mempelajari modul ini.

Selamat Belajar !

vii

IND.VII.2.5.10

MODUL SMP TERBUKAMata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Bahasa Indonesia VII 2 (Dua) 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWAIND.VII.2.M.01 Wawancara dengan Pemusik WAWANCARA DENGAN PEMUSIK

Penulis Pengkaji Materi

: :

Dra. Edy Warsih Drs. H. Nasruddin, M.Pd.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Selamat atas keberhasilanmu dalam menyelesaikan modul-modul terdahulu tanpa mengalami kesulitan. Acungan jempol patut disampaikan kepadamu. Kali ini, Kamu akan melakukan pembelajaran tentang wawancara. Standar kompetensi yang dituntut adalah agar Kamu mampu memahami wacana lisan dalam kegiatan wawancara. Modul ini terbagi dalam dua kegiatan pembelajaran. Waktu untuk menyelesaikan modul ini adalah 4 x 40 menit. Gunakan waktu sebaik-baiknya agar hasil yang akan Kamu peroleh benar-benar maksimal. Apabila Kamu mendapat kesulitan dalam memahami modul ini, Kamu dapat berdiskusi dengan teman-teman. Kamu bisa juga menanyakan kepada kakakmu di rumah atau berdiskusi dengan guru pamong di TKB (Tempat Kegiatan Belajar). Selamat belajar dan semoga sukses!

3

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Simpulan Pikiran, Pendapat, dan Gagasan dalam Wawancara 1. Standar Kompetensi Memahami wacana lisan dalam kegiatan wawancara. 2. Kompetensi Dasar Menyimpulkan pikiran, pendapat, dan gagasan seorang tokoh/narasumber yang disampaikan dalam wawancara. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu mendata pikiran, pendapat, dan gagasan yang dikemukakan narasumber. 2. Mampu menyimpulkan pikiran, pendapat, dan gagasan narasumber. 3. Mampu menuliskan informasi yang diperoleh dari wawancara yang didengarkan ke dalam beberapa kalimat. 4. Materi Pokok Penyimpulan Pikiran, Pendapat, dan Gagasan dalam Wawancara. 5. Uraian Materi Pernahkah Kamu mendengarkan sebuah wawancara baik di televisi, radio, maupun secara langsung? Wawancara disebut juga interview. Wawancara adalah suatu cara untuk mengumpulkan data atau informasi dengan cara mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber atau informan. Narasumber bisa seorang pakar atau seseorang yang mempunyai kewenangan dalam suatu bidang tertentu atau bisa pula seorang tokoh masyarakat. Nah, dalam pembelajaran ini, Kamu diharapkan menyimak baik-baik wawancara yang diperdengarkan. Dalam menyimak hasil wawancara, agar informasi yang diterima tidak menyimpang dari isi wawancara maka si pendengar harus mengetahui pokok-pokok atau informasi yang diungkapkan. Melalui kegiatan ini Kamu akan berlatih: 1. Mendata pikiran, pendapat, dan gagasan yang dikemukakan narasumber. 2. Menyimpulkan pikiran, pendapat, dan gagasan yang dikemukakan narasumber. 3. Menuliskan informasi yang diperoleh dari hasil wawancara yang didengar ke dalam beberapa kalimat. Simaklah baik-baik petikan wawancara Dahono Fitrianto dan Ilham Khoiri dengan Grup Band Radja yang diambil dari Harian Kompas tanggal 7 Januari 2007, yang telah disarikan.

4

Radja dan Sukses Pop Komersil Radja adalah fenomena. Berawal dengan terseok-seok dan diremehkan orang lain, kini Radja telah menjadi band papan atas. Tak bisa dibantah, band yang dibentuk di Jakarta, 17 Maret 2001 itu adalah grup terpopuler saat ini. Konsernya selalu dipadati ribuan orang, tak peduli itu digelar di Senayan atau di Papua. Bagi para personel Radja, yakni Ian Kasela (vokal), Moldy (gitar), Indra (bass), dan Seno (drum), sukses itu datang begitu tiba-tiba. Dua tahun lalu mereka masih ke sanake mari naik angkot. Kini rumah mereka berada di kompleks perumahan mewah di kawasan Cibubur dan mobil-mobil terbaru menjadi tunggangan harian mereka. Bagaimana rasanya sukses? : Yang pasti senang. Kita syukuri apa yang kita dapat. Sudah lebih dan yang kita harapkan. Meski ukuran sukses itu sendiri relatif. Indra : Yang paling menyenangkan, karya Radja sudah di dengar dan diterima masyarakat. Itu luar biasa. Ian : Saat kita manggung, 10.000 manusia berteriak histeris, menyanyikan lagu Radja. Itu nikmatnya minta ampun. Rasanya merinding. Melihat semua orang tangannya ke atas, loncat, bernyanyi. Wah! Menyangka enggak bakal sukses seperti sekarang? Ian : Kami selama ini hanya berharap, berdoa, dan berusaha. Ternyata doa dikabulkan Tuhan dan usaha kita berhasil. Kita tak menyangka. Mimpi telah jadi nyata. Moldy : Kami memang berawal dari mimpi. Mimpi itu doa, semangat, dan keyakinan. Apa yang membuat Radja sukses? Ian : Ikhlas dan tulus. Keseriusan seluruh personel Kami berempat hidup matinya di situ. Kami akui, kehidupan kami kini bagaikan bumi dan langit dibandingkan dua tahun lalu. Perubahan kehidupan kami bagaikan membalikkan telapak tangan. Sangat berbeda dan terjadi dalam waktu singkat. Ian

Bagaimana cerita jaman susah dulu? Indra : Manggung enggak ditonton, enggak dilirik, itu sering. Ian : Mei 2004, kami konser di GOR Padjajaran, Bogor, yang kapasitasnya 5.000 orang, tetapi yang nonton paling banyak 100 orang. Waktu kita main, ada yang ngobrol sendiri, bahkan ada yang main bola. Miris rasanya Tetapi, kami tetap berusaha profesional, 10 lagu tetap dimainkan sampai selesai. Seno : Sedih banget! Ibarat makan kerupuk tapi melempem dan gak asin. Hambar. Apes. Tapi, tetap dimakan juga. Habis itu trauma manggung. Indra : Alhamdulillah, manggung selanjutnya di Banjarmasin (Banjarmasin adalah kota kelahiran Moldy dan Ian), Agustus 2004, ternyata penuh. Jadi traumanya tidak berlanjut, he-he-he.

5

Seno : Kita juga pernah ngisi opening konser Pas Band di Tangerang dan disuruh turun sama penonton. Proses menuju sukses Radja sama sekali tak seperti membalikkan telapak tangan. Perjuangan berat dan kerja keras tak kenal lelah selama sepuluh tahun diawali dengan kepindahan Moldy dari Banjarmasin ke Jakarta. Waktu itu Moldy mengikuti festival band nasional di Bandung dan terpilih sebagai pemain gitar terbaik. Pindah ke Jakarta kapan? Moldy : Tahun 1994, saya ikut festival band di Bandung. Di sanalah saya mulai berkenalan dengan banyak orang musik. Setelah itu ditawari rekaman jadi additional player, tetapi belum dibayar. Yang penting berpengalaman masuk rekaman dulu. Ian : Sebulan setelah Moldy ke Jakarta aku menyusul sambil bawa beberapa lagu yang kami ciptakan untuk rekaman album solo. Berangkat naik kapal sampai Surabaya, terus disambung naik KA kelas ekonomi. Sampai di Jakarta duit tinggal Rp 100.000. Kapan Radja terbentuk? Ian : Radja terbentuk di Jakarta 17 Maret tahun 2001. Jadi Radja itu bukan band Kalimantan, tetapi band Jakarta. Kami waktu itu masih memainkan musik sweet rock, seperti Bon Jovi dan Guns N Roses. Album pertama gagal karena kesalahan manajemen. Pada album kedua formasi berubah dengan bergabungnya Seno dan Indra.

Kenapa pakai nama Radja? Ian : Biar jadi penyemangat. Biar menjadi band yang merajai dunia musik. Album kedua, Manusia Biasa, dirilis akhir 2003 di bawah label rekaman Malta Records. Dari album itu, bermunculan hits Radja, seperti Jujur, Manusia Biasa, dan Cinderella. Yang di luar dugaan, ternyata disukai orang.

Bagaimana menjaga Radja agar tidak pecah seperti band-band lain? Moldy : Band-band lain bubar karena para personelnya tidak fokus. Para pemainnya mencabang-cabang, enggak cuma ngurusin musik. Indra : Alhamdulillah, semua personel Radja berpikir, kami besar bersama-sama. Harus diakui ada motor dalam band seperti Moldy dan Ian, tetapi mereka enggak jadi diktator yang ingin menang sendiri. Ian : Hal paling sensitif itu soal duit. Yang harus dijaga itu. Masa perjuangan jaman dulu, yang sulit, mengingatkan kami untuk tetap bareng-bareng menjaga kekompakan. Seperti apa Radja 10 tahun lagi? Moldy : Kami ingin menjadi band legendaris. Kami akan terus menciptakan musik sehingga semua bergantung ke sini dan solid. Mimpi terbesar saya, suatu saat bisa bekerja sama dengan Brian May dari Queen untuk memainkan Too Much Love Will Kill You dalam album Radja. Queen kan artinya ratu, jadi Radja bisa bersanding dengan ratu.

6

Baru saja Kamu menyimak hasil wawancara yang telah diperagakan oleh temanmu. Bagaimana cara mendata pikiran, pendapat, dan gagasan yang dikemukakan narasumber? Yang harus Kamu lakukan adalah menggali informasi penting dari narasumber. Informasi penting itu dapat diambil dari segi sikap atau pemikiran narasumber. Sekarang Kamu coba mendata pikiran, pendapat, dan gagasan narasumber pada wawancara Radja dan Sukses Pop Komersil tersebut. Perhatikan hal-hal yang berkaitan dengan wawancara sebagai berikut: Radja bersyukur karena karyanya telah diterima oleh masyarakat. Mengapa Radja mengungkapkan itu? Tahukah Kamu? Hal itu diungkapkan oleh Radja karena selama sepuluh tahun perjalanannya terseok-seok, setiap konser kesana-kemari penontonnya sedikit, tidak mendapat sambutan. Tetapi Radja tetap berusaha profesional. Dengan contoh tersebut, saya yakin Kamu telah memahami cara mendata pikiran, pendapat, dan gagasan hasil wawancara dengan narasumber. Setelah Kamu menemukan data-data tersebut, diharapkan Kamu dapat menyimpulkannya. Perhatikan contoh berikut: Perjuangan Radja tidak sia-sia, karena sekarang telah sukses. Setiap konser selalu mendapat sambutan yang meriah dari penonton atau masyarakat. Agar informasi tersebut lebih jelas lagi, sebaiknya simpulan ditulis kembali ke dalam beberapa kalimat, misalnya sebagai berikut: Selama sepuluh tahun kariernya Radja terseok-seok, diremehkan orang lain. Setiap konsernya tidak mendapat sambutan dari penonton. Namun Radja tetap tampil profesional. Berkat perjuangannya, kini Radja telah sukses. Dari contoh yang telah diuraikan, apakah Kamu sudah jelas? Bila belum, bacalah sekali lagi kemudian diskusikan dengan teman-temanmu. Bila mengalami kesulitan, tanyakan pada Guru Pamongmu. Kalau sudah paham, lanjutkan kegiatan dengan mengerjakan tugas. Jangan lupa untuk membaca kosakata dan rangkuman agar lebih menambah pemahamanmu dan akan memudahkanmu untuk mengerjakan tugas. Kosakata fenomena populer personel sukses konser profesional trauma festival additional player universal sweet rock hits fokus : : : : : : : : : : : : : hal yang dapat disaksikan dengan pancaindera. dikenal dan disukai orang banyak. anggota, pegawai, anak buah berhasil, beruntung. pertunjukan musik di depan umum. bersangkutan dengan profesi. luka berat, tidak ingin lagi. penyelenggaraan acara secara langsung di tempat terbuka pemain tambahan, pemain pelengkap. bersifat umum. aliran musik Rock yang tidak terlalu keras iramanya. mencapai puncak, mengenai terpusat. 7

diktator opening dirilis sensitif legendaris solid Too Much Love Will Kill You relatif histeris Rangkuman

: : : : : : : : :

bersangkutan dengan kekuasaan, mutlak, harus dituruti. pembukaan. diluncurkan, dikeluarkan. peka. terkenal sepanjang masa. kuat, kokoh, tidak terpecah-belah. (judul lagu) Terlalu Banyak Cinta Akan Membunuhmu. tidak mutlak gangguan pada gerak-gerik jiwa dan rasa dengan gejala luapan emosi yang sering tidak terkendali.

1. Wawancara adalah suatu cara untuk mengumpulkan data atau informasi dengan cara mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber atau informan. 2. Narasumber bisa seorang pakar, seorang yang mempunyai kewenangan dalam suatu bidang tertentu, atau dapat pula seorang tokoh masyarakat. 6. Tugas 1 1. Datalah kembali pikiran, pendapat, dan gagasan setiap personil Radja dalam wawancara Radja dan Sukses Pop Komersil 2. Simpulkan pikiran, pendapat, dan gagasan narasumber. 3. Tuliskan kembali informasi yang terdapat dalam wawancara Radja dan Sukses Pop Komersil

Kegiatan 2: Hal-hal Penting dalam Wawancara 1. Standar Kompetensi Memahami wacana lisan dalam kegiatan wawancara. 2. Kompetensi Dasar Menulis dengan singkat hal-hal penting yang dikemukakan narasumber dalam wawancara. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu mendata hal-hal penting dari narasumber yang diwawancara. 2. Mampu menuliskan hal-hal penting dari suatu wawancara dengan bahasa yang komunikatif. 4. Materi Pokok Penulisan Hal-hal Penting/Isi Wawancara. 5. Uraian Materi Pada kegiatan pertama, Kamu telah dapat menyimpulkan pikiran, pendapat, dan gagasan dalam wawancara. Sekarang dalam kegiatan kedua ini Kamu akan mempelajari penulisan singkat hal-hal penting yang dikemukakan narasumber dalam wawancara. Sebelum itu, alangkah baiknya Kamu membaca kembali teks wawancara Radja dan Sukses Pop Komersil 8

Wawancara Radja adalah fenomena. Berawal dengan terseok-seok dan diremehkan orang lain, kini Radja telah menjadi band papan atas. Tak bisa dibantah, band yang dibentuk di Jakarta, 17 Maret 2001 itu adalah grup terpopuler saat ini. Konsernya selalu dipadati ribuan orang, tak peduli itu digelar di Senayan atau di Papua. Bagi para personel Radja, yakni Ian Kasela (vokal), Moldy (gitar), Indra (bass), dan Seno (drum), sukses itu datang begitu tiba-tiba. Dua tahun lalu mereka masih ke sana-ke mari naik angkot. Kini rumah mereka berada di kompleks perumahan mewah di kawasan Cibubur dan mobil-mobil terbaru menjadi tunggangan harian mereka. Bagaimana rasanya sukses?

Hal-hal Penting Radja menjadi band papan atas. Band Radja dibentuk di Jakarta, 17 Maret 2001. Personel Radja adalah Moldy, Ian, Seno, Indra

Ian: Yang pasti senang. Kita syukuri apa yang Mensyukuri kesuksesannya. kita dapat. Sudah lebih dan yang kita Radja sudah diterima masyarakat harapkan. Meski ukuran sukses itu sendiri relatif. Indra: Yang paling menyenangkan, karya Radja sudah di dengar dan diterima masyarakat. Itu luar biasa. Ian: Saat kita manggung, 10.000 manusia berteriak histeris, menyanyikan lagu Radja. Itu nikmatnya minta ampun. Rasanya merinding. Melihat semua orang tangannya ke atas, loncat, bernyanyi. Wah! Dari contoh tersebut, jelaslah bahwa setiap pertanyaan yang disampaikan dijawab oleh narasumber, dalam hal ini adalah Radja. Di dalam jawaban narasumber terdapat halhal penting. Untuk mengembangkan keterampilanmu, cobalah lanjutkan kegiatanmu untuk menuliskan hal-hal penting yang terdapat pada wawancara Radja dan Sukses Pop Komersil Kerjakan di buku latihanmu! No. 1 Wawancara Menyangka enggak bakal sukses seperti sekarang? Ian: Kami selama ini hanya berharap, berdoa, dan berusaha. Ternyata doa 9 Hal-hal Penting

dikabulkan Tuhan dan usaha kita berhasil. Kita tak menyangka. Mimpi telah jadi nyata. Moldy: Kami memang berawal dari mimpi. Mimpi itu doa, Semangat, dan keyakinan. Apa yang membuat Radja sukses? Ian: Ikhlas dan tulus. Keseriusan seluruh personel Kami berempat hidup matinya di situ. Kami akui, kehidupan kami kini bagaikan bumi dan langit dibandingkan dua tahun lalu. Ibaratnya perubahan kehidupan kami bagaikan membalikkan telapak tangan. Sangat berbeda dan terjadi dalam waktu singkat. Bagaimana cerita jaman susah dulu? Indra: Manggung enggak ditonton, enggak dilirik, itu sering. Ian: Mei 2004, kami konser di GOR Padjajaran, Bogor, yang kapasitasnya 5.000 orang, tetapi yang nonton paling banyak 100 orang. Waktu kita main, ada yang ngobrol sendiri, bahkan ada yang main bola. Miris rasanya, tetapi kami tetap berusaha profesional, 10 lagu tetap kami mainkan sampai selesai. Seno: Sedih banget! Ibarat makan kerupuk tapi melempem dan gak asin. Hambar. Apes. Tapi, tetap dimakan juga. Habis itu trauma manggung. Indra: Alhamdulillah, manggung selanjutnya di Banjarmasin (Banjarmasin adalah kota kelahiran Moldy dan Ian), Agustus 2004, ternyata penuh. Jadi traumanya tidak berlanjut, he-he-he. Seno: Kita juga pernah ngisi opening konser Pas Band di Tangerang dan disuruh turun sama penonton. Namun, proses menuju sukses Radja sama sekali tak seperti membalikkan telapak tangan. Perjuangan berat dan kerja keras tak kenal lelah selama sepuluh tahun diawali dengan kepindahan Moldy dari Banjarmasin ke Jakarta. Waktu itu Moldy mengikuti festival band nasional di Bandung dan terpilih sebagai pemain gitar terbaik. 10

2

3

Pindah ke Jakarta kapan? Moldy: Tahun 1994, saya ikut festival band di Bandung. Di sanalah saya mulai berkenalan dengan banyak orang musik. Setelah itu ditawari rekaman jadi additional player, tetapi belum dibayar. Yang penting berpengalaman masuk rekaman dulu. Ian: Sebulan setelah Moldy ke Jakarta aku menyusul sambil bawa beberapa lagu yang kami ciptakan untuk rekaman album solo. Berangkat naik kapal sampai Surabaya, terus disambung naik KA kelas ekonomi. Sampai di Jakarta duit tinggal Rp 100.000.

4

Bagaimana hasil pekerjaanmu? Nah, cocokkanlah hasil jawabanmu dengan jawaban di bawah ini. No. 1 2 3 Hal-hal Penting Dengan berharap, berdoa, dan berusaha. Ternyata berhasil Dengan ikhlas dan tulus Radja mencapai sukses Ketika jaman susah: Konser penontonnya sedikit Saat tampil di panggung disuruh turun oleh penonton Proses menuju sukses memerlukan perjuangan berat dan kerja keras. Tahun 1994 ikut festival band di Bandung Ditawari rekaman jadi additional player

4

Apabila jawabanmu berbeda tidak perlu kecewa. Yang paling penting ialah jangan pernah bosan untuk terus belajar dan berlatih agar Kamu semakin mahir. Jangan lupa, bacalah rangkuman berikut! Rangkuman 1. Yang harus diperhatikan dalam menentukan hal-hal penting yaitu dengan menentukan terlebih dahulu pokok-pokok persoalan yang diungkapkan oleh narasumber. 6. Tugas 2 Lanjutkanlah menuliskan hal-hal penting yang terdapat dalam wawancara Radja dan Sukses Pop Komersil No Wawancara Band Jakarta Baru pada 2001 Radja didirikan dengan personel awal Ian, Moldy, Shuma (bass), dan Adit (drum). Album pertama mereka, Lepas 11 Hal-hal Penting

Masa Lalu, dirilis di bawah label Universal Music Indonesia. Kapan Radja terbentuk? Ian: Radja terbentuk di Jakarta 17 Maret tahun 2001. Jadi Radja itu bukan band Kalimantan, tetapi band Jakarta. Kami waktu itu masih memainkan musik sweet rock, seperti Bon Jovi dan Guns N Roses. Album pertama gagal karena kesalahan manajemen. Pada al bum kedua formasi berubah dengan bergabungnya Seno dan Indra. Kenapa pakai nama Radja? Ian: Biar jadi penyemangat. Biar menjadi band yang merajai dunia musik. Album kedua, Manusia Biasa, dirilis akhir 2003 di bawah label rekaman Malta Records. Dari album itu, bermunculan hits Radja, seperti Jujur, Manusia Biasa, dan Cinderella, yang di luar dugaan, ternyata disukai orang. Bagaimana menjaga Radja agar tidak pecah seperti band-band lain? Moldy: Band-band lain bubar karena para personelnya tidak fokus. Para pemainnya mencabang-cabang, enggak cuma ngurusin musik. Indra: Alhamdulillah, semua personel Radja berpikir, kami besar bersama-sama. Harus diakui ada motor dalam band, seperti Moldy dan Ian, tetapi mereka enggak jadi diktator yang ingin menang sendiri. Ian: Hal paling sensitif itu soal duit. Yang harus dijaga itu. Masa perjuangan jaman dulu, yang sulit, mengingatkan kami untuk tetap bareng-bareng, menjaga kekompakan. Seperti apa Radja 10 tahun lagi? Moldy: Kami ingin menjadi band legendaris. Kami akan terus menciptakan musik sehingga semua bergantung ke sini dan solid. Mimpi terbesar saya, suatu saat bisa bekerja sama dengan Brian May dari Queen untuk memainkan Too Much Love Will Kill You dalam album Radja. Queen kan artinya ratu, jadi Radja bisa bersanding dengan ratu.

1

2

3

4

12

C. PENUTUP Selamat atas keseriusanmu dalam membaca dan memahami modul ini. Dua kompetensi penting telah Kamu peroleh, yaitu: menyimpulkan pikiran, pendapat, dan gagasan seorang tokoh/narasumber yang disampaikan dalam wawancara, menulis hal-hal penting yang dikemukakan narasumber dalam wawancara. Apakah rangkuman dan tugas akhir kegiatan selalu Kamu baca dan Kamu kerjakan dengan baik? Jika tugas-tugas dalam modul ini telah Kamu selesaikan berarti Kamu telah mencapai kompetensi yang diharapkan. Jika masih menemukan kesulitan dalam mempelajari materi dalam modul ini, jangan segan-segan mintalah bantuan Guru Pamongmu. Sekarang mintalah kepada Guru Pamongmu tes akhir modul dan kerjakan dengan baik. Tes akhir modul disediakan waktu 1 x 40 menit. Dengan terus tekun belajar, niscaya keberhasilan mudah Kamu raih.

13

D. KUNCI TUGAS Alternatif jawaban Tugas 1 1. Mendata pikiran, pendapat, dan gagasan wawancara Radja dan Sukses Pop Komersil 1) Radja dibentuk di Jakarta, 17 Maret 2001 2) Personel Radja adalah Moldy, Ian, Seno, dan Indra. 3) Radja bersyukur karena karyanya telah diterima oleh masyarakat. 4) Radja sukses berkat perjuangan dan kerja keras personelnya dan tidak mengenal lelah selama sepuluh tahun. 5) Menggunakan nama Radja dengan tujuan menjadi penyemangat dan dengan harapan dapat merajai dunia musik. 6) Radja tetap menjaga grup band nya supaya tidak bubar dengan cara tetap harus kompak di segala hal, terutama soal uang. 7) Harapan Radja sepuluh tahun ke depan adalah menjadi band legendaris. 2. Simpulan dari wawancara Radja dan Sukses Pop Komersil Radja dibentuk di Jakarta, 17 Maret 2001 dengan jumlah personelnya ada 4 yaitu Moldy, Ian, Seno, dan Indra. Radja yang dulu diremehkan oleh orang lain kini karyanya telah diterima oleh masyarakat banyak. Hal ini tidak lepas dari perjuangan dan kerja keras yang tidak mengenal lelah selama sepuluh tahun. Kini Radja telah menjadi band papan atas. 3. Menuliskan kembali informasi yang terdapat dalam wawancara Radja dan Sukses Pop Komersil Grup band Radja dibentuk di Jakarta, 17 Maret 2001. personel Radja yakni Moldy (gitar), Ian Kasela (vokal), Indra (bass), dan Seno (drum). Mereka tinggal di kompleks perumahan mewah di kawasan Cibubur. Dulu grup band ini diremehkan orang, kini Radja telah menjadi band papan atas. Keberhasilan ini berkat kesabaran, ketekunan dan kerja keras selama sepuluh tahun. Album pertama dirilis pada tahun 2001 yaitu berjudul Lepas Masa Lalu, sedangkan album kedua dirilis tahun 2003 yaitu album dengan judul Manusia Biasa. Sepuluh tahun ke depan Radja berharap dapat menjadi band legendaris. Tugas 2 No 1 2 3 4 Hal-hal Penting Radja berdiri tahun 2001 Kegagalan album pertama dikarenakan kesalahan manajemen Bergabungnya Seno dan Indra pada album kedua Menggunakan nama Radja sebagai penyemangat Bermunculan hits Radja pada tahun 2003 Harus fokus supaya tidak bubar Tidak ada yang merasa menang sendiri Ingin menjadi band legendaris Bercita-cita bekerja sama dengan anggota band Queen yaitu Brian May

14

IND.VII.2.5.11

MODUL SMP TERBUKAMata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Bahasa Indonesia VII 2 (Dua) 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWAIND.VII.2.M.02 Tokoh Idola TOKOH IDOLA

Penulis Pengkaji Materi

: :

Drs. Santiyo Dra. Edy Warsih Prof. Dr. Ahmad HP., M.Pd. Drs. H. Nasruddin, M.Pd.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 200915

A. PENDAHULUAN Selamat atas keberhasilanmu dalam menyelesaikan modul yang lalu. Kali ini kamu akan mempelajari modul dengan judul Tokoh Idola. Tujuan yang ingin dicapai dalam modul ini ada dua yaitu menceritakan tokoh idola dengan mengemukakan identitas tokoh, menentukan keunggulan tokoh, dan mengungkapkan halhal teladan dari tokoh dalam biografi. Jika kegiatan beserta tugas-tugas telah kamu selesaikan dengan baik, segeralah kamu minta teks akhir modul kepada guru pamongmu. Waktu yang disediakan untuk menyelesaikan modul ini 4 x 40 menit termasuk teks akhir modul. Mengingat waktu yang disediakan terbatas, Kamu harus dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Bila ada kesulitan jangan segan-segan berdiskusi dengan temantemanmu, atau langsung menanyakan kepada guru pamongmu Selamat belajar, semoga sukses kamu raih.

17

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1: Penceritaan Tokoh Idola 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman melalui kegiatan menanggapi cerita dari telepon 2. Kompetensi Dasar Menceritakan Tokoh Idola dengan mengemukakan identitas dan keunggulan tokoh, serta alasan mengidolakannya dengan pilihan kata yang sesuai 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu menceritakan tokoh idola dengan mengemukakan identitas tokoh, keunggulan, dan alasan mengidolakannya dengan pilihan kata yang sesuai 4. Materi Pokok Cerita Tokoh 5. Uraian Materi Pada kegiatan ini kita akan menceritakan tokoh idola. Tokoh idola maksudnya tokoh atau seseorang (baik yang masih hidup maupun yang telah tiada). Idola maksudnya orang atau gambar, patung dan sebagainya yang menjadi pujaan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1999:366). Tokoh idola yang dapat kita ceritakan bisa Nabi atau Rasul, Ilmuwan, Ulama, Pejabat, artis, atau orangtua kita. Kemudian bagaimana cara bercerita, dimulai dari bagaimana, dan apa sajakah yang akan diceritakan? Mari kita simak contoh cerita berikut! Ayahku bernama : W. S. Rendra, nama lengkap Willybrandus Surendra Brata. Ayahku lahir di Solo 7 November 1935. Beliau Penyair Indonesia terpandang masa kini. Ayahku mengumumkan sajak-sajaknya sejak tahun 1954 di majalah terkemuka di Jakarta dan majalah yang ada di Jogja. Kumpulan sajaknya yang pertama adalah Balada Orang-orang Tercinta tahun 1957. Keunggulan ayahku adalah tanggung jawab, tubuhnya, tinggi, ramah pada orang lain, sayang dengan Ibu maupun dengan adikadikku. Ayahku juga pintar menulis puisi dan membawakannya. Beliau juga mendirikan Padepokan Seni di Depok Jawa Barat.

18

Karya lainnya, buku Tentang Bermain Drama, (Kumpulan Sajak tahun 1961). Buku kumpulan puisi yang terkenal adalah Ia Sudah Bertualang (1963). Ayahku termasuk penyair angkatan 66. Karya terjemahan dari bahasa asing Im The Man, karya pengarang drama terkenal kelahiran Rumania Eugene Ionesco, berjudul Kereta Kencana. Oedypus Sang raja terjemahan cerita drama klasik dari Yunani Kuno. Karya lainnya, yang ditulis waktu di Amerika adalah Nyanyian Angsa, Khutbah, Blues untuk Bonnie. Mengapa aku mengidolakan ayahku? Aku berpendapat ayahku : 1. ganteng, gagah, dan masih tetap berkarya sampai saat ini 2. pandai berbahasa asing 3. disiplin tinggi, sayang dengan keluarga, bersahabat dengan siapapun 4. rajin sholat dan ibadah-ibadah lainnya Nah, kita juga dapat bercerita tentang ayah atau Ibu, bercerita tentang Proklamator RI, bercerita tentang pahlawan-pahlawan kita. Dari mana sumbernya? Ya, tentu harus banyak membaca sebelum bercerita. Hal-hal yang harus dipersiapkan adalah (1) bahan seperti identitas (nama, lahir di mana, kapan, Agama, profesi, dan identitas lain); (2) keunggulan atau kelebihan-kelebihan yang dimiliki dari yang lain dan sertakan alasanalasannya; dan (3) memilih kata yang menarik. Rangkuman 1. Menceritakan tokoh idola hendaknya 1. mengemukakan identitas 2. mengungkapkan keunggulan-keunggulan 3. mengungkapkan alasan kekaguman/mengapa diidolakan 4. memilih kata-kata yang menarik agar enak dan menyenangkan untuk didengarkan. 6. Tugas 1 Ceritakan salah satu tokoh idola tentang pahlawan atau seniman yang menjadi idolamu, sertakan alasan-alasannya Kegiatan 2 : Buku Biografi 1. Standar Kompetensi Memahami wacana tulis melalui kegiatan membaca intensif dan membaca memindai. 2. Kompetensi Dasar Mengungkapkan hal-hal yang dapat diteladani dari buku biografi yang dibaca secara intensif. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu menyarikan riwayat hidup tokoh. 2. Mampu menyimpulkan keistimewaan tokoh. 3. Mampu mencatat hal-hal teladan dari tokoh dalam biografi. 4. Materi Pokok Pengungkapan Hal-hal Teladan dari Tokoh dalam Biografi.

19

5. Uraian Materi Pernahkah Kamu membaca biografi seseorang? Apakah biografi itu? Biografi adalah riwayat hidup, atau buku yang menguraikan riwayat hidup seorang tokoh. Wah, pasti membaca biografi itu mengasyikkan. Dengan membaca biografi, Kamu dapat mengetahui perjalanan hidup seorang tokoh, mulai dari lahir sampai dewasa, bahkan kadang-kadang sampai tokoh itu wafat. Di samping itu, Kamu juga dapat mengetahui sikap, pandangan hidup tokoh dan jumlah penghargaan yang pernah diraihnya, serta dapat menarik pelajaran dari apa yang telah diteladani tokoh. Bacalah cuplikan teks biografi berikut: Bapak Rohani Kemerdekaan India Mahatma Gandhi Mahatma Gandhi lahir 2 Oktober 1869 Masehi di India barat. Terlahir dengan nama Mohandas Karamchand Gandhi dari kasta Waisya. Pada usia 13 tahun, Gandhi menikah dengan Kasturbal yang seusia dengannya. Setelah lulus SMA Gandhi sekolah ilmu hukum di Inggris, dan empat tahun kemudian Gandhi lulus sebagai pengacara. Pada 12 Juni 1891 Gandhi kembali ke India sebagai pengacara di Bombay. Karena di Bombay kariernya kurang berkembang Gandhi pindah ke Afrika Selatan, tepatnya pada bulan Mei 1893. Dia sebagai pengacara dan memimpin orang India di Afrika melawan tekanan kulit putih. Gandhi berjuang menghapuskan perbedaan kasta dan menggugah bangsa India agar adil terhadap sesama. Kebiasaannya berhemat berkaitan erat dengan kepribadiannya. Dia sangat mempedulikan penderitaan beribu-ibu sesama. Bersamaan dengan itu kedua tangannya memimpin tiga miliar rakyat India memperoleh kemerdekaan. Tahun 1928 Gandhi menentang utusan dari Inggris dan menuntut kemerdekaan penuh India dalam waktu satu tahun. Dan pada akhirnya India mencapai kemerdekaannya pada 15 Agustus 1947. Gandhi meninggal dunia pada tanggal 30 Januari 1948 karena tertembak. Cinta kasih dalam dada Gandhi adalah kasih yang tak terbatas.(Mahatma Gandhi- Kwok Yuen Min W)

setelah Kamu membaca teks biografi Bapak Rohani Kemerdekaan India, Mahatma Gandhi dengan cermat tentu Kamu menemukan keistimewaan yang dimilikinya, yaitu berkat perjuangannya India dapat memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tanggal 15 Agustus 1947. Selain keistimewaan yang pernah diraih oleh tokoh Gandhi, Kamu dapat mencatat halhal yang dapat diteladani darinya. Misalnya Mahatma Gandhi telah memimpin orang India di Afrika melawan tekanan kulit putih karena bangsa India merasa tertindas, 20

menghapuskan perbedaan kasta dan menggugah bangsa India agar adil terhadap sesama. Ada pula yang tidak kalah pentingnya, yaitu sifat Gandhi yang dapat dijadikan teladan bagi kita, yaitu kebiasaan berhemat dan sangat mempedulikan sesama. Bagaimana, sudah jelas, bukan? Untuk selanjutnya coba Kamu mencari buku di perpustakaan tentang biografi. Buku biografi tersebut boleh tentang tokoh proklamator, tokoh pahlawan, sastrawan, dan lain-lain. Bacalah buku biografi tersebut dengan baik. Rangkuman 1. Biografi adalah riwayat hidup seorang tokoh. 2. Dengan membaca buku biografi dapat mengetahui riwayat hidup seorang tokoh dari lahir hingga wafat. 3. Dari biografi dapat kita ambil hal-hal yang dapat dijadikan sebagai teladan dari tokoh tersebut. 6. Tugas 2 Bacalah cuplikan buku biografi yang berjudul Shirin Ebadi, kemudian kerjakan tugas berikut ini! 1. Buat laporan yang berisi intisari riwayat tokoh! 2. Tuliskan keistimewaan tokoh! 3. Tuliskan hal-hal yang dapat diteladani dari tokoh! SHIRIN EBADI Nama Shirin Ebadi memang langsung melesat dan jadi fokus berita di mana-mana. Maklum Oktober lalu, dia dianugerahi Nobel untuk kategori perdamaian. Dan itu berarti, dia menjadi wanita muslim pertama yang mendapatkan Nobel, wanita kedua dari Asia setelah Aung San Sun Kyi dari Myanmar, dan wanita ke 11 di dunia yang memperoleh hadiah Nobel sejak penghargaan mi dibagikan mulai tahun 1901. Shirin Ebadi, yang dikenal di Iran sebagai pejuang hak-hak asasi manusia ini mendapatkan hadiah Nobel atas kerja kerasnya mempromosikan pentingnya kehidupan berdemokrasi dan menegakkan hak-hak wanita dan anak-anak di Iran. Shirin Ebadi lahir di Hamadan, sebelah barat Iran, 56 tahun yang lalu. Ayahnya Muhammad Ali Ebadi, adalah pengacara terkemuka yang juga seorang pengarang buku Hukum Bisnis dan juga dosen Universitas. Nggak heran, bila akhirnya ia terpengaruh untuk menekuni bidang hukum. Wanita yang kemudian menikah dengan Javed Tavassolian, seorang Insinyur Elektro yang lima tahun lebih tua darinya ini berjuang menyelesaikan kuliahnya hingga mendapat gelar Master dan Jurusan Fakultas Hukum di Teheran University. Prestasi pertamanya ialah ketika ia dipercaya sebagai hakim wanita Iran pertama dan juga menjadi ketua Badan Pengadilan kota Teheran sejak tahun 1975 hingga 1979. Namun, 21

kariernya sebagai hakim terpaksa berhenti ketika meletus Revolusi Islam di Iran tahun 1979, di mana wanita tidak diperbolehkan menjabat sebagai hakim. Saat itu Ebadi memutuskan menjadi dosen freelance di Teheran University. Masalah muncul ketika pemerintah Iran hasil revolusi Islam menerapkan nilai-nilai Islam yang sangat konservatif dan dinilai bertentangan dengan hak-hak asasi manusia. Ebadi tersentuh, jiwanya berontak. Apalagi, berdasarkan risetnya, ia menemukan bahwa hukum Islam sebetulnya mempunyai harmoni yang sama dengan nilai-nilai hak asasi manusia seperti demokrasi, kesamaan hak dalam hukum, kebebasan beragama, dan kebebasan berbicara. Ebadi gencar menyuarakan hal tersebut dalam berbagai forum dan debat publik. Ia mempromosikan pandangan baru terhadap nilai-nilai Islam, selain mempromosikan nilai-nilai perdamaian untuk menyelesaikan suatu konflik. Tidak hanya itu, Ebadi pun aktif sebagai aktifis untuk mengungsi dan juga mendirikan Association For Support Of Childrens Right in Iran tempat ia jadi ketuanya. Dia juga menerbitkan beberapa buku mengenai hak-hak asasi manusia. Bekerja membela hak-hak azasi manusia, sudah pasti banyak resikonya. Semua orang yang berjuang menegakkan hak azasi manusia di Iran akan mengalami ketakutan terus menerus dari ia lahir hingga meninggal. Tapi aku berusaha menepis semua ketakutan itu, katanya dengan gagah berani. Di sela-sela kegigihannya, Ebadi masih menyempatkan waktu untuk mengurus keluarganya. Dua putrinya yaitu Negar yang berusia 22 tahun kini telah lulus dari jurusan Komunikasi di Sharif University-Teheran dan sedang melanjutkan Postgraduate Course di McGill University, Kanada. Sedangkan putri bungsunya Narguess yang berusia 21 tahun, mengikuti jejak ibunya kuliah di Fakultas Hukum, Behesti University, Teheran. Meski tidak semua pihak di Iran menyambut kemenangannya (terutama pihak pemerintah dan pers yang konservatif), namun banyak orang berpendapat, kemenangan Ebadi bukan hanya untuk masyarakat Iran. Keberhasilan Ebadi meraih Nobel, menyiratkan pesan bahwa alangkah indahnya kalau kita semua mau berdialog untuk menjembatani perbedaan kebudayaan dan agama di seluruh dunia.

Selamat mengerjakan!

22

C. P E N U T U P Setelah mempelajari modul ini, ada dua keterampilan yang sudah Kamu raih. Yang jelas, Kamu sudah dapat menceritakan tokoh idola dan dapat mengungkapkan hal-hal yang dapat diteladani dari buku biografi. Dalam menceritakan tokoh idola pasti akan berbeda-beda antara satu siswa dengan siswa yang lain. Setiap siswa mengidolakan tokoh yang berbeda-beda. Demikian pula dalam mengungkapkan hal-hal yang dapat diteladani dari buku biografi. Siapkan dirimu untuk mengikuti tes akhir modul. Teriring do'a semoga Kamu naik kelas II dan selalu sukses!

23

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 R.A. KARTINI R.A. Kartini dilahirkan pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Ia puteri ke lima dari Bupati Jepara, R.M. Adipati Sosrodiningrat. Ketika Kartini berumur 7 tahun ia dimasukkan oleh orangtuanya ke sekolah kelas dua Belanda di kota Jepara. Setelah lulus SD dan berumur 12 tahun Kartini masuk pingitan. Dalam masa pingitan Kartini merasa kesepian tetapi ia patuh pada adat. Di usia 16 tahun, ia mulai agak dibebaskan dari pingitan. Pada saat itu kedudukan wanita sangat terbelakang. Karena itulah Kartini bercita-cita menjadi guru untuk mendidik bangsa Indonesia. Ia pun sangat menaruh perhatian pada soal agama. Tugas 2 1. Intisari Riwayat Hidup Tokoh Shirin Ebadi lahir di Hamadan, sebelah barat Iran, 56 tahun yang lalu. Ayahnya Muhammad Ali Ebadi. Shirin Ebadi menikah dengan Joved Tavassolian, seorang insinyur Elektro. Ia mendapat gelar master dari Fakultas Hukum di Teheran University. Prestasi pertamanya adalah ia dipercaya sebagai hakim wanita Iran pertama dan menjadi ketua Badan Pengadilan Kota Teheran sejak tahun 1975 hingga tahun 1979. kariernya sebagai hakim terpaksa berhenti ketika meletus revolusi Islam di Iran tahun 1979, dimana wanita tidak diperbolehkan menjabat sebagai hakim. Munculnya hasil revolusi Islam menerapkan nilai-nilai Islam yang sangat konservatif dan dinilai bertentangan dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Ia tersentuh, jiwanya berontak. Ia menemukan bahwa Rukun Islam itu mempunyai harmoni yang sama dengan nilai-nilai Hak Asasi Manusia seperti demokrasi, kesamaan hak dalam hukum, kebebasan beragama, dan kebebasan berbicara. Ia pun gencar mempromosikan pandangan baru terhadap nilai-nilai Islam, mempromosikan nilai-nilai perdamaian untuk menyelesaikan suatu konflik. Shirin Ebadi, dikenal di Iran sebagai pejuang hak-hak asasi manusia, mendapatkan hadiah Nobel atas kerja kerasnya mempromosikan pentingnya kehidupan berdemokrasi dan menegakkan hak-hak wanita dan anak-anak di Iran. 2. Keistimewaan tokoh Keistimewaan dari Shirin Ebadi adalah ia menjadi wanita muslim pertama yang mendapatkan Nobel, atas kerja kerasnya mempromosikan pentingnya kehidupan berdemokrasi dan menegakkan hak-hak wanita dan anak-anak di Iran. 3. Hal-hal yang dapat diteladani dari tokoh Yang dapat diteladani dari Shirin Ebadi ialah di sela-sela kegigihannya ia tetap menyempatkan waktu untuk mengurus keluarganya. 24

IND.VII.2.5.12

MODUL SMP TERBUKAMata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Bahasa Indonesia VII 2 (Dua) 4 x 40 menit

IND.VII.2.M.03 Percakapan Melalui Telepon

KEGIATAN SISWA

PERCAKAPAN MELALUI TELEPON

Penulis

:

Drs. H. Nasruddin, M.Pd Dra. Edy Warsih

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

25

A. PENDAHULUAN Selamat atas keberhasilanmu dalam menyelesaikan modul yang lalu. Kali ini Kamu akan mempelajari modul ini dengan judul percakapan Melalui Telepon. Tujuan yang ingin dicapai dalam modul ini ada dua yaitu memeragakan isi percakapan melalui telepon serta dapat menentukan isi percakapan melalui telepon, dan dapat menulis pesan singkat atau memo sesuai konteks. Untuk mencapai tujuan itu, Kamu akan mempelajari dua kegiatan yaitu yang pertama tata cara percakapan melalui telepon dan kedua menulis pesan singkat atau memo sesuai konteks. Jika seluruh kegiatan beserta tugas-tugasnya telah Kamu selesaikan dengan baik, segeralah Kamu minta tes akhir modul kepada guru pamongmu. Waktu yang disediakan untuk menyelesaikan modul ini adalah 4 x 40 menit termasuk tes akhir modul. Mengingat waktu yang disediakan terbatas, Kamu harus dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bila ada kesulitan, jangan segan-segan mendiskusikannya dengan teman-temanmu, atau langsung menanyakan kepada guru pamongmu. Selamat belajar, semoga sukses.

27

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1: Penentuan Isi Percakapan Melalui Telepon 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman melalui kegiatan menanggapi cerita dan bertelepon. 2. Kompetensi Dasar Bertelepon dengan kalimat yang efektif dan bahasa yang santun 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu mendiskusikan tata cara bertelepon 2. Mampu bertelepon dengan mitra bicara sesuai dengan konteks 4. Materi Pokok Isi Percakapan melalui Telepon. 5. Uraian Materi Pada jaman modern ini, dalam berkomunikasi manusia tidak harus selalu bertatap muka/berhadapan. Salah satu contoh berkomunikasi yang tidak melalui tatap muka ialah bertelepon. Mungkin Kamu pernah berbicara melalui telepon. Sekurangkurangnya Kamu pernah melihat orang yang sedang bertelepon. Berbicara melalui telepon harus sopan dan memperhatikan tata krama bertelepon walaupun antara penelepon dan penerima tidak berhadapan langsung. Cara bertelepon yang menyenangkan mempunyai pengaruh baik terhadap citra penelepon. Perhatikan contoh peristiwa bertelepon berikut ini! Penelepon Penerima telepon Penelepon Penerima telepon Penelepon : : : : : Halo, Ujang ada? Halo, dari mana ini? Dari kawannya. Iya, dari siapa? Ala ., katakan saja dari temannya gitu. Dia sudah tahu kok!

Percakapan di atas terasa tutur katanya kurang sopan, si penelepon tidak mau menerangkan jati dirinya (identitas atau namanya). Percakapan melalui telepon memang menyenangkan. Sebaliknya apabila sopan santun dalam bertelepon kurang diindahkan maka akan terjadi kesalahpahaman. Jika hendak menelepon, pertama-tama kita harus mengetahui Nomor teleponnya. Setelah nomor telepon kita ketahui, kita angkat gagang telepon (handset), kemudian kita putar (dial) atau tekanlah (push button) nomor-nomor yang dipilih pada pesawat

28

telepon. Bila terdengar nada sibuk pada pesawat telepon yang kita hubungi kita ulangi secara semula lagi. Bila orang yang kita hubungi sudah menjawab, kita langsung menyampaikan salam dan mengenalkan diri dengan menyebutkan nama atau instansi (tempat kerja) kita. Kemudian kita minta untuk berbicara dengan orang yang kita cari. Misalnya : Penelepon : Atau Penelepon : Hallo, selamat pagi! Mohon dihubungkan dengan pesawat 540. Sebaliknya jika menerima pesawat telepon, kita langsung menyebutkan Nomor telepon kita atau instansi kita bekerja atau belajar. Pada saat kita menerima telepon, kita dapat mengatakan. Misalnya : 1. Penerima telepon 2. Penerima telepon 3. Penerima telepon : : : 7490274, selamat pagi SMP Terbuka, selamat siang! Suasana, selamat siang! Assalamualaikum. Di sini Susi, ingin berbicara dengan Nina.

Dengan cara seperti di atas, orang yang menelepon tahu tentang adanya salah sambung atau tidak. Setelah kita menyebutkan jati diri kita, segera kita tanyakan siapa yang ingin diajak bicara serta apa keperluannya. Pada waktu mengajukan pertanyaan, hendaklah menggunakan cara yang baik dan sopan. Misalnya. Penerima telepon : Maaf, boleh saya tahu, dengan siapa saya bicara? Pertanyaan seperti Ini siapa?, Saudara siapa?, atau Situ siapa? tentulah tidak sopan. Jika penelepon ingin bicara dengan yang lain, kita jawab dengan sopan, seperti Silakan tunggu sebentar! Jika terjadi salah sambung kita menjawab Maaf, Anda/Saudara/Bapak/Ibu salah sambung! Dalam berkomunikasi dengan telepon, bahasa yang digunakan harus jelas, singkat, tidak bertele-tele, dan lugas. Jika kata tertentu diucapkan kurang jelas, hendaknya kita meminta agar si penelepon mengeja kata itu, selain itu, berita yang ingin disampaikan harus dipersiapkan sebelumnya.

