Home >Business >BAGAIMANA BERBISNIS DENGAN ORANG PERANCIS by DANIEL DONI SUNDJOJO

BAGAIMANA BERBISNIS DENGAN ORANG PERANCIS by DANIEL DONI SUNDJOJO

Date post:11-Nov-2014
Category:
View:3,558 times
Download:2 times
Share this document with a friend
Description:
 
Transcript:
  • 1. Bagaimana berbisnis dengan orang & organisasi Perancis? Prepared & presented by Daniel Doni Sundjojo Bagaimana berbisnis dengan orang dan Organisasi Perancis? By Daniel Doni SundjojoPendahuluan Perancis, sebuah negara di benua Eropa yang sangat terkenal dengan menaraEiffelnya merupakan suatu negara besar yang sangat diperhitungkan di dunia bisnis.Banyak produk produk mereka mulai merajai pasaran. Perlahan namun pasti, Perancis,yang semula hanya dikenal lewat makanan ringannya, yaitu kentang goreng, yang sangatterkenal dengan sebutan French fries , begitu hebatnya nama itu melekat pada kentanggoreng seolah menjadi brand image , sehingga sebagian besar orang , termasuk diIndonesia, selalu menyebutkan French fries ketika kita memesan kentang goreng, danbukannya potato fries, misalnya. Imperium imperium Perancis dewasa ini mulaimenyerbu pasar dunia, seakan ingin mengembalikan kejayaan Perancis di era NapoleonBonaparte , tanpa kenal lelah, mereka membombardir pasar dunia. Dua imperium bisnisbesar yang sudah mulai mendunia adalah raksasa elektronik Moulinex dan jaringan hotelLe Meridien, dan dalam waktu dekat tidaklah mustahil mereka akan semakin dominan ,hal ini sangat mungkin karena orang Perancis, merupakan orang orang yang gila kerjaatau yang lazim disebut workaholic, sampai sampai Perancis, disebut sebagai Jepangnya Eropa , namun, tentu saja bagi orang Perancis sendiri , mereka lebih sukamenyebut Jepang sebagai Perancisnya Asia Selain itu, orang Perancis dikenal dengansolidaritas dan persatuannya yang kuat. Seorang Manager Perancis, misalnya hampirdapat dipastikan dia akan merekrut pekerja Perancis, selama peraturanmemperbolehkannya dan kualifikasinya dapat dipertanggung jawabkan, walaupunmungkin ada pekerja lain non Perancis yang memiliki kualifikasi lebih bagus.Andaikata memungkinkan, seorang manager Perancis lebih suka memiliki bawahan yangsemuanya terdiri dari orang orang Perancis, begitu hebatnya subyektivitas orang perancisyang cenderung mengutamakan kompatriotnya ,sampai sampai muncul istilah FrenchBussiness International Forum 1
  • 2. Bagaimana berbisnis dengan orang & organisasi Perancis? Prepared & presented by Daniel Doni SundjojoConnection, yang merupakan sindiran dari masyarakat dunia atas tingginya subyektivitasorang Perancis . Mengingat Perancis akan segera menjelma menjadi raksasa bisnis dunia, di Eropasaja, mereka mulai menggeser Jerman dalam market elektronik, dan menggeser AmerikaSerikat untuk urusan industri hospitality, terutama hotel. Di beberapa negara di Eropa ,Le Meridien jauh lebih unggul dari jaringan hotel Amerika Serikat, seperti JW. Marriott,Hilton ataupun Sheraton, begitu juga dalam market elektronik, Bosch Jerman, yangterkenal dengan keawetan produknya, namun memiliki desain yang kaku, mulaikewalahan menghadapi serbuan Moulinex, yang menawarkan desain yang indah danergonomis serta yang sangat menarik, dengan harga yang relatif lebih murah. Melihatfenomena di atas, maka kita ,sebagai orang Indonesia, juga harus menyiapkan diriterhadap serbuan Perancis. Jika 10 tahun yang lalu, ketika ada orang yang mau belajarbahasa Perancis, bisa jadi yang didapat adalah cemoohan, karena 10 tahun yang lalu,bahasa Perancis dianggap sangat tidak penting. Jauh lebih penting dan berharga belajarbahasa Cina, Jepang, dan tentu saja, Inggris. Selain itu untuk mencari lembaga kursusbahasa Perancis saat itu , bisa jadi sama sulitnya dengan mencari jarum dalam tumpukanjerami, kebanyakan mereka yang belajar bahasa Perancis terpaksa harus ke lembagalembaga yang dinaungi oleh Kedutaan Besar Perancis. Namun sekarang, banyak sekalilembaga kursus menyelenggarakan bahasa Perancis, bahkan tempat tempat kursus yanghanya memiliki satu atau dua ruangan sempitpun menawarkan kursus bahasa Perancis.Mengapa ? Tak lain karena suatu saat, mau tidak mau, suka tidak suka, kita mestimenjalin relasi dengan orang Perancis, entah sebagai partner bisnis, rekan kerja ,bawahan ataupun atasan mereka. Sehingga menjadi kebutuhan bagi kita untuk belajarbahasa Perancis. Peluang bisnis inilah, yang secara baik di respon oleh lembaga lembagakursus tersebut. Namun mempelajari bahasa saja tidaklah cukup, dengan mempelajari bahasa sajanamun tidak mengenal budaya mereka, maka kita ibarat sudah memiliki Surat IjinMengemudi, namun tidak memiliki mobil untuk dikemudikan, tetap saja tujuan kita, yaitumenjalin hubungan dengan orang Perancis entah berbisnis, ataupun bekerja , tidaktercapai. Apalagi, orang Perancis -sebagaimana orang Inggris yang seringmengungkapkan In English , please, untuk orang orang yang berbicara dengan merekaBussiness International Forum 2
  • 3. Bagaimana berbisnis dengan orang & organisasi Perancis? Prepared & presented by Daniel Doni Sundjojonamun tidak memakai laval British serta menganggap orang yang tidak menerapkanbudaya sopan santun Inggris yang ketat, sebagai working class , yang menempatikasta terbawah dalam masyarakat Inggris dan Jerman yang mengagungkan budayaAryanya hingga muncul slogan Germany, Uber Alles, yang artinya kurang lebih,Jerman diatas segalanya, - sangatlah fanatik dengan kultur dan bahasanya. Tidak sepertiorang Amerika yang dengan senang hati belajar budaya orang lain dan bersediaberadaptasi dengan kultur setempat, orang Perancis menginginkan orang lain yangmemahami dan beradaptasi terhadap budaya Perancis, dan bukan sebaliknya. Hotel LeMeridien Jakarta, misalnya tetap memberlakukan standart dan tata cara layaknya diPerancis, hal ini tentu berbeda dengan Hotel Sheraton yang selalu mengadaptasi budayasetempat, mulai dari masakan, desain interior , suasana kerja, hingga standart pelayanandisesuaikan dengan budaya setempat . Cara memeperlakukan tamu antara SheratonSurabaya dan Sheraton Bali sangat berbeda. Namun di Le Meridien, di Jakarta atau diPerancis sama saja standartnya. Oleh karena itu, untuk dapat berbisnis dengan orangPerancis, maka selain menguasai bahasanya , kita juga harus familiar dengan budayanya.Untuk itulah pada makalah ini, akan dibahas mengenai budaya Perancis dan bagaimanakita dapat menjalin relasi dengan orang PerancisDimensi Kultur Perancis menurut Hofstede Perancis, menurut dimensi kultur yang merujuk kepada pandangan Hofstede,memiliki skor sebagai berikut :Tabel 1. Budaya Perancis menurut Hofstedes Rank Index Rangking Power Distance 68 15- 16 Individualism 71 10-11 Masculinity 43 35-6 Uncertainty Avoidance 86 10-15 Rank Number : 1 highest, 53 lowest Source : G. Hofstede ( 1991) Cultures and Organizations : Software of Mind, Mc Graw HillBussiness International Forum 3
  • 4. Bagaimana berbisnis dengan orang & organisasi Perancis? Prepared & presented by Daniel Doni SundjojoDari data tersebut, maka akan dinalisa setiap dimensi sebagai berikut :Dimensi Power DistancesDalam hal Power Distance,atau yang lazim disebut sebagai jarak kuasa, Perancismemiliki skor 68, pada Hofstedes Rangkings, sehingga dapat disimpulkan Perancismemiliki Power Distance yang tinggi, hal ini tampak pada perusahaan perusahaanPerancis yang memiliki gap tinggi diantara pimpinan dan bawahan. Tidak seperti diJepang, dalam organisasi Perancis, merupakan hal yang absurd bagi seorang pimpinanuntuk berjalan jalan bersama bawahannya, menjenguk bawahannya yang sakit, ataudatang ke kantor bawahannya . Dalam organisasi Perancis, seorang pemimpin merupakanseseorang yang sulit ditemui oleh bawahannya dan tabu berakrab akrab denganbawahannya. Apabila seorang bawahan ingin menemui pimpinannya, maka berbagaimacam prosedur harus dilewatinya, termasuk harus mampu menembus sekretarispimpinannya. Organisasi Perancis juga menerapkan sistem manajemen yang concernterhadap siapa yang memegang kekuasaan. Bagi sebuah organisasi Perancis adalah halyang sangat aneh untuk menerapkan manajemen partisipatif seperti di Amerika Serikat.Di Perancis berlaku prinsip hirarki dengan slogan boss is the boss, yang memilikikekuasaan yang luar biasa. Bahkan pada tingkat tertinggi yang disebut Monsieur lePresident, seseorang tetap memiliki predikat dan kekuasaan yang tinggi sampai mati,tidak peduli dia sudah pensiun tetap saja selalu dihormati dan diperlakuan istimewa olehanggota organisasi yang lain. Hal ini sesuai dengan tulisan Schneider and Barsoux (2003,42) The status of French President-Directeur-General (PDG) is sharply differentiatedfrom the rest of top management. What is more, it is not a status which lost in retirement :an ex-PDG expect to be addressed until his death as Monsieur le PresidentBussiness International Forum 4
  • 5. Bagaimana berbisnis dengan orang & organisasi Perancis? Prepared & presented by Daniel Doni SundjojoDimensi IndividualismPerancis memiliki skor Individualism 71 dengan peringkat ke 10 dari kemungkinanterendah 53, hal ini mencerminkan bahwa Perancis memiliki skor Individualism yangtinggi dimana mencerminkan pentingnya Individu dalam masyarakatnya. Mereka respekpada kebebasan serta tanggung jawab individu dan berpandangan bahwa segala sesuatuharuslah diperjuangkan sendiri, dan harus melakukan segala pekerjaannya dengansungguh sungguh sebagai perwujudan dari perjuangan individualisme nya. Patut digarisbawahi bah
Popular Tags:

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended