Home >Documents >Askep Poli Anak

Askep Poli Anak

Date post:16-Dec-2015
Category:
View:41 times
Download:10 times
Share this document with a friend
Description:
poli
Transcript:

Malnutirisi energi protein (Protein-energi malnutrition)

MALNUTIRISI ENERGI PROTEIN

(PROTEIN-ENERGI MALNUTRITION)I. DEFINISIMalnutirisi energi protein adalah ketidak adekuatnya intake protein dan kalori yang dibutuhkan oleh tubuh (Perawatan anak sakit; 1997)II. PATOFISIOLOGI1. Penyakit malnutirisi dengan kekurangan energi protein atau tidak mencakupinya makanan bagi tubuh seringkali dikenal dengan marasmus dan kwashiorkor.

2. Kwashiorkor adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan protein dari segi kualitas maupun kuantitas. Kekurangan protein dalam makanan akan mengakibatkan kekurangan asam amino esensial dalam serum yang diperlukan untuk sintetis dan metabolisme terutama sebagai pertumbuhan dan perbaikan sel, semakin berkurangnya asam amino dalam serum menyebabkan berkurangnya produksi albumin oleh hati. Kulit akan tampak besisik dan kering karena depigmentasi. Anak dapat mengalami gangguan pada mata karena kekurangan vitamin A. kekurangan mineral khususnya besi, kalsium dan seng. Edema yang terjadi karena hipoproteinemia yang mana cairan akan berpindah dari intravascular kompartemen ke rongga interstitial yang kemudian menumbulkan acites. Gangguan gastrointestinal seperti adanya perlemahan pada hati dan atropi pada sel acini pangkreas.

3. Marasmus adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan kalori dan protein. Pada marasmus ditandai dengan atropi jaringan, terutama lapisan subkutan dan badan tampak kurus seperti orang tua. Pada marasmus metabolisme lemak kurang terganggu dari pada kwashiorkor, sehingga kekurangan vitamin biasanya minimal atau hipoalbuminemia atau retensi sodium. Pemenuhan kebutuhan dalam tubuh masih dapat terpenuhi dengan adanya cadangan protein sebagai sumber energi.III. KOMPLIKASI1. Kwashiorkor ; diare, infeksi, anemia, gangguan tumbang, hipokalemia dan hipernatremia

2. Marasmus; infeksi, tuberculosis, parasitosis, disentri, malnutisi kronik, gangguan tumbang.

IV. ETIOLOGI.1. Kekurangan kalori

2. Kekurangan protein

V. MANIFESTASI KLINIS.1. Kwahiorkor.

Muka sembab

Lethargi

Udema

Jaringan otot mengecil

Jaringan subkutan tipis dan lembut

Warna rambut pirang atau seperti rambut jagung

Kulit kering dan bersisik

Alopecia

Anoreksia

Gagal dalam tumbuh kembang

Tampak anemia

2. Marasmus

Badan kurus kering

Tampak seperti orang tua

Lethargi

Irritable

Kulit keriput

Ubun-ubun cekung pada bayi

Jaringan subkutan hilang

Turgor kulit jelek

Malaise

Apatis

Kelaparan

VI. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIC1. Pemeriksaan fisik

2. Pemeriksaan laboratorium; albumin, kreatinin dan nitrogen. Elektrolit, Hb, Ht, TransferinVII. PENATALAKSANAAN TERAPIUTIK1. Diit tinggi kalori, protein, mineral dan vitamin

2. Pembrian terapi cairan dan elektrolit

3. Penangan diare bila ada; cairan, antidiare, dan antibiotic

VIII. PENATALAKSANAAN PERAWATAN1. Pengkajian

Riwayat status social ekonomi

Kaji riwayat pola makan

Pengkajian antropometri

Kaji manifestasi klinis

Monitor hasil laboratorium

Timbang berat badan

Kaji tanda-tanda vital

2. Diagnosa Keperawatana) Perubahan nutirisi kurang dari ke butuhan tubuh berhubungan dengan ketidakadekuatnya intake nutrisi

b) Kurangnya volume cairan dan konstipasi berhubungan dengan intake cairan

c) Gangguan integritas kulit berhubungan dengan tidak adanya kandungan makanan yang cukup

d) Resiko infeksi berhubungan dengan gangguan respon imun sekunder dari malnutirisi

e) Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan tidak tahu memberikan intake nutisi yang adkuat pada anak

3. Perencanaan Keperawatana) Aanak akan memperlihatkan kebuthan nutrisi secara adekuat yang ditandai dengan berat badan normal sesuai dengan usia, napsu makan meningkat, dan tidak ditemukan manifestasi malnutrisi.b) Anak tiodak menunjukkan tanda-tamda dehidrasi yang ditandai dengan ubun-ubun tidak cekung, turgor kulit normal, membrane mukosa lembab, output urine sesuai, berat jenis urine normal dan anak menunjukkan kebiasaan buang air besar yang dengan konsistensi lembek

c) Anak menunjukkan keutuhan integritas kulit yang ditandai dengan kulit tidak besisik, tidka kering dan elastisitas kulit normal.

d) Anak akan terbebas dari infeksi yang ditandai dengan suhu tubuh normal dan lekosit dalam batas normal.

e) Orang tua memahami pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak

4. Implentasia) Meningkatkan pemenuhan status nutirisi

Kaji antropometri

Kaji pola makan

Berikan intake makanan tinggi; kalori, protein, mineral dan vitamin Frekuensi makan dapat ditingkatkan setiap 3-4 jam dan selingi dengan makanan kecil yang tinggi kalori dan protein

