Home >Documents >Asger Komplit

Asger Komplit

Date post:16-Aug-2015
Category:
View:227 times
Download:6 times
Share this document with a friend
Description:
s
Transcript:

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar belakangUsiayangtelahlanjut ataulebihpopular denganistilahlansia, adalahmasatransisi kehidupan terakhir yang dijalani manusia. Masa ini sebetulnya adalah masayang sangat istimewa karena tidak semua manusia mendapatkan kesempatan untukmelewati masa ini. Lansia mempunyai definisi yang beragam diantaranya :1.Definisi Lansia menurut Undang-Undang yaitu:UUnotahun1!"#yangmemberikanpengertianbahwalansia$lanjut usia%adalah seseorang yang men&apai umur ## tahun, tidak berdaya men&ari nafkahsendiri untuk keperluanhidupnyasehari-hari dan menerima nafkah darioranglain'. Definisi Lansia menurut ()* : +ahwa Lansia atauUsia lanjut itu meskipun terkadang memun&ulkan masalahsosial,tetapi sebetulnya bukanlah merupakan suatu penyakit.,elain itu masih ada batasan-batasan atau definisi lansia yang disampaiakan olehbeberapa ahli, dan dari pendapat - pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwalanjut usia atau Lansia diartikan sebagai fase-masa terakhir kehidupan manusiadengan mengalami berbagai perubahan baik fisik maupun mental. ,elain tejadiperubahanfisikdanmental, beberapalansiarentanakanberbagai jenis penyakitdiantaranya diabetes meilitus, herpes, serta beberapa jenis penyakit yangberhubungan dengan imun dan metabolisme tubuh. .ada kasus ini,pasien memiliki riwayat penyakit diabetesmellitussertanyeripas&a herpes atau yang disebut /euralgia .as&a )epatik $/.)%. /euralgia1pas&aherpetik $/.)% merupakan sindrom nyeri neuropatik yang sangat menggangguakibatinfeksi )erpes 0oster./.) biasanyaterjadipadapopulasiusia pertengahandanusialanjut sertamenetaphinggabertahun-tahunsetelahpenyembuhanerupsi$&a&ar%. ,ejumlah pendekatan dilakukan untuk mengatasi nyeri akibat 0oster,menghambat progresi1itasnya menuju /.)dan mengatasi /.). +eberapa daripendekatanini terbukti efektif namun/.)masihsaja merupakansumber rasafrustrasi bagi pasien dan dokter. )erpes 0oster merupakan infeksi 1irus $yang sifatnyaterlokalisir% dari reakti1asi infeksi 1irus 1ari&ella-0oster endogen $telah adasebelumnya dalam tubuh seseorang%. 2irus ini bersifat laten pada saraf sensorik ataupada saraf-saraf wajah dan kepala $saraf kranialis% setelah serangan 1ari&ella $&a&arair%sebelumnya. 3eakti1asi1irusseringterjadi setelahinfeksiprimer,namunbilasistem kekebalan tubuh mampu meredamnya maka tidak nampak gejala klinis.,edangkan Diabetes Melitusmerupakan salah satu penyakit degeneratif. .adatahun '444 diperkirakan 1#4 juta orang di dunia mengidap diabaetes mellitus,meningkat dua kali lipat pada tahun '44# dan sebagian besar peningkatan terjadi dinegaran yang sedang berkembang seperti 5ndonesia. DMmerupakan masalahkesehatan yang berdampak pada produkti1itas dan dapat menurunkan ,umber DayaManusia, walaupun DMmerupakan penyakit kronik yang tidak menyebabkankematianse&aralangsungtetapi berakibat fatal bilapengelolaannyatidaklengkap.DMmeningkat, terutamapadakelompokumurdewasakeataspadaseluruhstatusso&ial ekonomi. ,aat inni upayapenanggulanganpenyakit DMbelummenempatiskala prioritas utama dalampelayanan kesehatan, walaupun diketahui dampaknegati1e yang ditimbulkannya &ukup besar antara lain komplikasi kronik padapenyakit jantung kronis, hipertensi, otak system saraf, hati, mata dan ginjal.)erpes 0oster dengan riwayat Diabetes Melitus adalah kasus yang jarang terjadidi masyarakat dantermasukkasusyangunik, sehingapenulistetarikmempelajariserta mengikuti pola hidup dari pasien ini.21.2 Rumusan Masalah+erdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, maka masalah yang dapatdirumuskan adalah mengetahui hasil asesmen geriatri& pada salah satu pasien.uskesmas 6e&amatan .asar Minggu.1.3 Tuuan1.7.1 8ujuan Umum Untukmengetahui, menganalisa danmendeskripsikanhasilasesmengeriartipada salah satu pasien di .uskesmas 6e&amatan .asar Minggu.1.7.' 8ujuan 6husus 9ang menjadi tujuan khusus dalam asesmen geriarti ini adalah1. Dapat melihat sendiri kondisi dan situasi yang dialami pasien'. Untuk memberi penyuluhan kesehatan dan kesadaran kepada pasien tentangpenyakit yang dideritanya.7. Memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga mengenai penyakitpasien, mulai darifaktor penyebab, faktorresiko, gejala klinis,pen&egahanserta prinsip pengelolaan penyakit.. Untuk mengetahui biologis, psikologis dan sosial keluarga.1.! Man"aat1..1 Manfaat bagi puskesmas3,ebagai sarana untuk kerjasama yang saling menguntungkan untuk dapatmeningkatkanpelayanankesehatanterhadapmasyarakat danmendapatkanumpanbalik dari hasil e1aluasi koasisten dalam rangka mengoptimalkan peran puskesmas.1..' Manfaat bagi pasien dan keluarga.asiendankeluargadapat mengetahui tentangpenyakit yangdideritapasien,&aramerawat diri sendiri maupunoranglainyangsehubungandenganpenyakittersebut serta memberikan masukan dan saran agar meningkatkan kualitas kesehatanpasien.1..7 Manfaat bagi mahasiswaManfaatasesmengeriarti bagi mahasiswa yaitu sebagai syarat untuk mengikutiujian serta sebagai sarana untuk menimba ilmu, keterampilan dan pengalaman dalamupayapelayanankesehatandasar dengansegalabentukketerbatasannyasehinggamahasiswamengetahui sertamemahami kegiatan-kegiatanpuskesmas baikdalamsegi pelayanan, manajemen, administrati1e dan karakter perilaku masyarakat dalampandangannya terhadap kesehatan khususnya dalam bidang ilmu kedokterankeluarga.4BAB IITIN#AUAN PU$TA%A2.1. HERPE$ &'$TER'.1.1 Definisi )erpes0ostermerupakansebuahmanifestasiolehreakti1asi1irus 2arisela-0oster laten dari saraf pusat dorsal atau kranial. 2irus 1ari&ella 0oster bertanggungjawab untuk dua infeksi klinis utama pada manusia yaitu 1arisela atau &hi&kenpo:$&a&ar air% dan )erpes 0oster. 2arisela merupakan infeksi primer yang terjadi pertamakali pada indi1idu yang berkontak dengan 1irus 1ari&ella 0oster. 2irus 1arisela 0osterdapat mengalami reakti1asi, menyebabkan infeksi rekuren yang dikenal dengan nama)erpes0osteratau,hingles. .adausiadi bawah#tahun, insidensherpes0osteradalah 1 dari 1444, semakin meningkat pada usia lebih tua.1'.1.' ;pidemiologi5)erpes 0oster terjadi se&ara sporadis sepanjang tahun tanpa pre1alensimusiman. 8erjadinyaherpes0oster tidaktergantungpadapre1alensi 1arisela, dantidak ada bukti yang meyakinkan bahwa herpes 0oster dapat diperoleh oleh kontakdengan orang lain dengan 1arisela atau herpes.',ebaliknya, kejadian herpes 0osterditentukan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan host-1irus. ' ,alah satu faktor risiko yang kuat adalah usia lebih tua.$'-% 5nsidenterjadinya herpes 0oster 1,# sampai 7, 4 per 1.444 orang per tahun dalam segala usiadan anak normal yang terkena &hi&ken po: ketika berusia kurang dari ' tahun.?aktorresikoutamaadalahdisfungsi imunselular..asienimunosupresifmemilikiresiko '4 sampai 144 kali lebih besar dari herpes 0oster daripada indi1iduimunokompetenpadausiayangsama.5mmunosupresif kondisi yangberhubungandengan risiko tinggidariherpes 0oster termasuk@human immunodefi&ien&y 1irusA$)52%, transplantasi sumsum tulang, leukimia dan limfoma, penggunaan kemoterapipada kanker, dan penggunaan kortikosteroid. )erpes 0oster adalah infeksioportunistikterkemukadanawal padaorangyangterinfeksi dengan)52,dimanaawalnyaseringditandaidengandefisiensiimun. Bostermungkinmerupakantandapaling awal dari perkembangan penyakit =5D, pada indi1idual dengan resiko tinggi.Dengandemikian, infeksi )52harusdipertimbangkanpadaindi1iduyangterkenaherpes 0oster.?aktor lainmelaporkanmeningkatnyaresikoherpes 0oster termasukjeniskelaminperempuan, traumafisikpadadermatomyangterkena, geninterleukin14polimorfisme, danrashitam, tapi konfirmasi diperlukan.'.aparandari anakdankontak dengan kasus 1arisela telah dilaporkan untuk memberikan perlindunganterhadap penyakit herpes 0oster.' ;pisode kedua dari herpes 0oster jarang terjadi pada6orangimunokompeten, danseranganketigasangat jarang. *rangyangmenderitalebih dari satu episode mungkin immuno&ompromised. .asien imunokompetenmenderita beberapa episode seperti penyakit herpes 0oster yang mungkin menderitainfeksi 1irus herpes simpleks 0osteriform $),2% yang berulang.' .asiendenganherpes 0oster kurangmenular dibandingkanpasiendengan1arisela. 2irus dapat diisolasi dari 1esikel danpustula padaherpes 0oster tanpakomplikasi sampai < hari setelah mun&ulnya ruam, dan untuk waktu yang lebih lamapada indi1idu immuno&ompromised. .asien dengan 0oster tanpa komplikasidermatomal mun&ul untuk menyebarkan infeksi melalui kontak langsung dengan lesimereka. .asien dengan herpes 0oster dapat disebarluaskan, di samping itu,menularkan infeksi pada aerosol, sehinggatindakan pen&egahan udara, sertapen&egahan kontak diperlukan untuk pasien tersebut.'.1.7.atogenesis )erpes 0oster disebabkan oleh reakti1asi 1irus 1ari&ella 0oster yang laten didalam ganglion posterior atau ganglion intrakranial. 2irus dibawa ke tepi ganglionspinal atau ganglion trigeminal, kemudian menjadi laten. 2ari&ella 0oster merupakan1irus rantai ganda D/=, anggota famili 1irus herpes yang tergolong 1irus neuropatikatau neurodermatotropik. 3eakti1asi 1irus 1ari&ella 0oster dapat dipi&u oleh berbagaifaktor seperti pembedahan, penyinaran, lanjut usia, dan keadaan tubuh yang lemahmeliputi malnutrisi, seseorang yang sedang dalam pengobatan imunosupresan jangka7panjang, atau menderita penyakit sistemik. Cika 1irus ini menyerang ganglionanterior, maka menimbulkan gejala gangguan motori&.7'.1. Dejala 6linis 2ariselabiasanyadimulai dengandemamprodromal1irus,nyeri otot, dankelelahanselama 1 sampai 'harisebelum erupsikulit.5nisiallesikutaneussangatgatal, makula dan papula eritematosa pruritus yang dimulai pada wajah dan menyebarke bawah..apulainikemudianberkembang &epatmenjadi1esikelke&il yangdikelilingi oleh halo eritematosa, yang dikenal sebagai @tetesan embun pada kelopakmawarA$dewdroponrosepetal%. ,etelah1esikelmatang,pe&ahmembentukkrusta. Lesi pada beberapa tahapan e1olusi merupakan karakteristik dari 1arisela.#Manifestasi dari herpes 0oster biasanya ditandai dengan rasa sakit

Embed Size (px)
Recommended