Home >Documents >Askep flu burung dan flu babi,,

Askep flu burung dan flu babi,,

Date post:21-Jun-2015
Category:
View:96 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 1. KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan atas kehadiran Tuhan yang Maha Esa, yang atas rahmatnya kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini yang berjudul Asuhan Keperawwatan Pada Pasien Dengan Gangguan Sistem Pernafasan: Flu Burung Dan Flu Babi. Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas Keperawatan Medikal Bedah yang telah diberikan. Dalam penulisan makalah ini kami masih merasa masih banyak kekurangankekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki oleh kami. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Dalam penyusunan makalah ini, kami tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah dapat diselesaikan tanpa hambatan,dan tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada Dosen yang telah membimbing kami. Dalam penyusunan makalah ini kami berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kami sendiri maupun kepada pembaca umumnya.Pontianak, 19 September 20131

2. DAFTAR ISI Kata Pengantar...........................................................................................................................1 Daftar Isi.....................................................................................................................................2 BAB I LANDASAN TEORI I. Konsep Dasar Medik A. Definisi...................................................................................................................3 B. Anatomi Fisiologi...................................................................................................3 C. Klasifikasi..............................................................................................................7 D. Etiologi...................................................................................................................8 E. Fatofisiologi...........................................................................................................9 F. Tanda dan Gejala..................................................................................................10 G. Pemeriksaan Diagnostik.......................................................................................11 H. Komplikasi...........................................................................................................12 I. Penatalaksanaan Medik........................................................................................12 II. Konsep Dasar Keperawatan A. Pengkajian............................................................................................................14 B. Diagnosa Keperawatan.........................................................................................16 C. Rencana Keperawatan..........................................................................................16 D. Perencanaan Pulang............................................................................................21 E. Evaluasi keperawatan..........................................................................................21 BAB II PENUTUP A. Kesimpulan...............................................................................................................23 B. Saran.........................................................................................................................24 DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................252 3. BAB II LANDASAN TEORI IKONSEP DASAR MEDIK A. Pengertian/ Definisi Flu Burung adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A/H5N1. Dengan diameter 90 120 nanometer. Virus tersebut termasuk dalam famili Orthomyxoviridae. Secara normal, virus tersebut hanya menginfeksi ternak unggas seperti ayam, kalkun dan itik. Penularannya kepada manusia melalui kontak langsung dengan unggas. ( Retno D. Soejoedono dan Ekowati Handharyani ,2006 hal 6 ). Flu babi adalah penyakit saluran pernafasan akut pada babi yang sangat menular, disebabkan oleh virus influensa tipe A/H1N1. Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya di temukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Waktu inkubasi/penetasan virus tersebut biasanya 3~4 hari (mungkin saja bisa 1~7 hari). (Abdi Susanto, 2009). B. Anatomi dan Fisiologi Sistem Pernafasan3 4. 1. Hidung Hidung merupakan saluran udara yang pertama mempunyai dua lubang ( kavum nasi ) dipisahkan oleh sekat hidung ( septum nasi ). Di dalamnya terdapat bulu-bulu yang berguna untuk menyaring udara, debu dan kotoran yang masuk ke dalam lubang hidung. a. Bagian luar dinding terdiri dari kulit. b. Lapisan tengah terdiri dari otot-otot dan tulang rawan. c. Lapisan dalam terdiri dari selaput lendir yang berlipat-lipat yang dinamakan karang hidung ( konka nasalis ). Pada hidung bagian mukosa terdapat serabut-serabut saraf atau resptor-reseptor dari saraf penciuman disebut nervus olfaktorius. Fungsi hidung terdiri dari : a. Bekerja sebagai saluran pernafasan. b. Sebagai penyaring udara pernafasan yang dilakukan oleh bulu-bulu hidung. c. Dapat menghangatkan udara pernafasan oleh mukosa. d. Membunuh kuman-kuman yang masuk, bersama-sama udara pernafasan oleh leukosit yang terdapat dalam selaput lendir atau hidung. 2. Faring Merupakan tempat persimpangan antara jalan pernafasan dan jalan makanan. Terdapat di bawah dasar tengkorak, di belakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher. Menurut letaknya faring dibagi menjadi tiga bagian : a. Bagian sebelah atas disebut nasofaring. b. Bagian tengah disebut orofaring. c. Bagian bawah sekali dinamakan laringo faring. 3. Laring Merupakan saluran udara dan bertindak sebagai pembentukan suara terletak di depan bagian faring sampai ketinggian vertebrata servikalis dan masuk ke dalam trakea dibawahnya. Pangkal tenggorokan itu dapat ditutup oleh sebuah katup yang disebut epiglotis, yang terdiri dari tulang-tulang rawan yang berfungsi pada waktu kita menelan makanan menutupi laring. Laring dilapisi oleh selaput lendir, kecuali pita suara dan bagian epiglotis yang dilapisi oleh sel epitelium berlapis. Pada pita suara sejati ( vokalis ) terdapat dua4 5. buah otot yang apabila bergerak maka pita suara dapat bergetar dengan demikian pita suara dapat melebar dan mengecil sehingga disini terbentuklah suara. 4.Trakea Merupakan lanjutan dari laring yang dibentuk oleh 16 20 cincin yang terdiri dari tulang-tuang rawan yang berbentuk seperti kuku kuda ( huruf C ). Sebelah dalam diliputi oleh selaput lendir yang berbulu getar yang disebut sel bersilia, hanya bergerak ke arah luar. Panjang trakea 9 11 cm dan dibelakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos. Sel-sel bersilia gunanya untuk mengeluarkan benda-benda asing yang masuk bersama-sama dengan udara pernafasan. Yang memisahkan trakea menjadi bronkus kiri dan kanan disebut karina.5.Bronkus Merupakan lanjutan dari trakea ada dua buah yang terdapat pada ketinggian vertebrata torakalis ke IV dan ke V. Mempunyai struktur serupa dengan trakea dan dilapisi oleh jenis sel yang sama. Bronkus-bronkus itu berjalan ke bawah dan ke samping ke arah tampuk paru-paru. Bronkus kanan lebih pendek dan lebih besar daripada bronkus kiri, terdiri dari 6-8 cincin, mempunyai tiga cabang. Bronkus kiri lebih panjang dan lebih ramping dari yang kanan, terdiri dari 9-12 cincin mempunyai 2 cabang. Bronkus bercabangcabang, cabang yang lebih kecil disebut bronkiolus.6.Bronkiolus Pada bronkiolus tak terdapat cincin lagi dan pada ujung bronkiolus terdapat gelembung paru atau alveoli.7.Alveoli Setelah bronchiolus maka terdapatlah ductus alveolaris yang merupakan saluran-saluran kecilyang akan berakhir sebagai suatu ruangan yang bulat yang dinamakan infundibulum, yang dindingnya merupakan tonjolan-tonjolan yang berbentuk seperti buah anggur yang dinamakan alveolus. Alveolus itu, disebelah luarnya diliputi oleh anyaman kapiler pembuluh darah yang merupakan peralihan antara arteri pulmonalis dan vena pulmonalis. Oksigen dari udara yang ada di dalam alveolus ini akan keluar melalui dinding tipis dan masuk ke dalam kapiler, sedangkan karbon dioksida dan air dari dalam kapiler akan keluar dan bergabung dengan udara alveolus. Dengan cara ini terjadilah proses pembersihan darah dari arteri pulmonalis ke vena pulmonalis. 5 6. 8.Paru-paru Paru-paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung-gelembung ( gelembung hawa= alveoli ). Gelembung-gelembung alveoli ini terdiri dari sel-sel epitel dan endotel. Jika dibentangkan luas permukaannya lebih kurang 90 m2 pada lapisan inilah terjadi pertukaran udara, oksigen masuk ke dalam darah dan karbondioksida dikeluarkan dari darah. Banyaknya gelembung paru-paru ini kurang lebih 700 juta buah (paru-paru kiri dan kanan ). Paru-paru dibagi dua. Paru-paru kanan terdiri dari tiga lobus ( belah paru), lobus pulmo dextra superior, lobus media, lobus inferior. Tiap lobus disusun oleh lobulus. Paru-paru kiri terdiri dari pulmo sinister lobus superior dan lobus inferior. Letak paru pada rongga dada datarannya menghadap ke tengah rongga dada / kavum mediastinum. Pada bagian tengah itu terdapat tampuk paru-paru atau hilus. Pada mediastinum depan terletak jantung. Paru-paru dibungkus oleh selaput yang bernama pleura. Pleura ini terbagi dua, pleura viseral (selaput dada pembungkus) yaitu selaput paru yang langsung membungkus paru-paru, dan pleura parietal yaitu selaput yang melapisi rongga dada sebelah dalam. Antara kedua pleura ini terdapat rongga (kavum) yang disebut kavum pleura. Pada keadaan normal, kavum pleura ini vakum/hampa udara sehingga paruparu dapat berkembang kempis dan juga terdapat sedikit cairan (eksudat) yang berguna untuk meminyak permukaannya (pleura), menghindarkan gesekan antara paru-paru dan dinding dada dimana sewaktu bernafas bergerak.Fisiologi Pernaf

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended