Home >Documents >BAB II LANDASAN TEORI - repository.bsi.ac.id fileSehingga WAN dibuat dengan cara menghubungkan LAN...

BAB II LANDASAN TEORI - repository.bsi.ac.id fileSehingga WAN dibuat dengan cara menghubungkan LAN...

Date post:21-Jul-2019
Category:
View:226 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 5

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    2.1. Jaringan Komputer

    Menurut Sofana (2013:3) Jaringan komputer adalah sekumpulan beberapa

    komputer (dan perangkat lain seperti router, switch, dan sebagainya) yang saling

    terhubung satu sama lain melalui media perantara . Media perantara bisa berupa

    media kabel ataupun media tanpa kabel (nirkabel). Informasi berupa data yang akan

    mengalir dari satu komputer ke komputer lainnya atau dari satu

    komputer ke perangkat lain, sehingga komputer tersebut bisa saling terhubung bisa

    saling bertukar data atau berbagi perangkat keras.

    Menurut Irawan (2013:2) Jaringan komputer bisa dikatakan sebagai Sebuah

    kelompok yang terdiri dari dua atau lebih komputer yang saling berbagi pakai

    (sharing) melalui perangkat lunak ataupun keras, serta menggunakan protocol yang

    sama.

    2.1.1. Jenis - Jenis Jaringan Komputer

    1. Local Area Network (LAN)

    Menurut Sofana (2013:4) LAN adalah jaringa kabel yang dibuat pada area

    terbatas pada daerah relative kecil. LAN bisa digunakan pada sebuah jaringan kecil

    yang menggunakan resource secara bersama. Meskipun demikian, perancangan LAN

    tidak cukup mudah, karena sebetulnya LAN dapat berisi sampai ratusan komputer

    yang harus dapat digunakan oleh ribuan pengguna .

  • 6

    Sumber: http://www.catatanteknisi.com

    Gambar II.1

    Jaringan Local Area Network

    2. Metropolitan Area Nework (MAN)

    Menurut Sofana (2013:5) MAN adalah jaringan yang menggunakan metode

    yang sama dengan LAN namun daerah cangkupannya kebih luas. Daerah cangkupan

    MAN bisa satu RW, beberapa kantor yang berada dalam komplek yang sama,

    satu/bebrapa desa, satu/beberapa kota dapat dikatakan MAN merupakan

    pengembangan LAN .

    http://www.catatanteknisi.com/
  • 7

    Sumber: http://www.catatanteknisi.com

    Gambar II.2

    Jaringan Metropolitan Area Network

    3. Wide Area Network (WAN)

    Menurut Sofana (2013:5) WAN adalah jaringan pencakupannya lebih luas

    dari pada MAN. Cakupan WAN meliputi suatu kawasan, suatu negara, suatu pulau,

    bahkan satu dunia. WAN digunakan untuk menghubungkan banyak LAN yang secara

    geografi terpisah . Sehingga WAN dibuat dengan cara menghubungkan LAN

    menggunakan layanan seperti leaser lines, dial up, satelit atau layanan packet carrier.

    WAN mungkin merupakan jaringan sederhana dengan hanya menyediakan modem

    dan server, sehingg user dapat melakukan dial-up, atau merupakan jaringan yang

    sangat kompleks yang menghubungkan ratusan kantor cabang dengan WAN, sekolah

    yang ada di Yogyakarta dapat berkomunikasi dengan sekolah yang ada di Munchen

    Jerman dalam beberapa menit saja tanpa mengeluarkan biaya yang banyak.

  • 8

    Sumber: http://www.catatanteknisi.com

    Gambar II.3

    Jaringan Wide Area Network

    2.2. Topologi Jaringan

    Menurut Sofana (2013:7) Topologi Jaringan Komputer adalah Merupakan

    suatu aturan/rules bagaimana menghubungkan komputer (node) secara fisisk (dan

    perangkat lain seperti (server, workstation, router, switch dan sebaginya) yang saling

    berkomunikasi melalui media transmisi data .

    Menurut Irwan (2013:23) Topologi adalah cara bagaimana menghubungkan

    komputer dengan komputer lainnya dalam sebuah jaringan .

    2.2.1. Topologi Fisik

    Menurut Wahana (2006:18) Topologi fisik jaringan adalah cara yang

    digunakan untuk menghubungkan workstation-workstation didalam LAN. Topologi

    fisik yang sering digunakan saat ini, dalam membangun sebuah jaringan adalah

    sebagai berikut:

    http://www.catatanteknisi.com/
  • 9

    2.2.2. Jenis Jenis Topologi Jaringan

    1. Topologi Bus

    Menurut Kurniawan (2007:26) Topologi Bus adalah Pada tipe

    jaringan topologi bus, masing-masing server dan workstation dihubungkan

    pada sebuah kabel yang disebut bus . Kabel untuk menghubungkan jaringan

    ini biasanya menggunakan kabel coaxial. Pada setiap dan workstation yang

    disambungkan pada bus menggunakan konektor.

    Kelebihan jaringan topologi bus adalah:

    a. Penggunaan kabel yang sedikit sehingga terlihat sederhana.

    b. Pengembangan jaringannya mudah

    Kekurangan jaringan topologi bus adalah:

    a. Membutuhkan repeater untuk jarak jaringan yang terlalu jauh.

    b. Jaringan akan terganggu apabila salah satu komputer mengalami

    kerusakan.

    c. Apabila terjadi gangguan yang serius maka jaringan tidak dapat digunakan

    dan pengaruhnya adalah proses pengiriman data akan menjadi lambat

    dikarenakan lalu-lintas jaringan penuh dan padat akibat tidak adanya

    pengontrolan user.

    d. Deteksi kesalahan sangat kecil, sehingga apabila terjadi gangguan maka sulit

    sekali kesalahan tersebut.

  • 10

    Sumber: http://eridesktop.com

    Gambar II. 4

    Topologi Bus

    2. Topologi Ring (Cincin)

    Menurut Kurniawan (2007:28) Topologi Ring adalah Pada tipe jaringan

    topologi ring semua jaringan yang terhubung dari satu komputer ke komputer lain

    berkeliling membentuk suatu lingkaran (loop) . Pada topologi ini komputer server

    dapat di letakan di mana saja sesuai dengan keinginan kita.

    Kelebihan jaringan topologi ring adalah:

    a. Hemat kabel.

    b. Dapat mengisolasi kesalahan dari suatu workstation.

    Kekurangan jaringan topologi ring adalah:

    Sangat pekat terhadap kesalahan jaringan walaupun sekecil apapun.

    a. Sukar untuk mengembangkan jaringan, sehingga jaringan tersebut tampak

    menjadi kaku.

    b. Biaya pemasangan lebih besar.

  • 11

    Sumber: http://gaptex.com

    Gambar II. 5

    Topologi Ring

    3. Topologi Star (Bintang)

    Menurut Kurniawan (2007:29) Topologi Star adalah Pada tipe ini

    setiap workstation dihubungkan ke server menggunakan suatu konsentrator.

    Masing-masing workstation tidak saling berhubung. Jadi setiap user sebelum

    komputer server di hidupkan. Apabila komputer server akan matikan, maka

    semua koneksi jaringan akan terputus. Jaringan ini cocok di gunakan untuk

    pengembanagan.

    Kelebihan jaringan topologi star adalah:

    a. Mudah dalam mendeteksi kesalahan jaringan karena kontrol jaringan terpusat.

    b. Fleksibel dalam hal pemasangan jaringan baru, tanpa mempengaruhi jaringan

    yang lain.

  • 12

    c. Apabila salah satu kabel koneksi user terputus, maka hanya user yang

    bersangkutan saja yang tidak akan berfungsi dan tidak mempengaruhi user

    yang lain. Keseluruhan hubungan jaringan masih tetap bekerja.

    Kerugian jaringan topologi star adalah:

    a. Boros dalam pemakaian kabel jika di hubungkan dengan jaringan yang lebih

    besar dan luas.

    b. Kontrol hanya terpusat pada hub/switch sehingga operasionalnya perlu

    ditangani secara khusus.

    Sumber: http://gaptex.com

    Gambar II. 6

    Topologi star

    4. Topologi Mesh

    Menurut Kurniawan (2007:30) Topologi mesh adalah topologi yang didesain

    untuk memiliki tingkat restorasi, dengan berbagai alternative rute yang umumnya

    disiapkan melalui dukungan perangkat lunak . Setiap peripheral yang berada di

    jaringan ini dihubungkan secara langsung (poin to point) ke setiap peripheral lain

  • 13

    dalam jaringan. Topologi mesh diimplementasikan untuk menyediakan

    perlindungan semaksimal mungkin pada pengiriman data. Jaringan mesh

    menerapkan hubungan sentral secara penuh pada setiap peripheral yang

    terhubung dengannya.

    Ciri-ciri jaringan mesh:

    a. Topologi mesh digunakan pada ISP (Internet Service Provider) untuk

    memastikan apabila terjadi suatu kerusakan pada salah satu sistem komputer

    maka tidak akan mengganggu hubungan jaringan dengan sistem komputer lain

    dalam jaringan.

    b. Jumlah saluran yang harus menyediakan untuk membentuk jaringan mesh

    adalah jumlah sentral dikurangi 1 atau (n-1), dimana n adalah jumlah dari

    sentral.

    c. Tingkat kesulitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral

    yang terpasang pada jaringan tersebut.

    Sumber:http://teknodaily.com

  • 14

    Gambar II. 7

    Topologi Mesh

    5. Topologi Tree (pohon)

    Mneurut Kurniawan (2007:31) Topologi Tree adalah Jaringan topologi tree

    disebut juga dengan topologi hybrid karena beberapa sistem rangkaian yang

    berbentuk star disambungkan pada topologi bus yang berperan sebagai tulang

    punggung jaringan . Topologi tree digunakan untuk menghubungkan antara sentral

    dengan beberapa hirarki jaringan yang berbeda. Oleh karena itu, jaringan yang

    menggunakan topologi ini disebut juga dengan topologi jaringan bertingkat.

    Ciri-ciri topologi tree adalah:

    a. Merupakan pengembangan dari topologo jaringan star.

    b. Jaringan topologi tree digunakan untuk mendukung algoritma searching dan

    sorting.

    c. Setiap tangkai (node) dalam tree akan dihubungkan pada pusat hub yang

    berada pada awal trafik rangkaian.

  • 15

    Sumber: http://gaptex.com

    Gambar II. 8

    Topologi Tree

    2.3. Perangkat Keras Jaringan

    Menurut Sudarma S (2010:13) Perangkat Keras adalah semua

    bagian fisik komputer, adapun bagian non fisik disebut perangkat lunak.

    2.3.1. Server

    Menurut Wagito (2007:23-24) Server adalah merupakan hati dari jaringan .

    Server biasanya merupakan komputer berkecepatan tinggi dengan kapasitas memori

    (RAM) dan simpanan yang besar, dan dihubungkan dengan kartu jaringan yang cepat

    (fast network interface). Untuk mendukung kinerja yang tinggi, pada server

    dimungkinkan untuk dipasang beberapa prosesor secara simetrik. Demikian juga

    peralatan yang lain seperti main board, sumber daya dan RAM dipilih kualitas yang

    tinggi, sehingga server mampu beroperasi terus-menerus tanpa berhenti untuk

    melayani permintaan. Sistem operasi jaringan juga dipilih untuk bekerja pada

    komputer tersebut, bersama perangkat lunak aplikasi dan file data yang diperlukan.

  • 16

    Sumber: http://www.dimensidata.com

    Gambar II.9

    Server

    2.3.2. Workstation

    Menurut Wagito (2007:24) Workstation adalah Semua komputer yang

    terhubung ke server pada jaringan disebut dengan workstation . Workstation

    merupakan komputer standar yang dikonfigurasi menggunakan kartu jaringan,

    perangkat lunak jaringan dan kabel-kabel yang diperlukan. Beberapa workstation

    tidak membutuhkan simpanan local seperti floppy disk atau harddisk. Hal ini

    disebabkan karena semua file kerja dapat disimpan pada server.

    Sumber: http://www.zinitech.com

    Gambar II.10

    Personal Komputer

    2.3.3. NIC (Network Interface Card)

    Menurut Wagito (2007:24) NIC adalah Nic atau kartu antarmuka jaringan

    atau kartu jaringan merupakan peralatan yang memungkinkan terjadinya hubungan

    antara jaringan dengan komputer workstation atau jaringan dengan komputer server .

  • 17

    Kebanyakan NIC merupakan peralatan internal yang dipasangkan pada slot ekspansi

    dalam komputer baik slot ekspansi ISA maupun slot ekspansi PCI. Bahkan pada

    beberapa mainboard komputer, NIC sudah dipasang secara onboard artinya menyatu

    dengan mainboard.

    Sumber:http:/www.ztenterprise.com

    Gambar II.11

    LAN Card

    2.3.4. Switch

    Menurut Wagito (2007:29) Switch adalah alat yang digunakan untuk

    menghubungkan beberapa LAN yang terpisah serta menyediakan filter paket antar

    LAN . Switch adalah peralatan multi port, masing-masing dapat mendukung satu

    workstation, jaringan ethernet atau jaringan token ring. Meskipun terhubung dengan

    jaringan yang berbeda pada masing-masing port, switch dapat memindahkan paket

    data antar jaringan apabila diperlukan. Dalam hal ini switch berlaku seperti bridge

    multi port yang sangat cepat (paket data difilter oleh switch sesuai dengan alamat

    yang dituju).

  • 18

    Sumber: http://komputercenter.com

    Gambar II.12

    Switch

    2.3.5. Hub

    Menurut Sofana (2013:68) Hub adalah Hub atau konsentrator merupakan

    peralatan yang dapat menggadankan frame data yang berasal dari salah satu komputer

    ke semua port yang ada pada hub tersebut . Sehingga semua komputer yang

    terhubung dengan port hub akan menerima data juga.

    Sumber: http://www.omnisecu.com

    Gambar II.13

    Hub

    2.3.6. Router

    Menurut Wagito (2007:23) Router adalah digunakan untuk mengubah

    informasi dari suatu jaringan ke jaringan yang lain. Router mirip dengan bridge super

  • 19

    cerdas (super intelligent bridge). Router akan memilih jalur terbaik untuk

    melewatkan suatu pesan., berdasarkan pada alamat tujuan dan alamat asal. Router

    dapat mengarahkan lalu-lintas data untuk mencegah tumbukan dan cukup pintar

    untuk mengetahui kapan untuk mengarahkan lalu-lintas sepanjang jalur utama dan

    jalur alternative.

    Sumber: http://www.mikrotik.co.id

    Gambar II.14

    Router

    2.3.7. Kabel Jaringan

    Menurut Madcoms (2010:10) Kabel merupakan perangkat yang digunakan

    sebagai jalur yang menghubungkan antara perangkat satu dengan perangkat yang

    lain. Komputer membutuhkan sebuah media transmisi untuk dapat terhubung dan

    melakukan segala bentuk kegiatan di jaringan.

    Berikut macam-macam bentuk kabel yang biasa digunakan dalam jaringan

    komputer, yaitu :

    1. Twisted Pair

  • 20

    Yaitu dua kawat yang terisolasi yang dililitkan untuk mengurangi interferensi

    listrik dari pasangan yang berdekatan. Kabel twisted pair ini memiliki 2 jenis, yaitu

    UTP (Unshielded Twisted Pair) dan STP (Shielded Twisted Pair). Namun pada saat

    ini umumnya menggunakan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) sebagai media

    transmisi datanya.

    Sumber : webpage.pace.edu

    Gambar II.15

    Kabel STP dan Kabel UTP

    Tabel II.1

    Kategori Kabel Twisted Pair yang digunakan Untuk Komunikasi

    Jenis Kategori Keterangan

    Tipe CAT 1 UTP

    Analog.

    Biasanya digunakan diperangkat telephone pada jalur

    ISDN (Integrated Service Digital Network), juga untuk

    menghubungkan modem dengan line telephone.

  • 21

    Tipe CAT 2 UTP

    Bisa mencapai 4 Mbits (sering digunakan pada

    topologi token ring)

    Tipe CAT 3 UTP/STP

    10 Mbits data transfer (sering digunakan pada topologi

    token ring atau 10BaseT)

    Tipe CAT 4 UTP/STP

    16 Mbits data transfer (sering digunakan pada topologi

    token ring)

    Tipe CAT 5 UTP/STP sampai

    100 Mhz

    Bisa mencapai 100 Mbits data transfer /22db (sering

    digunakan pada topologi star atau tree) ethernet

    10Mbps, Fast ethernet 100Mbps, token ring 16Mbps

    Tipe CAT 5e

    UTP/STP sampai

    100 Mhz

    1 Gigabit Ethernet (1000Mbps), jarak 100m

    Tipe CAT 6

    sampai 155 Mhz

    atau 250 Mhz

    2,5 Gigabit Ethernet, menjangkau jarak hingga 100m,

    atau 10Gbps (Gigabit Ehernet) 25 meters. 20,2 db Up

    to 155 Mhz atau 250 Mhz

    Tipe CAT 7 sampai 200 Mhz

    atau 700 Mhz

    Gigabit Ethernet/20,8 db (Gigabit Ehernet). Up to 200

    Mhz atau 700 Mhz

    Sumber : Buku Jaringan Komputer Edy Victor Haryanto

    Untuk pemakaian di luar gedung digunakan kabel STP (Shielded Twisted

    Pair). Secara fisik kabel UTP hampir sama dengan kabel telepon, perbedaannya

    adalah kabel UTP memiliki empat pasang kabel medium sedangkan kabel telepon

    hanya memiliki dua pasang kabel. Maksimal panjangnya mencapai 100 meter,

    dengan kecepatan 10-100 Mbps. Konektor yang digunakan juga berbeda, jika pada

    kabel UTP menggunakan RJ-45 sedangkan pada kabel telepon menggunakan RJ-11.

    Keuntungan dari penggunaan media ini adalah kemudahan dalam membangun

  • 22

    instalasi dan relatif murah harganya. Namun, jarak jangkau dan kecepatan transmisi

    data relatif terbatas. Disamping itu media ini mudah terpengaruh oleh noise.

    Pada saat ini penggunaan kabel UTP merupakan pilihan yang paling efesiensi

    dan banyak dipakai dalam pengembangan jaringan berkecepatan tinggi 10 Mbps s.d

    100 Mbps. Untuk penggunaan kabel ini ada dua jenis cara penyusunannya tergantung

    pada ada tidaknya penggunaan hub atau switch pada jaringan yang digunakan,

    diantaranya :

    a. Kabel Lurus (Straight Cable)

    Kabel ini digunakan untuk jaringan yang mempunyai 3 atau lebih komputer

    yang terhubung ke jaringan dengan menggunakan hub/switch.

    Tabel II.2

    Penyusunan Kabel UTP metode Straight Cable

    Warna Pin Pin Warna

    Putih Orange 1 1 Putih Orange

    Orange 2 2 Orange

    Putih Hijau 3 3 Putih Hijau

    Biru 4 4 Biru

    Putih Biru 5 5 Putih Biru

    Hijau 6 6 Hijau

    Putih Coklat 7 7 Putih Coklat

    Coklat 8 8 Coklat

    Sumber : Edy Victor Haryanto (2012:38)

    b. Kabel Silang (Cross Cable)

  • 23

    Kabel ini menghubungkan PC dengan PC tanpa memakai hub sebagai

    penghubung dan hub dengan hub.

    Tabel II.3

    Penyusunan Kabel UTP metode Cross Cable

    Warna Pin Pin Warna

    Putih Orange 1 3 Putih Hijau

    Orange 2 6 Hijau

    Putih Hijau 3 1 Putih Orange

    Biru 4 4 Biru

    Putih Biru 5 5 Putih Biru

    Hijau 6 2 Orange

    Putih Coklat 7 7 Putih Coklat

    Coklat 8 8 Coklat

    Sumber : Edy Victor Haryanto (2012:38)

    2. Kabel Coaxial

    Menurut Arief Ramadhan (2006:15) menyatakan bahwa Kabel coaxial

    terdiri atas dua buah konduktor yang terpisah oleh insulator . Konduktor pada bagian

    dalam berupa sebuah kabel tunggal, sedangkan konduktor pada bagian luar berupa

    serabut kabel. Bagian luar kemudian dibungkus oleh sebuah bahan plastik.

    Dikenal dua jenis tipe coaxial cable untuk jaringan komputer, yaitu thick

    coaxcable (berdiameter lumayan besar) dan thin coax cable (berdiameter lebih kecil).

  • 24

    Sumber : tech.dbagus.com

    Gambar II.16

    Kabel Coaxial

    3. Fiber Optic

    Menurut Madcoms (2010:11) Kabel fiber optic merupakan kabel jaringan

    yang dapat mentransmisi cahaya . Kabel serat optik (fiber optic) mempunyai

    kemampuan mentransmisi sinyal melewati jarak yang lebih jauh dibandingkan

    dengan kabel yang lainnya. Dibandingkan dengan kabel yang lainnya, kabel ini lebih

    mahal. Fiber optic ini memiliki keuntungan-keuntungan, yaitu :

    a. Jaringan-jaringan fiber optic beroperasi pada kecepatan tinggi.

    b. Mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar.

    c. Sinyal-sinyal dapat ditransmisikan lebih jauh tanpa memerlukan perlakuan

    refresh ataupun diperkuat.

    d. Jangkauan yang lebih jauh dari 550 meter sampai ratusan kilometer.

    e. Tahan terhadap interferensi elektromagnetik.

    f. Perawatannya hanya memakan biaya yang relatif murah.

    Kabel fiber optic tidak membawa sinyal elektrik, seperti kabel lainnya yang

    menggunakan kabel tembaga. Sebagai gantinya, sinyal yang mewakili bit tersebut

    diubah kebentuk cahaya. Kabel fiber optic terdiri dari dua jenis, dikenal dengan

  • 25

    single mode dan multi mode. Kabel single mode dapat menjangkau jarak yang lebih

    jauh dan hanya mengirim satu sinyal pada satu waktu. Kabel multi mode mengirim

    sinyal yang berbeda pada saat yang bersamaan, mengirim data pada sudut refraksi

    yang berbeda pada saat yang bersamaan. Kabel single mode dapat menjangkau

    ratusan kilometer sedangkan kabel multi mode biasanya hanya mencapai 550 meter

    atau kurang. Konektor kabel fiber optic terdiri dari dua jenis konektor model ST yang

    berbentuk lingkaran dan konektor SC yang berbentuk persegi. Penggunaan kabel ini

    harus disesuaikan dengan jenis perangkat yang digunakan.

    Contoh kabel fiber optic ditunjukkan seperti pada gambar

    Sumber : www.fiberazzi.com

    Gambar II.17

    Kabel Fiber Optic

    4. Konektor

    Menurut Madcoms (2010:12) Konektor merupakan perangkat yang

    digunakan sebagai penghubung kabel. Konektor merupakan alat yang di pasang

    pada masing masing ujung kabel jaringan untuk menghubungkan adapter network

  • 26

    dengan kabel. Berbagai jenis konektor jaringan ini harus disesuaikan dengan tipe dan

    jenis kabel jaringan yang dipakai :

    a. Konektor RJ-45 digunakan untuk Kabel UTP

    b. Konektor BNC/T digunakan untuk Kabel Coaxial

    c. Konektor ST digunakan untuk Kabel Fiber Optic

    Contoh konektor kabel fiber optic ditunjukkan seperti pada gambar

    Sumber : huihongfiber.com

    Gambar II.18

    Konektor Kabel Fiber Optic

    Contoh konektor kabel UTP ditunjukkan seperti pada gambar

    Sumber : www.sisilain.net

    Gambar II.19

    Konektor Kabel UTP & BNC/T

    2.4. Perangkat Lunak Jaringan

  • 27

    Menurut Ukar (2006:84) Perangkat lunak adalah Program yang

    berisi perintah-perintah atau instruksi untuk melaksanakan suatu proses pada

    perangkat keras (hardware).

    Berikut beberapa perangkat lunak jaringan ataupun aplikasi unutk membuat jaringan:

    1. Mikrotik Router OS

    Mikrotik Router OS adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang

    dapat digunakan untuk menjadikan router network, mencakup beberapa

    berbagai fitur yang dibaut untuk ip network dan jaringan wireless. Mikrotik

    RouterOS dapat digunakan menggunakan peralatan embedded (minimum

    sistem maupun menggunakan PC (personal Computer) serta kompatibel

    dengan IBM PC X86. Mikrotik RouterOS dapat berfungsi sebagai access

    Konsentrator dengan berbagai pilihan protokol Mikrotik RouterOS itu sendiri

    memiliki banyak fitur, ini juga yang membuat Mikrotik RouterOS dapat

    mengambil peranan yang lebih banyak dalam jaringan. Mikrotik RouterOS

    mampu menggunakan protokol tunneling seperti IP security (Ipsec), Point-To-

    Point Tunneling Protokol (PPTP), Layer 2 Forwanding Protokol (L2TP) dan

    Point-To-Point over Ethernet (PPPoE).

  • 28

    Sumber:http://belajar-komputer-mu.com

    Gambar II.20

    Mikrotik Router OS

    2. Packet Tracer

    Sebelum masuk ke tahap pembuatan jaringan baik itu yang LAN, VLAN,

    MAN maupun WAN, merancang jaringan terlebih dahulu dalam dalam sebuah

    aplikasi simulator merupakan langkah awal yang sangat baik. Banyaknya aplikasi

    simulator dalam pembuatan jaringan membuat kita banyak pilihan untuk merancang

    suatu jaringan dalam aplikasi seperti GNS3, Bosson Simulator, Packet Tracer dan

    Aplikasi Simulator lainya. Packet Tracer merupakan salah satu simulator yang di

    keluarkan oleh Cisco System, Packet Tracer ini dapat merancang satu jaringan baik

    dalam konfigurasi router, switch dan devaice-devaice yang dikeluarkan vendor Cisco.

    User juga dapat melihat apakah konfigurasi yang dilakukan pada switch, router,

    wireless ataupun PC benar adanya atau tidak, Simulator ini terdiri dari beberapa versi

    dimana tiap versi mempunyai keunggulan dan kelebihan seperti halnya seri-seri pada

    router, switch devaice-devaice LAN atau WAN. Dengan memanfaatkan aplikasi

    simulator ini lebih mendekati kondisi Riil dalam perancangan pembuatan jaringan.

    3. Aplikasi Winbox

  • 29

    Aplikasi winbox merupakan sebauh aplikasi yang sangat erat hubungannya

    dengan mikrotik. Winbox adalah sebuah utility yang digunakan untuk melakukan

    remote ke server mikrotik dalam mode GUI jika untuk konfigurasi mikrotik dalam

    Text Mode melalui PC itu sendiri, maka untuk dalam bentuk mode GUI kita

    menggunakan Winbox ini. Dengan aplikasi ini kita bisa konfigurasi mikrotik dengan

    melalui komputer Client, mengkonfigurasi mikrotik melalui Winbox jauh lebih

    banyak digunakan karena selain penggunaanya yang mudah kita tidak harus

    menghafal perintah-perintah Consile. Fungsi utama Winbox adalah untuk menyetting

    yang ada pada mikrotik dengan kemudahannya melaui tampilan GUI atau Dekstop.

    Sumber:http://nurmanto.com

    Gambar II.21

    Winbox

    4. Packet Tracer 5.3

    Merupakan suatu simulator yang dikelurkan oleh Cisco System, Packet Tracer

    ini dapat merancang suatu jaringan baik dalam pengkonfigurasi router, switch dan

  • 30

    device-devaice yang dikeluarkan vendor Cisco. User juga dapat melihat apakah

    konfigurasi yang dilakukan pada switch. Router, wireless ataupun PC benar adanya

    atau tidak. Simulator ini terdiri dari beberapa versi dimana tiap versi mempunyai

    keunggulan dan kelebihan seperti halnya seri-seri pada router, switch device-device

    LAN dan WAN.

    Sumber:http://www.packettracernetwork.com

    Gambar II.22

    Packet Tracer

    2.5. TCP/IP dan Subnetting

    Dalam sebuah jaringan komputer TCP/IP dan subnetting merupakan dua hal

    yang sangat penting. Keduanya memiliki fungsi dan tugas tersendiri agar aliran data

    di dalam sebuah jaringan tidak mengalami masalah.

    2.5.1. TCP/IP

    http://www.packettracernetwork.com/
  • 31

    Menurut Sofana (2013:89) model referensi DARPA atau DARPA Reference

    Model adalah sebuah referensi protocol jaringan yang diusulkan oleh departemen

    pertahanan Amerika Serikat atau DoD (Departement of Defense). Model ini dinamai

    begitu karena lembaga yang mengembangkan TCP/IP adalah DARPA (United States

    Defense Advanced Research Project Agency) pada dekade 1970 - an hingga 1980

    an Model itu disebut juga TCP/IP Model atau Internet Model. Pada Mulanya TCP//IP

    digunakan pada jaringan bernama ARPANET. Namun saat ini telah menjadi protokol

    standar bagi jaringan yang lebih umum yang disebut Internet.

    Seperti halnya model OSI, pengiriman data yang dilakukan pada model TCP/IP pun

    menggunakan prinsip encapsulation. Mula-mula data ditangani oleh layer Aplication

    menggunakan aplikasi khas TCP/IP seperti e-mail, FTP,telnet dan sejenisnya.

    Sesampainya di layer host, protokol menambahkan heder pada setiap paket.

    Selanjutnya data dikirim ke layer network dan diberi header yang berisi informasi

    alamat tujuan, alamat pengirim, dan informasi lain yang dibutuhkan untuk melakukan

    routing. Lalu data siap dikirim ke layer interface.

    Di layer Network Interface ini data diubah menjadi besaran besaran listrik/fisik

    seperti tegangan, arus, gelombang radio maupun cahaya, sesuai media yang

    digunakan. Di sini dihasilkan bit bit data yang siap untuk dikirim. Setelah bit bit

    data sampai ke komputer penerima, proses kebalikannya dilakukan. Data secara

    bertahap dicopot header-nya satu persatu, mulai dari layer terbawah hingga layer

    paling atas. Setelah sampai pada layer Aplication barulah data yang sebelumnya bisa

    dibaca oleh aplikasi TCP/IP.

    1. Internet Protocol

  • 32

    Menurut Sofana (2013:94) Internet Protocol adalah (IP) berada pada Layer

    Internetwork atau Internet IP merupakan kunci dari jaringan TCP/IP, agar dapat

    berjalan dengan baik maka semua aplikasi jaringan TCP/IP pasti bertumpu pada

    Internet Protocol yang mengatur bagaimana suatu data dapat dikenal dan dikirim dari

    satu komputer lain. IP bersifat recovery. IP tidak dapat melakukan handshake

    (pertukaran kontrol informasi) saat membangun sebuah koneksi, sebelum data

    dikirim. Padahal handshake merupakan salah satu syarat agar sebuah koneksi baru

    terjadi. Dengan demikian, IP pada layer lainnya untuk melakukan handshake protocol

    IP memiliki 5 fungsi utama, yaitu:

    a. Mendefinisikan paket yang menjadi unit satuan terkecil pada transmisi data di

    Internet.

    b. Memindahkan data antara Transport Layer dan Network Interface Layer.

    c. Mendefinisikan skema pengalamatan Internet atau IP address.

    d. Menentukan routting paket.

    e. Melakukan fregmentasi dan penyusunan ulang paket.

    2. TCP dan UDP

    Menurut Sofana (2013:98) Transmission Central Protocol (TCP) dan User

    Data Protocol (UDP) adalah Merupakan dua protocol terpenting dalam layer

    Transport. TCP merupakan protocol yang bersifat connection oriented. TCP

    menyediakan layanan pengiriman data connection oriented, reliable, byte stream

    service. Sedangkan UDP menyediakan layanan pengiriman datagram yang bersifat

  • 33

    connectionless oriented, tanpa dilengkapi deteksi dan koneksi kesalahan Kedua

    protocol ini mengirim data antara layer Aplication dan layer Interne.

    3. IPv4 Address

    Menurut Sofana (2013:105) adalah saat ini banyak digunakan IP versi 4

    Sehingga IP address nya pun sering disebut sebagai IP address versi 4 atau Ipv4 .

    IP address wajib diketahui dan dipahami oleh siapa saja yang sedang mempelajari

    jaringan Internet. Setiap komputer yang hendak bergabung dengan Internet harus

    memiliki suatu alamat yang unit. alamat ini berbeda dengan MAC address yang

    terdapat pada ethernet card atau NIC lainnya. IP address adalah sekumpulan bilangan

    biner sepanjang 32 bit, yang di bagi atas 4 segmen terdiri atas 8 bit. IP address

    merupakan identifikasi setiap host pada jaringan Internet.

    4. IPv6 Address

    Menurut Sofana (2013:131) IPv6 adalah IP Address atau address versi 6

    atau Next Generation IP address (Ipng), adalah IP address yang digunakan pada

    protokol IPv6 atau Internet Protokol vesi 6, merupakan protokol IP terbaru yang

    dicadangkan untuk keperluan masa mendatang. Sudah sekitar dua puluh tahun lebih,

    Internet berkembang menggunakan Internet Protokol Version 4 (IPv4). IPv4

    menyediakan IP address sepanjang 32 bit atau sejumlah 232 buah IP address. Alokasi

    IP address sebanyak itu pada mulanya dianggap cukup. Hingga pada tahun 1991,

    timbul kekhawatiran bawha suatu saat jumlah host yang terhubung ke Internet akan

    melebihi kapasitas IPv4. Kekhawatiran tersebut mendorong para ahli untuk

  • 34

    merumuskan versi protokol Internet yang lebih baru. Proposal diajukan pada tahun

    1992 dan selama beberapa tahun mendapat masukan dari beberapa pihak. Setelah

    mengalami perjalanan panjang, akhirnya terbentuklah sebuah protokol baru yang

    disebut Internet Protokol Version 6 (IPv6) atau Next Generation Internet Protocol

    2.5.2. Subnetting

    Menurut Sofana (2013:117) Subnetting adalah sebuah proses pembagi atau

    memecah sebuah network menjadi beberapa network yang lebih kecil (subnet-subnet)

    . Esensi dari subnetting adalah memindahkan garis pemisah bagian network,

    sehingga beberapa bit host digunakan untuk bit tambahan bagian network. Subnetting

    akan mengakibatkan beberapa perubahan sebagi berikut:

    1. Panjang bit network bertambah dan bit host berkurang.

    2. Network address berubah.

    3. Netmask address berubah.

    4. Broadcast address berubah.

    5. Jumlah network (subnet) bertambah.

    6. Jumlah host maksimal setiap subnet berkurang.

    Subnetting dilakukan dengan beberapa alasan, di antaranya:

    1. Untuk efisiensi IP address, alokasi IP address berdasarkan pembagian kelas

    kurang efesien.

  • 35

    2. Untuk menjembatani perbedaan topologi fisik seringkali digunakan router.

    Router bekerja dengan cara meneruskan paket antar network yang berbeda.

    Perbedaan network pada kacamata TCP/IP di tentukan dari network

    address-nya. Sehingga untuk mengatasinya kita harus membagi sebuah

    network menjadi beberapa subnet yang kemudian berhubungan oleh router.

    3. Untuk memudahkan proses manajemen atau pengaturan security network.

    4. Untuk mengisolasi traffic. Manakala suatu host berkomunikasi dengan host

    lain pada subnet yang sama, pesan broadcast cukup disebarkan di antara

    angota subnet dan tidak akan diteruskan ke subnet lain.

    Contoh untuk perhitungan subnetting itu sendiri adalah sebagai berikut:

    1. Dimisalkan ada sebuah network address, 192.168.1.0/30.

    2. Maka di dapati jumlah subnet mask nya adalah 255.255.255.252 dari

    perhitungan bineri yang amsing-masing bitnya berjumlah 8 bit.

    11111111.11111111.11111111.11111100

    255 255 255 252

    3. Net ID = 2x (banyak bit yang aktif)

    Net ID = 26 = 64

    4. Host ID = 2y 2 (bit yang bernilai 0 atau tidak aktif0

    Host ID = 22-2=2

    5. Blok Net = 256 Nilai Subnet Baru

    Blok Net = 256 -252 = 4

    6. Jumlah Host yang dapat digunkan = Jumlah Net ID Jumlah Host ID Jumlah

    Host yang dapat digunakan = 64x4 = 256

  • 36

    7. Alamat Subnet = 192.168.1.0, 192.168.1.4, 192.168.1.8, 192.168.1.12 dst.

    8. Alamat Broadcast = 192.168.1.3, 192.168.1.7, 192.168.1.11 dst.

    9. Alamat Subnet ke-3 = 192.168.1.8

    Tabel II.4

    Subnetting

    Subnet Mask Nilai CIDR

    255.255.128.0 /17

    255.255.192.0 /18

    255.255.224.0 /19

    255.255.240.0 /20

    255.255.248.0 /21

    255.255.252.0 /22

    255.255.254.0 /23

    255.255.255.0 /24

    255.255.255.128 /25

    255.255.255.128 /26

    255.255.255.192 /27

    255.255.255.240 /28

    255.255.255.248 /29

    255.255.255.252 /30

    2.6. Sistem Keamanan Jaringan

  • 37

    Menurut Sukamaaji (2012:60) mengemukakan bahwa keamanan jaringan

    yaitu proses pencegahan yang dilakukan oleh penyerang untuk terhubung kedalam

    jaringan komputer melalui akses yang tidak sah, atau pengguna secara ilegal dari

    komputer dan jaringan .

    1. Aspek Keamanan Jaringan

    Secara umum aspek keamanan jaringan meliputi 4 aspek menurut setiawan

    (2005:47) yaitu:

    a. Privacy/Confidentiality

    Usaha untuk menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses

    Privacy lebih mengarah ke data-data yang sifatnya privat, sedangkan confidentiality

    biasanya berhubungan dengan data yang di berikan ke hak lain untuk keperluan

    tertentu.

    b. Integrity

    Aspek ini menekankan bahwa informasi tidak boleh diubah tanpa seijin

    pemilik informasi. Informasi yang diterima harus sesuai dan sama persis seperti saat

    informasi di kirimkan. Jika terdapat perbedaan antara informasi atau data yang

    dikirimkan dengan yang diterima maka aspek integrity tidak tercapai.

    c. Authentication

    Aspek ini berhubungan denagn metode atau cara untuk menyatakan bahwa

    informasi betul-betul asli, orang yang mengakses atau memberikan informasi adalah

    betul-betul orang yang di maksud atau server yang kita hubungi adalah benar-benar

    server asli.

    d. Availability

  • 38

    Aspek ini berhubungan dengan ketersediaan data dan informasi yang berbeda

    dalam suatu sistem komputer tersedia dan dapat dimanfaatkan oleh orang yang

    berhak.

    2. Firewall

    Menurut Athaillah (2013:5) mendefinisikan bahwa Firewall adalah sebuah

    sistem atau perangkat yang bertugas untuk mengatur lalu lintas jaringan komputer

    yang dianggap aman untuk melewatinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang

    dianggap tidak aman untuk melewatinya. Umumnya firewall diletakan didalam

    sebuah gateway atau router yang menjembatani sebuah jaringan dengan jaringan

    lainnya.

of 34/34
5 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Jaringan Komputer Menurut Sofana (2013:3) Jaringan komputer adalah “ sekumpulan beberapa komputer (dan perangkat lain seperti router, switch, dan sebagainya) yang saling terhubung satu sama lain melalui media perantara . Media perantara bisa berupa media kabel ataupun media tanpa kabel (nirkabel). Informasi berupa data yang akan mengalir dari satu komputer ke komputer lainnya atau dari satu komputer ke perangkat lain, sehingga komputer tersebut bisa saling terhubung bisa saling bertukar data atau berbagi perangkat keras. Menurut Irawan (2013:2) Jaringan komputer bisa dikatakan sebagai “ Sebuah kelompok yang terdiri dari dua atau lebih komputer yang saling berbagi pakai (sharing) melalui perangkat lunak ataupun keras, serta menggunakan protocol yang sama. 2.1.1. Jenis - Jenis Jaringan Komputer 1. Local Area Network (LAN) Menurut Sofana (2013:4) LAN adalah jaringa kabel yang dibuat pada area terbatas pada daerah relative kecil. LAN bisa digunakan pada sebuah jaringan kecil yang menggunakan resource secara bersama. Meskipun demikian, perancangan LAN tidak cukup mudah, karena sebetulnya LAN dapat berisi sampai ratusan komputer yang harus dapat digunakan oleh ribuan pengguna .
Embed Size (px)
Recommended