Home >Documents >Bahasa Indonesia Kls VII Smt 1

Bahasa Indonesia Kls VII Smt 1

Date post:25-Jul-2015
Category:
View:1,397 times
Download:5 times
Share this document with a friend
Transcript:

IND.VII.1.1.01 s.d IND.VII.1.4.09

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester

: : :

Bahasa Indonesia VII 1 (Satu)

KEGIATAN SISWA

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

KATA PENGANTAR Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di SMP Terbuka, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah penyempurnaan modul sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini. Oleh karena itu Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama berupaya melakukan penyempurnaan modul SMP Terbuka agar sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat memenuhi kebutuhan siswa. Seiring dengan dinamika penyempurnaan tersebut, telah ditetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Kedua peraturan tersebut merupakan pedoman dalam penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Modul sebagai sumber belajar utama dalam proses pembelajaran bagi siswa SMP Terbuka ini telah disusun sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pembahasannya modul ini telah mencakup seluruh Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mencapai standar kompetensi lulusan minimal tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dengan disempurnakannya modul SMP Terbuka ini diharapkan siswa memiliki kompetensi yang memadai sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. Modul ini dapat juga digunakan sebagai sumber belajar bagi siswa SMP atau yang sederajat selain siswa SMP Terbuka. Mengingat Kurikulum yang digunakan dalam penulisan modul ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), diharapkan masukan dan saran dari lapangan untuk penyempurnaan baik isi maupun perwajahan modul ini di masa yang akan datang. Dalam Pelaksanaannya Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan sekolah dapat melakukan penambahan dan pengembangan sesuai dengan kondisi masing-masing daerah. Semoga modul ini dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mutu pendidikan SMP Terbuka mengalami peningkatan sesuai dengan tuntutan jaman. Jakarta, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Juli 2011

Didik Suhardi, Ph. D. NIP. 19631203 198303 1 004

DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar Daftar Isi ..... Petunjuk Belajar . IND. VII.1.1.01 Kesehatan ....................................................................... IND. VII.1.1.02 Bertani Sayuran Jepang .............................................................. IND. VII.1.2.03 Buku Harian .............................................................................. IND. VII.1.2.04 Pengumuman. ............................................................................. IND. VII.1.2.05 Menulis Surat Pribadi ................................................................. IND. VII.1.3.06 Pesan dan Menulis Dongeng ..................................................... IND. VII.1.3.07 Mendongeng Atau Bercerita ....................................... IND. VII.1.4.08 Cerita Anak ............................................................................... IND. VII.1.4.09 Pantun ....................................................................................... Kepustakaan .......................................................................................................... iii v vii 1 13 27 41 63 77 91 107 123 143

v

vi

PETUNJUK BELAJAR Buku ini memuat 9 (sembilan) modul untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII Semester 1. Modul ini harus Kamu pelajari dan selesaikan dalam jangka waktu satu semester, baik melalui kegiatan belajar di TKB (Tempat Kegiatan Belajar) maupun belajar di luar TKB. Dalam mempelajari modul ini supaya diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Belajar dengan modul keberhasilannya tergantung dari kedisiplinan dan ketekunan Kamu dalam memahami dan mematuhi langkah-langkah belajarnya. 2. Belajar dengan modul dapat dilakukan secara mandiri atau kelompok, baik di TKB atau di luar TKB. 3. Langkah-langkah yang perlu Kamu ikuti secara berurutan dalam mempelajari modul ini adalah sebagai berikut : a. Usahakan Kamu (bila memungkinkan) memiliki buku paket Bahasa Indonesia Kelas VII sebagai bahan pengayaan atau pendalaman materi, karena dalam modul ini diutamakan pada materi esensial/materi pokok/materi utama. b. Baca dan pahami benar-benar tujuan yang terdapat pada modul ini. Perhatikan materi pokoknya dan uraian materinya. c. Bila dalam mempelajari materi tersebut mengalami kesulitan, diskusikan dengan teman teman yang lain. Dan bila inipun belum terpecahkan sebaiknya Kamu tanyakan pada Guru Pamong di TKB atau tulis dalam format kesulitan dan tunjukkan pada Guru bina pada waktu tatap muka. d. Setelah Kamu merasa memahami materi pelajaran tersebut, kerjakan tugas-tugas yang tercantum dalam modul ini, dalam lembar jawaban yang terpisah atau pada buku tulis Kamu. e. Periksalah hasil penyelesaian tugas tersebut melalui kunci yang tersedia. Bila ada jawaban yang belum betul, pelajari sekali lagi materi yang bersangkutan. Bila semua kegiatan dalam satu modul sudah dapat diselesaikan dengan baik Kamu berhak mengikuti tes akhir modul yang diselenggarakan oleh Guru Bina atau Guru Pamong. f. Bila dalam tes akhir modul Kamu dapat mencapai nilai 6,5 Kamu dapat mempelajari modul berikutnya. 4. Urutan kegiatan tersebut harus ditaati, agar Kamu lebih berhasil mempelajari modul ini. Selamat Belajar !

vii

IND.VII.1.1.01

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: : : :

Bahasa Indonesia VII 1 (Satu) 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

KESEHATAN IND.VII.1.M.01 Kesehatan

Penulis Pengkaji Materi

: Dra. Edy Warsih : Drs. H. Nasruddin, M.Pd.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Selamat atas keberhasilanmu dalam menyelesaikan pelajaran di Sekolah Dasar. Sekarang Kamu melanjutkan pelajaran ke sekolah yang lebih tinggi, yaitu SMP Terbuka. Belajar di SMP Terbuka, sangat berbeda dengan belajar di Sekolah Dasar. Di SMP Terbuka Kamu belajar melalui modul. Di dalam modul cara belajar yang harus Kamu lakukan telah diarahkan secara rinci dan terpadu. Itulah sebabnya, Kamu harus rajin membaca. Kali ini, Kamu akan mempelajari modul IND.VII.1.01 dengan judul Kesehatan. Standar kompetensi yang dituntut adalah agar Kamu mampu memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan berita. Modul ini terbagi dalam dua kegiatan pembelajaran. Kegiatan pertama, menyimpulkan isi berita dalam satu alinea berdasarkan pokok-pokok berita. Kegiatan kedua, menuliskan isi berita yang didengar ke beberapa kalimat berdasarkan pokok-pokok berita yang ditemukan. Jika seluruh kegiatan beserta tugas-tugasnya telah Kamu selesaikan dengan baik, segeralah Kamu minta tes akhir modul kepada Guru Pamongmu. Waktu yang disediakan untuk menyelesaikan modul ini adalah 4 x 40 menit, termasuk waktu untuk mengerjakan tes akhir modul. Karena waktu terbatas, maka Kamu harus dapat memanfaatkan dengan baik. Bila ada kesulitan jangan segan-segan mendiskusikannya dengan teman-temanmu, atau langsung menanyakan kepada Guru Pamongmu. Selamat belajar, semoga sukses.

3

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1: Menyimpulkan Isi Berita 1. Standar Kompetensi Memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan berita. 2. Kompetensi Dasar Membaca dan menyimpulkan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu menemukan masalah utama dari tiap paragraf. 4. Materi Pokok Penyimpulan Isi Berita. 5. Uraian Materi Adakah di antara Kamu yang tidak memiliki televisi dan radio? Hampir pasti tidak ada. Televisi dan radio sudah menjadi bagian dari hidup kita. Banyak program yang ditayangkan di televisi dan disiarkan di radio. Di antaranya adalah berita. Salah satu keuntunganmu jika rajin menyimak berita adalah wawasan Kamu dapat bertambah luas. Sebagai pemirsa atau pendengar Kamu harus kritis dalam menyimak berita yang ditayangkan atau disiarkan itu. Pada kegiatan 1, Kamu akan berlatih menemukan pokok berita dari berita yang Kamu lihat atau Kamu dengar. Bila daya simak Kamu baik, pokok berita atau informasi penting yang Kamu lihat atau Kamu dengar dapat dengan mudah Kamu temukan. Suruhlah temanmu membacakan berita berikut. Saat temanmu membaca, Kamu dengarkan dengan baik. Kemudian catatlah pokok berita yang telah Kamu dengar di buku latihanmu! Sesak Napas dan Kebiasaan Merokok Di setiap iklan rokok, tercantum peringatan tentang risiko gangguan kesehatan yang mungkin dialami oleh perokok. Gangguan kesehatan itu di antaranya adalah dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin. Selain itu, salah satu penyakit yang erat kaitannya dengan rokok adalah penyakit paru obstruktif menahun. Dampak rokok pada umumnya disebabkan asap rokok. Asap rokok dapat menimbulkan radang kronik pada pipa saluran pernapasan. Hal itu akan mengakibatkan selaput lendir pipa saluran pernapasan menyempit. Udara yang keluar masuk pipa pernapasan tidak lancar sehingga pasien merasa sesak napas. Keluhan sesak napas menandakan bahwa proses merokok telah berjalan bertahun-tahun. Diperkirakan 80 sampai 90 persen perokok mempunyai risiko terkena penyakit paru obstruktif menahun. Selain disebabkan rokok, penyakit paru obstruktif menahun juga dapat disebabkan oleh faktor genetik, infeksi, dan polusi udara.

4

Dampak rokok tidak hanya dialami oleh perokok saja, namun juga pada orang yang ada di sekitarnya. Mengapa demikian? Karena walaupun tidak ikut merokok namun orang di sekitar perokok tersebut tetap menghirup asap rokok yang terbawa udara. Orang-orang yang menghirup asap rokok tanpa merokok secara langsung disebut perokok pasif. Maka dari itu berhentilah merokok. Kapanpun seorang berhenti merokok, orang tersebut akan mendapat manfaat. Terutama adalah manfaat bagi kesehatan kita sendiri. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok. Perhatikan kutipan berita paragraf 1 berikut! Di setiap iklan rokok, tercantum peringatan tentang risiko gangguan kesehatan yang mungkin dialami oleh perokok. Gangguan kesehatan itu di antaranya adalah dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin. Selain itu, salah satu penyakit yang erat kaitannya dengan rokok adalah penyakit paru obstruktif menahun. Berdasarkan kutipan paragraf 1 pada berita tersebut, coba Kamu rinci jumlah kalimatnya. Ya, paragraf tersebut terdiri dari tiga kalimat, yaitu: Kalimat (1) = Di setiap iklan rokok, tercantum peringatan tentang risiko gangguan kesehatan yang mungkin dialami oleh perokok. Kalimat (2) = Gangguan kesehatan itu di antaranya adalah dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin. Kalimat (3) = Selain itu, salah satu penyakit yang erat kaitannya dengan rokok adalah penyakit paru obstruktif menahun. Dari ketiga kalimat tersebut, Kamu tentu dapat menentukan bahwa kalimat utama adalah kalimat (1). Mengapa? Ini disebabkan, kalimat (1) merupakan topik yang dijadikan pembicaraan dalam paragraf 1. Sedangkan kalimat (2) dan (3) merupakan kalimat-kalimat penjelas. Ini tampak hubungannya dengan kalimat (1). Nah, pokok berita pada paragraf 1 terdapat pada kalimat (1) Di setiap iklan rokok, tercantum peringatan tentang risiko gangguan kesehatan yang mungkin dialami oleh perokok. Apabila disederhanakan, pokok berita tersebut ialah gangguan kesehatan terhadap perokok. Bagaimana, mudah dipahami, bukan? Untuk melatih dan meningkatkan kemampuanmu dalam menemukan pokok berita, coba Kamu siapkan buku latihanmu. Tentukan pokok berita yang terdapat dalam berita

5

Sesak Napas dan Kebiasaan Merokok! No 1 2 Paragraf 2 3 Pokok berita

Bila Kamu sudah mengerjakan, Kamu dapat mencocokkan jawabanmu dengan kemungkinan jawaban berikut ini. No 1 2 Paragraf 2 3 Pokok berita Dampak rokok pada umumnya disebabkan asap rokok Penyebab penyakit paru obstruktif menahun

Penemuan pokok berita tiap paragraf yang Kamu lakukan dapat membantumu dalam menyusun pokok-pokok berita. urutan dan susunan tersebut pada akhirnya dapat dijadikan sebagai bahan untuk menyimpulkan isi berita. Dari latihan yang telah Kamu kerjakan, Kamu dapat menentukan susunan pokok berita sebagai berikut: No 1 2 3 Paragraf 1 2 3 Pokok berita Di setiap iklan rokok tercantum peringatan gangguan kesehatan terhadap perokok Dampak rokok pada umumnya disebabkan asap rokok Penyebab penyakit paru obstruktif menahun

Apabila ketiga pokok berita tersebut ingin Kamu simpulkan, tentu tinggal mengembangkannya, bukan? Cobalah Kamu kembangkan tiga pokok berita tersebut sehingga menjadi satu alinea. Perhatikan contoh hasil pengembangannya! Di setiap iklan rokok, tercantum peringatan gangguan kesehatan terhadap perokok, di antaranya penyakit paru-paru, serangan jantung, kanker, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin. Dampak rokok pada umumnya disebabkan oleh asap rokok. Karena asap rokok mengandung berbagai zat kimia yang berbahaya, seperti nikotin, tar, karbon monoksida, dan lain-lain. Selain itu, penyakit yang erat kaitannya dengan rokok adalah paru obstruktif menahun. Penyakit paru obstruktif menahun juga dapat disebabkan oleh polusi udara.

6

Kosakata impotensi obstruktif dampak genetik infeksi polusi risiko Rangkuman

= keadaan tidak bertenaga = sumbatan, rintangan = pengaruh kuat yang mendatangkan akibat baik positif maupun negatif = sifat turun-menurun = kemasukan bibit penyakit = pengotoran, pencemaran = akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan

1. kesimpulan = ikhtisar disertai pendapat uraian tersebut 2. ihktisar = ringkasan, garis besar isi dari karangan 3. Langkah-langkah menyusun simpulan: a. membaca atau mendengarkan berita dengan cermat; b. mencatat pokok-pokok penting dari berita; c. mengembangkan pokok-pokok berita secara ringkas. 6. Tugas 1 1. Temukan pokok berita paragraf berikut ini! 2. Simpulkan pokok berita yang telah Kamu temukan ke dalam satu paragraf! Dampak rokok tidak hanya dialami oleh perokok saja, namun juga pada orang yang ada di sekitarnya. Mengapa demikian? Karena walaupun tidak ikut merokok namun orang di sekitar perokok tersebut tetap menghirup asap rokok yang terbawa udara. Orang-orang yang menghirup asap rokok tanpa merokok secara langsung disebut perokok pasif. Maka dari itu berhentilah merokok. Kapanpun seorang berhenti merokok, orang tersebut akan mendapat manfaat. Terutama adalah manfaat bagi kesehatan kita sendiri. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok.

Kegiatan 2: Menuliskan isi berita 1. Standar Kompetensi Memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan berita. 2. Kompetensi Dasar Membaca dan menyimpulkan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu menemukan pokok-pokok berita yang didengarkan melalui radio/televisi. 2. Mampu menuliskan isi berita yang didengar ke dalam beberapa kalimat. 4. Materi Pokok Penulisan Isi Berita (yang didengarkan).

7

5. Uraian Materi Bagaimana dengan kegiatan pertamamu? Tentu menyenangkan, karena Kamu diajak mendengarkan berita dari radio atau televisi. Dari mendengarkan berita tersebut Kamu dapat menemukan pokok-pokok berita. diharapkan pada kegiatan 2 Kamu tidak lagi mengalami kesulitan. Materi yang akan Kamu pelajari ada kesamaan dengan kegiatan 1, yaitu menentukan pokok-pokok berita. Pokok-pokok berita tersebut kemudian Kamu tulis ke dalam beberapa kalimat. Sekarang mulailah Kamu mendengarkan pembacaan berita berikut ini yang dibacakan oleh salah seorang temanmu. Sambil mendengarkan pembacaan berita tersebut, Kamu mencatat tentang pokok-pokok beritanya. Peran Masyarakat dalam Sosialisasi Flu Burung Tak dapat dimungkiri informasi yang didapat masyarakat soal virus flu burung memang belum maksimal. Ketidaktahuan itu membuat masyarakat bersikap apatis. Misalnya saja, masih ada peternak yang menolak jika petugas ingin memusnahkan unggas peliharaannya. Atau ada masyarakat tidak mengerti bagaimana langkah yang harus dilakukan untuk meredam penyebaran virus tersebut. Hal itu tak pelak telah menghambat upaya penanganan penyakit flu burung. Di sinilah diperlukan adanya penyuluhan untuk membentuk kerja sama dengan masyarakat. Lewat sosialisasi informasi, di harapkan masyarakat bisa bertindak kooperatif dengan pihak-pihak terkait, misalnya dengan membentuk sikap aktif melapor jika menemukan unggas yang mati mendadak ke Dinas Peternakan, tidak menolak jika unggas-unggas miliknya diberantas karena terinfeksi. Hal yang paling utama adalah menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kesehatan hewan peliharaannya. Langkah ini tentu saja harus dilakukan secara konsisten. Pemerintah tidak boleh kecolongan lagi dengan meledaknya kasus flu burung. Dalam hal ini, pemerintah pusat perlu mengintensifkan kerja sama pemberantasan flu burung dengan pemerintah daerah lewat kerja sama yang terpadu. Sebagai langkah konkret, selain menggalakkan peran serta masyarakat, pemerintah perlu mendirikan posko terpadu di kelurahan atau kecamatan agar masyarakat. dapat memeriksakan unggas peliharaan kesana.

Petugas menyemprotkan desinfektan unggas.

8

Perhatikan contoh berikut ini! No Paragraf Tak dapat dimungkiri informasi yang didapat masyarakat soal virus flu burung memang belum maksimal. Ketidaktahuan itu membuat masyarakat bersikap apatis. Misalnya saja, masih ada peternak yang menolak jika petugas ingin memusnahkan unggas peliharaannya. Atau ada masyarakat tidak mengerti bagaimana langkah yang harus dilakukan untuk meredam penyebaran virus tersebut. Hal itu tak pelak telah menghambat upaya penanganan penyakit flu burung. Di sinilah diperlukan adanya penyuluhan untuk membentuk kerja sama dengan masyarakat. Lewat sosialisasi informasi, di harapkan masyarakat bisa bertindak kooperatif dengan pihak-pihak terkait, misalnya dengan membentuk sikap aktif melapor jika menemukan unggas yang mati mendadak ke Dinas Peternakan, tidak menolak jika unggas-unggas miliknya diberantas karena terinfeksi. Yang paling utama adalah menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kesehatan hewan peliharaannya. Pokok-pokok berita 1. informasi yang didapat masyarakat soal flu burung belum maksimal. 2. masyarakat bersifat apatis. 3. menghambat upaya penanganan penyakit flu burung.

1

2

1. perlu adanya penyuluhan untuk membentuk kerja sama dengan masyarakat. 2. diharapkan masyarakat bisa bertindak kooperatif. 3. menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kesehatan.

Dalam paragraf satu terdapat tiga pokok berita. di antara ketiga pokok berita tersebut yang berupa pernyataan umum adalah informasi yang didapat masyarakat soal flu burung belum maksimal. Sedangkan pokok berita dua dan tiga disebut kalimat penjelas, karena sebagai rangkaian rincian penunjang kalimat topik. Demikian pula pada paragraf kedua. Pokok-pokok berita yang berupa pernyataan umum adalah perlu adanya penyuluhan untuk membentuk kerja sama dengan masyarakat. Pokok berita bernomor dua dan tiga merupakan kalimat penjelas. Hal yang harus Kamu ingat adalah bahwa setiap paragraf mempunyai satu ide pokok. Apabila ide pokok terletak di awal paragraf, maka disebut paragraf deduktif. Sebaliknya, jika ide pokok terletak di akhir paragraf, maka disebut sebagai paragraf induktif. Sedangkan apabila ide pokok berada di awal dan di akhir paragraf, maka disebut paragraf campuran.

9

Nah, dari hasil catatan tersebut, dapat Kamu gunakan untuk menuliskan kembali isi berita secara ringkas. Caranya adalah dengan menggabungkan pokok-pokok isi berita menjadi satu paragraf. Tentunya Kamu dapat melakukannya, bukan? Sekarang, silakan Kamu menuliskan kembali isi berita Peran Masyarakat dalam Sosialisasi Flu Burung. Jangan lupa gunakan pokok-pokok isi berita yang telah Kamu catat sebagai bantuan! Perhatikan contoh berikut ini! Informasi yang didapat masyarakat soal flu burung belum maksimal, membuat masyarakat bersifat apatis. Hal ini dapat menghambat upaya penanganan penyakit flu burung. Di sinilah perlu adanya penyuluhan untuk membentuk kerja sama dengan masyarakat. Dengan adanya penyuluhan, diharapkan masyarakat bertindak kooperatif serta menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Baiklah, sebelum Kamu mengerjakan tugas, bacalah kosakata dan rangkuman berikut. Dengan demikian akan memudahkan Kamu dalam mengerjakan tugas. Kosakata informasi virus maksimal apatis sosialisasi = = = = = keterangan, pemberitahuan yang menyebabkan dan menularkan penyakit sebanyak-banyaknya acuh tak acuh, tidak peduli, masa bodoh proses belajar seorang anggota masyarakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat di lingkungannya bersifat kerjasama terkena bibit penyakit tetap, tidak berubah-ubah membuat atau menjadikan secara sungguh-sungguh dan terusmenerus hingga memperoleh hasil yang optimal tempat jaga nyata, benar-benar ada

kooperatif = terinfeksi = konsisten = mengintensifkan = posko konkret Rangkuman = =

1. Untuk dapat menceritakan isi wacana dengan lengkap, lebih dahulu Kamu catat ide pokok dari wacana yang Kamu baca. 2. Ide pokok yang terdapat di awal paragraf disebut paragraf deduksi. 3. Ide pokok yang terdapat di akhir paragraf disebut paragraf induksi. 4. Ide pokok yang terdapat di awal dan di akhir paragraf disebut paragraf campuran. 5. Ide pokok tiap paragraf merupakan dasar untuk menceritakan kembali isi wacana 6. Tugas 2 1. Temukan pokok-pokok berita pada paragraf 3 dan paragraf 4 dalam berita yang berjudul Peran Masyarakat dalam Sosialisasi Flu Burung! 2. Tuliskan kembali isi berita berdasarkan pokok-pokok berita yang telah Kamu temukan ke dalam beberapa kalimat!

10

C. PENUTUP Sekarang Kamu tentu merasa senang dan bangga, karena Kamu sudah mempelajari modul ini dengan baik. Berarti Kamu sudah memahami dua materi yang ada dalam modul ini. yaitu menyimpulkan dan menuliskan isi berita yang didengar tentang Kesehatan. Tentu semua materi telah Kamu pahami dengan baik. Berarti Kamu telah dapat menyelesaikan tugas dalam setiap kegiatan. Kegiatan selanjutnya mintalah tes akhir modul kepada Guru Pamong. Jangan lupa nilaimu minimal 6,5 agar Kamu bisa mempelajari modul selanjutnya. Selamat belajar!

11

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 1. Pokok berita paragraf 1. a. Dampak Rokok yang lain Simpulan berdasarkan pokok berita: Selain menyerang perokok aktif, dampak rokok juga menyerang perokok pasif. Perokok pasif yaitu orang-orang yang berada di sekitar perokok. Karena ia juga menghirup udara yang mengandung asap rokok. Untuk itu, alangkah baiknya bila kita berhenti merokok mulai dari sekarang, sebelum kita kecanduan dan terkena penyakit yang berbahaya lainnya Tugas 2 2. Pokok-pokok berita a. Paragraf 3: a. harus dilakukan secara konsisten b. mengintensifkan kerjasama pemberantasan flu burung b. Paragraf 4: 1) Perlunya pemerintah mendirikan posko terpadu di kelurahan atau kecamatan. 3. Penulisan kembali isi berita berdasarkan pokok-pokok berita: Pemberantasan flu burung harus dilakukan secara konsisten. Supaya tidak kecolongan meledaknya kasus flu burung, pemerintah lebih mengintensifkan kerjasama dengan masyarakat. Maka dari itu, perlunya pemerintah mendirikan posko terpadu di kelurahan atau kecamatan.

12

IND.VII.1.1.02

MODUL SMP TERBUKAMata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Bahasa Indonesia VII 1 (Satu) 6 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

BERTANI SAYURAN JEPANG IND.VII.1.M.02 Bertani Sayuran Jepang

Penulis Pengkaji Materi

: :

Dra. Edy Warsih Drs. H. Nasruddin, M.Pd.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Bersyukurlah Kamu telah menyelesaikan modul yang terdahulu. Kali ini Kamu akan mempelajari modul dengan judul Bertani Sayuran Jepang. Tapi jangan lupa, baca kembali modul-modul sebelumnya yang berkaitan dengan modul berikut ini. Setelah mempelajari modul ini, Kamu diharapkan dapat menjawab pertanyaan isi bacaan, menemukan kata tertentu dalam kamus dan mengetahui maknanya, serta mampu mengidentifikasikan berbagai teks perangkat upacara dan mampu membaca dengan intonasi yang tepat. Jika seluruh kegiatan beserta tugas-tugasnya telah Kamu selesaikan dengan baik, segeralah Kamu minta tes akhir modul kepada guru pamongmu. Waktu yang disediakan untuk menyelesaikan modul ini adalah 6 x 40 menit termasuk tes akhir modul. Manfaatkan waktu sebaik mungkin, supaya memperoleh hasil yang maksimal. Bila ada kesulitan jangan segan-segan mendiskusikannya dengan teman-teman, atau langsung menanyakan kepada Guru Pamongmu. Selamat belajar, semoga sukses!

15

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Pertanyaan Isi Bacaan dan Simpulan Kembali Isi Bacaan 1. Standar Kompetensi Memahami ragam teks non sastra dengan berbagai cara membaca 2. Kompetensi Dasar Menyimpulkan isi bacaan setelah membaca cepat 200 kata per menit 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu menjawab dengan benar 75% dari jumlah pertanyaan yang disediakan 2. Mampu menyimpulkan isi bacaan dengan merangkai pokok-pokok bacaan 4. Materi Pokok Menjawab Pertanyaan Isi Bacaan dan Menyimpulkan Kembali Isi Bacaan 5. Uraian Materi Selama Kamu belajar di Sekolah Dasar (SD) pasti selalu belajar membaca, bukan? Karena membaca dapat memberikan ilmu pengetahuan dan menambah pengalaman. Membaca adalah suatu keterampilan. Pernahkah Kamu mengukur kecepatan membacamu? Kira-kira berapa kata per menit? Setiap orang, kemampuan membacanya berbeda-beda. Kecepatan membaca biasanya diukur dari seberapa banyak jumlah kata yang terbaca setiap menitnya. Sekarang cobalah Kamu baca wacana berikut! Untuk mengukur kecepatan dapat menggunakan stopwatch, jam tangan, atau jam dinding. KISAH PETANI SAYURAN JEPANG Meski awalnya sulit, Bobon Turbansyah (53) pria kelahiran Desa Cibeunying, Cibodas, Lembang, Bandung, berhasil mengajak para petani di sekitarnya menjadi mitra. Di pagi yang dingin ia sudah menyibukkan diri di kebun. Ia memeriksa pohonpohon tomat dan sayuran yang akan dipanen. Ketika panen tiba, Bobon berada di kebun sejak pagi sampai malam, karena ia harus selalu mengontrol terutama saat sayuran dikemas, supaya kualitas sayuran yang dikirim ke pelanggan tetap terjaga. Packaging harus benar dan bagus, tonase juga harus benar. Setelah mobil berangkat ke pelanggan, baru ia bisa bernapas lega. Usai mencuci tangan, Bobon menyalakan rokok dan mulai bercerita tentang usaha perkebunan sayur miliknya di bangku lebar di bawah pohon yang rindang. Sebenarnya selepas kuliah di Akademi Ilmu Keuangan pada tahun 1980-an, ia sempat bekerja di kantor, hingga bapaknya menyuruh meneruskan usaha perkebunan kentang di sini. Ia pun menyetujuinya, dengan syarat bapaknya tidak diperbolehkan ikut campur Sejak itu, Bobon menekuni perkebunan kentang. Usahanya maju pesat. Tahun 1993, ia ditawari BLPP untuk bekerja sama dengan konsultan Jepang untuk menanam sayuran asal Negeri Matahari Terbit itu. Rupanya, dataran tinggi tempatnya tinggal

16

cocok ditanami tomat Jepang, horenso (bayam Jepang), nasubi (terong Jepang), edamame (kedelai Jepang), kyuri (timun Jepang), dan sebagainya. Benih yang dibawa langsung dari Jepang dapat tumbuh subur di pedesaan berhawa sejuk tersebut. Saat ditawarkan ke swalayan-swalayan di Jakarta yang pelanggannya kebanyakan orang Jepang, ternyata sayur hasil panenan Bobon disambut positif. mereka minta dipasok secara rutin hingga sekarang, ujarnya. Bobon membutuhkan lahan lebih luas lagi untuk memenuhi permintaan mereka. Untuk menyiasatinya, ia mengajak petani-petani kecil di sekitarnya untuk menjadi mitranya. Bobon yang didampingi konsultan dari Jepang menyediakan bibit, para petani itu tinggal menanam dan merawat sampai panen. Bukan hal mudah mengajak petani menjadi mitra. Awalnya hanya tiga orang yang mau. Namun, keberhasilan Bobon membuat petani tak keberatan bekerja sama. Bayangkan saja, oleh pelanggannya, Bobon boleh menentukan harga sayur. Tomat, misalnya, sekarang dijual Bobon dengan harga Rp 15 ribu/kg, bayam Rp 6 ribu/kg, edamame 14 ribu/kg. Ternyata hasilnya menggiurkan. Dari situ, banyak petani yang ingin menjadi mitra, papar Bobon. Nova No. 951/XIX/21 Mei 2006 Setelah membaca wacana tersebut berapakah kecepatan membacamu? Tulislah: kata per menit. Selanjutnya, perhatikan kembali bacaan paragraf 1, kemudian jawablah pertanyaannya di buku latihanmu! Meski awalnya sulit, Bobon Turbansyah (53) pria kelahiran Desa Cibeunying, Cibodas, Lembang, Bandung, berhasil mengajak para petani di sekitarnya menjadi mitra. Di pagi yang dingin ia sudah menyibukkan diri di kebun. Ia memeriksa pohonpohon tomat dan sayuran yang akan dipanen. Ketika panen tiba, Bobon berada di kebun sejak pagi sampai malam, karena ia harus selalu mengontrol terutama saat sayuran dikemas, supaya kualitas sayuran yang dikirim ke pelanggan tetap terjaga. Packaging harus benar dan bagus, tonase juga harus benar. Setelah mobil berangkat ke pelanggan, baru ia bisa bernapas lega. Pertanyaan: Apakah yang Bobon lakukan setiap pagi? Jawab: Kegiatan yang Bobon lakukan setiap pagi adalah memeriksa pohon-pohon tomat dan sayuran yang akan dipanen. Bagaimana dengan jawabanmu? Tentu sudah benar. Dengan demikian Kamu telah memahami bacaan tersebut. Ada beberapa hal yang harus Kamu perhatikan dalam membaca cepat, yaitu: 1. Jangan mengulang kata atau kalimat yang telah dibaca 2. Jangan membaca kata demi kata 3. Jangan selalu berhenti lama di awal baris 4. Kritis terhadap kata kunci 5. Jangan membaca bergumam

17

Baiklah, sebelum Kamu mengerjakan tugas, bacalah kosakata dan rangkuman berikut ini, dengan demikian akan memudahkan Kamu mengerjakan tugas. Kosakata dikemas kualitas packaging tonase BLPP swalayan konsultan positif dipasok rutin mitra menyiasati Rangkuman 1. Membaca adalah suatu keterampilan 2. Membaca wacana dapat dilakukan dengan pemahaman 3. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membaca cepat: a. Jangan mengulang kata atau kalimat yang telah dibaca b. Jangan membaca kata demi kata c. Jangan selalu berhenti lama di awal baris d. Kritis terhadap kata kunci e. Jangan membaca bergumam 6. Tugas 1 Untuk dapat mengetahui tingkat pemahaman terhadap bacaan yang telah Kamu baca, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini: 1. Siapakah petani yang telah berhasil mengajak para petani lain menjadi mitra? 2. Di manakah Bobon dilahirkan? 3. Sejak kapan Bobon menekuni perkebunan kentang? 4. Mengapa perkebunan Bobon maju pesat? 5. Negara manakah yang telah membantu dan bekerja sama dengan Bobon ? 6. Sayuran apa sajakah yang berasal dari negara tersebut? 7. Mengapa tanaman tersebut lebih cocok di tanam di dataran tinggi? 8. Ke manakah sayur hasil panen Bobon dijual? 9. Sebutkan ide pokok tiap-tiap paragraf! 10. Simpulkan isi bacaan tersebut! diatur rapi, dibungkus tingkat baik-buruknya sesuatu proses dari pengemasan barang sampai diangkut ke alat pengiriman jumlah total berat suatu barang, biasanya digunakan pada kendaraan pengangkut Balai Latihan Produksi Pangan pelayanan sendiri oleh pelanggan orang (ahli) yang bertugas memberi petunjuk, pertimbangan, atau nasihat dalam suatu kegiatan lawan negatif, bagus, baik diadakan persediaan prosedur yang teratur dan tidak berubah-ubah rekan, teman, kawan kerja, pasangan kerja mencari jalan keluar persoalan, taktik, strategi

18

Kegiatan 2 : Makna Kata dalam Kamus 1. Standar Kompetensi Memahami ragam teks non sastra dengan berbagai cara membaca. 2. Kompetensi Dasar Menemukan makna kata tertentu dalam kamus secara cepat dan tepat sesuai dengan konteks yang diinginkan melalui membaca memindai. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi a. Mampu menemukan tema secara cepat dan tepat. b. Mampu menemukan makna kata secara cepat dan tepat sesuai dengan konteks yang diinginkan. 4. Materi Pokok Cara Menemukan Makna Kata secara Cepat dan Implementasinya. 5. Uraian Materi Pada kegiatan (1) Kamu telah berlatih membaca cepat 200 kata per menit. Tentu Kamu sudah memahaminya, bukan? Pada kegiatan (2) ini, Kamu masih belajar membaca cepat. Tetapi, berlatih untuk menemukan makna kata secara cepat dengan teknik memindai (scanning), khususnya menemukan kata tertentu dalam kamus. Tahukah Kamu yang dimaksud dengan membaca memindai (scanning)? Membaca memindai merupakan teknik untuk mencari informasi yang diinginkan dan melewatkan begitu saja informasi yang lain. Nah, coba Kamu baca sekali lagi bacaan pada kegiatan (1). Tentu Kamu akan menemukan kata-kata sulit. Catatlah kata-kata tersebut, kemudian carilah makna katakata tersebut dalam kamus! Jika kata yang dicari dalam kamus itu mempunyai arti lebih dari satu, Kamu harus dapat memilih arti mana yang diinginkan.Contoh: Konsultan : orang (ahli) yang bertugas memberi petunjuk, pertimbangan, atau nasihat dalam suatu kegiatan. Agar lebih jelas, berikut ini contoh petikan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

19

Rangkuman 1. Mencari arti sebuah kata di dalam kamus perlu sebuah keterampilan yaitu melalui membaca memindai. 2. Membaca memindai (scanning) adalah membaca sepintas. 3. Membaca memindai (scanning) dilakukan untuk menemukan suatu informasi secara cepat. 6. Tugas 2 Carilah arti kata-kata sukar yang terdapat pada paragraf berikut ini dalam kamus, kemudian gunakan kata-kata sukar itu dalam kalimat. Begitulah, akhirnya banyak petani yang menjadi pegawai Bobon. Bobon pun tetap menomorsatukan kualitas produknya. Itu sebabnya, ia selalu mengawasi langsung saat sayuran datang ke rumah dan dipilah-pilah untuk dikemas. Penempatan pegawai pun diperhatikan betul olehnya. Orang yang menyortir sayuran tidak bisa sembarangan, supaya sayuran yang dipilih harus benar-benar yang bagus.

20

Kegiatan 3 : Membaca Teks Perangkat Upacara 1. Standar Kompetensi Memahami ragam teks non sastra dengan berbagai cara membaca. 2. Kompetensi Dasar Membacakan berbagai teks perangkat upacara, dengan intonasi yang tepat. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu mengidentifikasi berbagai teks perangkat upacara. 2. Mampu membacakan berbagai teks untuk upacara bendera dengan intonasi yang tepat. 4. Materi Pokok Pembacaan Teks Perangkat Upacara. 5. Uraian Materi Pernahkah Kamu mengikuti upacara bendera? Tentu sudah pernah, bukan? Upacara bendera biasanya dilaksanakan di sekolah pada hari-hari tertentu saja. Misalnya upacara pada hari Senin, memperingati HUT RI, Hari Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan, dan lain-lain. Nah, sebagai wujud rasa kebangsaan Kamu terhadap tanah air Indonesia serta rasa syukur Kamu terhadap Tuhan Yang Maha Esa, setiap ada kegiatan upacara di sekolahmu tentu [1] [2] ada pembacaan perangkat teks upacara. Teks perangkat upacara tersebut yaitu: 1. Teks Pembukaan UUD 1945 2. Teks janji Siswa 3. Teks doa Agar lebih jelas, berikut ini contoh bentuk teks: Teks Pembukaan UUD 1945 UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 PEMBUKAAN Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan tersebut dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa menghantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

21

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Contoh teks Janji Siswa JANJI SISWA 1. Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, abdi terhadap tanah air dan bangsa, serta kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 2. Adab terhadap orangtua, hormat terhadap guru, serta menjunjung tinggi derajat dan martabat sekolah. 3. Belajar dengan sungguh-sungguh sebagai bekal masa depan bangsa. 4. Berprestasi dalam rangka mengisi kemerdekaan5. Menjadi warga masyarakat (Jakarta, Jawa Barat, dan sebagainya) yang baik, dan pemuda Indonesia yang bertanggung jawab.

Contoh teks doa TEKS DOA 1. Ya Allah Tuhan Yang Maha Bijaksana, pada kesempatan yang baik ini kami berkumpul seraya memanjatkan doa kepada-Mu sebagai wujud rasa syukur kami. 2. Ya Allah Tuhan Yang Maha Penerang, terangkanlah hati kami siswa-siswi untuk selalu berprestasi dalam menuntut ilmu untuk perkembangan bangsaku Indonesia tercinta. 3. Ya Allah Tuhan Yang Maha Pembimbing, bimbinglah kami, orangtua kami, Bapak Ibu Guru kami, dan Pemimpin-pemimpin kami ke jalan yang benar. 4. Ya Allah Tuhan Yang Maha Mengetahui, kami tahu apa yang kami perbuat saat ini dan kami akan perbaiki apa yang telah kami perbuat saat ini untuk yang akan datang atas ridlomu Ya Allah. 5. Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengampun, ampunilah dosa-dosa kami, dosa-dosa Bapak Ibu kami, dosa-dosa Bapak Ibu guru kami, dan dosa-dosa para pejuang pendahulu kami. 6. Ya Allah Tuhan Yang Maha Memberi, kabulkanlah doa kami. Amin. Bacalah teks tersebut dengan intonasi yang baik dan benar. Intonasi atau lagu kalimat dalam teks dibaca sesuai dengan kaidah-kaidah tanda baca dan bentuk teks. Untuk memudahkan Kamu dalam membaca teks, alangkah baiknya jika teks diberi penanda terlebih dahulu.

22

Penanda yang perlu diketahui di antaranya sebagai berikut: = meninggi = merendah = berhenti sejenak ( , ) = berhenti agak lama ( . ) Perhatikanlah contoh teks UUD '45 pada alinea pertama berikut! UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 (dibaca: SERIBU SEMBILAN RATUS EMPAT PULUH LIMA)

PEMBUKAN

Bahwa sesungguhnya

kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa

dan oleh sebab itu, maka dan

penjajahan tersebut dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan perikeadilan.

Rangkuman 1. Teks perangkat upacara terdiri dari a. Teks Pembukaan UUD 1945 b. Teks Janji Siswa c. Teks Doa 2. Teks perangkat upacara dibacakan pada saat kegiatan upacara bendera baik hari Senin ataupun hari besar lainnya. 3. Pembacaan teks harus dengan intonasi yang baik dan benar. 4. Untuk memudahkan pembacaan, sebaiknya teks diberi penanda. 6. Tugas 3 Lanjutkan penandaan pada teks UUD 1945 alinea kedua sampai dengan alinea keempat!

23

C. PENUTUP Upaya menyelesaikan modul ini tidak sia-sia. Semoga dalam mengikuti tes akhir modul tidak mengalami kesulitan, tentunya kembali kepadamu. Kalau Kamu rajin mengikuti petunjuk modul ini tentu akan berhasil. Selesai kegiatan ini, berarti Kamu telah mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian, Kamu telah dapat menjawab pertanyaan isi bacaan, menemukan kata tertentu dalam kamus dan mengetahui maknanya, serta mampu mengidentifikasikan berbagai teks perangkat upacara dan mampu membacakan dengan intonasi yang tepat. Jika seluruh kegiatan beserta tugas-tugasnya telah Kamu selesaikan dengan baik, segeralah Kamu minta tes akhir modul kepada Bapak/Ibu Guru Pamongmu. Selamat bekerja dan berdoalah kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga berhasil.

24

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Bobon Turbansyah Desa Cibeunying, Cibodas, Lembang, Bandung 1980 Bobon tekun menggarap perkebunan sayurnya Jepang Horenso (bayam), nasubi (terong), edamame (kedelai), kyuri (timun) Hawanya sejuk Swalayan-swalayan di Jakarta Ide pokok paragraf 1. Kesibukan Bobon setiap pagi 2. Kisah Bobon 3. Tawaran kerja sama dari BLPP dan konsultan Jepang 4. Penjualan sayur hasil panen 5. Menjadikan petani kecil sebagai mitra 6. Petani lain tertarik menjadi mitra Bobon 10. Bobon Turbansyah (53) pria kelahiran Desa Cibeunying, Cibodas, Lembang, Bandung, telah berhasil dalam mengelola perkebunan sayurnya. Ia menggarap perkebunannya dengan tekun semenjak tahun 1980. berkat keberhasilannya ia diajak bekerja sama oleh konsultan Jepang. Akhirnya banyak petani di sekelilingnya yang tertarik menjadi mitra. Tugas 2 No Kata sukar kualitas Makna kata Kalimat

1

tingkat baik buruknya Harga suatu barang yang mahal tidak sesuatu hasil, hasil kerja menjamin kualitas yang baik Produk luar negeri lebih banyak diminati daripada produk dalam negeri Barang-barang yang akan diperdagangkan, dikemas dengan baik, agar terlihat menarik

2

produk

3

dikemas

diatur rapi-rapi

25

Tugas 3

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia yang berbahagia dengan selamat sentosa

telah sampailah kepada saat ke

menghantarkan rakyat Indonesia

depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, berdaulat, adil dan makmur.

yang merdeka, bersatu,

Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu

untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia

yang melindungi segenap bangsa Indonesia

dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam

suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia Ketuhanan Yang Maha Esa, Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan

dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam

Permusyawaratan /Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

26

IND.VII.1.2.03

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: : : :

Bahasa Indonesia VII 1 (satu) 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

BUKU HARIAN IND.VII.1.M.03 Buku Harian

Penulis Pengkaji Materi Pengkaji Media

: Dra. Sunaryati : Prof. Dr. Ahmad HP Drs. H. Nasruddin, M.Pd. : Dr. Nurdin Ibrahim

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Dalam modul kali ini, Kamu akan mempelajari sebuah topik yang sangat menarik, yaitu buku harian. Melalui topik ini, diharapkan Kamu dapat mencatat kejadian menarik ke dalam buku harian, serta menceritakan pengalaman yang paling menarik mengesankan. Untuk mencapai kedua tujuan tersebut, Kamu akan mempelajari dua materi. Materi pertama, pencatatan kejadian yang menarik dalam buku harian. Sedang materi kedua menceritakan pengalaman yang paling mengesankan. Apabila Kamu membaca dengan teliti dan sungguh-sungguh, kedua materi itu akan Kamu kuasai dengan mudah. Jangan lupa, setiap kegiatan ada tugas yang harus Kamu selesaikan. Bila mengalami kesulitan Kamu boleh berdiskusi dengan teman-temanmu. Boleh juga Kamu bertanya pada Guru Pamongmu. Apabila kedua tugas itu sudah Kamu selesaikan, sudah Kamu kuasai, berarti kedua tujuan itu sudah kamu capai. Waktu untuk mempelajari dua materi dalam modul ini hanya 4 x 40 menit, termasuk tes akhir modul. Gunakan waktu itu untuk mempelajari modul ini dengan penuh kesungguhan. Bila ada kesungguhan, nilaimu pasti akan memuaskan. Selamat belajar.

29

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Pencatatan Kejadian Menarik ke dalam Buku Harian 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan pikiran dan pengalaman dalam buku harian dan surat pribadi. 2. Kompetensi Dasar Menulis buku harian atau pengalaman pribadi dengan memperhatikan cara pengungkapan dan bahasa yang baik dan benar 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu menulis pengalaman, dan perasaan pada buku harian dengan memperhatikan cara pengungkapan dan tidak lupa mencantumkan waktu penulisan 2. Mampu menuliskan dengan bahasa ekspresif 4. Materi Pokok Pencatatan Kejadian Menarik ke dalam Buku Harian. 5. Uraian Materi Dalam kehidupan sehari-hari, tentu Kamu pernah melihat berbagai macam buku. Misalnya buku pelajaran, buku ilmu pengetahuan, buku cerita, buku harian dan sebagainya. Salah satu kegiatan yang Kamu pelajari dalam modul ini adalah mencatat kejadian yang menarik ke dalam buku harian. Apakah yang dimaksud dengan buku harian? Mungkin Kamu sudah memahaminya. Buku harian adalah buku tulis yang berisi catatan tentang kegiatan seseorang yang biasa dilakukan. Isi buku harian biasanya tentang pengalaman yang mengesankan. Pengalaman itu bisa menggembirakan dan bisa juga yang menyedihkan. Catatan-catatan kecil itu dapat Kamu kembangkan menjadi sebuah kerangka karangan. Kerangka itu nantinya dapat Kamu kembangkan menjadi sebuah karangan yang menarik, dan akan menjadi catatan dalam buku harian. Nah, perhatikanlah langkahlangkah yang dilakukan oleh temannya Zainal untuk mencatat kejadian yang menarik. 1. Membuat kerangka catatan buku harian berdasarkan pengalaman yang menarik. a. membantu usaha ayahnya berdagang 1). sudah lima tahun lamanya 2). banyaknya makan asam garam 3). sering kena razia 4). menempati kios penampungan sementara b. Pengalaman berdagang 1). dibantu dua orang adiknya 2). tetap menjadi pedagang kaki lima 3). tidak mengeluh 4). selalu bersyukur

30

Berdasarkan kerangka itu, temannya Zainal Arifin dapat mengembangkan gagasannya menjadi catatan menarik di dalam buku harian. Nah, sekarang Kamu dapat membaca catatannya sebagai berikut. Zainal Arifin begitu nama temanku, telah membantu ayahnya berdagang pakaian jadi selama 5 tahun di Blok M. Tak heran jika dia banyak makan asam garam kehidupan pedagang kaki lima. Terkena razia bukan pengalaman baru baginya. Tetapi dia tetap tegar menjalankan usaha. Sekarang dia bisa lebih tenang, karena di tempat yang sekarang tidak akan dikejar-kejar petugas kamtib Kiosku yang sekarang merupakan tempat penampungan sementara, menunggu kios baru yang sedang dibangun di pasar Blok M, Kata Zainal. Di samping Zainal Arifin, yang membantu usaha ayahnya ialah kedua adiknya. Dia mempunyai empat orang adik. Semua sudah bersekolah. Hanya dua orang adiknya yang membantu berjualan, karena rumahnya cukup jauh dari lokasi berdagang. Walaupun sudah 5 tahun mereka berdagang, tetap saja menjadi pedagang kaki lima, mereka mengaku tidak pernah mengeluh. Bahkan selalu bersyukur kepada-Nya, berapa pun yang ia peroleh. Dikutip dan diubah seperlunya dari Potret-potret Tak Berbingkai Hal yang diungkapkan oleh temannya Zainal Arifin merupakan pengalaman yang menarik bagi dirinya. Ia melihat betapa bahagia sekali memperoleh kios baru. Semua itu dapat diperolehnya karena ia tidak pernah mengeluh. Zainal Arifin selalu bersyukur berapapun uang yang diperolehnya. Ia juga memperoleh kesan bahwa seseorang dalam berdagang tidak tergantung apakah ia seorang laki-laki atau perempuan. Semua itu tergantung dari keahlian orang tersebut dan ada usaha meningkatkan keahliannya itu. Untuk dapat menuliskan sesuatu yang menarik ke dalam buku harian. Kamu harus memiliki kemampuan. Kemampuan dapat dimiliki oleh siapa saja. Caranya, Kamu harus berlatih dengan sungguh-sungguh. Untuk dapat menulis kejadian tersebut ada beberapa hal yang perlu Kamu perhatikan, yaitu: ketepatan pemilihan kata, penggunaan kalimat efektif, penggunaan ejaan, dan pengembangan paragraf. 2. Ketepatan Memilih Kata Kata merupakan salah satu unsur dalam bahasa yang sangat penting. Dengan kata kata Kamu berpikir, menyatakan perasaan, serta gagasan. Dengan kata-kata orang menjalin persahabatan, melakukan perjanjian perdamaian, dan kerja sama. Tetapi sebaliknya, dengan kata-kata pula mungkin suatu pertengkaran, bahkan peperangan dimulai atau terjadi. Dalam memilih kata ada dua persyaratan pokok yang harus Kamu perhatikan yaitu ketepatan dan kesuaian. Persyaratan pertama ialah ketepatan menyangkut makna. Kata-kata yang Kamu pilih harus selalu tepat mengungkapkan pada yang ingin Kamu ungkapkan. Dengan demikian, maka pandangan atau pembaca juga menafsirkan kata-kata tersebut, seperti apa yang Kamu maksudkan. Persyaratan kedua adalah kesesuaian menyangkut kecocokan antara kata-kata yang dipakai dengan situasi.

31

Sebagai contoh, misalnya ada beberapa kata yang mempunyai makna yang sama atau mirip seperti kata pedagang, pengusaha, usahawan, saudagar. Kata-kata tersebut tentu digunakan dalam kalimat yang berbeda-beda. Misalnya sebagai berikut : c. Ayahku hanya seorang pedagang kaki lima d. Pak Arief pengusaha percetakan yang berhasil e. Sebagai usahawan yang terkenal, Pak Yanto selalu bersikap ramah pada karyawannya. f. Ibu Dewi seorang saudagar kain batik Tentu tidak tepat jika kata usahawan ditukar dengan kata pedagang kaki lima, dari contoh kalimat tersebut. 3. Penggunaan Kalimat Efektif Setiap gagasan pikiran yang Kamu miliki pada praktiknya harus dituangkan ke dalam bentuk kalimat. Kelengkapan unsur sebuah kalimat sangat menentukan kejelasan kalimat. Oleh sebab itu sebuah kalimat harus memiliki subyek dan predikat. Kalimat yang benar dan jelas akan dengan mudah dipahami orang lain secara tepat. Kalimat yang demikian disebut kalimat efektif. Syarat pertama sebuah kalimat efektif, mempunyai struktur yang baik. Artinya kalimat itu harus memiliki unsur-unsur subyek dan predikat. Bisa ditambah dengan objek dan keterangan. Sebagai contoh : a. Zainal Arifin subyek Aku subyek Rumahku subyek Aku subyek Begitu namaku. predikat menjalankan predikat usahaku objek

b

Tetap tegar keterangan

c

Cukup jauh dari predikat mencoba meningkatkan predikat

Lokasi berdagang. keterangan tempat Usahaku. objek

d

Dari contoh-contoh tersebut jelaslah bahwa setiap kalimat memiliki struktur yang benar dan jelas. Setiap kata atau kelompok kata harus jelas fungsinya dalam kalimat. Sebuah kalimat biasanya memberikan sebuah kejadian atau peristiwa. Kejadian atau peristiwa yang berurutan hendaknya dipersatukan agar urutannya tergambar masuk akal (dengan logis). Urutan yang logis dapat disusun secara kronologis atau disusun menurut urutan waktu. Penataan urutan makin lama makin penting atau dengan menggambarkan suatu proses. Di samping itu, unsur penting lain yang perlu diperhatikan dalam pembentukan kalimat efektif ialah kehematan. Kehematan dalam kalimat efektif merupakan kehematan dalam pemakaian kata atau kelompok kata sebagai contoh : a. Bila terkena razia bukanlah merupakan pengalaman yang baru bagiku. b. Tetapi aku selalu tetap dalam keadaan tegar dalam menjalankan usahaku.

32

Kedua kalimat itu dapat dijadikan kalimat efektif. Caranya dengan menghilangkan kata-kata yang tidak diperlukan. Kalimat tersebut dapat diperbaiki sebagai berikut: a. Razia bukanlah merupakan pengalaman yang baru bagiku. b. Aku tetap tegar dalam menjalankan usahaku. 4. Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca Gagasan yang dituangkan dalam bentuk tulisan, di samping harus dapat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, harus pula ditunjang oleh penerapan penulisan (ejaan) yang berlaku dalam bahasa Indonesia, yaitu Ejaan Yang Disempurnakan. Tanda baca sangat berperan dalam penulisan. Adanya tanda baca, akan membantu pembaca memahami sebuah tulisan dengan tepat. Sebaliknya, tidak adanya tanda baca akan menyulitkan pembaca memahami suatu tulisan, bahkan mungkin dapat mengubah pengertian suatu kalimat. Sebagai contoh, coba Kamu perhatikan penulisan sebuah paragraf berikut ini ! Contoh 1 MUTIARA TERSAPUT DEBU Sosok para penjual emas yang ada di kompleks pasar Senen bukanlah pemandangan asing bagiku, setidaknya ketika aku pergi atau pulang sekolah. Sekilas aku sering melihat mereka duduk di balik kota kayunya terkantuk-kantuk menunggu orang menjual atau membeli emasnya, tak lebih dari itu. Kini, setelah mewawancarai mereka aku memandang mereka dengan kekaguman dan simpati penuh tercurah pada sosok-sosok sederhana tersebut. Ternyata aku menyaksikan keagungan para ibu dan keperkasaan mereka sebagai perempuan di tengah persaingan keras hidup di Jakarta.Dikutip dan diubah seperlunya dari Potret-potret Tak Berbingkai

Dapatkah Kamu memahami tulisan tersebut? Mungkin dapat, tetapi agak sulit. Sekarang coba Kamu baca kembali paragraf perbaikan di bawah ini: Contoh 2 MUTIARA TERSAPUT DEBU Sosok para penjual emas yang ada di kompleks Pasar Senen bukanlah pemandangan asing bagiku. Setidaknya, ketika aku pergi atau pulang sekolah. Sekilas aku sering melihat mereka duduk di balik kotak kayunya, terkantuk-kantuk menunggu orang menjual atau membeli emasnya. Tak lebih dari itu. Kini setelah mewawancarai mereka, aku memandang mereka dengan kekaguman dan simpati penuh tercurah pada sosok-sosok sederhana tersebut. Ternyata aku menyaksikan Keagungan para ibu dan keperkasaan mereka sebagai perempuan, di tengah persaingan keras hidup di Jakarta.Dikutip dan diubah seperlunya dari

Potret-potret Tak Berbingkai

33

Perhatikan dengan cermat paragraf pada contoh 2. Paragraf tersebut sudah diperbaiki dari segi ejaan dan tanda bacanya. Menjadi lebih mudah dimengerti, bukan? 5. Pengembangan Paragraf Paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam suatu karangan. Dalam paragraf terkandung satu buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut. Setiap paragraf akan didukung oleh kalimat utama, kalimatkalimat penjelas sampai kepada kalimat penutup. Himpunan kalimat ini saling bertalian dalam satu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. Berdasarkan tujuan, paragraf dapat dibedakan menjadi : 1. Paragraf Pembuka Paragraf pembuka berperan sebagai pengantar untuk sampai kepada masalah yang akan diceritakan. 2. Paragraf Penghubung Paragraf penghubung berisi inti persoalan yang akan dikemukakan. Oleh sebab itu, antara paragraf dengan paragraf harus saling berhubungan secara logis. 3. Paragraf Penutup Paragraf penutup mengakhiri sebuah karangan. Biasanya paragraf ini berisi kesimpulan dari paragraf penghubung. Dalam mengembangkan paragraf tersebut, ada persyaratan yang harus Kamu perhatikan, yaitu : a. Kesatuan, maksudnya semua kalimat yang membangun paragraf itu harus terpadu harus terjadi bentuk/satu kesatuan. b. Koherensi, maksudnya semua ide rincian membangun sebuah paragraf harus saling berhubungan secara utuh c. Kelengkapan, maksudnya sebuah paragraf dibangun oleh satu kalimat utama dapat diperinci dengan beberapa kalimat penjelas serta lengkap. Setelah Kamu membaca catatan buku harian temannya Zainal Arifin tersebut, coba sekarang Kamu berlatih untuk mencatat pengalaman yang menarik ke dalam buku harian. Pengalaman itu dapat beraneka ragam. Misalnya pengalaman mencoba resep masakan, menikmati keindahan alam, dan sebagainya. Jangan lupa tentukan dulu topik karangan itu, kemudian bentuk kerangka karangannya, lalu kembangkan kerangka tersebut menjadi karangan utuh. Mungkin Kamu dapat mencobanya. Hasil karanganmu tentu tidak harus sama dengan uraian dalam modul ini. Kamu boleh menuangkan pengalaman yang lebih menarik dan lebih indah lagi. Dalam menuangkan segala gagasanmu. Kamu dapat menggunakan kata sapaan aku atau saya Kata sapaan itu menunjukkan dirimu sendiri yang mempunyai dan menuliskan gagasan. Berdasarkan uraian dan contoh-contoh tersebut, ternyata mencatat kejadian yang menarik dalam buku harian mudah sekali. Setiap orang tentu akan mempunyai pengalaman yang menarik. Pengalaman itu mungkin tidak akan sama dengan pengalaman orang lain. Apabila Kamu sudah memahami uraian dan penjelasan materi ini, lanjutkan kegiatanmu untuk mengerjakan tugas pada modul ini.

34

Kosakata kios pedagang kali lima razia tegar Blok M Kamtib kalimat efektif Rangkuman 1. Buku harian adalah buku tulis yang berisi catatan tentang kegiatan, kejadian yang mengesankan yang dialami oleh seseorang 2. Kejadian yang mengesankan maksudnya segala peristiwa atau kejadian yang menyenangkan, menyukakan hati karena indahnya, cantiknya, bagusnya sesuatu yang dialami, didengar, dilihat, dan sebagainya oleh seseorang. 3. Untuk dapat menuliskan sesuatu yang menarik ke dalam buku harian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu: a. ketepatan dalam memilih kata b. kalimat efektif c. ejaan dan tanda baca d. pengembangan paragraph 4. Berdasarkan tujuan pengembangan kerangka ada 3 macam paragraf yaitu : 2. paragraf pembuka 3. paragraf penghubung 4. Paragraf penutup 5. Dalam mengembangkan paragraf, ada persyaratan yang harus diperhatikan, yaitu: a. kesatuan b. koherensi c. kelengkapan 6. Tugas 1 Dalam kehidupan sehari-hari tentu Kamu mempunyai pengalaman yang menarik. Tugas yang harus Kamu kerjakan adalah menuliskan pengalamanmu yang menarik ketika pertama kali Kamu mengikuti cara belajar SMP Terbuka. Setelah Kamu kerjakan di kertas folio (kertas lain) suruhlah temanmu membaca dan mintalah tanggapannya. : : : : : : : rumah kecil tempat berjualan orang yang berjualan di muka toko atau di pinggir jalan penangkapan beramai-ramai tabah nama tempat di Jakarta petugas keamanan/ketertiban kalimat yang tepat dan tidak panjang

35

Kegiatan 2: Pengalaman yang Paling Berkesan 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan pengalaman dan informasi melalui kegiatan bercerita dan menyampaikan pengumuman 2. Kompetensi Dasar Menceritakan pengalaman yang paling mengesankan dengan menggunakan pilihan kata dan kalimat efektif 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu menceritakan pengalaman yang paling mengesankan dengan menggunakan pilihan kata dan kalimat yang menarik sehingga pendengar bisa membayangkan suasana yang diceritakan. 4. Materi Pokok Pengalaman yang mengesankan 5. Uraian Materi Dalam kehidupan sehari-hari Kamu pernah mengalami kejadian atau peristiwaperistiwa tertentu. Peristiwa atau kejadian tersebut sering kita kenang atau kita ingat kembali. Selain kita ingat, sering pula ingin kita ceritakan kepada orang lain. Cerita tentang pengalaman atau peristiwa yang mengesankan, peristiwa yang menyedihkan, ada juga peristiwa yang menjengkelkan. Bercerita tentang peristiwa berarti belajar untuk mengungkapkan nilai humor atau lucu, nilai kegembiraan, nilai kejengkelan, bahkan kesedihan sekalipun. Jadi cerita pengalaman ada yang berisi kegembiraan, kegalauan, kecemasan atau kejengkelan dan kesedihan. Mari kita ikuti cerita berikut. Pernahkah Kamu melihat kereta api? Hampir sebagian wilayah di Pulau Jawa dan Sumatera, masyarakatnya telah melihat, memanfaatkan alat transportasi yang paling banyak menampung penumpang di darat. Salah seorang penumpang kereta di Stasiun Senen Jakarta mengetak-ketuk pintu kereta minta mau turun. Ketika naik, karena di kereta dipasang karpet, sandal yang digunakan dilepas di tangga. Kontan saja penumpang lain terkekeh-kekeh, ada pula yang tersenyum dan bahkan ada yang tertawa terbahak-bahak. Tetapi di samping duduk saya, bapak-bapak terbengong-bengong dan bertanya dan bertanya pada penumpang tersebut, dijawabnyalah bahwa sandal tertinggal di peron Stasiun Senen, sementara kereta sudah merambat sampai Stasiun Jatinegara. Terlihat olehnya teriakan untuk saudaranya yang mengantar agar sandal diambilkan dan disusulkan kepadanya

36

Cerita tersebut mengisahkan beraneka ragam perasaan seperti: Kesedihan bagi si penumpang karena sandalnya tertinggal Kemarahan bagi penumpang lainnya yang berdekatan karena kaget dan terkejut karena ada teriakan Kegembiraan bagi penumpang lain yang benar-benar mengetahui kegelian dan kelucuan atas peristiwa tersebut Bagaimana perasaan penumpang yang menjadi tokoh utama? Pilihan Kata Dari cerita tersebut dapat kita simak kembali kata-kata: 1. Mengetak-ketuk pintu, berteriak minta turun 2. Karpet 3. Sandal 4. Terkekeh-kekeh 5. Terbahak-bahak 6. Terbengong-bengong Kata-kata tersebut dapat membayangkan suasana kejengkelan, kelucuan, keterkejutan, kesedihan, dan spontanitas balik. Rangkuman 1. Bercerita pengalaman agar mengesankan hendaknya dapat memilih kata-kata yang tepat agar pendengar dapat membayangkan suasana yang diceritakan atau suasana seperti yang kita maksud atau kita ceritakan. 5. Pengalaman yang paling mengesankan dapat berupa peristiwa menyenangkan /menggelikan/mencengangkan atau yang menjengkelkan. 6. Tugas 2 Ceritakan secara lisan di depan temanmu secara bergantian tentang kejadian atau peristiwa yang dianggap paling mengesankan.

37

C. PENUTUP Kamu telah mempelajari modul Bahasa Indonesia yang berjudul Buku Harian, melalui modul ini Kamu memperoleh keterampilan untuk menuliskan hal-hal yang menarik dalam buku harian. Kejadian yang menarik maksudnya segala peristiwa yang menyenangkan, memikat, menggairahkan hari seseorang. Hal-hal seperti itu dapat Kamu peroleh karena melihat, mendengar, atau mengalami sendiri. Ada satu lagi keterampilan yang Kamu peroleh melalui buku ini, yaitu menceritakan pengalaman yang paling mengesankan dengan menggunakan pilihan kata dan kalimat efektif. Dengan menguasai kedua materi dalam modul ini, berarti kedua tugas dapat Kamu kerjakan. Berarti pula kedua tujuan yang diharapkan dalam modul ini sudah Kamu raih. Untuk itu, selamat atas keberhasilanmu menyelesaikan semua tugas. Kamu boleh mencocokkan jawabanmu dengan jawaban modul ini. Bila berbeda jangan kecewa, ulangi mempelajari sekali lagi/membaca sekali lagi. Setelah itu masih ada satu tugas lagi yang harus Kamu selesaikan, yaitu tes akhir modul. Segeralah minta tes akhir modul ini kepada Guru Pamongmu. Semoga nilaimu memuaskan!

38

D. KUNCI TUGAS Alternatif jawaban Tugas 1 Setelah menamatkan pelajaran di tingkat SD, saya mendapat kesempatan untuk melanjutkan pelajaran ke SMP Terbuka. Saya merasa beruntung dan bahagia sekali dapat belajar walaupun hanya seminggu sekali saya datang ke sekolah induk. Semula saya agak ragu dan bertanya dalam hati saya sendiri, apakah bisa mengikuti pelajaran dengan cara seperti itu ? Rasanya tidak mungkin aku belajar sendiri apalagi setiap hari saya harus membantu ayah bekerja di sawah. Ada pengalaman yang sangat menarik bagiku. Pertama kali aku membaca modul, aku tertawa seorang diri. Bahasa modul sangat berbeda dengan bahasa buku-buku yang sudah aku pelajari. Dengan membaca modul, seolah-olah aku berhadapan dengan seorang guru yang sedang menerangkan pelajaran. Untuk memahami isi buku itu, aku harus membacanya berulang kali. Aku mencoba mengerjakan tugas seorang diri, walaupun terasa sulit. Pada saat berhadapan dengan guru pembimbing, semula aku malu untuk bertanya, padahal materi-materi banyak yang tidak kumengerti. Aku paksakan diriku untuk mengangkat tangan menanyakan kesulitan-kesulitan yang kuhadapi. Aku puas mendengar penjelasan guru pembimbingku. Kesulitan-kesulitan itu terjawab, semua tugas dapat aku selesaikan. Semua itu menambah semangatku untuk rajin membaca modul dan datang ke TKB. Melalui sekolah ini, aku ingin meraih cita-citaku menjadi insinyur pertanian untuk membangun desaku. Tugas 2 Ketika aku berdarmawisata ke pantai Pangandaran, aku mempunyai pengalaman yang indah dan menyenangkan. Perahu motor yang membawa para wisatawan bergerak maju dan semakin jauh ke tengah laut. Perahu sedikit oleng ke kiri, oleng ke kanan. Ngeri rasanya, hati pun berdebar-debar. Rupanya ombak menyapa kami dengan ramah dan santun seakan-akan berkata, Akulah penguasa di laut selatan ini! Tebaran hati bercampur kagum melihat pemandangan yang indah dan mempesona. Rasanya ingin berlama-lama di tengah laut, menikmati deburan ombak.

39

IND.VII.1.2.04

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: : : :

Bahasa Indonesia VII 1 (satu) 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

PENGUMUMAN IND.VII.1.M.04 Pengumuman

Penulis Pengkaji Materi Pengkaji Media

: Drs. Jajang Halim Drs. Sunaryati : Dr. Ahmad HP., M.Pd. Drs. H. Nasruddin, M.Pd. : Dr. Nurdin Ibrahim

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Selamat atas keberhasilanmu menyelesaikan modul yang lalu secara baik. Kini Kamu akan mempelajari modul baru dengan topik kerja bakti. Modul yang bernomor IND.VII.I.2.04 ini diberi judul Pengumuman. Pada kegiatan pertama, Kamu akan mempelajari materi tentang penyusunan pengumuman, kedua dalam pembelajaran ini akan mempelajari pembetulan atau perbaikan kesalahan ejaan dan tanda baca yang terdapat pada pengumuman, kegiatan ketiga kamu akan menyampaikan pengumuman yang telah dibuat. Dengan mempelajari materi pelajaran tersebut, pada akhir kegiatan pertama di modul ini Kamu diharapkan dapat menyusun pengumuman dengan baik dan benar. Pada akhir kegiatan pembelajaran kedua, Kamu diharapkan dapat memperbaiki kesalahan ejaan dan penggunaan tanda baca yang terdapat pada pengumuman. Setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran ketiga, Kamu juga diharapkan dapat menentukan kalimat efektif (berdasarkan kelengkapan fungsi dan sintaksisnya). Kemudian dalam menyampaikan pengumuman yang harus diperhatikan adalah intonasi, artikulasi, lafal, dan jeda. Bahan yang akan Kamu perlukan untuk mencapai keberhasilan tercapainya tujuan pembelajaran tersebut adalah contoh-contoh pengumuman, terutama yang penulisan kata dan penggunaan tanda bacanya tidak tepat, sekaligus dengan contoh perbaikannya. Pengumuman yang kalimatnya tidak efektif (karena fungsi sintaksisnya tidak lengkap) juga merupakan bahan pelajaran yang Kamu pergunakan. Selain itu, bahan pelajaran tersebut perlu dilengkapi dengan contoh perbaikan kalimat yang tidak efektif Contoh katakata bersinonim yang digunakan dalam kalimat beserta perbaikannya akan pula dipergunakan sebagai bahan pelajaran di modul ini. Seperti telah disinggung-singgung tersebut secara sepintas, jumlah kegiatan pembelajaran yang harus Kamu selesaikan dalam modul ini ada empat kegiatan pokok. Dan semua kegiatan tersebut untuk penyelesaian Tes Akhir Modul yang harus selesai dalam jangka waktu selambat-lambatnya tiga jam, yakni sebanyak empat jam pelajaran (4 x 40 menit) Pelajarilah modul ini dalam suasana yang tenang dan dengan perasaan yang gembira. Hanya dengan situasi seperti itulah pelajaran lebih mudah dipahami. Bila Kamu mendapatkan hambatan-hambatan, temuilah guru pamongmu. Mudah-mudahan ada waktu untuk membantumu. Selamat belajar, semoga berhasil dan memuaskan!

43

B. KEGIATAN BELAJARKegiatan 1 : Penyusunan Pengumuman 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan pikiran dan pengalaman dalam buku harian dan surat pribadi. 2. Kompetensi Dasar Menulis teks pengumuman dengan bahasa yang efektif, baik dan benar. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu menulis pengumuman dengan Bahasa yang efektif dan komunikatif. 4. Materi Pokok Penyusunan Pengumuman. 5. Uraian Materi Naskah pengumuman adalah surat yang berisi pemberitahuan mengenai suatu hal penting atau kegiatan yang perlu diketahui oleh seluruh warga (anggota suatu kelompok atau organisasi/lembaga) agar informasinya diketahui dan dilaksanakan oleh orang yang berkepentingan. Pengumuman berbeda dengan pemberitahuan biasa, karena sifatnya yang resmi. Hal ini ditandai dengan adanya kepala surat dan tanggal pembuatan serta penanggungjawab atau pembuat pengumuman. Pernahkah Kamu melihat dan membaca naskah pengumuman di sekolah atau di rumahmu? Hal atau kegiatan apa yang diutarakan dalam pengumuman tersebut? Mungkin, di sekolah Kamu membaca pengumuman tentang pelaksanaan upacara bendera memperingati HUT RI. Walaupun Kamu sekolah sore dan hari libur, Kamu diwajibkan datang pagi hari untuk mengikuti Upacara Kenaikan Bendera Memperingati HUT Ke-51 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di rumah, mungkin Kamu pernah membaca pengumuman yang ditujukan kepada ayahmu bahwa pada hari Minggu warga desamu harus bekerja bakti. Seperti penulisan surat-surat resmi lainnya, naskah pengumuman juga harus dibuat dengan menggunakan ejaan yang benar, tidak menggunakan bahasa yang berbelit-belit agar dapat dimengerti dengan mudah oleh orang yang membacanya. Bahasa pengumuman pun harus baik. Artinya harus sopan dan bersahaja. Bagaimana caranya menyusun pengumuman yang baik, tepat, dan benar? Penyusunan pengumuman biasanya mengikuti langkah-langkah tertentu. Pertama, penyusun harus mendaftarkan ide-ide pokok. Setelah itu, ia menyusun ide-ide pokok tersebut menjadi kerangka pengumuman. Dan langkah terakhir adalah mengembangkan kerangka pengumuman menjadi naskah pengumuman. Tahukah Kamu bagaimana caranya menyusun daftar ide pokok pengumuman? Daftar ide pokok pengumuman biasanya terdiri dari : 1. Macam atau jenis pengumuman (Jawaban dari, Hal atau kegiatan penting apa yang akan diumumkan?) 2. Sasaran atau penerima pengumuman (Jawaban dari, Kepada siapa, hal atau kegiatan tersebut diutarakan/ditujukan?)

44

3. Latar belakang (jawaban dari, Dalam rangka apa, pengumuman itu dibuat atau dalam rangka apa, kegiatan itu diadakan?) 4. Pelaksanaan kegiatan atau hal yang diutamakan (Jawaban dari, Kapan (hari, jam, tanggal) dan dimana tempat pelaksanaan kegiatan?) 5. Penutup (Jawaban dari, Apa harapan atau keinginan yang membuat pengumuman?) 6. Tempat dan tanggal pembuatan pengumuman 7. Nama jelas (jika perlu dengan jabatan) orang yang membuat pengumuman. Di bawah ini, akan disajikan cara menyusun naskah pengumuman tentang penghargaan kepada calon peserta lomba cerdas cermat. Pertama, Kamu harus menyusun daftar ide pokok dalam kerangka pengumuman. Kerangka pengumuman yang Kamu susun, misalnya daftar ide pokok berikut ini : 1. Jenis pengumuman 2. Sasaran 3. Latar belakang 4. Pelaksanaan kegiatan pengarahan : Pengarahan Calon Peserta Cerdas Cermat. : Siswa SMP Kejar Jaya yang mendaftarkan diri untuk ikut serta dalam lomba cerdas cermat : Dalam rangka Persiapan menghadapi Lomba Cerdas Cermat Antar Pelajar SMP se-Kecamatan : Senin 30 Oktober 2006 Pukul 11.30 WIB. Tempat Ruang Serba Guna SMP Kejar Jaya, Batulonjong, Jakarta Timur : Calon peserta lomba diharap hadir tepat waktu : Jakarta, 27 Oktober 2006 : Wakil Kepala Sekolah SMP Kejar Jaya atas nama Kepala Sekolah.

5. Penutup 6. Tempat dan tanggal pembuatan 7. Pembuat pengumuman

Setelah kerangka pengumuman tersusun, langkah selanjutnya Kamu mengembangkan kerangka tersebut menjadi naskah pengumuman dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

45

SMP KEJAR JAYAJalan Kasur, Kel. Batulonjong, Kec. Sukamutu Jakarta Timur Telepon 800901

PENGUMUMANPengarahan Kepada Calon Peserta Lomba Cerdas Cermat Dalam rangka persiapan menghadapi lomba Cerdas Cermat antarpelajar se-kecamatan Sukamutu, Kepala Sekolah SMP Kejar Jaya akan mengadakan pengarahan kepada calon peserta lomba cerdas cermat yang akan dilaksanakan pada : hari tanggal pukul tempat : : : : Senin 30 Oktober 2006 11.30 WIB Ruang Serba Guna SMP Kejar Jaya Jalan Kasur No. 5 Kelurahan Batulonjong, Kec. Sukamutu Jakarta Timur

Calon peserta lomba yang telah mendaftarkan diri diharapkan hadir tepat pada waktunya. Semua calon peserta juga diharapkan mempersiapkan diri karena akan diadakan pula penyeleksian untuk mewakili sekolah kita dalam lomba cerdas cermat se-kecamatan Sukamutu. Jakarta, 27 Oktober 2006 Kepala SMP Kejar Jaya

a.n.

Drs. Syaifudin Gojali Wakil Kepala SMP Kejar Jaya Dengan penjelasan dan contoh tersebut, kiranya Kamu dapat memahami langkahlangkah menyusun naskah pengumuman. Untuk mengetahui apakah Kamu sudah dapat membuat naskah pengumuman, Kamu diminta untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran ini dengan menjawab tugas berikut. Selamat berlatih!

46

Kosakata daftar ide pokok kerja bakti kepala surat : catatan sejumlah hal yang dianggap penting dan disusun berderet dari atas ke bawah secara berurutan. : kerja bergotong royong tanpa pamrih untuk kepentingan bersama : bagian yang tertera atau terletak tersebut surat dan berisi tentang nama, alamat, simbol organisasi, dan keterangan lainnya mengenai instansi atau perusahaan yang mengirim surat. : maksud yang tersembunyi dalam memenuhi kegiatan untuk memperoleh keuntungan pribadi.

pamrih

Rangkuman 1. Naskah pengumuman adalah surat yang berisi pemberitahuan mengenai suatu hal penting yang perlu diketahui oleh seluruh warga (anggota kelompok organisasi atau lembaga) agar informasinya diketahui dan dilaksanakan oleh orang banyak (anggota) yang berkepentingan. 2. Pengumuman berbeda dengan pemberitahuan biasa, karena sifatnya yang resmi. Hal ini ditandai dengan adanya kepala surat, tanggal pembuatan, dan penanggungjawab atau pembuat pengumuman. 3. Langkah-langkah penyusunan pengumuman yakni: a. Mendaftar ide pokok b. Menyusun ide-ide pokok menjadi kerangka pengumuman dan 4. Mengembangkan kerangka pengumuman menjadi naskah pengumuman Daftar ide pokok dalam kerangka pengumuman, biasanya terdiri dari: a. jenis/macam pengumuman b. sasaran/penerima pengumuman c. latar belakang diadakannya suatu kegiatan atau pengumuman d. waktu dan tempat pelaksanaan e. penutup berupa harapan atau keinginan pembuat pengumuman f. tempat dan tanggal pembuatan pengumuman, dan g. nama jelas pembuat pengumuman (penanggungjawab) 6. Tugas 1 Buatlah sebuah naskah pengumuman pelaksanaan kerja bakti dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar berdasarkan ide-ide pokok di bawah ini! 1. Jenis/macam pengumuman 2. Sasaran 3. Latar belakang : pelaksanaan kerja bakti : warga desa Sukalongok : dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih dan indah, serta menyambut HUT ke-51 Ibu Kota Jakarta Raya. 4. Waktu dan tempat pelaksanaan : Minggu, 13 Juli 2006 jam 07.30-10.30 WIB di lingkungan tempat tinggal masing-masing. 5. Penutup : (a) harap semua warga melaksanakan kerja bakti

47

(b) membawa peralatan kerja (pacul, sekop, arit/sabit, sapu dan pengki) 6. Tempat dan tanggal pembuatan pengumuman : Jakarta, 9 Juni 2006 7. Pembuat pengumuman/ Penanggung jawab : H. Petet Titian (Lurah Desa Sukalongok) Setelah selesai mengerjakan tugas 1, Kamu dapat melanjutkan pelajaran di modul ini pada kegiatan 2. Adapun kegiatan yang akan Kamu lakukan adalah memperbaiki kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca yang terdapat pada sebuah pengumuman. Selamat meneruskan kegiatan belajarmu, semoga dapat berhasil dengan baik, tanpa rintangan yang berarti.

Kegiatan 2 : Perbaikan Kesalahan Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca pada pengumuman. 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan pikiran pengalaman dalam buku harian dan surat pribadi 2. Kompetensi Dasar Menulis teks pengumuman dengan bahasa yang efektif, baik dan benar 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Kompetensi Mampu menyunting karangan sendiri atau orang lain dengan memperhatikan ketepatan ejaan, tanda baca, pilihan kata keefektifan kalimat, dan kepaduan paragraph. 4. Materi Pokok Materi yang akan Kamu pelajari dalam kegiatan 2 ini. 5. Uraian Materi Naskah pengumuman biasanya disampaikan untuk diketahui oleh khalayak, atau warga yang menjadi sasaran pemberitahuan. Itulah sebabnya, penyusunan pengumuman cenderung mementingkan isinya (informasi) dibandingkan dengan bentuknya (tulisan atau ejaan) Karena pengumuman bersifat resmi (formal), sudah sepatutnya naskah pengumuman ditulis dengan berpedoman pada kaidah ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan. Jadi selain informasinya, ejaannya pun harus tepat. Ketepatan penulisan naskah pengumuman juga menunjukkan kecendikiaan penanggung jawab atau penyusun pengumuman. Berdasarkan pengamatan sepintas, penyusunan naskah pengumuman yang digunakan dalam masyarakat sering menyalahi ejaan naskah bahasa Indonesia. Kesalahankesalahan penulisan yang terdapat pada pengumuman biasanya tentang : 1. Penulisan kata 2. Penggunaan huruf kapital, dan 3. Pemakaian tanda titik dan tanda koma

48

Di bawah ini, akan disajikan cara memperbaiki kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca yang terdapat pada naskah pengumuman. Untuk itu, terlebih dahulu perhatikan pengumuman berikut ini.

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TERBUKA 209 Jalan Inpres, Kelurahan Tengah, Kramatjati Jakarta Timur Telepon 8009013 PENGUMUMAN Pertemuan Halal Bihalal Keluarga Besar S.M.P Terbuka Dalam rangka merayakan Hari Raya Idulfitri 1 syawal 1427 hijrah disekolah kita akan diadakan pertemuan Halal Bihalal keluarga besar S.M.P Terbuka 209 pada : Hari Tanggal Pukul Tempat : : : : sabtu 19 maret 2006 10.30 gedung serba guna S.M.P Terbuka 209 Jl. Inpres kelurahan tengah kramat jati Jakarta timur

Berkenaan dengan acara tersebut pada guru dan staf tata usaha di harapkan hadir untuk memanfaatkan kesempatan bersilahturahmi itu dengan sebaik-baiknya. Untuk yang sudah berkeluarga harap datang dengan keluarga. Atas perhatian saudara-saudara kami mengucapkan terima kasih. Jakarta, 9 Maret 2006. a/n Kepala S.M.P Terbuka 209

Husnadi, BA Wakil Kepala S.M.P 209 Selaku ketua penyelenggara Untuk memperbaiki kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca, Kamu harus mengklasifikasikan kesalahan. Artinya, kesalahan-kesalahan itu digolongkan berdasarkan jenisnya. Untuk naskah pengumuman tersebut, Kamu dapat menggolongkannya ke dalam empat jenis kesalahan. Pertama kesalahan penulisan kata, kedua kesalahan penggunaan huruf kapital, ketiga kesalahan penggunaan tanda baca titik, dan yang terakhir adalah kesalahan penggunaan tanda baca koma. Marilah kesalahan tersebut kita bahas satu demi satu.

49

a. Kesalahan Penulisan Kata Kata-kata pada naskah pengumuman itu yang ditulis tidak baku adalah : 1) Idul Fitri, 2) Hijrah, 3) Disekolah, 4) Halal Bihalal, dan 5) Di harapkan Kata Idul Fitri terdiri dari dua morfem bebas, yakni Idul dan fitri. Oleh sebab itu, penulisannya yang benar (baku) adalah Idul Fitri. Kata Hijrah mengandung arti berpindahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Medinah. Jadi bukan tahun 1427 Hijrah, tetapi tahun 1427 Hijriah, yakni tahun yang dimulai ketika Nabi Muhammad hijrah ke Medinah. Kesalahan penulisan kata yang berikutnya adalah kata disekolah. Kata disekolah terdiri dari dua kata, yakni kata depan (preposisi) di dan kata sekolah. Kata depan di harus ditulis terpisah dari kata benda yang mengikutinya. Contoh lain, adalah : di rumah, di kantor, di kota, dan di lereng gunung. Dengan demikian kata disekolah harus ditulis di sekolah. Jadi, di dan sekolah tidak ditulis serangkai. Kesalahan keempat adalah penulisan Halal Bihalal. Kata ini seharusnya ditulis halalbihalal yang artinya acara maaf memaafkan pada hari Lebaran. Kesalahan yang lain adalah penulisan kata di harapkan. Kata ini seharusnya ditulis serangkai, yakni diharapkan. Awalan di yang diikuti kata kerja pasif harus ditulis serangkai. Misalnya diumumkan, dimohon, diadakan, ditulis, dan dieja. Kesalahan penulisan kata kompleks dengan awalan di-memang banyak dilakukan orang. Kesalahan tersebut terjadi karena mencampuradukkan antara awalan di- dengan kata depan di. Padahal keduanya dapat dengan jelas dibedakan. Antara awalan di- dengan kata dasar tidak dapat disisipkan kata lain. Perhatikan contoh berikut ini! 1) dikandangkan tidak dapat dijadikan di dalam kandangkan 2) dikantongi tidak dapat dijadikan di luar kantongi Kelompok kata yang terbentuk dari kata depan di dan kata benda, ditulis terpisah karena di antara keduanya dapat disisipkan kata lain. Perhatikan contoh berikut ini! 1) di kandang dapat dijadikan di dalam kandang 2) di kantong dapat dijadikan di luar kantong Selain berbeda secara struktur, keduanya pun berbeda secara makna. Kata depan menunjukkan makna tempat, sedangkan awalan di- selalu menandai makna pasif artinya predikatnya berawalan di- selalu dikenai tindakan. b. Kesalahan Penggunaan Huruf Kapital/Huruf Besar Ada dua kesalahan dalam penggunaan huruf kapital. Tipe yang pertama adalah penulisan kata yang huruf pertamanya seharusnya ditulis dengan huruf kapital, tetapi ditulis dengan huruf kecil. tipe yang kedua adalah penulisan kata yang huruf pertamanya seharusnya ditulis dengan huruf kecil, tetapi ditulis dengan huruf kapital.

50

Kesalahan tipe pertama yang terdapat pada naskah pengumuman tersebut adalah : 1) syawal, 2) sabtu; 3) maret, 4) hijrah 5) jalan inpres kelurahan tengah Kramatjati Jakarta timur, dan 6) saudara-saudara Menurut kaidah ejaan bahasa Indonesia, huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari raya. Misalnya. Tahun Masehi Tahun Saka bulan Januari bulan Agustus Bulan Rajab Bulan Maulud Bulan Jumadilawal hari Senin hari Rabu hari Galungan hari Lebaran hari Natal

Berdasarkan kaidah ejaan tersebut, kata syawal, sabtu, maret, hijrah harus diperbaiki menjadi Syawal, Sabtu, Maret, dan Hijriah. Nama khas dalam geografi berdasarkan pedoman penulisan bahasa Indonesia, huruf awalannya harus ditulis dengan huruf kapital. Jadi, kesalahan (5) dapat diperbaiki menjadi Jalan Inpres, Kelurahan Tengah, Kramatjati, Jakarta Timur. Istilah-istilah kekerabatan yang digunakan sebagai sapaan, huruf pertamanya juga harus kapital, misalnya: Terima kasih atas perhatian Anda. Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu. Permohonan Bapak akan kami pertimbangkan. Karena kata saudara-saudara pada naskah pengumuman tersebut digunakan nomina penyapa (kata sapaan), huruf pertama kata tersebut pun harus ditulis dengan huruf kapital. Jadi, penulisan yang benar adalah Saudara-saudara. Kesalahan tipe kedua yang terdapat pada naskah pengumuman tersebut adalah penggunaan huruf kapital yang tidak pada tempatnya. Kata yang ditulis dengan ejaan yang salah adalah : (a) Hari Raya (Idul Fitri) (b) Hari, Tanggal, Pukul, dan Tempat (c) Ruang Serba Guna Penulisan Hari Raya Idul Fitri seharusnya hari raya Idul Fitri, bandingkanlah dengan hari Lebaran dan hari Galungan. Hanya nama hari yang huruf awalnya menggunakan huruf kapital, sedangkan kata hari tidak perlu ditulis dengan huruf awal kapital atau H besar. Kata Hari, Tanggal, Pukul dan Tempat tidak perlu ditulis dengan huruf awal kapital, sebab kata-kata tersebut bersama-sama kata yang mendahuluinya ada dalam satu kalimat. Jadi, bukan merupakan huruf pertama awal kalimat. Bila kata

51

tersebut bukan huruf pertama awal kalimat, tentunya kata-kata tersebut harus diawali dengan huruf kecil. Dengan demikian, penulisan yang benar atau baku adalah :

. . . di sekolah, kita adakan pertemuan halal bihalal keluarga besar SMP 209 pada hari : Sabtu 19 Maret 2006 10.30 Ruang Serba Guna SMP Terbuka 209 Jl. Inpres, Kelurahan Tengah, Kramatjati Jakarta Timur c. Kesalahan Penggunaan Tanda Titik (.) Pada naskah pengumuman yang tersedia memang tidak banyak ditemukan kesalahan penggunaan tanda titik. Kesalahan tanda titik juga ada dua tipe. Kesalahan yang pertama adalah penggunaan tanda titik yang tidak pada tempatnya. Pada naskah pengumuman tersebut tertulis : (a) S.M.P Terbuka 209, dan (b) Jakarta, 9 Maret 2006. Penulisan bentuk (a) dan (b) tidak tepat seharusnya tidak menggunakan tanda titik (.) Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan yang terdiri dari huruf-huruf awal kata atau suku kata, atau gabungan keduanya, atau yang terdapat dalam akronim yang sudah diterima oleh masyarakat. Misalnya : MPR KUD Depdiknas Sek jen Tilang Majelis Permusyawaratan Rakyat Koperasi Unit Desa Departemen Pendidikan Nasional Sekretaris Jenderal bukti pelanggaran

tanggal : pukul : tempat :

Dengan kaidah tersebut, penulisan S.M.P Terbuka 209 harus ditulis SMP Terbuka 209. Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat pengirim dan tanggal surat atau nama dan alamat penerima surat. Misalnya : Jakarta, 17 Agustus 2006 Yth. Sdr. Moh. Fauzi Jalan Benteng Pikir No. 11 Palembang

52

Dengan kaidah penulisan tersebut, penulisan tanggal pembuatan pengumuman naskah pengumuman tersebut, harusnya ditulis seperti ini. Jakarta, 9 Maret 2006

Tanpa tanda titik (.) pada akhir tanggal pembuatan pengumuman Pada naskah pengumuman tersebut, terdapat singkatan dari kelompok kata atas nama yang ditulis a/n. Singkatan seperti itu penulisannya tidak baku. Dalam pedoman ejaan bahasa Indonesia, terdapat kaidah yang menyatakan bahwa dua kata yang disingkat dengan huruf kecil dan sudah merupakan sesuatu yang umum, jenisjenisnya hanya menggunakan tanda titik di belakang masing-masing huruf tersebut. Misalnya : d.a. dengan alamat u.b. untuk beliau u.p. untuk perhatian d.u. dengan ucapan Dengan berpedoman pada kaidah itu, penulisan singkatan A/N dapat diperbaiki dengan singkatan a.n. seperti yang dicontohkan pada buku pedoman ejaan yang disempurnakan d. Kesalahan Penggunaan Tanda Koma (,) Sebetulnya judul yang tepat bukan Kesalahan Tanda Koma, tetapi Kesalahan karena Tidak digunakan Tanda Koma. Coba perhatikan contoh kesalahan yang terdapat dalam naskah pengumuman tersebut! (a) Berkenaan dengan acara tersebut pada guru dan staf tata usaha diharapkan hadir (b) Atas perhatian Saudara-saudara kami mengucapkan terima kasih Kalimat (a) dan (b) tersebut adalah kalimat majemuk bertingkat yang anak kalimatnya mendahului induk kalimat. Di dalam pedoman ejaan bahasa Indonesia dikaidahkan bahwa tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya. Oleh karena itu, kalimat (12) dan (13) harus diperbaiki menjadi : Berkenaan dengan acara tersebut, para guru dan staf tata usaha diharapkan hadir (a) Atas perhatian Saudara-saudara, kami mengucapkan terima kasih Jika kita mendapatkan penulisan Husnadi B.A., kita akan mengira bahwa B.A. adalah singkatan nama orang tersebut (misalnya, Bahrul Asikin). Jadi, nama lengkapnya adalah Husnadi Bahrul Asikin. Di dalam naskah pengumuman tersebut, singkatan B.A. bukanlah kependekan dari nama orang, tetapi dari gelar akademis, yakni bachelor of arts. Bila hal itu yang dimaksud dengan oleh pembuat pengumuman, tentu penulisan Husnadi B.A. sebagaimana yang telah dikaidahkan

53

dalam buku pedoman penulisan ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan adalah Husnadi, B.A. Di dalam naskah pengumuman juga ditulis tempat penyelenggara kegiatan (halalbihalal) seperti berikut ini. Jalan inpres kelurahan tengah kramatjati Di antara nama jalan, kelurahan, dan kecamatan harus dipisahkan oleh tanda koma. Jadi, penulisan yang tepat adalah : Jalan Inpres, Kelurahan Tengah, Kramatjati Dengan penjelasan dan contoh perbaikan kesalahan penulisan ejaan dan tanda baca tersebut, kiranya Kamu sudah mahir, tugas Kamu sekarang adalah memperbaiki kesalahan penggunaan ejaan yang terdapat pada sebuah naskah pengumuman berikut ini. SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TERBUKA 2009 Jalan Inpres Kelurahan Tengah, Kramatjati Jakarta Timur Telepon 8009013 PENGUMUMAN Pertemuan Halal Bihalal Besar SMP Terbuka Dalam rangka merayakan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1420 Hijriah di sekolah kita akan diadakan pertemuan halalbihalal keluarga besar SMP Terbuka 209 pada : hari tanggal pukul tempat : : : : Sabtu 19 Maret 2006 10.30 Ruang Serba Guna SMP Terbuka Jalan Inpres, Kelurahan Tengah, Kramatjati Jakarta Timur

Berkenaan dengan acara tersebut, para guru dan staf tata usaha di harapkan hadir untuk memanfaatkan kesempatan bersilaturrahmi itu dengan sebaik-baiknya. Untuk yang sudah berkeluarga harap datang dengan keluarganya. Atas perhatian Saudara, kami mengucapkan terima kasih Jakarta, 9 Maret 2006 a.n. Kepala SMP Terbuka 2009

Husnadi, BA Wakil Kepala SMP 209 Selaku Ketua Penyelenggara

54

Kosakata anak kalimat : bagian kalimat (klausa) yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap bulan Syawal : bulan yang kesepuluh dalam perhitungan tahun Hijriah, tiap tanggal 1 bulan ini umat Islam akan merayakan hari Idul Fitri. induk kalimat : bagian kalimat (klausa) dari kalimat majemuk bertingkat yang sekurang-kurangnya terdiri dari Subyek dan Predikat yang mempunyai potensi untuk menjadi kalimat. mengklasifikasi : menggolong-golongkan menurut jenis, atau memasukkan sesuatu ke dalam satu kelompok secara bersistem berdasarkan kaidah atau standar yang ditentukan. staf tata usaha : sekelompok orang yang bekerja sama membantu seorang ketua dalam mengelola administrasi. tipe kesalahan : macam kesalahan Rangkuman 1. Karena pengumuman bersifat resmi, tidak seperti pemberitahuan biasa sudah sepatutnyalah naskah pengumuman ditulis dengan tepat dan benar. Penulisan naskah pengumuman yang tepat dan benar adalah penulisan yang mengikuti kaidah ejaan atau berdasarkan buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (edisi kedua ditetapkan sebagai keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, No. 0543a/U/1987, 9 September 1987). 2. Naskah pengumuman ditujukan kepada khalayak yang biasanya sudah mengenal pembuat pengumuman (penanggung jawab). Bila sebuah pengumuman ditulis secara baik, tepat dan benar tentunya akan menunjukkan kecendikiaan penanggung jawab atau pembuat pengumuman bahkan dapat menambah kewibawaan. 3. Cara memperbaiki kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca pada sebuah naskah pengumuman, dimulai dengan mengklasifikasikan tipe (macam) kesalahan, naskah pengumuman yang banyak mengalami kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca, disusun kembali secara tepat, baik dan benar. 6. Tugas 2 Perbaikilah penggunaan ejaan (penulisan kata dan huruf kapital) dan tanda baca (tanda titik dan koma) yang terdapat pada naskah pengumuman berikut ini.

55

DEPARTEMEN PARIWISATA, POS DAN TELEKOMUNIKASI REPUBLIK INDONESIA Jakarta Telepon 5301666 PENGUMUMAN No : 035/PR 120/W04-03/2006 Perubahan Nomor Telepon Diberitahukan kepada para pelanggan jasa telekomunikasi bahwa P.T. TELKOM WITEL V JAKARTA akan melaksanakan perubahan Nomor Telepon dengan Nomor akhir 96, 97, 98, 99 (XXXXX96, XXXXX97, XXXXX98, XXXXX99), diwilayah Jakarta Barat. Perubahan-perubahan tersebut adalah sebagai berikut : (a) 34 nomor telepon S.T.O. tegar alur yang bernomor awal 555XXXX (b) 20 nomor telepon S.T.O. bandara Soekarno-Hatta yang bernomor awal 550XXXX (c) 395 nomor telepon S.T.O. slipi yang semula bernomor 560 XXXX., 566 XXXX, 567 XXXX, 568, menjadi 568 XXXX. Perubahan Nomor telepon diatas akan dilaksanakan tanggal 19 Juli 2006 pukul 24.00 W.I.B. Apabila telepon anda mengalami gangguan, dipersilakan menghubungi Loket Pengaduan Terdekat atau putar Nomor telepon 117, sedangkan untuk informasi dapa

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended