Home >Documents >BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Studi II Kajian Pustaka (MW).pdf 2. Teori Demand (Permintaan) Menurut teori...

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Studi II Kajian Pustaka (MW).pdf 2. Teori Demand (Permintaan) Menurut teori...

Date post:07-Mar-2020
Category:
View:3 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 13

    BAB II

    KAJIAN PUSTAKA

    A. Studi Pustaka

    Berdasarkan beberapa penelusuran penulis terhadap literatur yang ada,

    penulis menemukan penelitian yang sebelumnya yang berhubungan dengan judul

    penulis angkat, yaitu:

    Pertama, Penelitian yang terdahulu yang berkaitan dengan judul kaidah

    penetapan harga yang penulis temui adalah “PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

    TERHADAP PENETAPAN HARGA JUAL MINYAK TANAH DI DESA

    BAWAK, KEC. CAWAS, KAB. KLATEN”. Oleh Nurul Khasanah Fakultas

    Syari‟ah Universitas Islam Sunan Kalijaga Yogyakarta Tahun 2008.

    Penelitiannya ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pandangan hukum Islam

    terhadap mekanisme penetapan harga minyak tanah dan mekanisme jual beli di

    pangkalan. Penilitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara jelas

    mengenai mekanisme penetapan harga dan mekanisme jual beli yang dilakukan di

    Desa Bawak, Kec. Cawas, Kab. Klaten, selanjutnya memberikan penilaian dan

    kejelasan hukum terhadap praktik mekanisme penetapan harga jual dan

    mekanisme jual beli minyak tanah di Desa Bawak, Kec. Cawas, Kab. Klaten

    ditinjau dari hukum Islam. 20

    20

    Digilib.uin-suka.ac.id/2368/1/BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf. Diakses 21-03-2013.

  • 14

    Kedua, penelitian lainnya “HARGA DALAM PERSPEKTIF ISLAM”

    oleh H. Muhammad Birusman Nuryadin. Pembahasan dalam penelitian ini

    mengenai harga dan peranan harga, tujuan penentuan/penetapan harga, metode

    penentuan/penetapan harga dan harga menurut perspektif hukum Islam.

    Pembahasan dalam peniltian ini menghasilkan kesimpulan bahwa berbagai

    macam metode penetapan harga tidak dilarang oleh Islam dengan ketentuan:

    harga yang ditetapakn oleh pihak pengusaha/pedagang tidak menzalimi pihak

    pembeli, yaitu tidak dengan mengambil keuntungan di atas normal atau tingkat

    kewajaran. Tidak ada penetapan harga yang sifatnya memaksa terhadap para

    pengusaha/pedagang selama mereka menetapkan harga yang wajar dengan

    mengambil tingkat keuntungan yang wajar (tidak di atas normal). Harga diridhai

    oleh masing-masing pihak, baik pihak pembeli maupun penjual. 21

    Ketiga, pada tahun 2004 Hafas Furqani meneliti masalah pengawasan

    pasar dengan judul “HISBAH: INSTITUSI PENGAWAS PASAR DALAM

    SISTEM EKONOMI ISLAM (KAJIAN SEJARAH DAN KONTEKS

    KEKINIAN). Hisbah disini lebih dikenal sebagai institusi yang mengatur

    ekonomi dengan mengawasi dan mengontrol pasar dan mencoba mengatasi

    permasalahannya dengan nilai aturan Islami. Tujuannya adalah mencapai high

    standard of morale-economy. Pada penelitian ini juga melakukan elaborasi

    pengalaman sejarah menerapkan institusi ini lewat historical analysis sejak

    21

    Muhammad Birusman Nuryadin, Harga Dalam Perspektif Islam, Mazahib Jurnal Pemikiran

    Hukum Islam, Vol. IV, No. 1, 2007, h. 86-99.

  • 15

    permulaan Islam sampai abad pertengahan. Institusi hisbah memang masih

    relevan dan sangat signifikan kehadirannya di tengah kegagalan mewujudkan

    ekonomi yang bermoral. 22

    Kelima, Djawahir Hejazziey pada tahun 2011 meneliti dengan judul

    “MEKANISME PASAR DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM” dalam

    penelitian ini bahwa pasar dijamin kebebasannya dalam Islam. Pasar bebas

    menentukan cara-cra produksi dan harga. Tidak boleh ada gangguan yang

    mengakibatkan rusaknya keseimbangan pasar. Akan tetapi, sulitnya ditemukan

    pasar yang berjalan sendiri secara adil, distorsi pasar sering terjadi, sehingga

    dapat merugikan banyak pihak. Maka Islam memperbolehkan adanya intervensi

    pasar oleh negara untuk mengembalikan agar pasar kembali normal. 23

    Keenam, penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Rozi, Fakultas Ekonomi

    Universitas Diponegoro Semarang pada Tahun 2010 dengan judul

    “PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI LELE PADA PETANI LELE DI

    DESA TUNTANG” dengn rumusan masalah sebagai berikut:

    1. Bagaimana penentuan harga pokok produksi yang selama ini dilakukan oleh

    Petani lele?

    2. Apakah penetuan harga pokok produksi sudah tepat sesuai dengan akuntasi

    yang benar?

    22

    Hafas Furqani, Hisbah: Institusi Pengawas Pasar Dalam Sistem Ekonomi Islam (Kajian

    Sejarah dan Konteks Kekinian), Prosiding Simposium Nasional Sistem Ekonomi Islam II, Malang:

    Pusat Pengkajian Bisnis dan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, 2004, h. 163-

    175. 23

    Djawahir Hejazziey, Mekanisme Pasar Dalam Perspektif ekonomi Islam, Al Qalam Jurnal

    Ilmiah Bidang Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 28 No. 3, 2011, h. 535-584.

  • 16

    Dalam penelitian ini disimpulkan dalam menentukan harga pokok

    produksi. Dengan adanya harga pokok produksi petani lele dapat mengetahui

    laba yang diperoleh, sekaligus mengetahui seberapa besar Pengembalian Modal

    yang sudah dikeluarakan oleh petani lele. 24

    Ketujuh, penelitian yang dilakukan oleh Nur Sholikhatul Jannah dengan

    judul “HUBUNGAN KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK

    (BBM) DAN PASAR TERHADAP PROFIBILITAS INDUSTRI KERAJINAN

    BUBUT KAYU DI BLITAR” Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi

    Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Penelitian ini

    dilakukan dilakukan pada industri kerajinan bubut kayu di Blitar yang mana

    dalam proses produksi menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) yaitu solar

    dan bensin dengan sampel berjumlah 30 industri kerajinan bubut kayu. Rumusan

    masalah pada penelitian ini yaitu:

    1. Apakah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pasar mempunyai

    hubungan terhadap profitabilitas industri kerajinan bubut kayu.

    2. Bagaimana hubungan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pasar

    terhadap profitabilitas industri kerajinan bubut kayu di Blitar.

    Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pasar mempunyai hubungan

    negative. Dengan nilai korelasi 1,000 pada variabel harga Bahan Bakar Minyak

    (BBM) dan -0,51 pada variabel pasar. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa

    apabila harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami kenaikan maka

    24

    Http://eprints.undip.ac.id/22973/1/Skripsi.pdf, Diakses tanggal 5-06-2013.

    http://eprints.undip.ac.id/22973/1/Skripsi.pdf

  • 17

    permintaan pasar akan mengalami penurunan sehingga berpengaruh terhadap

    profitabilitas kerajinan bubut kayu di Blitar. 25

    Kedelapan, penelitian yng dilakukan oleh Nurfatmika Asih Wulandari

    Fakultas Syari‟ah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Tahun

    2009 denga judul “TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP INTERVENSI

    DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN KOPERASI

    KABUPATEN BANTUL DALAM STABILITAS HARGA MINYAK

    GORENG”. Fokus penelitian ini masalah bagaimana intervensi Dinas

    Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul dalam stabilitas

    harga minyak goreng ditinjau dari hukum Islam. Dari hasil penelitian tersebut

    disimpulkan bahwa pelaksanaan intervensi yang dilakukan oleh Dinas

    Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupten Bantul dalam upaya

    stabilitas harga diakibatkan oleh keresahan masyarakat dengan semakin

    melambungnya harga yang ada dipasaran dan diakibatkan pula oleh kegagalan

    pasar (market failure). Praktek yng dilakukan demi kemaslahatan masyarakat

    luas yaitu untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Intervensi yang telah

    dilakukan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten

    Bantul telah sesuai dengan hukum Islam. 26

    Kesembilan, penelitian dengan judul “KONSEP HARGA LELANG

    DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM” oleh Zumrotul Malikah Fakultas

    25

    Http://lib.uin-malang.ac.id/thesis/fullchapter/05610094-nur-sholikhatul-jannah.ps, diakses 25-

    06-2013. 26

    Http://digilib.uin-suka.ac.id/2683/1/BAB%20I,V.pdf , diakses pada tanggal 25-06-2013.

    http://digilib.uin-suka.ac.id/2683/1/BAB%20I,V.pdf

  • 18

    Syari‟ah Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang Tahun 2012.

    Penelitian ini fokus mengkaji lebih dalam mengenai bagaimanakah mekanisme

    penetapan harga perspektif ekonomi Islam, kemudian bagaimana pandangan

    ekonomi terhadap harga dalam sistem lelang. Hasil penelitian ini menunjukkan

    bahwa dalam penetapan harga dalam ekonomi Islam dengan mempertimbangkan

    harga yang pantas yaitu harga yang adil yang memberikan perlindungan kepada

    konsumen. Dan konsep harga dalam sistem lelang adalah harga ditentukan oleh

    juru lelang dengan melihat keadaan fisik barang tersebut dan tidak meninggalkan

    Nilai Limit atau lebih dikenal dengan Harga Limit Lelang (HLL): bisa berupa

    Harga Pasar Pusat (HPP), Harga Pasar Daerah (HPD), dan Harga Pasar Setempat

    (HPS). Tujuannya agar tidak adanya trik-trik kotor komplotan lelang (auction

    ring) dan komplotan penawar (bidder‟s ring). Hal ini sesuai dengan konsep

    ekonomi Islam yang menjunjung tinggi keadilan konsep maslahah. 27

    Selanjutnya penulis

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended