Home >Documents >BAB 1,2 REVISI

BAB 1,2 REVISI

Date post:06-Dec-2015
Category:
View:17 times
Download:2 times
Share this document with a friend
Description:
PENGERTIAN DAN ASKEP DCA
Transcript:

40

BAB 1KONSEP DASAR MEDISGASTROENTRIRTIS AKUT (GEA)

A. PENGERTIAN1. Gastroentreritis adalah inflamasi membrane mukosa lambung dan usus halus yang ditandai dengan muntah dan diare yang berakibat kehilangan cairan dan elektrolit yang menimbulkan dehidrasi dan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit ( Best, 2002)2. Diare adalah kehilangan cairan dan eleektrolit secara berlabih yang terjadi karena frekuensi satu kali ataulebih pada saat buang air besar dengan bentuk tinja yang encer atau cair .( Suradi, 2006 )3. Diare adalah defekasi encer lebih dari tigs kali sehari dengann atau tanpa darah dan atau lender dalam tinja ( Mansjoer, 2000 ).4. Diare adalah suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti biasa, ditandai dengan peningkatan volume. Keenceran serta frekuensi lebih dari 3 kali sehari, dan pada neonates lebih dari 4 kali sehari dengan atau tanpa lendir dara ( Hidayat, 2006 ).

B. PROSES TERJADINYA MASALAH1. ETIOLOGIA. Faktor presipitasia) Infeksi enternal yaitu saluran pencernaa yang merupakan penyebab utama diare pada anak. Infeksi sentral meliputi:1. Infeksi bakteri : Vibrio, E. coli, Salmonella, Compylobacter, Yersinia, Aeromonas.2. Infeksi virus : Enterovirus ( Virus ECHO, Coxsackie, Poliomyelitis).3. Infeksi Parasit : Cacing, ( Ascaris, Trichuris, Oxyuris, Strongyloides ), Protozoa ( Entamoeba histtolytica, Giardia lamblia, Trichomonas haminisis), Jamur ( Candida Albicas).b) Infeksi Parenteral yaitu infeksi dibangian tubuh lain diluar alat pencernaan , seperti Otitis Media Akut ( OMA ), Tonsilofaringitis, Broonkopneumonia, Ensefalitas dan sebagianya. Keadaan ini terutama terdapat pada berumur dibawah 2 tahun.B. Faktor PredisposisiMenurut Nursalam. 2005, penyebab gastroenteritis akut dapat dibagi dalam beberapa faktor:1. Tidak memberikan ASI secara penuh untuk 4-6 bulan pertama dari kehidupan.2. Air minum tercemar dengan bakteri tinja.3. Tidak mencuci tangan sesudah buang air besar, sesudah membuang tinja atau sebelum memegang makanan.2. PATOFISIOLOGI Menurut Ngastiyah, 2003 mekanisme dasar yang menimbulkan diare : a. Gangguan osmotik Akibat terdapat makanan atau zat yang tidak diserap akan menyebabakan tekanan osmotic dalam rongga usus yang meninggi sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit ke dalam rongga usus. Isi rongga usus yang berlebih akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga tibul diare.b. Gangguan sekresi Akibat rangsangan tertentu ( misalnya toksin ) pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekresi, air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan selanjutnya timbul diare karena terdapat peningkatan isi rongga usus. c. Gangguan mobilitas ususHiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga tibul diare. Sabaliknya bila peristaltic usus menurut mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan, selanjutnya timbul diare pula.Potogenesis Diare Akut:a. Masuknya jasad renik yang masih muda ke dalam usus halus setelah berhasil melewati rintangan asam lambungb. Jasad renik tersebut berkembang biak ( multiplikasi ) di dalam ususs halus.c. Oleh jasad renik dikelurkan leh toksin.d. Akibat toksin tersebut terjadi hipersekresi yang selanjutnya akan menimbulkan diare.Sebagai akibat diare baik akut maupun kronik akan meliputi:a. Kehilangan air dan elektrolit ( terjadi dehidrasi ) yang mengakibatkan gangguan keseimbangan asam basa ( asidosis metabolic, hipokalemi).b. Gangguan gizi akibat kelaparan ( masuknya kurang, pengeluaran bertambah).c. Hipoglikemid. Gangguan sirkulasi darah.

3. MANIFESTASI KLINISTanda, gejala dan sifat tinja pada penderita diare karena infeksi ( ECG, Pediatricia, 2006)GejalaRotavirusShigellaSalmonelaETECEIECKholera

Masa tunas12-72 jam24-48 jam6-72 jam6-7 jam6-72 jam48-72 jam

Panas++++++-++-

Mual, muntahSeringJarangSering--Sering

Nyeri perutTenesmusTenesmus , krampTenesmus, kolik+Tenesmus, krampKramp

Nyeri kepala-+

+---

Lama sakit5-7 hari>7 hari3-7 jam2-3 hariVariasi3 hari

Sifat tinja

VolumeSedangSedikitSedikitBanyakSedikitBanyak

Frekuensi 5-10x/hr>10x/hrSeringSeringSeringTerus 2 an

KonsistensiCairLembekLembekCariLembekCair

Lendir ------

Darah-Sering Kadang-+-

BauLangu+-Busuk+Tidak merah-ijoAmis

WarnaKuning-ijoMerah-ijoKehijauanTak warna+Cucian beras

Lekosit -++-infeksi-

Lain-lainanoreksiaKejang+-Sepsis +-meteorismusinfeksi+_

Tanda dan Gejala keracunan makanan ( Wong, 2003 )Agen Bakterial :a. Kelompok Shigella gram negative ( masa inkubasi 1-7 hari )Karakteristik : demam, kram abdomen, sakit kepala, Diare cair disertai mucus dan pus. Penyakit dapat sembuh sendiri, pengobatan dengan antibiotic.b. Escherrichia Coli ( inkubasi bervariasi bergantung pada strain ) Inside bannyak pada musim panas, dengan hanya pegobatan simptomatis. Gejala berkurang dalam 3-7 hari.

c. Complaybacter jejuni ( inkubasi 1-7 hari )Kebanyakan pasien sembuh sendiri, antibiotic dapat mempercepat penyembuhan.Agen Viral :Rotavirus : awitan tiba-tiba, demam, mual, muntah, diare dapat menetap lebih dari satu minggu. Terjadi lebih tinggi pada musim dingin, biasanya ringan dan smbuh sendiri.Keracuna makanan karena :a. Staphilococcus ( inkubasi 4-6 jam )Karakteristik : muala, muntah, kram abdomen, diare hebat, demam ringan, syok pada kasus berat. Ditularkan melalui makanan tekontaminasi, sembuh sendiri, perbaikan terlihat dalam 24 jam.b. Clostridium Perfringens ( inkubasi 8-12 jam )Karakteristik : kram sedang sampai hebat, nyeri medepigastrik. Dapat sembuh sendiri.c. Clostridium botulinum ( 12-26 jam )Karakteristik : mual, muntah, diare, mulut kering, disfagia. Keparahan bervariasi cepat dalam beberapa jam, dapat diberikn antitoksin.

Secar umum, tanda dan gejala diare menuru ( Rita Yuliani, 2006 ) adalah :a. Sering buang air besar dengan konsistensi tinja cair atau encerb. Terdapat tanda dan gejala dehidrasi : Turgor kulit jelek ( elastic kulit menurun ), ubun-ubun dan mata sekung, membrane mukosa kering.c. Demamd. Mual dan muntahe. Anoreksiaf. Lemahg. Pucath. Perubahan tanda-tanda citali. Menurun atau tidak adanya pengeluaran urineTahapan dehidrasi dari Ashwill dan droske ( 2000 ) :a. Dehidrasi ringan : berat badab menurun 3%-5%, dengan volume cairan yang hilang kurang dari 50 ml/kgb. Dehidrasi sedang : berat badan menurun 6%-9%, dengan volume cairan yang 50-90 ml/kgc. Dehidrasi berat : berat badan menurun lebih dari 10%, dengan volume cairan yang hilang sama dengan atau lebih dari 100 ml/kg

Penilaian derajat dehidrasi ( Menurut Soenarto, 2003 )Yang dinilaiTanpa dehidrasiDehidrasi tak beratDehidrasi berat

RIWAYAT

Rasa hausNormalRakus jika diberi minumTidak dapat diminumi

Air kemihNormalSedikit gelapTak ada dalam 6 jam

PERIKSA

Keadaan umumSehat, aktifMengantuk, rewel, gelisahTidak sadar, lemah

Air mataAdaTak adaTak ada

MataNormalCekung *Sangat cekung

Mulut/lidahBasahKering **Sangat kering

NafasNormalAgak cepatCepat & dalam

RABA

Cubitan kulitKembali normalKembali lamban ***Sangat lambat

Denyut nadiNormalAgak cepatSangat cepat, lemah

Ubun-ubunNormalCekungSangat cekung

KEHILANGAN BB100gr/kgBB

4. PENATALAKSANAAN MEDISLintas Diare atau Lima langkah pananganan diare pada anak :( Menurut Rekomendasi WHO, Yayasan Eureka Indonesia, 2009 )a. Oralit dengan formula baru dapta mengurangi mual dan muntah, cairan ini diberikan untuk mencegah dan mengatasi dehidrasib. Zinc diberikan 10 hari untuk mengurangi durasi dan keparahan diare, memperbaiki imunitas tubuh, mengurangi resiko berulangnya diare selama 2-3 bulan. Zinc juga dapat meningkatkan nafsu makan anak.c. Pemberian ASI dan makanan tetap diberikan sama seperti saat sehat, untuk mencegah kekurangan nutrsi.d. Jangan menggunakan atibiotik, kecuali kasus kolera dan disentrie. Berikan nasehat pada ibu untuk membawa anaknya ke dokter apabila anak demam, tinja disertai darah, makan/minum berkurang, anak kehausan, diare yang tidak berhenti dalam 3 hari.PENGOBATAN PADA DIARE :a. Pengobatan cairanb. Pengobatan dietikc. Pengobatan kausald. Pengobatan simptomatik

a. Pengobatan CairanPemberian cairan pada diare dehidrasi murni :1. Jenis cairan a. Cairan rehidrasi oral ( oral rehidrasi salt ) Formula lengkap mengandung NaCL, NaHCO3, KCL Dan glukosa. Kadar natrium 90 mEq/l untuk kolera dan diare akut pada anak diatas 6 bulan dengan dehidrasi ringan dan sedang atau tanpa dehidrasi ( untuk pencegahan dehidrasi ). Kadar natrium 50-60 mEq/l untuk diare akut non-kolera pada anak di bawah 6 bulan dwngan dehidrasi ringan, sedang atau tanpa dehidrasi. Formula lengkap sering misalnya larutan oralit Formula sederhana ( tidak lengkap )hanya mengandung NaCL dan sukrosa atau karbohidrat lain , misalnya larutan gula garam, larutan air tajin garam, larutan tepung beras garam dan sebagainyauntuk pengobatan pertama di rumah pada semua anak denngan diare akut baik sebelum ada dehidrasi maupun setelah ada dehidrasi ringan. b. Cairan Parental DG aa ( 1 bagian larutan Darrow+ 1 bagian glukosa 5% ). RL g ( 1 bagian Ringer laktat + 1 bagian glukosa 5 % ) RL ( Ringer Laktat ) 3 @ ( 1 bangian NaCL 0,9 % + 1 bagian glukosa Na laktat 1/6 mol/l ). DG 1 : 2 ( 1 bagian larutan Darrow + 2 bagian glukosa 5 % ) RLg 1 : 3 ( 1 bagian Ringer laktat + 3 bagian glukosa 5-10% ) Cairan 4 : 1 ( 4 bagian glukosa 5-10% + 1 bagian NaCO3 11/2 % atau 4 bagian glukosa 5-10% + 1 bagian NaCl 0,9%)2. Jalan pemberian cirana. Peroral untuk dehidrasi ringan, sedang dan tanpa dehidrasi san bila anak mau minum serta kesadaran baik.b. Intragastrik untuk dehidrasi ringan, sedang atau tanpa dehidrasi, tetap anak tidak mau minum, atau kesadarannya menurun.c. Intravena untuk dehidrasi berat.

Jumlah Cairan ( lihat tabel 1, 2dan 3 )Tabel 1. Jumlah cairan ( ml ) yang hilang menurut derajat dehidrasi pada anak usia < 2 tahun ( BB 3

Embed Size (px)
Recommended