29

Akhirnya setiap pembicaraan melalui telepon haruslah dilakukan dengan ramah dan tidak tergesa-gesa. Kemudian kita akhiri pembicaraan itu antara lain seperti berikut. 1. Terima kasih atas informasi Saudara, selamat siang! 2. Terima kasih, Bu Fat, assalamualaikum! 3. Trims, Ya! Daaah! (diucapkan kepada teman akrab). Bacalah percakapan melalui telepon berikut ini! Dudi : (Nomor telepon diputar/ditekan. Setelah di seberang terdengar bunyi tut yang panjang terdengar suara pria dari sana) Halo Baik, tunggu sebentar (diam sebentar kemudian) Halo Dud, bagaimana? Ron, sejak tadi kami menunggu. Pinjami aku pulpen karena aku lupa membawanya! Aku pun minta tolong, sampaikan salamku pada teman-teman yang menungguku! Ron, teman-teman sudah mulai berdiskusi. Jangan lupa persiapan pertanyaan-pertanyaan sebelum kau datang ke sini! Ya sebentar lagi aku datang. Tadi Ibu menyuruhku ke toko berbelanja. Baiklah! Assalamualaikum. Waalaikumsalam.

Di seberang : Dudi Roni Dudi Roni Dudi Roni : : : : : :

Berbicara melalui telepon, selain harus sopan dan singkat tentunya mempunyai maksud tertentu sekurang-kurangnya penelepon ingin menginformasikan sesuatu, atau memerlukan informasi dari penerima telepon. Nah, setelah Kamu membaca percakapan Dudi dengan Roni di atas, apakah isi percakapan itu? Sebelum Kamu menjawab pertanyaan itu, tentu saja Kamu harus memahami isi yang disampaikan oleh kedua pembicara itu. Pertama Dudi sebagai penelepon dan kedua, Roni sebagai penerima telepon. Dudi menanyakan keterlambatan Roni, dan Roni pun menginformasikan atas keterlambatannya. Selain itu keduanya saling meminta tolong. Dengan demikian kita dapat menentukan bahwa percakapan dalam telepon antara Dudi dan Roni ialah : 1. Roni ditunggu teman-temannya yang akan berdiskusi. 2. Dudi minta dibawakan pulpen oleh Roni 3. Dudi menginformasikan kepada Roni bahwa teman-temannya sudah mulai berdiskusi 4. Roni minta tolong kepada Dudi untuk menyampaikan salamnya bahwa ia terlambat karena disuruh Ibunya. Bagaimana? Apakah Kamu sudah mengerti uraian materi di atas? Jika belum, bacalah sekali lagi. Intinya Kamu harus mengetahui isi percakapan itu dan Kamu pun harus mengetahui simpulan informasi beritanya. Sebelum Kamu mengerjakan tugas kegiatan pertama ini, terlebih dahulu bacalah rangkuman berikut ini!

30

Rangkuman 1. Berbicara/berkomunikasi melalui telepon harus sopan dan memperhatikan tata krama bertelepon. 2. Berkomunikasi yang sopan akan berpengaruh baik terhadap citra pribadi penelepon. Isi percakapan dalam telepon ialah masalah-masalah yang disampaikan antara penelepon dan penerima telepon (bukan obrolan keduanya) 3. Simpulan informasi berita melalui telepon ialah hal-hal inti yang diinformasikan antara keduanya. 6. Tugas 1 Bacalah percakapan melalui telepon berikut ini! Penelepon : Halo, Erna! Besok siang akan ada acara menarik, mau ikut tidak? Penerima : Halo, Tuti! Acara apa, sih? Penelepon : Ada, deh! Pokoknya sip, Er! Kan ada acara menarik. Penerima : Ah, Kamu! Acara apa sih, coba katakan! Penelepon : Makan rujak bersama Wawan dan Ade! Penerima : Asyik! Kalau begitu, Aku ikut ya! Penelepon : Oke, aku tunggu besok siang! Daaah, Erna! Penerima : Daaah, selamat malam, Tuti! Untuk mengetahui isi percakapan tersebut, jawablah pertanyaan berikut ini! 1. Siapa nama penelepon dan penerima telepon? 2. Acara apakah yang akan mereka adakan? 3. Berapa orangkah yang ikut dalam acara itu? 4. Sebutkan nama-nama orang yang terlibat dalam acara itu! 5. Kapankah waktu mereka bertelepon? 6. Asyik! Kalau begitu, aku ikut, yah! Siapakah nama orang yang mengucapkan kalimat di atas? Kegiatan 2 : Penulisan Pesan Singkat 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan singkat 2. Kompetensi Dasar Menulis pesan singkat sesuai dengan isi, dengan menggunakan kalimat efektif dan bahasa yang santun 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu menulis pokok-pokok pesan yang akan ditulis 2. Mampu menulis pesan singkat sesuai dengan konteks 4. Materi Pokok Penulisan Pesan Singkat 5. Uraian Materi Pada pembelajaran (1) Kamu telah mengenal bertelepon. Dalam kehidupan sehari-hari ada dua cara berkomunikasi yaitu komunikasi secara langsung dan tidak langsung.

31

Bertelepon adalah salah satu bentuk komunikasi secara langsung. Adapun bentuk komunikasi tidak langsung di antaranya memo atau pesan singkat. Pada kegiatan ini, Kamu akan belajar menulis pesan singkat atau memo. Pesan singkat atau memo adalah perintah, nasihat, permintaan, amanat yang disampaikan melalui orang lain dengan singkat. Walaupun singkat, harus tetap memperhatikan keefektifan kalimat dan ketentuan berbahasa. Baca dan amatilah contoh pesan singkat berikut ini! Contoh 1 MEMO Untuk : Lita Dari : Dini Hal : Tugas kelompok bahasa Indonesia Guru Bahasa Indonesia menugaskan kita untuk membuat teks dialog bertelepon dengan teman belajar. Sabtu, 13 Januari kita bertemu di TKB pukul 15.00 menyusun teks dialog tersebut. Terima kasih. Jakarta, 25 Januari 2006

DINI Pesan yang ditulis Dini untuk Lita isinya sangat ringkas, yaitu tentang tugas kelompok bahasa Indonesia. Bahasa yang dipakai untuk menulis memo tersebut komunikatif, padat, dan langsung pada pokok persoalan. Walaupun singkat, tidak mengurangi maksud dan tujuannya. Selain bersifat pribadi, memo juga dipakai dalam dinas. Dalam dinas memo biasanya dipakai oleh atasan kepada bawahannya. Contoh 2 SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) TERBUKA Jl. Rorotan IX No.2 Cilincing Jakarta Utara MEMO Dari Kepada : Kepala Sekolah : Kepala Tata Usaha

Harap segera dibuatkan daftar nama siswa-siswi SMP Terbuka yang akan mengikuti UN (Ujian Nasional). Letakkan di meja Saya. Jakarta, 25 Mei 2006

Drs. Abdullah

32

Cermatilah contoh memo nomor 2! Jelaslah bahwa memo pada contoh 2 ditulis oleh Kepala Sekolah yang ditujukan kepada Kepala Tata Usaha, maka dikategorikan memo yang bersifat resmi atau kedinasan. Tahukah Kamu di mana letak perbedaan kedua contoh memo di atas? Amatilah sekali lagi memo tersebut! Perbedaannya adalah pada memo contoh 1 tidak ada kop surat, sedangkan pada memo contoh 2 terdapat kop surat. Kop surat tersebut menunjukan identitas sekolah yang mengeluarkan memo. Itulah perbedaan kedua memo tersebut. Jika memang masih ada perbedaannya Kamu boleh menambahkan. Bagaimana? Pasti Kamu sudah memahami penjelasan memo atau pesan singkat. Berarti, Kamu sudah dapat membuat memo atau pesan singkat jika mendapat tugas. Untuk itu, berlatih terus dan jangan bosan-bosan membaca ilmu pengetahuan. Jangan lupa baca rangkumannya. Rangkuman 1. Ada dua cara berkomunikasi yaitu langsung dan tidak langsung 2. Komunikasi secara langsung misalnya berbicara berhadapan, berbicara melalui telepon. 3. Komunikasi tidak langsung misal surat, memo atau pesan singkat. 4. Memo atau pesan singkat biasanya berisi tentang perintah, nasihat, permintaan, amanat. 6. Tugas 2 Buatlah pesan singkat pada temanmu Rudi, bahwa pada hari Sabtu pukul 15.00 di sekolah ada latihan Pramuka!

33

C. PENUTUP Dengan selesainya Kamu mempelajari modul berarti ada dua keterampilan berbahasa yang telah Kamu kuasai yaitu dapat menentukan isi percakapan melalui telepon dan dapat menulis pesan singkat atau memo sesuai dengan konteks. Bila dua tugas dalam modul ini telah Kamu kerjakan, maka hasil pekerjaanmu boleh Kamu cocokkan dengan kunci tugas modul ini. Bila berbeda, Kamu tidak perlu kecewa. Lanjutkan kegiatanmu dengan mengikuti tes akhir modul, kemudian siapkan dirimu untuk mempelajari modul berikutnya. Sukses selalu untuk Kamu!

34

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Penelepon : Tuti Penerima : Erna Acara makan rujak Dua orang Selain Tuti dan Erna ada juga Wawan dan Ade Pada malam hari Erna

Tugas 2 MEMO Untuk : Dari : Hal : Rudi Eka Latihan Pramuka

Pada hari Sabtu, 27 Januari 2006, pukul 15.00 ada latihan Pramuka di sekolah, harap datang. Jakarta, 26 Januari 2006

Eka

35

IND.VII.2.6.13

MODUL SMP TERBUKAMata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Bahasa Indonesia VII 2 (Dua) 4 x 40 menit

IND.VII.2.M.04 Polusi

KEGIATAN SISWA

POLUSI

Penulis Pengkaji Materi

: :

Dra. Edy Warsih Drs. H. Nasruddin, M.Pd.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Selamat bertemu kembali dalam modul Bahasa Indonesia. Bagaimana hasil tes Kamu pada modul sebelumnya? Cukup baik, bukan? Nah, pelajarilah modul ini dengan tekun, supaya nilai Kamu lebih bagus lagi. Standar kompetensi yang dituntut adalah agar Kamu mampu menemukan gagasan utama dalam teks bacaan dan menemukan informasi secara cepat dari tabel/diagram sera mengubah tabel/diagram dalam bentuk narasi. Untuk mencapai standar kompetensi tersebut, Kamu harus mempelajari dua materi. Materi pertama penemuan gagasan utama atau ide pokok teks bacaan dan kedua dapat menemukan informasi secara cepat dari tabel/diagram serta dapat mengubah tabel/diagram dalam bentuk narasi. Jika seluruh kegiatan beserta tugas-tugasnya telah Kamu selesaikan dengan baik, segeralah Kamu minta tes akhir modul kepada guru pamongmu. Waktu yang disediakan untuk menyelesaikan modul ini adalah 4 x 40 menit, termasuk tes akhir modul. Mengingat waktu yang disediakan terbatas, Kamu harus dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bila ada kesulitan jangan segan-segan mendiskusikan dengan teman-temanmu, atau langsung menanyakan kepada guru pamongmu. Selamat belajar, semoga sukses.

39

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Pembuatan Ikhtisar Wacana 1. Standar Kompetensi Memahami wacana tulis melalui membaca intensif dan membaca memindai 2. Kompetensi Dasar Membaca dan menemukan gagasan utama dalam teks yang dibaca 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu mengungkapkan gagasan utama/ide pokok dalam setiap paragraf pada suatu teks bacaan. 2. Mampu menunjukkan letak kalimat utama dalam suatu paragraf pada teks bacaan. 4. Materi Pokok Penemuan Gagasan Utama Teks 5. Uraian Materi Sebuah wacana dapat tercipta dari beberapa Paragraf. Pada setiap Paragraf mempunyai satu gagasan utama atau ide. Ide ini menjadi pokok atau tumpuan untuk mengembangkan kalimat. Untuk menentukan gagasan utama tiap Paragraf, Kamu harus membaca dulu wacana yang berjudul Standar Hidup Semakin Meningkat, Limbah Juga Makin Banyak dengan teliti.

Standar Hidup Semakin Meningkat, Limbah Juga Makin Banyak

Gambar 02.01 Pencemaran yang dihasilkan industri Standar hidup yang meningkat ternyata juga meningkatkan jumlah limbah yang dibuang. Padahal kapasitas bumi untuk mendaur ulang menyerap limbah yang makin meningkat tidak berubah. Akibat peningkatan pertumbuhan ekonomi beberapa dekade terakhir, telah mengakibatkan krisis ekologi yang serius. Peningkatan ekonomi dan standar hidup ini telah membawa implikasi peningkatan konsumsi. Makin banyak yang dibeli, makin banyak pula kertas, plastik, dan bungkusan yang harus dibuang. Demikian juga dengan kendaraan bermotor yang digunakan sebagai alat transportasi dapat menimbulkan emisi-emisi gas akibat

40

pembakaran. Peningkatan standar hidup berkorelasi dengan peningkatan limbah dan polutan per satuan individu, kata Retno. Selain itu, setiap tragedi kenaikan konsumsi terjadi juga peningkatan produksi di industri sehingga juga menambah polutan yang dihasilkan. Bukti-bukti korelasi ini, tidak hanya dilihat dari kenaikan limbah dihilangkan pada per rumah tangga setiap tahunnya, tetapi juga makin besarnya pencemaran yang dihasilkan oleh industri. Pengelolaan Limbah Limbah menurut Soerjani adalah sesuatu baik dalam bentuk materi, makhluk hidup, energi maupun informasi yang berada di suatu sistem yang tidak sesuai peruntukannya, memang harus dikelola. Idealnya bahan baku dikurangi barang kebutuhan sama dengan nol, sehingga tidak ada limbah. Tetapi itu sulit sekali, kata Koentyo. Yang terjadi saat ini adalah setiap proses produksi menghasilkan limbah dan hasil produksi itu sendiri suatu saat juga menjadi limbah. Ini yang menurut para pembicara harus dikelola sehingga keseimbangan ekologi di bumi tetap tercipta. Sampah basah yang biasanya terdiri dari bahan-bahan yang mudah busuk biasanya akan dimanfaatkan para pembuat kompos. Sedangkan sampah kering seperti kertas, kayu, logam dapat dipilih lagi oleh pemulung untuk dikembalikan ke tempat pengerjaannya menjadi bahan baku. Dengan pemilihan, biasanya yang benar-benar limbah dan tidak dapat digunakan lagi tinggal sedikit sehingga mudah dikelola, misalnya dengan dibakar, tambah Tanyo. Untuk limbah gas, dan cair yang kebanyakan dari industri, saat ini teknologi sudah dapat mengelolanya.(Dikutip seperlunya dari Kompas, Mei 1999)

Untuk lebih memudahkan Kamu memahami isi wacana tersebut, bacalah kosakata berikut ini. Kosakata bahan baku berkorelasi dikelola dekade ekologi emisi ideal implikasi informasi kompos konsumsi limbah mendaur ulang pemilihan pemulung polutan sistem standar : : : : : : : : : : : : : : : : : : bahan utama untuk industri berhubungan dikerjakan masa sepuluh tahun ilmu tentang hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya. pemancaran, penyinaran, pencurahan (cahaya, panas) sesuai dengan yang diinginkan keterlibatan penerangan pupuk dari sampah dan kotoran pemakaian barang-barang hasil industri sisa proses produksi, air buangan pabrik diproses kembali pemisahan orang yang pekerjaannya memungut barang-barang bekas bahan yang mengubah derajat pengalihan dua unsur lingkungan dan mengakibatkan gangguan terhadap kelayakan lingkungan. aturan ukuran tertentu yang dipakai sebagai patokan.

41

Cara Menentukan Gagasan Utama Untuk memudahkan Kamu dapat menentukan gagasan utama, ikutilah petunjuk di bawah ini: 1. Bacalah wacana tersebut secara keseluruhan sampai beberapa kali. Hal ini berguna bagi dirimu untuk mengetahui kesan umum dan maksud atau tujuan isi wacana tersebut. Catatlah semua gagasan utama yang terdapat dalam wacana tersebut. Sebagai contoh, cobalah Kamu membaca secara teliti paragraf 1. Gagasan utama pada paragraf tersebut adalah standar hidup meningkat. Gagasan ini menjadi pokok pembicaraan paragraf tersebut. Gagasan ini dikembangkan dengan pikiran penjelas sebagai berikut : a. Jumlah limbah meningkat b. Kapasitas bumi untuk menyerap limbah tidak berubah c. Akibatnya terjadi krisis ekologi yang serius Semua pikiran penjelasan tersebut menunjang terbentuknya paragraf 1. Gagasannya saling berkaitan dengan gagasan pokok tersebut. 2. Kemudian bacalah kembali isi paragraf 2 dengan teliti. Dapatkah Kamu menentukan gagasan pokok paragraf tersebut ? Mungkin Kamu dapat menjawabnya. Gagasan pokok paragraf tersebut adalah akibat-akibat adanya peningkatan ekonomi dan standar hidup. Sekarang, Kamu sudah dapat mencatat pikiran penjelas yang ada dalam paragraf 2 sebagai berikut. a. b. c. d. Membawa implikasi peningkatan konsumsi Banyak yang dibeli, makin banyak yang dibuang Timbul emisi gas akibat alat transportasi Berkolerasi dengan peningkatan limbah

Kamu sudah dapat menentukan gagasan pokok paragraf 1 dan 2. Pikiran penjelas pada paragraf itu pun sudah dapat Kamu temukan. Dengan mudah Kamu dapat mengembangkan kedua gagasan itu dengan kata-kata sendiri. 3. Cobalah lanjutkan kegiatan untuk mencari gagasan pokok paragraf 3. Pikiran penjelasannya harus Kamu catat. Bila mengalami kesulitan, diskusikan dengan teman-temanmu. Untuk menemukan gagasan pokok dan kalimat penjelasannya, jawabanmu dengan jawaban teman-temanmu harus sama, karena berdasarkan fakta-fakta yang ada dalam wacana tersebut. a. gagasan pokoknya 1) kenaikan konsumsi b. pikiran penjelasannya : 1) adanya peningkatan industri 2) menambah polutan 3) korelasi dapat dilihat 4) pencemaran makin besar Dalam menentukan gagasan utama tetap mempertahankan susunan gagasan asli, tidak ada hal-hal yang baru.

42

6. Tugas 1 Wacana Standar Hidup Semakin Meningkat, Limbah Juga Makin Banyak belum disusun gagasan secara menyeluruh. Tugas yang harus Kamu kerjakan adalah menyusun gagasan utama wacana tersebut, pada paragraf 4 dan 5. Apabila tugas itu sudah selesai Kamu boleh mencocokkan jawabanmu pada kunci tugas, Kamu jangan memasukkan hal-hal baru yang tidak ada dalam naskah tersebut. Kemudian lanjutkan kegiatanmu untuk mempelajari materi berikutnya, yaitu penggunaan kalimat berita dan kalimat tanya.

Kegiatan 2 : Membaca Tabel/Diagram 1. Standar Kompetensi Memahami wacana tulis melalui kegiatan membaca intensif dan membaca memindai 2. Kompetensi Dasar Menemukan informasi secara cepat dari tabel/diagram. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu mengenali bagian-bagian tabel/diagram. 2. Mampu menemukan makna/isi tabel atau diagram. 3. Mampu mengubah tabel/diagram menjadi bentuk narasi. 4. Materi pokok Tabel atau Grafik 5. Uraian Materi Sudah tahukah Kamu tentang tabel atau diagram? apakah fungsi tabel atau diagram? Apakah Kamu juga mengetahui bagian-bagian tabel/diagram dan cara membaca tabel atau diagram? Dalam pembelajaran ini Kamu akan mempelajari tiga hal tersebut. Tabel adalah daftar yang berisi ikhtisar sejumlah data informasi yang biasanya berupa kata-kata dan bilangan yang tersusun secara bersistem urut ke bawah dalam lajur dan deret tertentu dengan garis pembatas sehingga dapat dengan mudah disimak. Sedangkan diagram adalah gambaran (buram, sketsa) untuk memperlihatkan atau menerangkan sesuatu. Berikut ini sebuah tabel tentang hasil pertanian sayur-sayuran yang dikelola oleh Faizal selama lima bulan.

43

DATA HASIL PERTANIAN SAYUR-SAYURAN YANG DIKELOLA OLEH FAIZAL SELAMA LIMA BULAN NO NAMA SAYURAN BULAN KE 3 2,000 kg 1,800 kg 1,900 kg

1 Tomat 2 Wortel 3 Kentang

1 -

2 -

4 2,050 kg 1,000 kg 900 kg

5 2,150 kg 800 kg 600 kg

1. Nah, sebelum membaca tabel dan diagram, kenalilah bagian-bagiannya.

DATA HASIL PERTANIAN SAYUR-SAYURAN YANG DIKELOLA OLEH FAIZAL SELAMA LIMA BULAN

Judul

Baris

Kolom Sekarang Kamu sudah mengenal bagian-bagian tabel. Untuk selanjutnya tabel tersebut dapat pula ditampilkan dalam bentuk diagram. Berikut ini informasi dari tabel tersebut disampaikan dalam bentuk diagram..

2500 2000 1500 1000 500 0 I II III IV V

Tomat Wortel Kentang

Jika Kamu perhatikan tabel atau diagram tersebut, Kamu dapat dengan mudah menemukan informasi yang ada. Misalnya, Kamu ingin mengetahui hasil pertanian yang terbanyak yaitu tomat pada bulan ke-5. bentuk informasi dapat juga berbentuk

44

kalimat berita. Kalimat berita adalah kalimat yang isinya memberitahukan atau menyatakan sesuatu. Contoh: Hasil pertanian sayur-sayuran yang dikelola oleh Faizal terbanyak yaitu tomat mencapai 2.150 kg pada bulan ke-5. 2. Menemukan makna atau isi tabel atau diagram. Baru saja Kamu dapat menemukan informasi dengan cepat. Nah, sekarang bagaimana langkah-langkah selanjutnya jika Kamu ingin mengetahui informasi lainnya dari tabel tersebut. Untuk memudahkan Kamu memperoleh informasi, dapat menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan tabel. Kamu dapat menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan tabel. Kamu dapat menyampaikan pertanyaan dengan menggunakan kata tanya, seperti apa, siapa, berapa, dan bagaimana. Jawaban tersebut dapat menjelaskan isi tabel secara keseluruhan. Contoh pertanyaan: Jenis sayur apakah yang banyak diperoleh oleh Faizal? Jawaban: Tomat 3. Mengubah tabel atau diagram menjadi narasi. Bagaimana? Sudah paham dalam menemukan makna atau isi tabel/diagram, bukan? Kali ini Kamu diharapkan dapat mengubah tabel menjadi wacana jenis narasi. Narasi adalah karangan yang berupa rangkaian peristiwa yang membentuk jalinan cerita. Coba Kamu perhatikan kembali tabel tadi! Selanjutnya, Kamu ubah tabel tersebut menjadi sebuah wacana narasi. Agar Kamu lebih jelas lagi, perhatikan contoh wacana narasi berikut yang berasal dari tabel tersebut yang diubah menjadi narasi. Faizal Petani Sayur-sayuran Faizal adalah seorang petani sayuran yang cukup berhasil. Banyak sayuran yang ia kelola di kebunnya. Jenis sayuran yang dikategorikan paling banyak hasilnya yaitu tomat, wortel, dan kentang. Karena hasilnya cukup bagus, banyak petani lainnya yang mencontoh kiat-kiat Faizal dalam mengelola sayurannya. Dari hasil penjualan sayuran, keluarga Faizal cukup bahagia. Rangkuman 1. Tabel adalah daftar ikhtisar sejumlah data informasi yang biasanya berupa katakata dan bilangan yang tersusun secara bersistem urut ke bawah dalam lajur dan deret tertentu dengan garis pembatas sehingga dapat dengan mudah disimak. 2. Diagram adalah gambaran (buram, sketsa) untuk memperlihatkan atau menerangkan. 3. Narasi adalah karangan yang berupa rangkaian peristiwa yang membentuk jalinan cerita.

45

6. Tugas 2 Buatlah karangan berbentuk narasi berdasarkan tabel berikut ini!Jumlah Siswa SMP Negeri 200 Jakarta No 1 2 3 4 Tahun Ajaran 2003 / 2004 2004 / 2005 2005 / 2006 2006 / 2007 Jumlah Siswa Perempuan 657 594 803 674

Laki-laki 602 573 706 643

Jumlah 1259 1167 1509 1317

46

C. PENUTUP Dengan selesainya Kamu mempelajari modul ini berarti Kamu telah menambah keterampilan yang Kamu miliki. Pertama, Kamu sudah dapat menentukan kegiatan utama sebuah wacana yang bertopikkan Polusi. Kedua, Kamu sudah dapat menemukan informasi secara cepat dari tabel atau diagram serta mengubah tabel atau diagram dalam bentuk narasi. Semakin banyak berlatih, Kamu akan semakin terampil. Jangan lupa, cocokkanlah hasil pekerjaanmu dengan kunci tugas modul ini. Bila berbeda, Kamu tidak perlu kecewa. Untuk membuat gagasan sebuah wacana tiap orang tidak akan sama. Demikianlah pula dengan materi tentang menemukan informasi secara cepat dari tabel/diagram serta mengubahnya dalam bentuk narasi. Lanjutkan kegiatanmu dengan mengikuti tes akhir modul, kemudian siapkan dirimu untuk mengikuti modul berikutnya. Selamat mengikuti tes!

47

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 Paragraf 4 : Limbah harus dikelola 1. pengertian limbah 2. setiap produksi menghasilkan limbah

Paragraf 5 1. Jenis sampah 2. basah dan kering 3. pengelolaan sampah Tugas 2 Jumlah Siswa SMPN 200 Jakarta pada tahun ajaran 2003/2004 berjumlah 1.259 siswa dengan jumlah siswa laki-laki 602 siswa dan jumlah siswa perempuan 657 siswa. Namun pada tahun ajaran berikutnya yaitu tahun 2004/2005 mengalami penurunan menjadi 1.167 siswa dengan jumlah siswa laki-laki 573 siswa dan jumlah siswa perempuan 594 siswa. Pada tahun ajaran berikutnya terjadi peningkatan jumlah siswa keseluruhan yang drastis yaitu sebanyak 342 siswa dengan jumlah siswa laki-laki 706 siswa dan jumlah siswa perempuan 803 siswa. Kemudian pada tahun ajaran 2006/2007 kembali mengalami penurunan menjadi 1.317 siswa dengan jumlah siswa laki-laki 643 siswa dan jumlah siswa perempuan 674 siswa. Jadi, jumlah siswa dari tahun ke tahun tidak selalu sama, tetapi jumlah siswa perempuan selalu lebih banyak daripada jumlah siswa laki-laki. Terutama pada tahun ajaran 2005/2006, terdapat perbedaan jumlah yang mencolok antara jumlah siswa lakilaki dengan jumlah siswa perempuan.

48

IND.VII.2.6.14

MODUL SMP TERBUKAMata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Bahasa Indonesia VII 2 (Dua) 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWAIND.VII.2.M.05 Teks Wawancara TEKS WAWANCARA

Penulis Pengkaji Materi

: :

Dra. Edy Warsih Drs. H. Nasruddin, M.Pd.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Selamat atas keberhasilanmu dalam menyelesaikan modul-modul terdahulu. Kali ini Kamu akan mempelajari tentang teks wawancara. Standar kompetensi yang harus Kamu miliki adalah agar Kamu mampu jmengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi. Modul ini terdiri atas tiga kegiatan pembelajaran yaitu: mengubah kalimat langsung dalam wawancara menjadi kalimat tidak langsung, mengubah teks wawancara ke bentuk narasi, dan menyunting narasi sendiri atau teman. Waktu yang disediakan untuk menyelesaikan modul ini adalah 4 x 40 menit. Manfaatkan waktu yang tersedia sebaik mungkin. Jika Kamu mengalami kesulitan, Kamu dapat berdiskusi dengan teman atau langsung kepada Guru Pamong di Tempat Kegiatan Belajar (TKB). Selamat belajar, semoga sukses!

51

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1: Wawancara 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan singkat. 2. Kompetensi Dasar Mengubah teks wawancara menjadi narasi 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu mengubah kalimat langsung dalam wawancara menjadi kalimat tidak langsung. 4. Materi Pokok Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung. 5. Uraian Materi Pada modul terdahulu Kamu telah mempelajari wawancara. Wawancara adalah tanyajawab dengan seseorang untuk mendapatkan keterangan atau meminta pendapatnya mengenai sesuatu hal. Proses tanya-jawab itu biasanya dilakukan dengan cara bertatap muka antara dua orang atau lebih. Ketika melaksanakan wawancara, kita dapat menggunakan pedoman pada 5W dan 1H, yaitu What (apa), Who (siapa), why (mengapa), when (kapan), where (di mana), dan how (bagaimana). Pada rumus 5W dan 1H dalam wawancara akan menghasilkan kalimat langsung. Pada kegiatan ini, Kamu diharapkan dapat mengubah kalimat langsung dalam wawancara menjadi kalimat tidak langsung. Perhatikan wawancara sebagai berikut: Rina Bapak Camat Rina Bapak Camat Rina : : : : : Selamat pagi, Pak! Selamat pagi! Mohon ma'af Pak, bisakah saya minta waktu beberapa menit? Bisa, silakan. Terima kasih Pak. Saya melihat di televisi bahwa wilayah kecamatan yang Bapak pimpin menjadi wilayah terindah dan terbersih. Apakah usaha Bapak, sehingga berhasil menjadi juara keindahan dan kebersihan? Kita gerakkan seluruh warga melakukan kerja bakti. Siapa saja yang membantu Bapak dalam meningkatkan kebersihan? Seluruh aparat Kelurahan, Kecamatan, dan masyarakat. Kapan melakukan kerja baktinya? Setiap satu minggu sekali. Di mana saja yang perlu dibersihkan? Di jalan-jalan, trotoar, saluran air, dan lingkungan tempat tinggal. Bagaimana peran serta masyarakat di dalam menjaga kebersihan? Bagus, mereka sangat peduli. Terima kasih Pak, atas keterangan dan waktu yang telah diberikan.

Bapak Camat Rina Bapak Camat Rina Bapak Camat Rina Bapak Camat Rina Bapak Camat Rina

: : : : : : : : : :

52

proses tanya jawab dalam wawancara Setelah Kamu membaca teks wawancara tersebut, jelaslah bahwa pembicaraan Rina dengan Bapak Camat menggunakan kalimat langsung. Kalimat langsung adalah kalimat yang dikutip secara langsung dari ucapan orang pertama. Ucapan langsung itu diberi tanda petik (). Baiklah, perhatikan contoh berikut ini. Contoh: Rina menyapa, Selamat Pagi, Pak! Sapaan tersebut langsung diucapkan oleh Rina kepada Bapak Camat. Dapat pula ditambahkan dengan kata sapa seperti berikut: Selamat pagi, Pak! sapa Rina. Jika kalimat langsung di atas diubah menjadi kalimat tidak langsung, maka kalimatnya menjadi sebagai berikut: Rina menyapa Bapak Camat, selamat pagi. Kalimat tidak langsung merupakan kalimat yang telah diubah susunan kalimatnya dan tidak diberi tanda petik. Perhatikan perubahan kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung pada contoh berikut ini: Bapak Camat atau : Selamat pagi! Selamat pagi! jawab Bapak Camat. menjadi: Bapak Camat menjawab dengan mengucapkan selamat pagi. Kalimat tidak langsung Kalimat langsung

Saya yakin, Kamu sudah mengerti. Untuk lebih memantapkan pemahamanmu terhadap materi ini, coba ubahlah kalimat langsung pada teks wawancara tersebut menjadi kalimat tidak langsung.

53

Rina berkata, Mohon ma'af Pak, bisakah saya minta waktu anda beberapa menit?

Kalimat langsung

Rina mengatakan bahwa ia mohon maaf, karena ia akan minta waktu beberapa menit kepada Bapak Camat. Saya melihat di televisi, bahwa wilayah kecamatan yang Bapak pimpin menjadi wilayah terindah dan terbersih, kata Rina.

Kalimat tidak langsung Kalimat langsung

Rina mengatakan bahwa ia melihat di televisi, bahwa kecamatan yang dipimpin oleh Bapak Camat menjadi wilayah terindah dan terbersih. Rangkuman

Kalimat tidak langsung

1. Dalam wawancara selalu menggunakan kalimat langsung. 2. Kalimat langsung adalah kalimat yang dikutip secara langsung dari ucapan orang pertama dan diberi tanda petik (.). 3. Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang telah diubah susunan kalimatnya dan tidak diberi tanda petik. 6. Tugas 1 Ubahlah cuplikan teks wawancara berikut ini menjadi kalimat tidak langsung! Bapak Camat Rina Bapak Camat Rina Bapak Camat Rina Bapak Camat Rina Bapak Camat Rina : : : : : : : : : : Kita gerakkan seluruh warga melakukan kerja bakti. Siapa saja yang membantu Bapak dalam meningkatkan kebersihan? Seluruh aparat Kelurahan, Kecamatan, dan masyarakat. Kapan melakukan kerja baktinya? Setiap satu minggu sekali. Dimana saja yang perlu dibersihkan? Di jalan-jalan, trotoar, saluran air, dan lingkungan tempat tinggal. Bagaimana peran serta masyarakat di dalam menjaga kebersihan? Bagus, mereka sangat peduli. Terima kasih Pak, atas keterangan dan waktu yang telah diberikan.

54

Kegiatan 2: Mengubah Teks Wawancara Menjadi Narasi 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan singkat. 2. Kompetensi Dasar Mengubah teks wawancara menjadi narasi 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu mengubah kalimat teks wawancara menjadi narasi. 4. Materi Pokok Cara Mengubah Teks Wawancara ke Bentuk Narasi dan Implementasinya. 5. Uraian Materi Setelah Kamu mempelajari kalimat langsung dalam wawancara diubah menjadi kalimat tidak langsung maka dalam kegiatan ini Kamu dituntut mampu mengubah teks wawancara menjadi narasi. Narasi adalah karangan yang merupakan rangkaian peristiwa yang disusun menurut urutan kejadian atau urutan waktu. Perhatikan teks wawancara berikut ini! Rina Bapak Camat Rina Bapak Camat Rina : : : : : Selamat pagi, Pak! Selamat pagi! Mohon ma'af Pak, bisakah saya minta waktu beberapa menit? Bisa, silakan. Terima kasih Pak. Saya melihat di televisi, bahwa wilayah kecamatan yang Bapak pimpin menjadi wilayah terindah dan terbersih. Apakah usaha Bapak, sehingga berhasil menjadi juara keindahan dan kebersihan? Kita gerakkan seluruh warga melakukan kerja bakti. Siapa saja yang membantu Bapak dalam meningkatkan kebersihan? Seluruh aparat Kelurahan, Kecamatan, dan masyarakat. Kapan melakukan kerja baktinya? Setiap satu minggu sekali. Dimana saja yang perlu dibersihkan? Di jalan-jalan, trotoar, saluran air, dan lingkungan tempat tinggal. Bagaimana peran serta masyarakat di dalam menjaga kebersihan? Bagus, mereka sangat peduli. Terima kasih Pak, atas keterangan dan waktu yang telah diberikan.

Bapak Camat Rina Bapak Camat Rina Bapak Camat Rina Bapak Camat Rina Bapak Camat Rina

: : : : : : : : : :

Untuk mengubah teks wawancara menjadi karangan narasi, Kamu harus menguasai perubahan dari kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung. Perhatikan contoh penulisan wawancara menjadi tulisan narasi berikut ini.

55

Wilayah Terindah dan Terbersih

Pagi ini, Rina ingin mewawancarai Bapak Camat. Sebelum wawancara dilakukan, terlebih dahulu meminta izin. Setelah mendapat izin dari Bapak Camat, Rina memulai mewawancarainya. Rina menanyakan tentang usaha apa yang dilakukan Bapak Camat sehingga mendapat juara lomba keindahan dan kebersihan di daerahnya. Informasi ini dia peroleh dari siaran televisi. Kemudian, Bapak Camat pun menjawab, bahwa semua itu berkat gerakan seluruh warganya melakukan kerja bakti. Setelah itu, Rina pun bertanya kembali, bahwa siapa yang membantunya dalam meningkatkan kebersihan di daerah itu. Ia pun menjawab, bahwa yang membantunya adalah aparat Kelurahan, Kecamatan, dan masyarakat sekitar. Kemudian Rina meneruskan wawancaranya kembali, yaitu kapan kerja bakti itu dilakukan. Jawaban Bapak Camat adalah satu Minggu sekali. Lalu, Rina menanyakan kembali tentang tempat-tempat yang perlu dibersihkan. Bapak Camat pun menjelaskannya, yang dibersihkan adalah mulai dari jalan-jalan, trotoar, saluran air, dan lingkungan tempat tinggal penduduk setempat. Akhirnya, sampailah Rina, ke pertanyaan yang terakhir, yaitu bagaimana peran serta masyarakat di sana dalam menjaga kebersihan. Jawabannya adalah, bahwa masyarakat sekitar sangat peduli. Setelah pertanyaan itu berakhir, maka berakhir pulalah wawancara yang Rina lakukan. Ia pun segera mengucapkan terima kasih, atas keterangan dan waktu yang diberikan Bapak Camat kepadanya. Rangkuman 1. Pada saat mengubah teks wawancara menjadi bentuk narasi, yang harus dipahami adalah perubahan dari kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung. 2. Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan atau ujaran orang lain. Bagian kutipan dalam kalimat bisa berupa kalimat tanya, kalimat berita, atau kalimat perintah. 3. Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang melaporkan ucapan atau ujaran orang lain. Bagian kutipan dalam kalimat tidak langsung semuanya berbentuk kalimat berita.

56

6. Tugas 2 Ubahlah teks wawancara berikut ini menjadi teks narasi! Perhatikan penulisan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung! Dini Hesti Dini Hesti : : : : Bagaimana perasaanmu setelah memenangkan lomba menyanyi tahun ini? Yang pasti senang dan bersyukur kepada Tuhan serta berterima kasih atas dukungan teman-teman. Kalau boleh tanya, apakah sampai saat ini sudah ada produser yang mengajak rekaman? ada sih, beberapa. Tetapi orangtua saya belum mengizinkan untuk saat ini karena saya masih harus menempuh ujian di sekolah. Memang kenapa orangtuamu tidak setuju? Bukannya tidak setuju, tapi saya harus mengutamakan sekolah dulu. Oo. Begitu.

Dini Hesti Dini

: : :

Kegiatan 3: Menyunting Teks Narasi 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan singkat. 2. Kompetensi Dasar Mengubah teks wawancara menjadi narasi. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu menyunting narasi sendiri atau teman. 4. Materi Pokok Penyuntingan. 5. Uraian Materi Pada kegiatan 2, Kamu telah memahami cara mengubah teks wawancara menjadi narasi, bukan? Dalam menyusun tulisan kita harus memerhatikan beberapa tahapan. Di antaranya adalah menyunting. Menyunting adalah proses memperbaiki atau menyempurnakan tulisan dengan memerhatikan segi urutan penyajian isi dan bahasa. Misalnya penulisan ejaan, tanda baca, kata, pilihan kata (diksi), penggunaan kalimat yang efektif, dan kepaduan paragraf. Ketika menyunting, seorang penyunting dengan teliti memeriksa kesalahan penulisan teks. Kesalahan-kesalahan dibetulkan atau dikoreksi dengan membubuhkan tandatanda penyuntingan. Berikut ini tabel tanda-tanda koreksi dan cara penggunaannya.

57

Tabel tanda-tanda koreksi dan penggunaannya.

58

Perhatikan cuplikan berikut! Naskah Pagi ini Rina ingin sekali mewawancarai Bapak Camat. Sebelum wawancara dilakukan, Rina meminta izin terlebih dahulu. Setelah mendapat izin dari Bapak Camat Rina memulai mewawancarai nya. Rina menanyakan tentang usaha apa yang dilakukan Bapak Camat sehingga mendapat juara lomba keindahan dan kebersihan didaerahnya. Informasi ini dia peroleh dari siaran televisi. Suntingan Pagi ini rina ingin sekali mewawancarai bapak Camat. Sebelum wawancara dilakukan, Rina meminta izin terlebih dahulu. Setelah mendapat izin dari Bapak Camat Rina memulai mewawancarai nya. Rina menanyakan tentang usaha apa yang dilakukan Bapak Camat sehingga mendapat juara lomba keindahan dan kebersihan didaerahnya. Informasi ini dia peroleh dari siaran televisi. Perbaikan Pagi ini, Rina ingin mewawancarai Bapak Camat. Sebelum wawancara dilakukan, Rina meminta izin terlebih dahulu. Setelah mendapat izin dari Bapak Camat, Rina memulai mewawancarainya. Rina menanyakan tentang usaha apa yang dilakukan Bapak Camat sehingga mendapat juara lomba keindahan dan kebersihan di daerahnya. Informasi ini dia peroleh dari siaran televisi.

Rangkuman 1. 2. 3. Menyunting adalah proses memperbaiki atau menyempurnakan tulisan dengan memerhatikan segi urutan penyajian isi dan bahasa. Ketika menyunting, seorang penyunting memeriksa kesalahan penulisan teks dengan teliti. Kesalahan-kesalahan dikoreksi dengan membubuhkan tanda-tanda penyuntingan.

6. Tugas 3 Suntinglah paragraf di bawah ini agar menjadi paragraf yang sempurna sesuai dengan ejaan (tanda baca, huruf besar), dan pilihan katanya! Kendati diwarnai hujan deras angin kencang dan ombak besar upaya pencarian badan pesawat adam air KI 574 diperairan Barru dan Parepare, sulawesi selatan, terus diintensifkan, Sabtu 13/1. Pencarian tidak hanya mengandalkan pandangan mata saat melakukan penyisiran, tetapi juga menerjunkan regu penyelamat.

59

C. PENUTUP Kamu telah menguasai materi modul Teks Wawancara. Ini berarti bahwa Kamu telah menguasai tiga keterampilan, yaitu mengubah kalimat langsung dalam wawancara menjadi kalimat tidak langsung, mengubah teks wawancara ke bentuk narasi, dan menyunting narasi sendiri atau teman. Bila tugas-tugas dalam modul ini telah Kamu kerjakan, maka hasil pekerjaanmu boleh Kamu cocokkan dengan kunci modul ini. Kamu telah menyelesaikan tes akhir modul dengan baik, maka Kamu boleh melanjutkan kegiatan pada modul berikutnya. Silakan Kamu mengambil modul baru! Rebutlah keberhasilanmu!

60

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 1. Bapak Camat mengatakan bahwa ia menggerakkan seluruh warga melakukan kerja bakti. 2. Rina menanyakan bahwa siapa saja yang membantu Bapak Camat dalam peningkatan kebersihan. 3. Bapak Camat mengatakan seluruh aparat kelurahan, kecamatan, dan masyarakat. 4. Rina menanyakan kapan melakukan kerja baktinya. 5. Bapak Camat menjawab setiap satu minggu sekali. Tugas 2 Hari ini, Hesti merasa sangat senang, karena ia telah berhasil memenangkan lomba menyanyi tahun ini. Dan ia pun merasa bersyukur kepada Tuhannya dan ia juga berterima kasih kepada teman-temannya karena telah memberi dukungan kepadanya. Saat Dini bertanya kepadanya, bahwa apakah sampai saat ini sudah ada produser yang mengajaknya rekaman, ia pun menjawab bahwa ada beberapa. Tetapi orang tuanya belum mengizinkannya, karena saat ini, ia masih menempuh ujian di sekolahnya. Tapi, Dini salah paham, ia berpikir bahwa orang tua Hesti tidak menyetujuinya. Kemudian Hesti pun menjelaskannya bahwa, orang tuanya bukan tidak setuju, melainkan karena ia harus mengutamakan sekolahnya terlebih dahulu. Setelah Hesti menjelaskannya, Dini pun akhirnya mengerti.

Tugas 3 Suntingan Kendati diwarnai hujan deras angin kencang dan ombak besar upaya pencarian badan pesawat adam air KI 574 diperairan Barru dan Parepare, sulawesi selatan, terus diintensifkan, Sabtu 13/1. Pencarian tidak hanya mengandalkan pandangan mata saat melakukan penyisiran, tetapi juga menerjunkan regu penyelamat. Perbaikan Kendati diwarnai hujan deras, angin kencang, dan ombak besar, upaya pencarian badan pesawat Adam Air KI 574 di perairan Barru dan Parepare, Sulawesi Selatan, terus diintensifkan, Sabtu 13/1. Pencarian tidak hanya mengandalkan pandangan mata saat melakukan penyisiran, tetapi juga menerjunkan regu penyelamat.

61

IND.VII.2.7.15

MODUL SMP TERBUKAMata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Bahasa Indonesia VII 2 (Dua) 4 x 40 menit

IND.VII.2.M.06 Men

KEGIATAN SISWA

MENGUNGKAPKAN ISI PUISI

Penulis Pengkaji Materi

: :

Drs. Santiyo Dra. Sunaryati Prof. Dr. Ahmad HP., M.Pd. Drs. H. Nasruddin, M.Pd.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Selamat atas keberhasilanmu dalam menyelesaikan modul yang lalu. Kali ini, kamu akan mempelajari modul dengan judul Mengungkapkan Isi puisi. Kompetensi yang ingin dicapai dalam modul ini ada dua, yaitu : mampu mengungkapkan isi puisi dengan mempertimbangkan nada, suasana, irama dan pilihan kata, mampu menangkap isi puisi seperti gambaran penginderaan, perasaan dan pendapat, dan mampu merefleksi isi puisi. Untuk mencapai kompetensi itu kamu akan mempelajari kegiatan kesatu mengungkapkan isi puisi dengan mempertimbangkan nada, suasana, irama, dan pilihan kata. Kegiatan kedua menangkap isi puisi seperti gambaran penginderaan, perasaan, dan pendapat. Jika kegiatan beserta tugas-tugas telah kamu selesaikan dengan baik, segeralah kamu minta tes akhir modul kepada guru pamongmu. Waktu yang disediakan untuk menyelesaikan modul ini 4 x 40 menit termasuk tes akhir modul. Mengingat waktu yang disediakan terbatas, kamu harus mampu memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Bila ada kesulitan jangan segan-segan berdiskusi dengan temantemanmu, atau langsung menanyakan kepada guru pamongmu. Selamat belajar, semoga sukses kamu raih.

65

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Pengungkapan Isi Puisi 1. Standar Kompetensi Memahami pembacaan puisi 2. Kompetensi Dasar Menanggapi cara pembacaan puisi 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu mengungkapkan isi puisi dengan mempertimbangkan nada suasana, irama, dan pilihan kata 4. Materi Pokok Mengungkapkan Isi Puisi 5. Uraian materi Ada berbagai cara manusia dalam menuangkan gagasan pikirannya. Salah satunya melalui puisi. Puisi merupakan pengungkapan ekspresi manusia yang mewakili dirinya dengan menggunakan rangkaian kata, untaian kalimat berwujud larik-larik dan menggunakan pilihan kata yang padat dengan makna. Setiap penyair dalam mengungkapkan puisinya mempunyai nada dan suasana berbedabeda atau dengan caranya sendiri-sendiri. Nada dan suasana sangat berhubungan dengan perasaan penyair. Nada puisi merupakan sikap penyair, misalnya menggurui, mengkritik, dan main-main. Dalam arti yang luas Dari nada puisi tersebut mengakibatkan muncul suasana yang ditimbulkan menjadi puisi. Di samping itu dalam puisi, irama dan lagu kalimat merupakan salah satu daya ungkap yang penting, Beberapa hal tersebut dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh penyair. Yang dimaksud dengan irama dalam puisi adalah pengulangan pola waktu dan pola tekanan yang terjadi secara teratur. Perhatikan puisi berikut ini dan bacalah dengan cermat! SENJA DI PELABUHAN KECIL Ini kali tidak ada yang mencari cinta Di antara gudang rumah tua, pada cerita Tiang serta temali kapal. Kapal, perahu tiada berlaut Menghembus diri dalam mempercaya maut berpaut Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelopak elang Menyinggung muram, desis hari lari berenang Menemu bujuk pangkal akaran. Tidak bergerak dan Kini tanah dan air tidur hilang ombak Tiada lagi aku sendiri. Berjalan Menyisir semenanjung, masih pengap harap Sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan Dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap Dari : Deru Campur Debu Chairil Anwar

66

Setelah membaca puisi tersebut, kamu dapat mengungkapkan isi puisi itu, yaitu tenta

of 112/112
MODUL SMP TERBUKA Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas : VII Semester : 2 (Dua) KEGIATAN SISWA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009 IND.VII.2.5.10 s.d. IND.VII.2.8.18
Embed Size (px)
Recommended