Timbang berat badan anak setiap hari

Tingkatkan pemasukan ASI dengan pemasukan intake nutisi yang adekuat pada orang tua (ASI)

b) Meningkatkan hidrasi dan mencegah konstipasi Berikan cairan yang adekuat sesuai dengan kondisi

Berikan cairan peroral

Berikan cairan atau nutrisi perparenteral; pantau kepatenan infuse Ukur intake dan output2-3 ml/kg/jam

Ukur berat jenis urine

Auskultasi bising usus

Kaji tanda-tanda dehidrasi

Pantau adanya overload cairan

c) Meningkatkan integritas kulit Kaji keutuhan setiap pergantian dinas

Berikan suplemen vitamin

Berikan alas matras yang lembut

Berikan cream kulit

Ganti segera pakaian yang lembab atau basah

Lakukan kebersihan kulit

Hindari penggunaan sabun yang dapat mengiritasi kulit-

d) Mencegah terjadinya infeksi

Kaji tanda-tanda infeksi, ukur suhu tubuh tiap 4 jam

Gunakan standar pencegahan universal, kebersihan, mencuci tangan yang benar bila akan kontak pada anak, menghindari dari anak yang infeksi

Berikan immunisasi pada anak yang belum immunisasi

e) Meningkatkan pengetahuan orang tua

Ajarkan pada orang tua dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi

Jelaskan pentingnya intake nutrisi yang adekuat Jelaskan kondisi yang terkait dengan malnutrisi

Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi nutrisi yang adekuat untuk meningkatkan produksi ASI

Libatkan keluarga dalam perawataanak untuk kebutuhan sehari-hari

f) Perencanaan pemulangan Jelaskan kebutuhan nutrisi yang adekuatdengan mengguankan gambar-gambar

Jelaskan komplikasi yang akan terjadiakibat malnutrisi

Ajarkan dan jelaskan orng tua untuk menkonsumsi makanan yang tinggi kalori, protein, mineral dan vitamin

Berikan penjelasan tantang makanan formula yang perludiberian pada anakASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK K

DENGAN DIAGNOSA MEDIS KURANG ENERGI PROTEIN (KEP)

DI POLI ANAK RUMAH SAKIT UMUM MATARAM

Tanggal 25 April 2005

I. PENGKAJIAN

Hari

: Rabu

Tanggal masuk

: 25 April 2005

Tanggal pengkajian: 25 April 2005

Ruang

: Poli Anak RSU Mataram

MR

: 663841

A. Data Biografi

Klien

Nama Klien: Anak K

Umur

: 5 Tahun

Jenis Kelamin: Perempuan

MR

: 663841

Agama

: Hindu

Suku

: Bali

Alamat

: Jln. Kapuas raya no. 76, Tj. Karang, Perumnas, Ampenan

Penanggung jawab

Nama: TnM

Umur: 20 tahun

Pekerjaan: swasta

Hub dengsn klien: Ayah

Alamat: Jln. Kapuas raya no. 76, Tj. Karang, Perumnas, Ampenan

B. KELUHAN UTAMA 1. Keluhan saat MRS

Ujung bibir putih-putih dan keadaan anak yang mengalami KEP berat

2. Keluhan saat pengkajian

Ibu mengatakan nafsu makan anak berkurang akibat sariawan dan putih-putih pada ujung bibirnya.C. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

Ibu mengatakan anaknya mengalami keadaan seperti sekarang ini sejak 1 tahun yang lalu, dengan awal keluhan demam tinggi yang kemudian menghilang dan tidak ada nafsu makan yang berlangsug lama sampai akhirnya muncul putih-putih dimulut, yang menambah kurangnya nafsu makan klien hingga berat badan klien turun sampai 10 kg, dengan keadaan badan yang tampak kurus, mata terlihat cekung dan pucat, shingga klien dianjurkan rawat inap oleh dokter di poli anak, klien menjalani rawat inap di bangsal dahlia no kamar 217.D. RIWAYAT PENYAKIT SEBELUMNYA

Ibu mengatakan bahwa sebelumnya klien tidak pernah sakit apapun atau sakit seperti yang dideritanya sekarang. Sebelumnya klien haya pernah batuk pilek setelah berobat ke puskesmas dan minum obat klien sembuh.

E. RIWAYAT KEHAMILAN DAN KELAHIRAN

a. Prenatal (hamil)

Ibu mengatakan waktu hamil tidak pernah mengalami tekanan darah tinggi, pusing-pusing tetapi sering mutah-muntah. Ibu memeriksakan kehamilannya tiap bulan di Puskesmas dan ibu sudah mendapatkan imunisasi TT 2 kali yaitu TT I, TT II dan obat penambah darah yang diminum selama hamil.

b. Natal (lahir)

Ibu mengatakan anak K lahir pada usia kehamilan 9 bulan dengan cara persalinan normal dibantu bidan dengan BB lahir 3000 gram, TB 52 cm.

c. Postnatal

Ibu mengatakan anak K tetap mendapatkan ASI dan diberi makanan tambahan yaitu bubur MP ASI sejak umur 5 bulan sampai sekarang. Bila anak sakit batuk pilek atau demam biasanya dibawa ke Puskesmas.

d. Riwayat imunisasi

Ibu mengatakan anak K sudah diimunisasi lengkap.

F. RIWAYAT TUMBUH KEMBANG

a. Pertumbuhan

Sebelum sakit : Ibu mengatakan berat badan lahir 3000 g, dan berat badan anak sebelum sakit 18 kg, PB 70 cm.

Saat sakit : BB saat sakit turun drastic menjadi 10 kg (1000 g) TB 70 cm.

b. Perkembangan

Ibu mengatakan A

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended