Home >Documents >BAB 2n 3(Revisi Lukik Tinggal Tambahin Simulasi Hysys)

BAB 2n 3(Revisi Lukik Tinggal Tambahin Simulasi Hysys)

Date post:07-Jul-2018
Category:
View:214 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 8/19/2019 BAB 2n 3(Revisi Lukik Tinggal Tambahin Simulasi Hysys)

    1/18

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Pada salah satu proses dari sebuah pabrik kimia adalah proses pemisahan

    (klasifikasi) & pemurnian. Sistem pemisahan dan pemurnian bertujuan agar hasil

    dari sistem pereaksian sesuai dengan permintaan pasar sehingga layak dijual.

    Sistem klasifikasi kadang juga diperlukan untuk menyiapkan bahan baku agar 

    konsentrasi atau keadaannya sesuai dengan katalis yang membantu

     penyelenggaraan reaksi.

    Pemilihan sistem pemroses yang menjadi unit-unit teknologi proses sangat

     bergantung pada beban kerja sistem pemroses yang diketahui dari perhitungan

    neraca massa dan energi.

    Sistem pemroses alat penyaring juga bisa digunakan untuk memisahkan

     bahan padat dengan ukuran partikel yang berbeda.

    Pemilihan sistem pemisahan dan pemurnian tergantung pada perbedaan sifat

    fisik dan sifat kimia dari masing-masing komponen yang ingin dipisahkan.

    Perbedaan sifat fisik yang bisa dimanfaatkan untuk memisahkan komponen- komponen dari satu campuran adalah perbedaan fasa (padat, cair atau gas), ukuran

     partikel, muatan listrik statik, tekanan uap atau titik didih dan titik bekunya, sifat

    kimia yang bisa dimanfaatkan untuk memisahkan komponen-komponen suatu

    campuran adalah kelarutan dan tingkat kereaktifan.

    Klasifikasi adalah operasi pemisahan material padat ke dalam fraksi-fraksi

     berdasarkan kecepatan material yang mengalir di dalam fluida. ujuan utama dari

    operasi pemisahan ini adalah untuk proses pemurnian (purifikasi). !isalnya pada

     proses penambangan terutama dalam pemisahan dan pemurnian bijih.

    "ydrocyclone adalah perangkat untuk mengklasifikasikan atau

    memisahkan partikel dalam suspensi cair berdasarkan pada kepadatan atau

    ukuran partikel. "ydrocyclones banyak digunakan dalam industri, terutama

    dalam pengolahan mineral dan kimia, karena kesederhanaannya dalam desain,

    kapasitas tinggi, pemeliharaan rendah dan biaya operasional, dan ukuran fisik 

    kecil (#radley, $%').

    1

  • 8/19/2019 BAB 2n 3(Revisi Lukik Tinggal Tambahin Simulasi Hysys)

    2/18

    B. Rumusan Masalah

    $. pa pengertian dari proses pemisahan

    *. pa saja dasar pemilihan metode pemisahan (separasi)

    +. #agaimana penjelasan tentang klasifikasi

    . #agaimana prinsip dasar dan mekanisme pengklasifikasian '. pa saja jenis-jenis classifier

    . pa yang dimaksud dengan hydrocyclone

    . #agaimana prinsip kerja dari hydrocyclone

    . pa saja jenis-jenis hydrocyclone

    %. #agaimana bagian-bagian pada hydrocycle secara umum

    $/. #agaimana penerapan hydrocyclone pada simulasi hysys

    C. Tujuan Penulisan

    $. !engetahui pengertian dari proses pemisahan.

    *. !engetahui apa saja dasar pemilihan metode pemisahan (separasi). +. !engetahui penjelasan tentang klasifikasi.

    . !engetahui prinsip dasar dan mekanisme pengklasifikasian.

    '. !engetahui jenis-jenis classifier.

    . !engetahui yang dimaksud dengan hydrocyclone.

    . !enetahui prinsip kerja dari hydrocyclone.

    . !enetahui jenis-jenis hydrocyclone.

    %. !engetahui bagian-bagian pada hydrocyclone secara umum.

    $/. !engetahui spesifikasi dan kondisi operasi hydrocyclone.

    $$. !enetahui penerapan hydrocyclone pada simulasi hysys.

    D. Manfaat Penulisan

    . !ahasis0a dapat memehami mengenai proses pemisahan

    !. !ahasis0a dapat memahami metode pemisahan

    ". !ahasis0a dapat mengetahui hydrocyclone classifier pada proses

     pemisahan

    #. !ahasis0a dapat melakukan simulasi "ysys tentang proses pemisahan

    BAB II

    TIN$AUAN UMUM CLA%%I&ICATI'N

    !.. Pr(ses Pemisahan )%e*arati(n Pr(+ess,

    1ampuran padat-cair sering disebut dengan suspensi (suspension) atau

    slurry. da beberapa tujuan yang diharapkan dari pemisahan suspensi yaitu2

    2

  • 8/19/2019 BAB 2n 3(Revisi Lukik Tinggal Tambahin Simulasi Hysys)

    3/18

    $. !engambil padatan dari cairannya

    *. !engambil cairan dari padatannya

    +. !engambil keduanya

    . Keduanya tidak dimanfaatkan, tetapi dilakukan untuk tujuan

     pencegahan terhadap pencemaran lingkungan.

    -amar . Skema alat pemisah padat-cair 

    Secara skematis pemisahan campuran padat-cair, yang sering disebut dengan suspension atau slurry, dapat digambarkan sebagai berikut.

    Klasifikasi prinsip pemisahan padat-cair dapat digambarkan secara

    skemati pada gambar *

    -amar !. Klasifikasi proses pemisahan padat-cair (S3aro3sky,$%$)

    !.!. Dasar Pemilihan Met(/e %e*arasi

    #erikut merupakan beberapa faktor yang dapat dijadikan acuan untuk 

    memilih metode mana yang cocok untuk proses separasi padat-cair yang akan

    digunakan pada suatu proses industri kimia.

    2.2.1. Parti+le si0e

    3

  • 8/19/2019 BAB 2n 3(Revisi Lukik Tinggal Tambahin Simulasi Hysys)

    4/18

    #anyak 3ariasi ukuran partikel padatan yang ada dalam suatu

    suspensi. erkadang partikel bisa berupa sebuah homogenous tapi

    terkadang juga bisa sampai terlalu heterogenous. 4ni bisa mengakibatkan

    kita harus semakin berhati-hati dalam memilih metode apa yang cocok 

    dalam proses tersebut. Selain keadaan yang heterogenous dari partikel

    tersebut. Particle si5e sangat mempengaruhi beberapa aspek yaitu cake

     porosity, porositas, dan though rate. Semakin besar partikel mengakibatkan

    semakin besar pula cake porosity dan mengakibatkan porositas dan though

    rate menjadi lebih besar.

    -amar ". 6asar pemilihan alat pemisah padat cair (S3aro3sky, $%$)

    2.2.2. Parti+le sha*e

    #entuk dari partikel sangat mempengaruhi dari metode yang akan

    digunakan. Seperti dalam proses filtrasi, bentuk partikel sangat

    mempengaruhi filter yang akan digunakan. #entuk partikel juga dapat

    mempengaruhi distribusi berat dari partikel itu sendiri. #erikut merupakan

     beberapa contoh dari bentuk partikel2

    6asar Pemilihan lat Separasi secara lengkap dan akurat (7alas,$%%/2++/ )

    4

  • 8/19/2019 BAB 2n 3(Revisi Lukik Tinggal Tambahin Simulasi Hysys)

    5/18

    abel $ 6asar Pemilihan !etode Solid-8i9uid Separasi

    !.". Pr(ses 1lasifikasi

    Klasifikasi merupakan proses pemindahan partikel berdasarkan kecepatan pengendapannya dalam satu media (biasanya air). ujuan utama

    dari proses ini adalah untuk memurnikan material padatan.

     da dua macam proses pemisahan secara klasifikasi, yaitu 2

    a. Si5ing adalah proses pemisahan dimana perbedaan laju alir 

    material dalam fluida digunakan untuk memisahkan material-

    material dengan densitas yang sama tetapi dengan bentuk dan

    ukuran yang berbeda.

     b. Sorting adalah proses pemisahan secara klasifikasi terhadap

    material yang mempunyai bentuk dan ukuran eki3alen yang

    sama tetapi densitasnya berbeda. latnya disebut dengan

    classifier.

    1lassifier didesain untuk menghasilkan dua produk, yaitu partikel

    kasar dan halus atau partikel berat dan ringan. mpat pengeluaran

     produknya juga ada * jenis, yaitu o3erflo0 dan underflo0. Produk yang

     berukuran kecil:halus (slimes) mengalir di bagian atas disebut o3erflo0,

    untuk partikel ringan atau halus dan partikel dengan kecepatan

    5

  • 8/19/2019 BAB 2n 3(Revisi Lukik Tinggal Tambahin Simulasi Hysys)

    6/18

     pengendapan rendah. Produk yang berukuran lebih besar:kasar (sands atau

    o3ersi5e) mengendap di bagian ba0ah (dasar) disebut underflo0, untuk 

     partikel berat atau kasar dan untuk partikel dengan kecepatan pengendapan

    tinggi.

    !.#. Prinsi* Dasar /an Mekanisme Pengklasifikasian

    Proses klassifikasi berdasarkan pada prinsip dasar sebagai berikut2

    a #ila partikel-partikel memiliki bentuk dan ukuran eki3alen yang sama,

    maka kecepatan alir partikel dalam fluida dengan densitas yang lebih

    tinggi akan lebih lambat daripada kecepatan alir partikel dengan densitas

    yang lebih rendah.

     b #ila partikel-partikel memiliki densitas yang sama maka partikel dengan

    ukuran yang besar akan mengalir lebih lambat dalam fluida dibandingkan

    dengan partikel yang lebih kecil ukurannya.

    c #ila partikel-partikel memiliki densitas dan 3iskositas tinggi, maka

    kecepatan alir partikel akan rendah, demikian pula kecepatan

     pengendapannya. kibatnya partikel sulit mengendap sehingga sulit terjadi

     pemisahan.

    d 6ensitas dan 3iskositas terlalu rendah, kecepatan alir dan kecepatan

     pengendapan sangat besar, sehingga pemisahan sulit terjadi pula.

    !ekanisme pengklasifikasian berdasarkan

    a. ;eed masuk kekolom yang berisi air yang bertekanan, air tersebut

    memiliki tekanan diantara * massa yang dipisahkan.

     b. Partikel dengan densitas lebih besar dari tekanan air akan turun dan

    mengendap, sedangkan patikel yang lebih ringan akan terangkat keatas dan

    masuk kekolom selanjutnya.

    c. Pada kolom selanjutnya, partikel yang akan dipisahkan sudah jadi lebih

    halus, maka tekanan airnya pun tidak sebesar kolom sebelumnya sehingga

    diperoleh partikel halus yang diinginkan sebagai outlet proses.

    !.2 $enis3jenis Classifier

    Pemb

Embed Size (px)
Recommended